Kami sediakan update terbaru, tutorial, dan tips terbaik untuk Anda
Septian Rishal
July 2, 2020
July 2, 2020

Indikator Bisnis Siap untuk melakukan Scale Up

Jarak antara kesuksesan dengan harapan tidaklah terlalu jauh. Ketika anda mengharapkan sebuah keberhasilan maka tidak lain yang anda perlukan adalah sebuah kerja keras. Upaya nyata yang dilakukan untuk mencapai semua keberhasilan itu. Namun jika anda tidak begitu berpengalaman dalam menjalankan bisnis, di sini kami akan memberi panduan yang pasti anda perlukan.

Pertama-tama kita akan membahas isu bisnis startup sebagai permulaan dari bahasan ini. Anda tahu sebuah startup memulai bisnis dalam skala kecil, dengan personel yang jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari, yang tentu berbeda jauh dengan bisnis berskala lebih besar dengan personel yang jumlahnya ratusan. Kalau bisnis anda sudah berada di fase ini, maka bisnis itu sudah waktunya untuk dikembangkan (scale up).

Ketika melihat bahwa upaya untuk melakukan scale up diperlukan. Pemilik bisnis tidak harus secara penuh mengontrol segalanya karena justru yang diperlukan di sini adalah sebuah sistem bisnis yang memungkinkan segalanya berjalan secara otomatis. Meski begitu anda harus bisa menentukan kapan sebuah bisnis memerlukan scale up.

Jika ingin menghemat biaya dengan terus membiarkan bisnis yang kita jalankan berada dalam skala kecil terus menerus itu bisa saja dilakukan oleh semua orang. Namun tidak puas rasanya menjalankan bisnis jika skalanya masih seperti itu-itu saja. Dalam hal ini sebagai upaya mengembangkan bisnis diperlukan biaya untuk menambah gaji karyawan, membeli peralatan baru.

Scale up diperlukan ketika pemilik bisnis melihat bahwa pada sebuah titik, terjadi peningkatan beban kerja karyawan hingga biaya operasional karena permintaan yang terus meningkat dan daripada itu, sekali lagi, segalanya perlu penyesuaian.

Berikut Adalah Indikasi Bisnis Kecil anda harus di Scale UP

a. Saat Beban Kerja Karyawan Meningkat

Tak dirasa kini dalam sebulan permintaan terhadap produk yang anda jual meningkat beberapa persen dan ini membuat karyawan harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi semua permintaan itu. Dalam hal ini ada banyak langkah baru yang perlu dilakukan antara lain dengan mengikut sertakan freelancer dalam lini produksi, agar beban kerja karyawan bisa dikurangi. Meskipun begitu opsi ini bisa jadi malah membuat anda menggelontorkan biaya tambahan.

Sesekali tanyalah karyawan, seperti apa kini beban kerja mereka. Mereka pasti memberi jawaban kendati jawabannya itu sifatnya subyektif. Tetapi jika secara umum menjawab bahwa mereka telah bekerja melebihi apa yang seharusnya mereka lakukan, ini berarti scale up adalah satu-satunya opsi yang harus dilakukan. Dengan scale paling tidak terjadi pengurangan beban kerja karyawan anda.

b. Saat Sistem Sudah Kurang Efektif

Beban kerja biasanya berkaitan dengan sistem yang kita gunakan. Salah satunya adalah teknologi pendukung. Contohnya misal lembaga donasi yang sedang mengumpulkan uang secara online. Jika kita mengumpulkanya manual dan mengecek mutasi secara satu-satu, tentu akan sangat lama dan membuang banyak waktu.

Berbeda dengan lembaga donasi yang sudah menggunakan sistem autoconfirm, misalnya integrasi website dengan sejoli dan moota. Setiap orang yang melakukan donasi akan otomatis di konfirmasi, dihitung dan ditotalkan. Kita mudah untuk melihat laporan keuangan yang telah dikumpulkan.

Itulah mengapa sistem juga perlu diperhatikan ketika bisnis mulai kewalahan dalam mehandle beban kerja.

c. Memilih Model Penjualan yang Pas

Ketika bisnis yang dijalankan telah mencapai usia beberapa tahun ini mengindikasikan bahwa tidak ada lagi fase coba-coba dalam operasional bisnis anda. Semua personel sudah betul-betul paham seperti apa seharusnya mereka menghandle calon pelanggan di semua tahap, setelah itu melakukan personalisasi di tahap lebih lanjut. Apabila semua tahapan bisa dijalankan dengan lancar dan semua proses berulang, itu menjadi pertanda bahwa bisnis yang dijalankan siap dibawa ke audiens yang lebih besar. Banyak segmen pun bisa diperhitungkan dengan seksama.

Apabila model penjualan terbaik untuk bisnis tidak bisa begitu saja ditentukan oleh anda. Barangkali sebuah dasar kuat bisa diciptakan untuk diterapkan oleh anda bersama tim. Harus ada fondasi kokoh yang memiliki langkah-langkah konkrit, jelas, dan semua bisa memahaminya sebagai sebuah tindak lanjut untuk lebih maju.

Baca Sekarangbaca sekarang
Septian Rishal
July 2, 2020
July 2, 2020

Tips Manajemen Bisnis UKM Skala Menengah Kebawah

Anda berpikir bahwa bisnis berskala UKM tidak memerlukan manajemen, maka pemikiran anda itu keliru. Dalam bisnis berskala apapun itu, manajemen tetaplah diperlukan karena merupakan upaya yang dilakukan secara kolaboratif untuk mencapai target tertentu. Jika manajemen tidak ada, bisnis bisa tumbang dalam waktu singkat. Karena itu untuk mengembangkan bisnis skala UKM, harus diaplikasikan manajemen yang benar.

1. Upaya Memperhatikan Manajemen

Yang kami maksudkan dengan manajemen, tidak hanya merujuk pada hal tertentu saja tetapi mencakup banyak hal. Daripada itu jika posisi anda sebagai manajer, atau pemilik bisnis, anda harus memikirkan banyak hal. Alasannya karena manajemen berkaitan erat dengan jatuh bangunnya sebuah bisnis. Manajemen yang harus diperhatikan meliputi manajemen keuangan, manajemen pegawai, resiko, manajemen produksi dan pemasaran, hingga manajemen pengembangan.

Semua manajemen tadi memerlukan perhatian yang baik. Semua poin terkait aspek manajemen di atas harus diperbaiki jika terlihat ada kekurangan. Jika kondisinya sudah baik, lakukanlah kontrol dan pengawasan. Ini bermanfaat untuk memudahkan pengelolaan bisnis, agar keuntungan bisa lebih maksimal.

2. Manajamen Keuangan

Dalam tata kelola keuangan di bisnis yang anda jalankan, harus dibedakan antara uang bisnis dengan uang pribadi. Mencampur adukkan keduanya bisa berkibat fatal. Dalam manajemen ini anda harus mempunyai catat dari seluruh transaksi yang terjadi, barang masuk dan keluar. Dan seterusnya. Cek laba yang didapat oleh perusahaan. Karena perusahaan terus berkembang, akan semakin kompleks pula sistem keuangan yang dijalankan. Di sini diperlukan akuntan, pengawas, dan seterusnya.

3. Manajemen Sumber Daya Manusia

Untuk memaksimalkan Sumber Daya Manusia di bisnis anda, perlu juga manajemen SDM. Hal ini bisa lebih dispesifikan lagi melalui penjenjangan pendidikan dari pegawai. Untuk melakukan persaingan sehat, anda perlu berinovasi. SDM harus secara kontinyu diberi pelatihan agar kinerjanya makin produktif.

4. Manajemen Resiko

Akan selalu ada resiko dibalik bisnis UKM anda. Untuk meminimalisir resiko, analisalah masalah dan resiko yang mungkin terjadi. Upaya ini harus dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan keruginan finansial yang bisa diderita oleh bisnis anda. Manajemen resiko bentuknya bisa cukup beragam dan ini ditentukan oleh resiko yang menjadi perhatian anda.

5. Manajemen Pemasaran

Soal pemasaran tidak hanya terbatas pada upaya mendistribusikan barang hingga sampai di tangan konsumen, tapi juga memperhatikan kesesuaian antara apa yang diinginkan oleh pasar dengan apa yang ditawarkan oleh anda. Hal lainnya yang termasuk ke dalam manajemen pemasaran adalah masalah iklan, sosialisasi, dan banyak lagi yang lainnya. Waktu, tenaga, dan dana bisa dihemat dengan baik jika anda memiliki manajemen pemasaran yang hebat. Contoh kasusnya seperti ini, di sebuah hotel, sikat gigi dibuat dengan kualitas yang tidak begitu baik dan hanya bisa bertahan tak lebih dari 1 minggu. Ditilik dari manajemen pemasaran, ini adalah opsi yang tepat, memilih produk berkualitas rendah tapi tepat guna.

6. Manajemen Produksi

Katakanlah anda sudah punya sebuah produk yang dijual. Bicara mengenai produk berarti berbicara juga masalah kualitas. Apakah produk yang anda buat itu merupakan produk homogen atau heterogen tak jadi soal, hanya saja, berikanlah sesuatu yang pasti berkualitas. Merupakan sebuah kewajiban bagi bisnis skala UKM untuk memberikan produk berkualitas. Lebih dari itu, produk yang dikeluarkan bisnis UKM harus memiliki standarisasi yang bisa meningkatkan mutu produk.

Baca Sekarangbaca sekarang
Septian Rishal
July 2, 2020
July 2, 2020

Meningkatkan Omzet Jualan Online dengan Teknik Crosselling dan Upselling

Pengertian dari Cross Selling

Rupa-rupanya berjualan barang juga ada seninya lho dan salah satunya adalah teknik Cross Selling ini. Dahsyat sekali efek dari teknik cross seliing ini karena bisa melipatgandakan hasil penjualan. Betapa tidak, kita ambil contoh kasus di sebuah retail kecil di mana setelah anda selesai membayar barang di kasir, si petugas kasir dengan serta merta menawarkan barang lainnya dengan kalimat “Mau sekalian dengan pulsanya pak?”…

Contoh kasus lainnya adalah saat kita makan di sebuah gerai cepat saji, pada mulanya mungkin kita hanya ingin membeli daging ayam saja, tapi ketika tidak sengaja melihat ada produk lainnya yang menari, dengan serta merta anda pun kemudian membeli es kopi berikut salad nya. Dengan ini anda beralasan bahwa itu membuat perut cepat kenyang tanpa harus mampir ke gerai makan lainnya.

Kasus lainnya yang tak kalah menarik adalah ketika anda pergi ke warung internet di mana ketika berada di sana bukan Cuma paket internet saja yang ditawarkan tetapi juga makanan dan minuman enak yang akan menemani ketiak anda asyik berselancar di internet. Atau saat anda mampir ke warung makan untuk membeli masakan di sana. Tadinya anda hanya ingin membeli tempe goreng dan sayur bayam saja tapi secara tiba-tiba mendapat penawaran lainnya dari penjual “mau sekalian ikan bumbunya pak ?” hal seperti ini sering luput dari perhatian tapi pada dasarnya ini adalah sebuah bentuk promosi cross selling.

Pengertian dari Up Selling

Nah arti dari teknik up selling lain sekali dengan teknik cross selling. Menggunakan teknik up selling berarti ketika anda menawarkan barang kepada konsumen, anda akan menyertainya dengan hal lain seperti fakta manfaat, keunggulan dari produk tersebut, hingga garansi yang diberikan kepada pembeli sehingga mereka merasa diuntungkan. Lebih jelasnya, teknik up selling adalah seni menjual sebuah produk A dan agar penjualan lebih meningkan dijadikanlah produk itu A+, A++ dan seterusnya.

Dengan teknik Up Selling, penjual berusaha menonjolkan sebuah produk yang memang sudah jadi incaran pembeli. Penjual menekankan lagi betapa produk itu layak dibeli dengan menjelaskan kelebihan-kelebihannnya meski tujuannya tetap sama dengan cross selling, agar pembeli membayar untuk membeli produk tertentu.

Contoh kasusnya seperti ini, di satu kesempatan anda pergi ke sebuah gerai komputer untuk membeli flashdisk berkapasitas 4 GB, namun sesampainya di sana, penjual memberi pertimbangan lebih bahwa flashdisk 8 GB jauh lebih bermanfaat karena kapasitas daya tampungnya yang jauh lebih besar, dengan pertimbangan itu pula anda memilih membeli flashdisk berkapasitas 8 GB.

Kasus kedua contohnya seperti ini. Pada mulanya ketika mempunyai sejumlah uang, anda memutuskan untuk membeli sebuah laptop dengan spesifikasi sesuai keinginan. Namun sesampainya di sana, penjual malah memberi arahan bahwa produk B harganya jauh lebih murah dengan spesifikasi yang tak kalah hebat dengan produk A yang tadinya anda inginkan. Akhirnya setelah berpikir masak-masak, anda pun memilih membeli produk B yang dikenal lebih awet dan jempolan.

Anda terhitung sering membeli produk digital ? Karenanya anda pasti sudah familiar dengan up selling. Sebuah kondisi di mana penjual sering menjual produknya dalam beberapa segmen harga. Yang pertama dengan harga normal, kemudian harga kedua dan ketiga dengan produk sejenis tetapi disertai bonus extra mulai dari bonus bergabung dengan group tertentu sampai live video.

Bagaimana Agar Proses Cross dan Up Selling Lancar?

Seiring dengan meningkatnya omzet, tentu transaksi pun bertambah. Jika kita mengecek transfer atau mutasi secara manual tentu kita akan kesulitan dan banyak membuang waktu.

Nah, agar lebih produktif dan cepat dalam melakukan upscale bisnis, kita bisa menggunakan website toko online yang sudah terintegrasi sistem automasi. Misalnya Woocommerce, Berdu atau Orderonline. Semua flatform tersebut telah mendukung sistem moota yang canggih untuk mengelola transaksi anda.

Semakin kita pintar memanfaatkan teknologi, tentu kita dengan mudah untuk meningkatkan omzet bisnis online kita.

Baca Sekarangbaca sekarang
1 88 89 90 91 92 113
Keuangan
Lihat Semua
Tutorial
Lihat Semua
Jangan Lewatkan Update Tips Terbaru dari Kami!
Dengan berlangganan artikel kami, Anda akan mendapatkan notifikasi langsung setiap kali kami memposting konten baru.
Moota merupakan aplikasi untuk pengecekkan mutasi dan saldo rekening Anda, dimana mutasi rekening Anda kami dapatkan dari akun iBanking Anda.
Office
Jl. Sunda, No 85, Kel. Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Workshop
Jl Terusan Cikutra Baru No. 3B Kel. Neglasari Kec. Cibeunying Kaler Bandung
Download Moota di
2024 © All rights reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram