Jarak antara kesuksesan dengan harapan tidaklah terlalu jauh. Ketika anda mengharapkan sebuah keberhasilan maka tidak lain yang anda perlukan adalah sebuah kerja keras. Upaya nyata yang dilakukan untuk mencapai semua keberhasilan itu. Namun jika anda tidak begitu berpengalaman dalam menjalankan bisnis, di sini kami akan memberi panduan yang pasti anda perlukan.

Pertama-tama kita akan membahas isu bisnis startup sebagai permulaan dari bahasan ini. Anda tahu sebuah startup memulai bisnis dalam skala kecil, dengan personel yang jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari, yang tentu berbeda jauh dengan bisnis berskala lebih besar dengan personel yang jumlahnya ratusan. Kalau bisnis anda sudah berada di fase ini, maka bisnis itu sudah waktunya untuk dikembangkan (scale up).

Ketika melihat bahwa upaya untuk melakukan scale up diperlukan. Pemilik bisnis tidak harus secara penuh mengontrol segalanya karena justru yang diperlukan di sini adalah sebuah sistem bisnis yang memungkinkan segalanya berjalan secara otomatis. Meski begitu anda harus bisa menentukan kapan sebuah bisnis memerlukan scale up.

Jika ingin menghemat biaya dengan terus membiarkan bisnis yang kita jalankan berada dalam skala kecil terus menerus itu bisa saja dilakukan oleh semua orang. Namun tidak puas rasanya menjalankan bisnis jika skalanya masih seperti itu-itu saja. Dalam hal ini sebagai upaya mengembangkan bisnis diperlukan biaya untuk menambah gaji karyawan, membeli peralatan baru.

Scale up diperlukan ketika pemilik bisnis melihat bahwa pada sebuah titik, terjadi peningkatan beban kerja karyawan hingga biaya operasional karena permintaan yang terus meningkat dan daripada itu, sekali lagi, segalanya perlu penyesuaian.

Berikut Adalah Indikasi Bisnis Kecil anda harus di Scale UP

a. Saat Beban Kerja Karyawan Meningkat

Tak dirasa kini dalam sebulan permintaan terhadap produk yang anda jual meningkat beberapa persen dan ini membuat karyawan harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi semua permintaan itu. Dalam hal ini ada banyak langkah baru yang perlu dilakukan antara lain dengan mengikut sertakan freelancer dalam lini produksi, agar beban kerja karyawan bisa dikurangi. Meskipun begitu opsi ini bisa jadi malah membuat anda menggelontorkan biaya tambahan.

Sesekali tanyalah karyawan, seperti apa kini beban kerja mereka. Mereka pasti memberi jawaban kendati jawabannya itu sifatnya subyektif. Tetapi jika secara umum menjawab bahwa mereka telah bekerja melebihi apa yang seharusnya mereka lakukan, ini berarti scale up adalah satu-satunya opsi yang harus dilakukan. Dengan scale paling tidak terjadi pengurangan beban kerja karyawan anda.

b. Saat Sistem Sudah Kurang Efektif

Beban kerja biasanya berkaitan dengan sistem yang kita gunakan. Salah satunya adalah teknologi pendukung. Contohnya misal lembaga donasi yang sedang mengumpulkan uang secara online. Jika kita mengumpulkanya manual dan mengecek mutasi secara satu-satu, tentu akan sangat lama dan membuang banyak waktu.

Berbeda dengan lembaga donasi yang sudah menggunakan sistem autoconfirm, misalnya integrasi website dengan sejoli dan moota. Setiap orang yang melakukan donasi akan otomatis di konfirmasi, dihitung dan ditotalkan. Kita mudah untuk melihat laporan keuangan yang telah dikumpulkan.

Itulah mengapa sistem juga perlu diperhatikan ketika bisnis mulai kewalahan dalam mehandle beban kerja.

c. Memilih Model Penjualan yang Pas

Ketika bisnis yang dijalankan telah mencapai usia beberapa tahun ini mengindikasikan bahwa tidak ada lagi fase coba-coba dalam operasional bisnis anda. Semua personel sudah betul-betul paham seperti apa seharusnya mereka menghandle calon pelanggan di semua tahap, setelah itu melakukan personalisasi di tahap lebih lanjut. Apabila semua tahapan bisa dijalankan dengan lancar dan semua proses berulang, itu menjadi pertanda bahwa bisnis yang dijalankan siap dibawa ke audiens yang lebih besar. Banyak segmen pun bisa diperhitungkan dengan seksama.

Apabila model penjualan terbaik untuk bisnis tidak bisa begitu saja ditentukan oleh anda. Barangkali sebuah dasar kuat bisa diciptakan untuk diterapkan oleh anda bersama tim. Harus ada fondasi kokoh yang memiliki langkah-langkah konkrit, jelas, dan semua bisa memahaminya sebagai sebuah tindak lanjut untuk lebih maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published.