Artikel Moota 8

Tips Manajemen Bisnis UKM Skala Menengah Kebawah

Anda berpikir bahwa bisnis berskala UKM tidak memerlukan manajemen, maka pemikiran anda itu keliru. Dalam bisnis berskala apapun itu, manajemen tetaplah diperlukan karena merupakan upaya yang dilakukan secara kolaboratif untuk mencapai target tertentu. Jika manajemen tidak ada, bisnis bisa tumbang dalam waktu singkat. Karena itu untuk mengembangkan bisnis skala UKM, harus diaplikasikan manajemen yang benar.

1. Upaya Memperhatikan Manajemen

Yang kami maksudkan dengan manajemen, tidak hanya merujuk pada hal tertentu saja tetapi mencakup banyak hal. Daripada itu jika posisi anda sebagai manajer, atau pemilik bisnis, anda harus memikirkan banyak hal. Alasannya karena manajemen berkaitan erat dengan jatuh bangunnya sebuah bisnis. Manajemen yang harus diperhatikan meliputi manajemen keuangan, manajemen pegawai, resiko, manajemen produksi dan pemasaran, hingga manajemen pengembangan.

Semua manajemen tadi memerlukan perhatian yang baik. Semua poin terkait aspek manajemen di atas harus diperbaiki jika terlihat ada kekurangan. Jika kondisinya sudah baik, lakukanlah kontrol dan pengawasan. Ini bermanfaat untuk memudahkan pengelolaan bisnis, agar keuntungan bisa lebih maksimal.

2. Manajamen Keuangan

Dalam tata kelola keuangan di bisnis yang anda jalankan, harus dibedakan antara uang bisnis dengan uang pribadi. Mencampur adukkan keduanya bisa berkibat fatal. Dalam manajemen ini anda harus mempunyai catat dari seluruh transaksi yang terjadi, barang masuk dan keluar. Dan seterusnya. Cek laba yang didapat oleh perusahaan. Karena perusahaan terus berkembang, akan semakin kompleks pula sistem keuangan yang dijalankan. Di sini diperlukan akuntan, pengawas, dan seterusnya.

3. Manajemen Sumber Daya Manusia

Untuk memaksimalkan Sumber Daya Manusia di bisnis anda, perlu juga manajemen SDM. Hal ini bisa lebih dispesifikan lagi melalui penjenjangan pendidikan dari pegawai. Untuk melakukan persaingan sehat, anda perlu berinovasi. SDM harus secara kontinyu diberi pelatihan agar kinerjanya makin produktif.

4. Manajemen Resiko

Akan selalu ada resiko dibalik bisnis UKM anda. Untuk meminimalisir resiko, analisalah masalah dan resiko yang mungkin terjadi. Upaya ini harus dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan keruginan finansial yang bisa diderita oleh bisnis anda. Manajemen resiko bentuknya bisa cukup beragam dan ini ditentukan oleh resiko yang menjadi perhatian anda.

5. Manajemen Pemasaran

Soal pemasaran tidak hanya terbatas pada upaya mendistribusikan barang hingga sampai di tangan konsumen, tapi juga memperhatikan kesesuaian antara apa yang diinginkan oleh pasar dengan apa yang ditawarkan oleh anda. Hal lainnya yang termasuk ke dalam manajemen pemasaran adalah masalah iklan, sosialisasi, dan banyak lagi yang lainnya. Waktu, tenaga, dan dana bisa dihemat dengan baik jika anda memiliki manajemen pemasaran yang hebat. Contoh kasusnya seperti ini, di sebuah hotel, sikat gigi dibuat dengan kualitas yang tidak begitu baik dan hanya bisa bertahan tak lebih dari 1 minggu. Ditilik dari manajemen pemasaran, ini adalah opsi yang tepat, memilih produk berkualitas rendah tapi tepat guna.

6. Manajemen Produksi

Katakanlah anda sudah punya sebuah produk yang dijual. Bicara mengenai produk berarti berbicara juga masalah kualitas. Apakah produk yang anda buat itu merupakan produk homogen atau heterogen tak jadi soal, hanya saja, berikanlah sesuatu yang pasti berkualitas. Merupakan sebuah kewajiban bagi bisnis skala UKM untuk memberikan produk berkualitas. Lebih dari itu, produk yang dikeluarkan bisnis UKM harus memiliki standarisasi yang bisa meningkatkan mutu produk.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Artikel Lainnya