Strategi Marketing WOM Untuk Meningkatkan Omset

Di zaman sekarang, di mana semua orang sibuk dengan gadget dan media sosial, strategi marketing yang efektif sangat penting. Salah satu strategi yang sudah terbukti ampuh dari zaman dulu hingga sekarang adalah Word of Mouth (WOM) atau lebih dikenal pemasaran dari mulut ke mulut.

Tak heran jika kemudian ada banyak yang masih menerapkan strategi marketing tersebut. Meski mungkin ada banyak yang tidak terlalu mengenal strategi WOM. Yuk, kita kenali lebih dalam strategi WOM dan bagaimana cara menggunakannya untuk meningkatkan omset bisnismu.

Mengenal Strategi Marketing WOM

Apa Itu Strategi Marketing WOM?

Membicarakan teknik marketing tradisional, nampaknya tak lengkap jika tidak membicarakan strategi marketing yang satu ini. Jadi WOM sendiri merupakan singkatan dari word of mouth. Tentu kepanjangan dari WOM dapat memberikan gambaran, strategi semacam apa WOM ini.

Word of Mouth (WOM) adalah strategi marketing yang melibatkan orang-orang membicarakan produk atau layanan kamu kepada orang lain. WOM terjadi ketika pelanggan merasa puas dengan produk atau layananmu dan merekomendasikannya kepada teman, keluarga, atau kolega mereka.

Mengapa Strategi Marketing WOM Penting?

WOM memiliki kekuatan yang luar biasa dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Menurut sebuah studi dari Nielsen, 92% konsumen mempercayai rekomendasi dari teman dan keluarga lebih dari bentuk iklan lainnya. Selain itu, WOM juga memiliki tingkat konversi yang lebih tinggi karena rekomendasi yang datang dari orang yang mereka percaya.

Fakta Seputar Strategi Marketing WOM

Sekarang setelah mengenal seputar WOM, kami akan membahas mengenai fakta-fakta yang ada dari strategi yang satu ini. Yuk simak berbagai faktanya.

1. Persentase Peningkatan Konsumen Tinggi

strategi meningkatkan konsumen
strategi meningkatkan konsumen (source: pixabay.com)

Fakta yang pertama dibahas di sini adalah terkait persentase peningkatan konsumen akibat strategi pemasaran ini. Siapa sangka jika ternyata strategi pemasaran ini memiliki pengaruh besar terhadap konsumen atau pun calon konsumen.

Bahkan, disebutkan jika sebanyak 68% konsumen yang melakukan pembelian produk merupakan ‘hasil’ dari strategi WOM ini. Tentu ini menjadi jumlah yang cukup besar. Selain itu, ini menjadi bukti keefektifan strategi marketing yang satu ini.

Di sisi lain jumlah tersebut menunjukkan metode ini menjadi metode yang paling banyak dipercaya oleh calon konsumen. Ini terbukti dari banyaknya konsumen yang tertarik dan memutuskan percaya dengan ‘berita’ seputar produk yang mereka dengar, sehingga melakukan pembelian produk.

2. Promosi WOM Terus Mengalami Peningkatan

cara meningkatkan jumlah konsumen
cara meningkatkan jumlah konsumen (source: pixabay.com)

Di era modern seperti sekarang ini, mungkin banyak yang mengira jika pemasaran WOM sudah banyak ditinggalkan dan berganti dengan metode pemasaran baru. Namun, siapa sangka yang terjadi justru sebaliknya.

Di mana data yang ada menunjukkan bahwa ada peningkatan value dari metode marketing ini sebesar, rata-rata sebesar satu setengah kali sejak tahun 1980-an. Peningkatan value dari metode ini menunjukkan jika masih banyak pebisnis yang mempercayai penggunaan metode ini.

3. Bentuk WOM Beragam

Strategi Marketing WOM
cara meningkatkan kunjungan konsumen (source: pixabay.com)

Fakta yang selanjutnya dari strategi pemasaran WOM adalah terkait betuk WOM itu sendiri. Mungkin banyak yang bertanya-tanya bagaimana bentuk strategi pemasaran word of mouth ini? Lalu ucapan seperti apa yang termasuk dalam strategi pemasaran WOM tersebut?

Ada banyak bentuk dari WOM. Jadi WOM tidak hanya seputar rekomendasi untuk menggunakan suatu produk saja. Namun, lebih jauh WOM juga dapat berupa pujian terhadap suatu produk hingga komentar yang nantinya memengaruhi kebutuhan seseorang untuk membeli suatu produk. Berbagai hal tersebut termasuk dengan WOM. Pasalnya, ia telah melakukan suatu hal yang memengaruhi pendapat pihak lain terhadap suatu produk.

4. Memiliki Lima Elemen Dasar

Strategi Marketing WOM
cara meningkatkan minat konsumen (source: pixabay.com)

Lalu apa saja elemen yang hadir dan menjadi dasar WOM? Kelima elemen tersebut adalah sebagai berikut ini.

  • Talkers (Pembicara). Elemen ini merupakan elemen ‘awal’ yang menjadi pusat dari berita tentang produk tersebut nantinya. Talkers juga biasa disebut sebagai influencer.
  • Topics (Topik). Tentunya harus ada topik yang dibicarakan para talkers pada audiensnya. Untuk itu, ia menjadi elemen yang selanjutnya.
  • Tools (Alat). Apa yang dimaksud alat di ini adalah media yang dapat digunakan untuk membuat penyampain pendapat mengenai produk tersebut menjadi lebih mudah.
  • Talking Part (Partisipasi). Ini maksudnya adalah di mana pembicaraan mengenai produk harus melibatkan elemen berupa orang lain. Fungsinya adalah untuk membuat pembicaraan menjadi terus berjalan.
  • Tracking (Pengawasan). Tindakan pengawasan yang dimaksud di sini adalah tindakan pengawasan dari perusahaan untuk mengetahui bagaimana respons konsumen terhadap produk tersebut.

5. Peran Sentral Key Opinion Leader Dalam WOM

Strategi Marketing WOM
meningkatkan omset penjualan (source: pixabay.com)

Perlu diketahui jika dalam WOM ada salah satu peran yang menjadi ‘kunci’ dari keberhasilan WOM. Peran yang dimaksud adalah peran dari Key Opinion Leader (KOL). Di sini KOL memiliki fungsi untuk menyebarkan informasi seputar produk tersebut. Hal ini untuk membuat audiens semakin mudah ‘menerima’ pendapat dari KOL tersebut.

Ternyata ada banyak fakta menarik yang hadir dari strategi pemasaran WOM ya. Berbagai fakta di atas tentu akan semakin menambah pengetahuan seputar WOM. Tak menutup kemungkinan jika fakta-fakta tersebut dapat membantu untuk menghadirkan WOM yang lebih efektif.

June 10, 2025
Baca Sekarang

1 48 49 50 51 52 197
Kami sediakan update terbaru, tutorial, dan tips terbaik untuk Anda
arizaz
October 30, 2023
October 30, 2023

Mahal, Tapi Tetap Dibeli? Ini Strategi Marketing iPhone

Apakah Anda pernah bertanya-tanya, kenapa harga iPhone mahal tapi ko masih ada yang beli? Bahkan rela antre panjang demi bisa dapat iPhone seri terbaru. Strategi Marketing iPhone emang beda.

Kita tahu baru-baru ini, Apple merilis iPhone seri terbaru yaitu iPhone 11 yang harganya mulai dari 9jutaan sampai 15jutaan lebih.

Lalu dengan harga yang relatif mahal tersebut, apakah pembelinya sepi?

Jawabannya tentu TIDAK!!!

Bahkan sebelum rilis resminya, calon pembeli atau saya sebut apple fans sudah menyerbu lewat pre-order, WAW...!!!

Bukan hal baru sebenarnya jika di setiap perilisan iPhone terbaru selalu diserbu pembeli.

Tapi, ada apa dan kenapa bisa sampai se-antusias itu?

Sebenarnya sudah banyak yang membahas mengenai strategi bisnis Apple ini baik yang berupa artikel maupun video youtube.

strategi marketing iphone

Dan dari beberapa sumber tersebut, ada hal-hal yang menjadi kunci utama yang saya bisa tangkap maksudnya.

Oleh karena itu, kali ini saya ingin sharing tentang bagaimana strategi Apple bisa tetap berdiri kokoh ditengah munculnya banyak kompetitor. Hal ini saya rangkum berdasarkan beberapa sumber bacaan yang saya dapatkan ya, jadi mungkin nanti ditengah jalan Anda punya persepsi lain, silahkan sampaikan kepada saya, oke? 🙂

Ini Dia Strategi Marketing iPhone

Langsung mulai saja ya, poin pertamanya adalah:

1. Inovasi

Ini adalah kunci pamungkas yang membuat Apple bisa bertahan bahkan menjadi market leader di dunia per-gadget-an.

Dalam lingkup smartphone saja, kita tahu setiap tahunnya iPhone baru selalu dirilis oleh Apple. Bahkan dalam 1 series saja muncul beberapa model lain. Seperti Iphone 11 yang memiliki 3 model yang diberi nama iPhone 11, iPhone 11 Pro, dan iPhone 11 Pro Max.

Dan dari ketiga model tersebut, tentu ada perbedaan fitur yang membuat harganya juga menjadi berbeda.

Itulah inovasi. Bukan hanya iPhone series X ke iPhone 11 saja yang dibuat berbeda namun dalam 1 series saja ada perbedaan.

Itu baru inovasi untuk smartphone merek Apple ya. Belum lagi untuk laptop, lalu munculnya ipad dan ipod lalu smartwatch dan yang sekarang sedang booming adalah Airpods, hmm sesuai dengan slogan mereka sih ya.

"Never stop innovating. Think and make different."

2. Fokus Niche Market

Pernah lihat ga, ada kulkas atau AC yang mereknya berlogo apel gigit alias Apple?

~ Logo asli ya bukan logo tempelan yang beli dipinggir jalan 😀

Ga ada?

Iya, karena Apple sangat fokus pada niche market-nya di bidang komputer, gadget dan atau entertain.

Tidak seperti kompetitornya yakni Samsung yang membidik pasar lebih luas seperti peralatan elektronik.

Kalau begitu revenuenya lebih banyak Samsung dong?

Siapa bilang 😀

Apple bahkan menguasai penjualan smartphone di seluruh dunia dan meraih revenue share terbesar mencapai 51 persen. Sedangkan Samsung hanya meraih 15,7 persen. (sumber: beritasatu.com)

Intinya adalah fokus pada niche market (target pasar yang sangat fokus). Apple tidak mau menjual berbagai jenis produk selain di dunia entertain, namun Apple memaksimalkan 1 jenis produk untuk dikembangkan dan kembali ke nomor 1 yakni INOVASI.

Namun tidak salah jika kita ingin mencoba menjual berbagai jenis produk. Tapi, cari tahu dulu siapa target pasarnya, dan pastikan strategi marketingnya sesuai. Atau Anda ingin mencoba cara Strategi Marketing iPhone? 😉

3. Community Building

Seberapa sering Anda meilhat iklan Apple di tv?

Jarang?

Tapi ko yang pakai produk Apple semakin hari semakin banyak ya?

Nah, itulah hebatnya Apple. Dia bisa Strategi Marketing iPhone memposisikan diri sebagai brand yang diidam-idamkan banyak orang.

Semua itu berkat the perfectionist Steve Jobs.

Terkenal dengan sikap kerasnya, namun dia pula yang membuat produk-produk Apple memang memiliki kualitas yang tinggi.

Dengan kualitas terbaik itulah, dia bisa mendapatkan para Apple fans yang sangat-sangat fanatik.

Bahkan dengan channel iklan yang minim (dibanding kompetitor), sebenarnya Apple masih tetap beriklan dengan halus.

Caranya?

Word Of Mouth

Logo Apple ini sangat mahal. Buktinya banyak Apple fans seperti misalnya pengguna iPhone yang memamerkan handphonenya dengan memperlihatkan logo apel gigit itu.

Atau ada juga seorang graphic designer yang beranggapan bahwa "belum jadi graphic designer kalau belum pakai MAC".

Nah, tanpa disadari para Apple fans ini juga berperan untuk menjadi tim marketing Apple, loh. Mereka merekomendasikan kelebihan apa saja yang mereka dapatkan dengan menggunakan produk Apple dibanding dengan merek lain.

Lebih singkatnya marketing gratis, dimana Apple fans dengan bangganya merekomendasikan produk Apple kepada teman atau rekannya. Ditambah ada prestige atau gengsi ketika dirinya menggunakan laptop atau handphone kualitas tinggi yaitu merek Apple.

~ Eh... apakah saat ini saya juga sedang melakukan pemasaran Apple ya? 😀

Itulah community building. Kuncinya, tetap jaga kualitas produk agar pelanggan Anda tidak kabur.

Saya harap sharing materi hari ini bisa bermanfaat dan berguna untuk Anda. Dan silahkan share informasi ini kepada rekan, teman dan sahabat Anda agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak lagi dengan klik icon media sosial di bawah

Terima kasih ?

Baca Sekarangbaca sekarang
arizaz
October 6, 2023
October 6, 2023

Mengenal Lebih Dekat Fase Bisnis

Bisnis adalah perjalanan penuh liku, yang melibatkan berbagai fase berbeda. Terkadang, kita terlalu fokus pada bagaimana memulai bisnis, namun jarang membahas apa yang terjadi selama perjalanan bisnis itu sendiri. Saya ingin berbicara tentang beberapa fase penting yang mungkin akan Anda alami dalam perjalanan bisnis Anda, yang mungkin jarang mendapatkan sorotan, namun memiliki dampak yang besar pada perkembangan bisnis Anda. Mari kita bahas setiap fase ini secara lebih mendalam.

fase bisnis

1. Awal yang Penuh Antusiasme 😄

Ingat saat-saat pertama Anda memulai bisnis? Semuanya terasa begitu menarik dan mungkin. Anda memiliki begitu banyak ide dan rencana yang ingin Anda jalankan. Selain itu, Anda juga memiliki energi yang tinggi untuk menjalankannya. Fase ini adalah saat yang tepat untuk membahas mengapa Anda memulai bisnis Anda.

Penting untuk mengingat "Mengapa" Anda memulai bisnis, karena ini adalah yang akan memberi Anda dorongan dan tekad ketika menghadapi kendala. Meskipun seringkali lebih mudah untuk berbicara tentang "Apa" yang Anda lakukan dan "Bagaimana" Anda melakukannya, "Mengapa" adalah inti dari bisnis Anda. Ini adalah panduan Anda, nilai-nilai Anda, dan motivasi Anda.

2. Pertengahan Perjalanan yang Menantang 🙁

Setelah bisnis berjalan lebih dari 1 tahun, realitas mulai menghampiri Anda. Masalah muncul dari berbagai sudut, mulai dari kualitas pekerjaan yang kurang memuaskan, hingga hubungan dengan klien yang mungkin tegang. Ini adalah fase di mana banyak pengusaha merasa terjebak dalam berbagai masalah, dan beberapa mungkin mulai meragukan keputusan mereka.

3. Evaluasi dan Pembelajaran yang Mendalam 🤔

Fase Evaluasi dan Pembelajaran adalah saatnya untuk merenung. Anda mulai melihat masalah sebagai tantangan yang dapat diatasi, bukan sebagai batu sandungan yang tidak bisa dilewati. Di fase ini, penting untuk kembali ke pertanyaan "Mengapa." Anda perlu mempertanyakan diri sendiri, "Mengapa saya melakukan ini? Apa visi dan misi bisnis saya?" Ini adalah saat yang tepat untuk menetapkan kembali visi dan misi perusahaan dengan lebih jelas.

Yuk Buruan Daftar Akun!

4. Pematangan Bisnis 🌱

Fase Pematangan adalah ketika Anda mulai lebih banyak terlibat dalam manajemen dan strategi bisnis. Anda berpikir tentang bagaimana membangun sistem yang efisien untuk perusahaan Anda. Ini juga saat Anda mulai mempercayakan tanggung jawab kepada tim Anda. Terutama jika Anda berasal dari latar belakang teknis, seperti desain grafis atau pengembangan UI/UX, ini bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun, seiring berjalannya waktu dan upaya untuk mendidik tim Anda, Anda akan melihat perkembangan yang positif.

5. Visi Jangka Panjang dan Berdampak 🚀

Fase ini adalah tentang melihat jauh ke depan. Bagaimana perusahaan Anda dapat berkelanjutan selama beberapa dekade? Bagaimana Anda bisa memberikan dampak positif pada industri dan masyarakat? Di sini, visi pribadi Anda sangat memengaruhi tindakan dan rencana Anda. Ini adalah saatnya untuk berpikir besar dan berfokus pada visi jangka panjang Anda.

Semua fase dalam perjalanan bisnis memiliki tantangannya masing-masing, tetapi juga memberikan pelajaran berharga. Dengan Moota temani keuangan bisnis Anda di Fase Manapun Semoga dengan memahami dan menghargai setiap fase ini, Anda dapat menghadapi perjalanan bisnis Anda dengan lebih baik dan penuh keyakinan. 😊🚀

Baca Sekarangbaca sekarang
arizaz
October 6, 2023
October 6, 2023

Pemikiran Unik dalam Bisnis

Di artikel ini, kami ingin berbagi Pemikiran Unik dalam dunia bisnis. Mungkin perspektif ini bisa membuat Anda berpikir lebih luas dan membantu Anda menjadi lebih unik dalam pendekatan bisnis Anda.

1. Bisnis Kecil Tidak Selalu Harus Memiliki Banyak Karyawan

Terkadang, gagasan bahwa bisnis harus memiliki banyak karyawan tidak selalu sesuai dengan konteksnya. Sebagai pemilik bisnis, Anda harus selektif dalam memilih tim Anda agar kualitas pelayanan dan produk tetap terjaga. Banyak perusahaan terjebak dalam keinginan untuk terlihat besar dengan rekrutmen yang berlebihan, tetapi pertanyaannya adalah, apakah bisnis Anda benar-benar membutuhkannya saat ini?

Jika bisnis Anda dapat berjalan dengan efisien dengan tim yang lebih kecil, mengapa tidak mempertahankannya seperti itu? Pemikiran Unik dalam dunia bisnis ini berpengaruh dalam Keputusan untuk merekrut harus berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar mengikuti tren. Ingatlah, karyawan yang tidak produktif dapat menjadi beban finansial bagi bisnis Anda. Oleh karena itu, pertimbangkan dengan matang sebelum menambah jumlah karyawan Anda.

2. Kerja dari Mana Saja Itu Mungkin

Dalam era digital ini, teknologi memungkinkan kita untuk bekerja dari mana saja. Jika bisnis Anda mendukung kerja jarak jauh, pertimbangkan untuk memberikan fleksibilitas kepada tim Anda. Ini tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas tetapi juga membantu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Anda tidak perlu mengikuti tradisi lama di mana semua karyawan harus berada di kantor fisik. Jika tim Anda dapat melakukan pekerjaan mereka dari rumah atau lokasi lain, mengapa tidak memberi mereka kesempatan untuk melakukannya? Ini juga dapat membantu Anda menarik bakat dari berbagai lokasi geografis tanpa harus memikirkan kantor fisik yang besar.

Mulai Gratis

3. Keterlibatan Karyawan dengan Cara yang Lebih Efisien

Dalam mengelola karyawan, penting untuk memiliki SOP yang jelas (Standar Operating Procedure) dan KPI yang terukur (Key Performance Indicator). Ini membantu dalam menjaga komunikasi yang efektif dan memberikan arah yang jelas kepada tim Anda, terlepas dari seberapa sering Anda bertemu langsung.

Ketika karyawan memiliki panduan yang jelas tentang tugas dan tanggung jawab mereka, mereka akan lebih fokus dan produktif. Pemikiran Unik dalam dunia bisnis Ini juga membantu Anda dalam memantau kinerja karyawan dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Dengan cara ini, Anda dapat memelihara lingkungan kerja yang efisien tanpa perlu banyak pertemuan tatap muka.

4. Diversifikasi Bisnis

Anda tidak harus terpaku pada satu bisnis. Diversifikasi dapat membantu dalam mengurangi risiko keuangan. Dengan memiliki saham atau kepemilikan di beberapa bisnis yang berbeda, Anda dapat memecah risiko dan menghasilkan pendapatan dari berbagai sumber.

Diversifikasi bisnis dapat membantu Anda mengatasi fluktuasi pasar dan perubahan tren. Ini juga membuka peluang untuk mendiversifikasi portofolio investasi Anda. Namun, perlu diingat bahwa diversifikasi juga membutuhkan manajemen yang hati-hati. Anda harus memiliki pemahaman yang kuat tentang setiap bisnis yang Anda pilih untuk diinvestasikan dan memastikan bahwa mereka sesuai dengan visi dan tujuan Anda.

Jika Anda melihat sukses sejumlah orang dalam dunia bisnis, jangan langsung menelan mentah-mentah ide-ide mereka. Pertimbangkan apakah ide-ide ini sesuai dengan konteks bisnis Anda dan apakah benar-benar diperlukan. Ingatlah bahwa setiap bisnis unik, dan ada banyak cara untuk mencapai kesuksesan.

Jadi, tetaplah terbuka terhadap berbagai pendekatan dan temukan yang paling sesuai dengan visi dan tujuan bisnis Anda. kunjungi Moota untuk informasi lebih lanjut tentang pengelolaan keuangan bisnis. Kami di Moota siap membantu Anda mengembangkan bisnis baru Anda.Semoga membantu dan selamat berkomunikasi dengan sukses! 😄🚀

Baca Sekarangbaca sekarang
1 48 49 50 51 52 122
Keuangan
Lihat Semua
Septian Rishal
November 4, 2021
November 4, 2021

7 Tips Investasi Cerdas ala Warren Buffett

Investasi termasuk salah satu strategi untuk mendapatkan penghasilan selain penghasilan utama. Dengan berinvestasi, seseorang akan lebih mudah dalam mengelola keuangan. Hasil dari bisnis online bisa diinvestasikan agar uang yang didapatkan tidak hilang begitu saja untuk sekedar memenuhi gaya hidup. Di samping investasi, Moota juga bisa dimanfaatkan oleh para pemilik bisnis.

Beberapa Tips Investasi ala Warren Buffett

Warren Buffett adalah seorang CEO di perusahaan Berkshire Hathaway yang merintis karir dari bisnis kecil hingga akhirnya sekarang menjadi seorang yang sukses. Namanya semakin dikenal masyarakat luas karena kelihaiannya berinvestasi menggunakan uang dari hasil kerja kerasnya. Berikut beberapa tips dari Warren Buffett terkait investasi :

1. Tidak membebani diri dengan hutang

Hutang merupakan salah satu hambatan untuk meraih kesuksesan dalam berinvestasi. Karena investasi sendiri adalah penolong saat keuangan sedang berada di titik low. Jika seseorang melakukan investasi dengan cara berhutang, bukan tidak mungkin uang yang didapatkan dari hasil investasi tersebut tidak akan kembali ke Anda, melainkan untuk melunasi hutang-hutang.

2. Tidak hanya fokus untuk menabung

Menabung memang kegiatan yang wajib dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. Namun, memfokuskan diri pada menabung saja hanya akan merugikan diri sendiri karena inflasi akan menyebabkan harga selalu mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Jika sudah begitu, tentu saja Anda tidak akan bisa menikmati hidup lebih nyaman sehingga perlu berinvestasi.

3. Memulai investasi sejak usia 20-an

Warren Buffett mengajarkan bahwa investasi bisa dimulai sejak seseorang berusia 20 tahunan. Usia tersebut termasuk usia yang masih termasuk muda untuk mulai berinvestasi karena masih menapaki karir. Investasi yang dilakukan sedikit demi sedikit akan dapat dirasakan keuntungannya suatu saat nanti. Hasil jualan online bisa menjadi modal untuk berinvestasi.

4. Berinvestasi emas atau bentuk investasi online lainnya

Saat ini banyak sekali bentuk investasi yang bisa dimanfaatkan hanya dengan berbekal smartphone dan jaringan internet seperti emas, saham, kripto, reksadana dan lain sebagainya. Sehingga investasi juga diperlukan di samping menjalankan bisnis ukm. Jika bisnis yang dijalankan memperoleh peningkatan omzet penjualan, maka jangan menunda berinvestasi.

5. Memisahkan kebutuhan dengan keinginan

Pemilik bisnis menggunakan Moota untuk mengecek setiap mutasi pada beberapa akun rekening bank yang digunakan untuk transaksi. Di samping berbisnis, tentu ada suatu ketika membutuhkan sesuatu untuk dibeli baik yang diinginkan atau memang sedang dibutuhkan. Agar investasi berjalan lancar, sebaiknya pisahkan antara kebutuhan dan keinginan.

6. Belajar dari apapun kesalahan saat berinvestasi

Ketika awal kali berinvestasi, seseorang kerap mengalami kesalahan yang membuatnya paham strategi apa yang harus dilakukan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Misalnya saja, ketika berinvestasi saham, strategi yang tepat adalah membeli saham saat pasar sedang merosot dan menjualnya saat pasar sedang naik agar mendapat dana tinggi.

7. Harus bangkit dari kesalahan

Salah satu sifat yang kerap ditemukan pada seseorang yang sedang mulai belajar berinvestasi adalah mudah menyerah. Justru dengan adanya kesalahan yang pernah dilakukan menjadi sumber semangat untuk tetap maju dan bangkit kembali agar bisa scale up kemampuan dalam berinvestasi.

Itulah beberapa tips dari Warren Buffett dalam hal berinvestasi. Hasil dari berbisnis bisa digunakan sebagai modal untuk berinvestasi. Untuk bisnisnya sendiri akan lebih mudah jika menggunakan aplikasi web Moota yang akan membantu dalam pengecekan mutasi rekening bank. Web service tersebut bisa didapatkan di website resminya Moota.

Baca Sekarangbaca sekarang
Septian Rishal
November 2, 2021
November 2, 2021

7 Tips Menentukan Gaji untuk Usaha Kecil

Ketika bisnis ukm yang dirintis masih seumur jagung, penggajian karyawan menjadi salah satu permasalahan tersendiri. Hal ini disebabkan karena belum adanya income yang stabil karena bisnis masih berfokus pada bagaimana caranya mendapatkan banyak pelanggan. Baik bisnis online maupun offline, semua pernah mengalaminya. Moota hadir untuk membantu mengecek mutasi rekening.

Beberapa Tips Penentuan Gaji untuk Usaha Kecil

Usaha kecil yang dirintis dari nol tentu tidak akan langsung mendapatkan kesuksesan secara instan. Ada berbagai perjuangan dan strategi yang dilakukan agar bisnis dikenal masyarakat luas. Sebagian orang merintis usaha agar mendapatkan pemasukan dana selain penghasilan dari pekerjaan utamanya. Berikut tips untuk menentukan gaji karyawan usaha kecil :

1. Menghitung gaji sesuai dengan jumlah hari kerja karyawan

Jika bisnis yang dirintis adalah bisnis jualan online, sistem penggajiannya sama dengan bisnis jualan offline. Cara perhitungan gajinya adalah jumlah hari kerja karyawan dalam sebulan atau yang telah dijalani dikalikan dengan gaji sebulan. Metode penggajian ini merupakan metode yang direkomendasikan untuk para pebisnis pemula agar keuangan bisnis tetap stabil.

2. Menghitung gaji sesuai dengan jam kerja karyawan

Bisnis yang dibangun secara online membutuhkan beberapa karyawan yang menghandle toko online. Biasanya tim customer service terdiri dari beberapa orang yang bekerja dengan sistem shift. Untuk cara penghitungan gaji menyesuaikan jam kerja karyawan adalah gaji pokok ditambah dengan tunjangan tetap kemudian dibagi 173.

3. Menetapkan gaji pokok

Agar omzet penjualan naik, pemilik bisnis harus mempertimbangkan besaran gaji pokok yang akan dibayarkan kepada karyawan setiap bulannya. Pastikan bahwa gaji tersebut tidak membuat modal bisnis untuk produksi selanjutnya menjadi minus. Karena bisnis yang dirintis masih seumur jagung, maka terapkan gaji di bawah UMR terlebih dahulu.

4. Melihat nilai pekerjaan pada setiap karyawan

Pemilik bisnis tentu ingin mengelola keuangan bisnis dengan baik. Oleh karena itu, sebelum merekrut karyawan, pastikan untuk mempertimbangkan nilai pekerjaannya terlebih dahulu. Nilai pekerjaan berupa faktor geografis, kualifikasi pendidikan, hingga pengalaman pekerjaan. Tentunya gaji yang akan diberikan untuk karyawan lulusan SMA berbeda dengan lulusan S1.

5. Mempertimbangkan kontribusi posisi pekerjaan terhadap bisnis

Setiap posisi pekerjaan memiliki posisi vital yang sangat mempengaruhi kemajuan bisnis. Misalnya saja, dalam bisnis online tentu sangat membutuhkan tim customer service sebagai pihak terdepan yang akan berinteraksi dengan konsumen yang belanja online. Tim CS yang akan handle setiap reseller maupun konsumen yang dropship sehingga gajinya lebih besar.

6. Menyesuaikan dengan skala upah

Dalam membangun bisnis, Moota sangat dibutuhkan untuk melakukan pengecekan mutasi rekening. Pemilik bisnis dapat menerapkan perhitungan penggajian dengan menyesuaikan skala upah yang ditetapkan pemerintah. Skala upah ini berkaitan erat dengan kemampuan suatu perusahaan dalam menggaji karyawan sesuai skill dan posisi karyawan.

7. Merekrut karyawan yang belum menikah

Karena bisnis masih seumur jagung, sebaiknya pemilik bisnis mempertimbangkan untuk merekrut karyawan yang belum menikah, terutama untuk karyawan laki-laki. Hal ini disebabkan karena karyawan yang sudah menikah memiliki tanggungan istri dan anak yang mana gaji yang dibutuhkan lebih besar dibandingkan karyawan yang belum menikah.

Itulah beberapa tips untuk menentukan gaji pada karyawan apabila usaha yang dijalankan masih berumur jagung. Agar lebih mudah dalam mengecek setiap mutasi pada beberapa akun rekening bank, Moota adalah pilihan yang tepat. Untuk bisa mendapatkannya, bisa mendaftarkan diri melalui Moota.

Baca Sekarangbaca sekarang
Septian Rishal
November 1, 2021
November 1, 2021

Tips Mengelola Data Transaksi agar Lebih Rapi

Tidak hanya berlaku di perusahaan offline saja, pada kenyataannya membangun bisnis online pun juga harus melakukan pencatatan data transaksi secara rutin sebagai dasar untuk membuat neraca. Tanpa adanya pencatatan data transaksi, maka neraca tidak akan bisa dibuat. Dalam hal ini, Moota dapat dipilih untuk membantu para pebisnis dalam mengelola keuangan bisnisnya.

Apa Saja Tips Agar Pencatatan Data Transaksi Lebih Rapi?

Mencatat data transaksi merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan oleh para pemilik bisnis ukm. Data transaksi yang dibuat dengan akurat, valid, dan rapi tentu akan memudahkan dalam membaca neraca. Berikut beberapa tips agar data transaksi lebih rapi:

1. Mengumpulkan setiap bukti transaksi terkait keuangan

Sebelum melangkah lebih jauh, syarat utama yang harus dilakukan oleh para pemilik bisnis adalah mengumpulkan setiap bukti transaksi terkait dengan keuangan yang pernah dilakukan. Bukti transaksi tersebut merupakan komponen penting dalam menjalankan sebuah bisnis jualan online karena berperan sebagai dasar untuk pencatatan data transaksi yang rapi.

Dengan adanya bukti transaksi tersebut, maka laporan keuangan akan sesuai dengan pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan. Bahkan, omzet penjualan juga bisa dilihat dari laporan keuangan yang dibuat. Beberapa contoh bukti transaksi antara lain kuitansi, cek, surat perjanjian, bukti pembayaran, nota, invoice atau faktur, wesel, akte dan lain sebagainya.

2. Membuat jurnal transaksi

Setelah mengumpulkan bukti-bukti transaksi, pastikan bahwa semuanya benar-benar asli. Hal ini dapat mencegah resiko penipuan jika diketahui bukti transaksi yang telah dikumpulkan ada beberapa yang palsu. Bukti transaksi bisa dicek keasliannya dengan melihat adanya tanda tangan, stempel, serta informasi perusahaan.

Apabila bukti-bukti transaksi tersebut terbukti asli, maka langkah selanjutnya yakni membuat jurnal transaksi. Supaya lebih rapi, para pemilik bisnis bisa mencatat apapun transaksi yang telah dilakukan pada jurnal. Dengan begitu, para pemilik bisnis bisa lebih menikmati hidup tanpa harus menunggu transaksi terkumpul lama hingga lupa untuk mencatatnya.

3. Memindahkan data transaksi ke dalam buku besar

Setiap transaksi yang sudah dicatat pada jurnal sebaiknya langsung dipindahkan ke dalam buku besar agar kesalahan penulisan data transaksi dapat dicegah. Buku besar memiliki peranan besar dalam mengetahui ada atau tidaknya scale up terkait income pada bisnis yang dijalankan.

Setiap transaksi yang pernah dilakukan dapat dicatat di buku besar sesuai pengelompokan akunnya. Sehingga neraca akan lebih mudah dibuat apabila jurnal selalu rutin dimasukkan ke dalam buku besar. Dana yang masuk dan keluar dari setiap rekening bisnis juga bisa dicek secara rutin menggunakan aplikasi Moota.

4. Membuat laporan transaksi keuangan

Setelah membuat pencatatan data transaksi dengan rapi, maka pemilik bisnis bisa melakukan tahapan selanjutnya yaitu membuat laporan transaksi keuangan. Dengan membuat laporan tersebut, saldo kredit atau sisi pasiva dan saldo debit atau sisi aktiva bisa diketahui apakah jumlahnya sama atau malah berbeda. Jika berbeda, dipastikan ada kesalahan pencatatan.

Selain kesalahan pencatatan, bisa jadi ada kesalahan ketika menghitung. Sebelum neraca dibuat, para pemilik bisnis bisa membetulkannya dahulu agar resiko kesalahan pada neraca dapat diminimalisir.

Apabila pemilik bisnis mempunyai beberapa akun rekening bank yang digunakan untuk transaksi, aplikasi Moota bisa membantu dalam hal pengecekan mutasi pada rekening. Untuk mendapatkan layanan tersebut, para pemilik bisnis bisa membuka website resmi pada Moota dan mendaftarkan diri terlebih dahulu.

Baca Sekarangbaca sekarang
1 48 49 50 51 52 91
Tutorial
Lihat Semua
Jangan Lewatkan Update Tips Terbaru dari Kami!
Dengan berlangganan artikel kami, Anda akan mendapatkan notifikasi langsung setiap kali kami memposting konten baru.
Aplikasi untuk pengecekkan mutasi dan saldo rekening Anda, dimana mutasi rekening Anda kami dapatkan dari akun iBanking Anda.
Office
Jl. Sunda, No 85, Kel. Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Workshop
Jl Terusan Cikutra Baru No. 3B Kel. Neglasari Kec. Cibeunying Kaler Bandung
Download Moota di
2025 © All rights reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram