Tidak hanya berlaku di perusahaan offline saja, pada kenyataannya membangun bisnis online pun juga harus melakukan pencatatan data transaksi secara rutin sebagai dasar untuk membuat neraca. Tanpa adanya pencatatan data transaksi, maka neraca tidak akan bisa dibuat. Dalam hal ini, Moota dapat dipilih untuk membantu para pebisnis dalam mengelola keuangan bisnisnya.

Apa Saja Tips Agar Pencatatan Data Transaksi Lebih Rapi?

Mencatat data transaksi merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan oleh para pemilik bisnis ukm. Data transaksi yang dibuat dengan akurat, valid, dan rapi tentu akan memudahkan dalam membaca neraca. Berikut beberapa tips agar data transaksi lebih rapi:

1. Mengumpulkan setiap bukti transaksi terkait keuangan

Sebelum melangkah lebih jauh, syarat utama yang harus dilakukan oleh para pemilik bisnis adalah mengumpulkan setiap bukti transaksi terkait dengan keuangan yang pernah dilakukan. Bukti transaksi tersebut merupakan komponen penting dalam menjalankan sebuah bisnis jualan online karena berperan sebagai dasar untuk pencatatan data transaksi yang rapi.

Dengan adanya bukti transaksi tersebut, maka laporan keuangan akan sesuai dengan pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan. Bahkan, omzet penjualan juga bisa dilihat dari laporan keuangan yang dibuat. Beberapa contoh bukti transaksi antara lain kuitansi, cek, surat perjanjian, bukti pembayaran, nota, invoice atau faktur, wesel, akte dan lain sebagainya.

2. Membuat jurnal transaksi

Setelah mengumpulkan bukti-bukti transaksi, pastikan bahwa semuanya benar-benar asli. Hal ini dapat mencegah resiko penipuan jika diketahui bukti transaksi yang telah dikumpulkan ada beberapa yang palsu. Bukti transaksi bisa dicek keasliannya dengan melihat adanya tanda tangan, stempel, serta informasi perusahaan.

Apabila bukti-bukti transaksi tersebut terbukti asli, maka langkah selanjutnya yakni membuat jurnal transaksi. Supaya lebih rapi, para pemilik bisnis bisa mencatat apapun transaksi yang telah dilakukan pada jurnal. Dengan begitu, para pemilik bisnis bisa lebih menikmati hidup tanpa harus menunggu transaksi terkumpul lama hingga lupa untuk mencatatnya.

3. Memindahkan data transaksi ke dalam buku besar

Setiap transaksi yang sudah dicatat pada jurnal sebaiknya langsung dipindahkan ke dalam buku besar agar kesalahan penulisan data transaksi dapat dicegah. Buku besar memiliki peranan besar dalam mengetahui ada atau tidaknya scale up terkait income pada bisnis yang dijalankan.

Setiap transaksi yang pernah dilakukan dapat dicatat di buku besar sesuai pengelompokan akunnya. Sehingga neraca akan lebih mudah dibuat apabila jurnal selalu rutin dimasukkan ke dalam buku besar. Dana yang masuk dan keluar dari setiap rekening bisnis juga bisa dicek secara rutin menggunakan aplikasi Moota.

4. Membuat laporan transaksi keuangan

Setelah membuat pencatatan data transaksi dengan rapi, maka pemilik bisnis bisa melakukan tahapan selanjutnya yaitu membuat laporan transaksi keuangan. Dengan membuat laporan tersebut, saldo kredit atau sisi pasiva dan saldo debit atau sisi aktiva bisa diketahui apakah jumlahnya sama atau malah berbeda. Jika berbeda, dipastikan ada kesalahan pencatatan.

Selain kesalahan pencatatan, bisa jadi ada kesalahan ketika menghitung. Sebelum neraca dibuat, para pemilik bisnis bisa membetulkannya dahulu agar resiko kesalahan pada neraca dapat diminimalisir.

Apabila pemilik bisnis mempunyai beberapa akun rekening bank yang digunakan untuk transaksi, aplikasi Moota bisa membantu dalam hal pengecekan mutasi pada rekening. Untuk mendapatkan layanan tersebut, para pemilik bisnis bisa membuka website resmi pada Moota dan mendaftarkan diri terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.