UMKM dan UKM: Apa Bedanya dan Mengapa Penting?

Kalau kita ngobrolin soal bisnis di Indonesia, pasti nggak asing dengan istilah UKM dan UMKM, kan? Tapi pernah nggak, Sobat kepikiran apa bedanya antara UKM dan UMKM? Banyak orang mungkin masih bingung, padahal keduanya punya peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, lho. Di artikel ini, kita bakal bahas tuntas tentang perbedaan UKM dan UMKM, mulai dari definisi, kriteria, hingga pengaruh keduanya terhadap perekonomian negara kita.

perbedaan umkm dan ukm

Jadi, yuk, simak pembahasan ini sampai habis, siapa tahu bisa jadi inspirasi buat Sobat yang mau memulai usaha UMKM dengan modal kecil. Dan jangan lupa, teknologi seperti Moota juga bisa bantu kelola keuangan bisnis kamu agar lebih terkontrol!

Apa Itu UKM?

UKM, atau Usaha Kecil dan Menengah, merupakan jenis usaha yang berada di skala kecil hingga menengah. Biasanya, UKM ini dimiliki oleh individu atau kelompok kecil yang menjalankan bisnis dengan modal terbatas dan tenaga kerja yang sedikit. UKM sering kita jumpai dalam bentuk toko-toko kelontong, usaha rumahan, warung makan, dan sejenisnya. Meski skala usahanya tidak sebesar perusahaan besar, UKM memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian, terutama dalam menciptakan lapangan kerja.

Kita bisa melihat contoh UKM di sekitar kita seperti penjual keripik, pemilik kios kecil, atau penjahit rumahan. Menariknya, meskipun usahanya kecil, UKM tetap punya peluang berkembang menjadi lebih besar jika dikelola dengan baik.

Apa Itu UMKM?

Sementara itu, UMKM merupakan singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Dari namanya saja, kita bisa melihat ada tambahan “mikro” di depan UKM. Nah, di sinilah salah satu perbedaan utamanya. UMKM mencakup usaha mikro yang lebih kecil dari usaha kecil. Misalnya, seorang pedagang kaki lima atau penjual gorengan di pinggir jalan termasuk dalam kategori usaha mikro.

UMKM sendiri memiliki tiga kategori, yaitu usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah. Usaha mikro biasanya dijalankan dengan modal yang sangat minim, dan sering kali tidak memiliki tenaga kerja. Sementara itu, usaha kecil dan menengah memiliki modal yang lebih besar dibandingkan usaha mikro, dan biasanya sudah mempekerjakan beberapa karyawan.

Perbedaan UKM dan UMKM

Sekarang, setelah kita paham apa itu UKM dan UMKM, mari kita bahas perbedaan spesifik antara keduanya. Meskipun keduanya sering kali dianggap sama, ada beberapa poin utama yang membedakan UKM dan UMKM. Yuk, kita bahas satu per satu.

1. Kriteria Modal dan Pendapatan

Salah satu perbedaan terbesar antara UKM dan UMKM terletak pada kriteria modal dan pendapatan yang digunakan untuk mengklasifikasikan usaha tersebut. Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, berikut adalah batasan modal dan pendapatan untuk masing-masing kategori:

  • Usaha Mikro (UMKM): Memiliki kekayaan bersih hingga Rp50 juta, atau pendapatan tahunan maksimal Rp300 juta.
  • Usaha Kecil (UKM/UMKM): Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50 juta hingga Rp500 juta, atau pendapatan tahunan antara Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar.
  • Usaha Menengah (UMKM): Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar, atau pendapatan tahunan antara Rp2,5 miliar hingga Rp50 miliar.

Dari sini, bisa dilihat kalau UKM biasanya berada di kategori usaha kecil hingga menengah, sedangkan UMKM mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah.

2. Skala Usaha

Dari segi skala usaha, UMKM mencakup lebih banyak kategori, mulai dari usaha mikro hingga usaha menengah. Usaha mikro biasanya sangat kecil, seperti pedagang keliling atau usaha rumahan yang modalnya minim. Sedangkan UKM lebih sering merujuk pada usaha kecil dan menengah yang sudah memiliki struktur bisnis yang lebih stabil.

Contohnya, seorang penjual nasi goreng keliling bisa dikategorikan sebagai usaha mikro (UMKM), sementara pemilik restoran kecil mungkin lebih cocok masuk dalam kategori UKM.

3. Jumlah Tenaga Kerja

Perbedaan lain yang bisa dilihat adalah jumlah tenaga kerja. UMKM, terutama yang termasuk usaha mikro, biasanya dijalankan oleh satu atau dua orang saja, sering kali anggota keluarga. Sementara UKM, khususnya yang sudah mencapai skala usaha menengah, biasanya sudah memiliki tenaga kerja tetap dalam jumlah yang lebih besar.

UKM yang berkembang bisa memiliki puluhan hingga ratusan karyawan, tergantung dari besar kecilnya usaha tersebut. Hal ini berbeda dengan usaha mikro yang biasanya lebih mengandalkan tenaga pemilik usaha itu sendiri.

4. Jenis Usaha

Jenis usaha yang dijalankan oleh UMKM dan UKM juga bisa berbeda. UMKM lebih banyak bergerak di sektor informal, seperti perdagangan kaki lima, pertanian kecil-kecilan, atau kerajinan tangan rumahan. Sementara UKM lebih sering bergerak di sektor formal, seperti produksi barang atau jasa yang lebih terstruktur.

Namun, perlu diingat bahwa UMKM dan UKM bisa berada di berbagai sektor, baik formal maupun informal. Yang membedakan adalah skala dan modal usaha yang mereka miliki.

Peran Penting UKM dan UMKM dalam Perekonomian Indonesia

Kenapa sih kita perlu memahami perbedaan UKM dan UMKM? Salah satu alasannya adalah karena keduanya memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia.

UKM dan UMKM menciptakan lapangan kerja bagi jutaan orang di Indonesia. Di tengah kondisi ekonomi yang sering kali tidak stabil, usaha kecil dan menengah bisa menjadi penyelamat bagi banyak orang yang kehilangan pekerjaan atau ingin mencari penghasilan tambahan. Selain itu, UKM dan UMKM juga membantu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan menyediakan produk dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

Banyak produk-produk lokal Indonesia yang berasal dari UKM dan UMKM, dan ini berkontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi nasional. Bahkan, UKM dan UMKM juga punya potensi besar untuk berkembang lebih jauh, apalagi dengan adanya dukungan teknologi.

Mengelola Keuangan UKM dan UMKM dengan Teknologi

Salah satu tantangan terbesar bagi UKM dan UMKM adalah bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Banyak usaha kecil yang gagal karena mereka tidak memiliki sistem pengelolaan keuangan yang tepat. Di sini, teknologi bisa menjadi solusi.

Misalnya, Sobat bisa menggunakan aplikasi Moota untuk memantau arus kas dan mutasi rekening usaha. Dengan Moota, Sobat bisa melihat transaksi masuk dan keluar secara real-time, sehingga memudahkan untuk mengontrol keuangan usaha. Ini penting banget buat Sobat yang menjalankan usaha UMKM, agar usaha tetap berjalan lancar tanpa harus bingung masalah keuangan.

Bagaimana Memulai Usaha UMKM?

Nah, setelah paham perbedaan UKM dan UMKM, mungkin Sobat mulai tertarik buat memulai usaha sendiri. Jika iya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai usaha UMKM.

1. Tentukan Jenis Usaha

Langkah pertama adalah menentukan jenis usaha yang ingin Sobat jalankan. Apakah Sobat ingin bergerak di bidang kuliner, jasa, atau mungkin produksi barang? Pilih jenis usaha yang sesuai dengan minat dan kemampuan Sobat, serta memiliki prospek pasar yang bagus.

2. Hitung Modal Awal

Setelah menentukan jenis usaha, langkah selanjutnya adalah menghitung modal awal yang dibutuhkan. Untuk usaha mikro, modal awal bisa sangat minim, mulai dari beberapa ratus ribu hingga jutaan rupiah saja. Pastikan Sobat memiliki rencana keuangan yang matang agar usaha bisa berjalan lancar.

3. Kelola Keuangan dengan Baik

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pengelolaan keuangan adalah kunci sukses dalam menjalankan usaha UMKM. Jangan lupa untuk selalu mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta memantau arus kas usaha. Dengan menggunakan aplikasi seperti Moota, Sobat bisa lebih mudah dalam mengelola keuangan dan fokus pada pengembangan usaha.

4. Manfaatkan Teknologi

Teknologi bisa menjadi sahabat terbaik Sobat dalam mengembangkan usaha UMKM. Mulai dari pemasaran online, hingga pengelolaan keuangan, semua bisa dilakukan dengan bantuan teknologi. Sobat bisa memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk, serta aplikasi keuangan untuk memantau bisnis secara real-time.

Kesimpulan

UKM dan UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Meskipun sering kali dianggap sama, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan, terutama dari segi skala usaha, modal, dan jumlah tenaga kerja. Baik UKM maupun UMKM sama-sama memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Jika Sobat ingin memulai usaha UMKM, pastikan untuk mengelola keuangan dengan baik, dan jangan ragu untuk memanfaatkan teknologi seperti Moota agar usaha bisa berkembang lebih pesat. Semoga artikel ini bisa membantu Sobat lebih memahami perbedaan UKM dan UMKM serta memberi inspirasi untuk memulai usaha sendiri!

Jadi, selamat berbisnis, baik Anda seorang pelaku UKM maupun UMKM! Semoga bisnis Anda terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi ekonomi Indonesia.

October 24, 2024
Baca Sekarang

1 89 90 91 92 93 196
Kami sediakan update terbaru, tutorial, dan tips terbaik untuk Anda
Septian Rishal
October 1, 2020
October 1, 2020

5 Strategi Membuat Konten Menarik di Instagram

Instagram merupakan salah satu contoh media sosial yang banyak dilakukan bisnis online yang saat ini sedang trend. Dalam melakukan bisnis tersebut beberapa di antaranya telah menggunakan bantuan dari Moota untuk keseluruhan transaksinya yang dapat diakses melalui website resminya di moota. Untuk melakukan sebuah bisnis tersebut, tentunya harus menggunakan sebuah strategi dalam membuat sebuah konten yang menarik agar menjaring konsumen lebih banyak.

Strategi untuk Meningkatkan Penghasilan di Instagram

Dalam sebuah bisnis, tentunya tidak bisa sembarangan dilakukan, namun memerlukan sebuah strategi agar omzet dapat meningkat secara signifikan. Berikut strategi-strategi yang harus Anda lakukan:

1. Foto produk

Apabila Anda seorang pelaku bisnis dengan cara dropshipper, pastinya akan sangat mudah untuk dilakukan oleh siapa saja. Karena cara ini terbilang termudah dari sekian bisnis berjualan di internet.

Bisnis ini terbilang hampir tidak membutuhkan dana besar dalam menjalankannya, namun hanya posting foto produk saja. Namun, jika terlalu sering memasang foto produk untuk berjualan, lebih baik dikurangi dan jangan terlalu banyak.

Ada baiknya untuk memberikan jeda beberapa jam dan memberikan konten lain. Sebab followers akan merasa bosan dengan akun toko online tersebut bila konten hanya berjualan terus.

2. Quotes

Cara yang paling sederhana dalam membuat konten IG adalah memasang beberapa Quotes atau kata bijak sebagai scale up sebuah toko. Karena dengan beberapa kata bijak kemungkinan akan membantu mood dari para pengikut untuk akrab dengan Anda.

Pastinya gunakan beberapa kata bijak yang terbaik, baik itu dibuat sendiri maupun yang berasal dari orang lain. Dengan melakukan hal tersebut, pastinya para pengikut yang merasakannya seperti diperhatikan oleh Anda.

3. Behinde the scene

Bercerita di belakang layar sebuah UKM dapat menjadi sebuah strategi marketing tepat dalam bentuk konten.  Karena konsumen pastinya ingin mengetahui hal menarik apa saja yang telah dilakukan selama ini, baik itu orang yang terjun langsung maupun produk dari bisnis Anda tersebut.

Apabila konten ini dikemas dengan menarik, tentunya akan menambah orang yang langsung belanja online di bisnis Anda itu. Karena dari hal tersebut akan memunculkan sebuah kepercayaan yang lebih dibanding dengan sebelumnya.

Selain itu, Anda juga harus menggunakan bantuan dari Moota yang dapat diakses melalui https://moota.co/ untuk membantu mengelola keuangan bisnis yang sedang dijalankan. Karena Moota sudah membantu banyak sekali para usaha kecil untuk berkembang dalam hal transaksi yang sangat cepat dan nyaman.

4. Konten lifestyle

Apabila ada seorang reseller sebuah produk yang banyak digunakan oleh seseorang, ada baiknya menggunakan sebuah konten yang mengandung gaya hidup dari orang yang menggunakannya. Kebanyakan dari para penjual akan berselfie dengan produk tersebut untuk lebih mengenalkannya kepada banyak orang.

5. Konten yang berasal dari user

Ada saatnya Anda menggunakan sebuah konten milik pengikut. Karena akan banyak sekali pengikut yang merasa senang apabila konten mereka digunakan oleh Anda. Pastinya akan terjadi sebuah komunikasi yang terjalin dengan seseorang yang kontenya tersebut Anda gunakan. Bahkan, mereka akan merasa dilibatkan dalam bisnis yang sedang Anda lakoni tersebut.

Itulah beberapa strategi dalam membuat sebuah konten Instagram dalam meningkatkan bisnis jualan online Anda. Pastikan juga gunakan Moota yang bisa diakses pada website resminya di moota agar memperoleh pengalaman menarik seputar bisnis yang sedang dijalankan dari cara bertransaksi yang sangat aman, cepat, dan nyaman.

Baca Sekarangbaca sekarang
Septian Rishal
October 1, 2020
October 1, 2020

5 Bisnis Rumahan Paling Populer di Bandung

Bandung merupakan kota dengan banyak industri yang mudah untuk ditemui, ini karena banyak masyarakatnya yang berinisiatif untuk melakukan bisnis rumahan secara mandiri. Bisnis rumahan tentu tetap harus dikelola keuangannya, Anda bisa menggunakan moota sebagai media untuk melacak transaksi yang Anda lakukan bersama pelanggan.

Lima Bisnis Rumahan Terpopuler di Bandung

1. Frozen Food

Makanan beku ataupun frozen food merupakan bisnis yang banyak digandrungi belakangan. Selain karena modalnya yang kecil, produknya tahan lama dan bisa dimanfaatkan untuk lauk pauk setiap hari. Anda bisa melakukan pemasarannya dengan bisnis online maupun konvensional.

Anak-anak banyak menyukai makanan beku, sehingga produk ini cukup laris di pasaran. Harganya cukup terjangkau dan bisa dengan mudah menjangkau banyak kalangan, sehingga pangsa pasar menjadi lebih besar. Anda bisa menjadi dropship atau menjualnya secara langsung tanpa bantuan dari agen.

2. Minuman Herbal atau Jus

Di musim kemarau, penjualan minuman selalu meningkat secara drastis. Sebab banyak orang yang membutuhkan minuman untuk melegakan dahaga yang datang. Untuk Anda yang hendak membuka toko minuman, Anda bisa melakukannya secara mandiri atau tergabung sebagai reseller dan mitra franchise tertentu.

Menjual minuman atau jus juga terbilang menguntungkan, modal yang Anda keluarkan cukup kecil dan bisa dikonsumsi secara terus menerus karena merupakan minuman yang sehat. Jika berkembang cukup baik, Anda bisa menjadikannya sebagai toko online dengan mendaftar mitra tertentu.

3. Katering

Usaha lain yang bisa dikembangkan di rumah selanjutnya adalah katering, apalagi untuk ibu-ibu yang memang berbakat untuk memasak. Usaha ini bisa Anda kembangkan menjadi jualan online untuk pembeli yang lebih luas, atau bisa dilakukan secara konvensional jika tenaga yang dimiliki masih terbatas.

Untuk mengelola keuangan dan pembayaran bisnis yang Anda lakukan, terutama katering, Anda bisa menggunakan https://moota.co/ . Dengan memakainya, Anda bisa memisahkan dan mendapatkan informasi detail terkait transaksi yang pernah dilakukan, baik orderan maupun penjualan.

4. Pengajar Online

Apabila Anda memiliki keahlian dalam bidang tertentu, tidak ada salahnya menjadi pengajar daring. Bisnis ini biasanya dikembangkan oleh mereka yang masih muda dan memiliki waktu luang untuk memberikan pengajaran kepada orang lain. omzet yang didapatkan juga cukup besar, sehingga bisnis ini cocok untuk dilakukan di waktu luang.

Anda juga bisa mengajak ukm untuk bergabung dengan sistem belajar yang Anda lakukan, sehingga jangkauan peserta ataupun pengajar yang Anda miliki jauh lebih luas. Dengan begitu, Anda dapat memberdayakan sumber daya yang dimiliki sampai tahap maksimal.

5. Toko Daring

Perkembangan teknologi digital membuat penjualan daring atau online banyak digandrungi oleh masyarakat, terutama yang tidak ingin repot pergi ke pasar atau swalayan. Jika terus mengalami scale-up secara perlahan, bisnis Anda akan berkembang ke arah yang lebih baik dengan jangkauan pembeli yang kian besar.

Dana yang perlu dikeluarkan untuk membuka toko daring biasanya tidak besar, sebab banyak yang menjadi agen penyalur daripada produsen pembuatan produk langsung. Sebelum menjual produk, pastikan Anda memang sudah melakukan riset terlebih dahulu, sehingga pangsa pasar yang Anda miliki sudah jelas.

Itulah lima bisnis rumahan yang bisa Anda lakukan jika tinggal dan berdomisili di Bandung. Selain modalnya yang kecil, Anda juga bisa mendapatkan keuntungan yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan harian. Jangan lupa untuk menggunakan moota karena bisa memudahkan pengelolaan dana yang Anda miliki.

Baca Sekarangbaca sekarang
Septian Rishal
October 1, 2020
October 1, 2020

7 Strategi untuk Menghadapi Persaingan Jualan Online

Dunia yang berkembang ke arah digital membuat perkembangan bisnis daring semakin pesat. Karena itu saat ini banyak ditemui toko dengan konsep daring, baik yang berskala kecil, menengah, hingga besar. Karena itu, perlu adanya strategi penjualan yang baik untuk menghadapi persaingan. Agar makin mudah mengelola bisnis, Anda bisa menggunakan aplikasi https://moota.co/.

7 Strategi untuk Bersaing di Dunia Bisnis Online

1. Lakukan Riset Pasar dan Pasang Target

Anda bisa melakukan riset pasar terlebih dahulu, sehingga memudahkan Anda untuk memasarkan produk yang Anda miliki. Untuk melakukan riset, Anda bisa melakukannya terhadap konsumen maupun kompetitor bisnis online.

Melakukan riset konsumen cukup penting, sebab Anda akan mendapatkan gambaran terkait dengan perilaku konsumsi yang mereka miliki, seberapa banyak konsumen yang kemungkinan membutuhkan produk Anda, serta mengetahui apakah bisnis yang Anda kelola memang dibutuhkan.

2. Tunjukkan Keunikan Produk

Selain mencari pelanggan, Anda juga bisa membuka peluang untuk dropship pada orang lain. Sehingga jangkauan pembeli Anda menjadi lebih besar dibandingkan dengan sebelumnya.

Mencari reseller juga akan membantu Anda untuk mengembangkan suatu produk ke wilayah yang lebih luas. Anda bisa melakukan briefing dan petunjuk kepada mereka untuk juga menunjukkan keunikan produk yang Anda miliki.

3. Branding

Toko online tetap harus melakukan branding agar mampu meningkatkan strategi bisnisnya dan menghindari persaingan. Lakukan branding dengan melakukan promosi di berbagai media sosial yang Anda miliki.

Makin familiar konsumen dengan produk  yang Anda miliki, maka akan semakin besar pula awareness. Sehingga pembeli percaya dan yakin dengan manfaat dari produk yang Anda miliki dibandingkan dengan produk milik penjual lain. Jualan online yang Anda lakukan juga akan semakin mudah dengan branding tersebut.

4. Buat Website yang Menarik

Website merupakan hal yang cukup penting dalam dunia digital, hal tersebut terlihat dengan banyaknya konsumen yang mengakses website resmi suatu produk untuk mendapatkan informasi. Anda juga bisa meletakkan informasi terkait dengan kontak dan teknik pembayaran daring di dalamnya. Untuk itu, Anda memerlukan https://moota.co/  untuk memudahkan informasi keuangan akun bisnis.

Mengelola keuangan merupakan hal yang harus dilakukan jika toko yang Anda kelola masih dalam tahap rintisan. Sebab dana yang masuk akan dimasukan sebagai laba dan dana untuk mengembangkan toko. Menggunakan webiste pengelolaan keuangan akan membuat semuanya menjadi lebih mudah.

5. Jaga Loyalitas Konsumen

Penting untuk menjaga loyalitas konsumen apalagi jika mereka sering melakukan belanja online. Sebab, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan melakukan hubungan jual beli dengan mereka karena mereka tidak ragu untuk menjadi pelanggan tetap.

Omzet yang Anda miliki tentu akan meningkat dengan memiliki konsumen yang sudah menjadi pelanggan. Tidak hanya itu, Anda juga bisa melakukan peningkatan bisnis yang akan menguntungkan penjualan Anda.

6. Berikan Diskon

Tidak hanya toko daring, sebaiknya ukm juga memberikan potongan harga kepada pembelinya untuk menarik minat mereka. Sehingga aktivitas belanja bisa dilakukan dengan rentang waktu yang lebih pendek.

Dengan menggunakan diskon, penjualan Anda juga bisa scale-up, sebab pembeli akan terus membeli karena merasa harga yang Anda tawarkan lebih terjangkau dibandingkan dengan toko lainnya.

7. Gunakan Jasa Digital Marketing

Terakhir Anda bisa menggunakan jasa digital marketing guna melakukan promosi yang lebih besar. Anda mungkin memang perlu menyiapkan dana lebih, namun hal tersebut akan terbayarkan dengan banyaknya pembeli yang makin berminat untuk melakukan kesepakatan jual beli dengan Anda.

Demikianlah 7 strategi yang bisa Anda lakukan untuk melakukan persaingan secara sehat dalam penjualan online. Jangan lupa untuk menggunakan https://moota.co/ agar mengelola keuangan menjadi semakin mudah.

Baca Sekarangbaca sekarang
1 89 90 91 92 93 122
Keuangan
Lihat Semua
Nur Rani D
December 21, 2018
December 21, 2018

7 Ide Investasi yang Mudah Dilakukan Bagi Pemula

Investasi sangat bermanfaat dan menguntungkan di masa mendatang. Siapa bilang Anda harus sukses dahulu sebelum bisa berinvestasi? Tidak perlu menjadi jutawan atau miliarder untuk mulai menapaki dunia investasi. Justru dengan berinvestasi, Anda akan membuka jalan menuju kesuksesan jika dilakukan dengan cara yang tepat.

Banyak orang yang ragu untuk memulai karena dihantui berbagai risiko. Tidak perlu khawatir! Berikut ini adalah ide investasi bagi pemula yang bisa dijadikan sebagai pilihan.

1. Emas

investasi emas bagi pemula

investasi emas bagi pemula (source: pixabay.com)

nvestasi yang satu ini termasuk mudah dilakukan. Sebagai produk investasi tradisional, emas nantinya akan dibeli, disimpan, lalu dijual kembali saat harga telah naik. Keuntungan yang didapatkan investor adalah selisih harga beli dengan harga jualnya. Anda tidak akan mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek. Oleh karena itu, perlu rencana dan tujuan yang matang sebelum melakukan investasi ini.

2. Saham

investasi saham bagi pemula

investasi saham bagi pemula (source: pixabay.com)

Selanjutnya adalah investasi yang sering disangka hanya untuk orang-orang kaya raya, padahal siapa pun bisa ikut berinvestasi pada platform ini. Saham digunakan perusahaan untuk mendapatkan modal agar usaha bisa tetap berjalan. Anda akan memperoleh keuntungan dari dividen dan selisih harga jual beli. Untuk keuntungan yang pasti, sebaiknya carilah perusahaan yang tepat. Jangan terburu-buru karena tidak ada bisnis yang dapat memberikan keuntungan dalam waktu singkat.

3. Properti

investasi properti bagi pemula

investasi properti bagi pemula (source: pixabay.com)

Properti memang dikenal menjanjikan keuntungan yang besar. Namun, banyak orang yang ragu menggeluti investasi ini karena mengira membutuhkan modal yang tidak sedikit. Padahal, Anda bisa melakukan pembelian properti dengan cara patungan bersama sejumlah orang. Sebaiknya bekerjasamalah dengan orang-orang yang tepercaya. Tanah atau bangunan yang dibeli bisa dikontrakkan sebagai rumah, indekos, ruko, bahkan apartemen.

4. Reksa Dana

investasi reksa dana bagi pemula

investasi reksa dana bagi pemula (source: pixabay.com)

Reksa dana merupakan tempat untuk mengumpulkan dana dari para investor. Setelah dana terhimpun, manajer pemodal akan menginvestasikannya dalam bentuk obligasi, deposito dan saham. Sebelum berinvestasi reksa dana, ada baiknya pelajari dulu proses, risiko, dan keuntungan yang akan didapatkan. Jangan lupa untuk menentukan di perusahaan apa Anda akan membeli reksa dana. Pastikan bahwa perusahaan tersebut profesional dan tepercaya.

5. Pendidikan

investasi pendidikan bagi pemula

investasi pendidikan bagi pemula (source: pixabay.com)

Mengapa pendidikan termasuk investasi? Apa pun jenis pendidikan yang Anda tempuh akan bermanfaat di masa depan dan dapat digunakan untuk kepentingan pribadi atau bersama. Anda dapat membuka jasa kursus berdasarkan pendidikan yang telah dipelajari.

Misalnya Anda lulusan pendidikan olahraga yang handal berenang, maka Anda bisa memberikan les privat renang kepada anak teman atau kerabat Anda. Tentunya ini merupakan investasi bagi pemula paling mudah untuk dilakukan.

6. Barang Koleksi

investasi barang koleksi antik bagi pemula

investasi barang koleksi antik bagi pemula (source: pixabay.com)

Jika Anda memiliki ketertarikan terhadap barang-barang antik, investasi yang satu ini bisa menjadi pilihan yang cocok. Tidak hanya barang antik, barang-barang seperti lukisan, uang kuno, alat musik, hingga mainan juga termasuk sebagai instrumen investasi. Uang logam dan uang kertas yang sudah kuno bisa berharga mahal jika dijual di tahun-tahun mendatang. Lukisan bernilai tinggi biasanya selain tergantung pada nama sang pelukis, juga tergantung keunikannya.

Anda suka mengoleksi barang-barang seperti action figure, die cast, hingga mainan robot? Tentunya barang-barang ini bukan sekadar mainan biasa. Harganya bahkan bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Jika koleksi sudah bertumpuk, Anda dapat menjualnya kembali dan mengambil keuntungan—apalagi jika mainan itu sedang langka dan banyak dicari orang.

7. Hewan Ternak dan Pertanian

investasi hewan ternak bagi pemula

investasi hewan ternak bagi pemula (source: pixabay.com)

Sekarang sudah banyak situs daring investasi pertanian dan peternakan yang bisa ditelusuri. Anda bisa menjadi pemodal untuk mendanai agar usaha-usaha terkait bisa berkembang lebih baik. Keuntungan yang ditawarkan juga menjanjikan tergantung program apa yang dipilih. Maka dari itu, pastikan Anda memilih program yang tepat.

Sekian ide-ide investasi bagi pemula termudah yang bisa dijadikan pilihan untuk Anda terapkan. Sebelum mencoba investasi tertentu, perbanyaklah pengetahuan terkait agar tidak salah langkah dalam mengambil keputusan. Dengan begitu, Anda dapat memperkecil risiko dan bisa mendapatkan keuntungan maksimal.

Baca Sekarangbaca sekarang
1 89 90 91
Tutorial
Lihat Semua
Jangan Lewatkan Update Tips Terbaru dari Kami!
Dengan berlangganan artikel kami, Anda akan mendapatkan notifikasi langsung setiap kali kami memposting konten baru.
Moota merupakan aplikasi untuk pengecekkan mutasi dan saldo rekening Anda, dimana mutasi rekening Anda kami dapatkan dari akun iBanking Anda.
Office
Jl. Sunda, No 85, Kel. Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Workshop
Jl Terusan Cikutra Baru No. 3B Kel. Neglasari Kec. Cibeunying Kaler Bandung
Download Moota di
2025 © All rights reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram