Tips Handling Webhook dari Moota, Jangan Langsung Proses, Gunakan Async!

Pernah nggak sih, kita kebingungan sendiri saat cek mutasi pembayaran dari bank, payment gateway, atau virtual account secara manual setiap hari? Kalau iya, webhook Moota ini bisa jadi solusi tepat untuk mempercepat dan memudahkan semua update transaksi Anda. Dengan webhook Moota, setiap kali ada transaksi baru, sistem bisa otomatis menerima data tanpa perlu refresh atau menunggu laporan mutasi bank. Layanan ini membantu tim finance, toko online, hingga startup digital agar bisa langsung mengupdate status pembayaran di aplikasi tanpa harus melakukan input data manual. Namun, di balik kemudahan ini, ada juga beberapa best practice yang wajib dilakukan agar sistem tetap andal, aman, dan tidak ada error saat menerima banyak transaksi sekaligus.

Jadi, sebelum menjalankan webhook ke proses bisnis Anda, yuk, kita pahami dulu kenapa penggunaan async pada webhook Moota itu penting, dan bagaimana langkah-langkah mengimplementasinya tanpa ribet!

Kenapa Webhook Moota Harus Anda Gunakan?

Webhook Moota adalah solusi cerdas untuk mengotomasi update transaksi bisnis. Setiap ada transaksi baru di bank, virtual account, atau payment gateway, Moota langsung memberikan notifikasi ke sistem Anda secara real time.

Tapi, banyak yang belum tahu: proses webhook sebaiknya dijalankan secara asynchronous (async), bukan langsung di-handle ke proses bisnis utama. Ini penting agar sistem tetap stabil dan transaksi Anda benar-benar aman.

Cara pengisian form webhook:

  • Nama Webhook: Isi sesuai nama integrasi/webhook (misal: “Webhook Bank Jago” atau “Webhook BRI VA”).
  • Akun: Pilih rekening bank atau payment gateway yang ingin diintegrasikan. Misal, Bank Jago, Virtual Account BSI, QRIS, atau sandbox untuk testing.
  • Mutation: Pilih jenis mutasi/transaksi yang akan dikirimkan webhook ke sistem Anda.
  • Kode Unik: Bisa digunakan jika Anda menerapkan kode unik pembayaran (biasanya pada toko online).
  • URL: Masukkan endpoint web milik Anda yang siap menerima webhook (misal: https://domainanda.com/webhook/moota).
  • Secret Token: Ini kunci penting untuk signature. Hanya Anda dan Moota yang tahu.

Kenapa Jangan Langsung Proses Webhook dan Harus Pakai Async di Webhook Moota?

Nah, pertanyaannya: kenapa datanya nggak langsung diproses saja pas webhook diterima? Ada beberapa alasan kuat mengapa async jadi pilihan terbaik:

1. Mempercepat Respons ke Moota

Webhook dari Moota harus direspons secepat mungkin, idealnya kurang dari 5 detik. Jika proses bisnis (misal: update order, generate invoice, kirim email) dilakukan langsung dalam endpoint webhook, sistem Anda bisa mengalami timeout. Akibatnya, Moota akan menganggap request gagal dan bisa mengirim ulang data yang sama (duplikat).

2. Menghindari Error Berantai (Cascade Failure)

Kalau proses bisnis yang langsung, ada resiko:

  • Satu error bikin proses masuk ke order/order berikutnya gagal semua.
  • Kalau ada error parsing, validasi, atau masalah server walau cuma 1 order, semua request ikut macet.

Dengan async, data diterima lalu diproses di background oleh worker terpisah sehingga error bisa diisolasi tanpa ganggu data lain.

3. Skalabilitas, Siap di-SCALE Kapanpun!

Async bikin sistem Anda lebih scalable. Kalau transaksi harian mulai ratusan sampai ribuan, worker bisa dengan mudah dibuat paralel atau diatur antrian, tanpa membuat endpoint webhook jadi bottleneck.

4. Keandalan Data & Anti-Duplikat

Dengan menyimpan data webhook ke database/queue lebih dulu, Anda bisa melakukan pengecekan:

  • Mendeteksi dan menghapus data duplikat.
  • Menunda proses untuk sementara jika diperlukan (maintenance, validasi manual, dsb).
  • Memastikan data lebih mudah di-audit.

Langkah Mudah Setup Webhook Moota Asynchronous

1. Whitelist IP untuk Keamanan Maksimal

Perhatikan baik-baik, hanya izinkan request dari Moota dengan whitelist IP:
103.236.201.178
Langkah ini bisa Anda lakukan pada pengaturan firewall/VPS/server agar webhook hanya diterima dari alamat IP resmi Moota.
Di dashboard webhook, peringatannya sangat jelas:

Pastikan whitelist IP 103.236.201.178 untuk transaksi aman dengan Moota, dan tidak menerima dari yang lain, Terima kasih!

2. Tambah Webhook di Dashboard Moota

Cukup mudah, masuk ke integrasi > webhook pada dashboard Moota, lalu klik “Tambah Webhook”.
Pilih akun bank, VA, atau payment gateway yang ingin Anda hubungkan.
Masukkan URL endpoint webhook, serta secret token untuk keamanan signature.

Di bagian ini, Anda bisa menentukan akun, tipe transaksi, kode unik, hingga memasukkan secret token khusus untuk validasi signature webhook.

3. Cara Kerja Webhook Moota & Data yang Diterima

Setiap kali terjadi transaksi baru, Moota akan mengirimkan data ke endpoint webhook yang Anda daftarkan dengan metode POST.
Contoh payload JSON yang dikirim:

json

[{"account_number": "12312412312","date": "2019-11-10 14:33:01","description":"TRSF E-BANKING ...", "amount": 50000,...}]

Header request juga mengandung signature dan data identitas dari Moota yang wajib diverifikasi.

4. Validasi Signature: Kunci Keamanan Webhook Anda

Pada setiap request webhook, Moota mengirim header “Signature” yang dapat divalidasi menggunakan secret token milik Anda.

Cara validasinya:

php

$signature = hash_hmac('sha256', $payload_json, $secret); // Cocokan hasil signature ini dengan value 'Signature' di header

Jangan pernah lewatkan tahap ini – signature memastikan data benar-benar dari Moota, bukan pihak lain.

5. Proses Async: Simpan Dulu, Proses Kemudian

Best practice-nya adalah:

  1. Begitu terima webhook dari Moota, simpan data ke database atau queue job (misal Redis, RabbitMQ, atau queue bawaan framework).
  2. Langsung balas HTTP 200 OK ke Moota supaya sistem tidak timeout.
  3. Proses pengolahan status order, notifikasi, dsb., dilakukan lewat worker/background job yang mengambil data dari queue secara terpisah.

Contoh sederhana di PHP Laravel:

php

public function handle(Request $request) { // Simpan payload WebhookQueue::create([ 'payload' => json_encode($request->all()), 'signature' => $request->header('Signature') ]); // Langsung balas OK ke Moota return response()->json(['status' => 'received'], 200); } // Worker: proses data dari queue public function processQueue() { foreach(WebhookQueue::pending() as $webhook) { // Validasi, update order, dsb } }

6. Testing & Sandbox

Moota menyediakan fitur Sandbox yang memungkinkan Anda mencoba webhook tanpa mengganggu sistem produksi. Coba dari menu “Virtual Account Sandbox” pada dashboard.

Best Practice & Tips Menggunakan Webhook Moota

  • Log Setiap Request: Catat setiap request webhook sebagai audit trail jika sewaktu-waktu perlu tracking.
  • Selalu Validasi Signature: Jangan pernah disable fitur ini, pastikan setiap data valid.
  • Gunakan Retry Policy: Untuk memudahkan jika terjadi kegagalan sementara.
  • Simpan Data Minimal 14 Hari: Agar mudah melakukan pengecekan atau perbaikan transaksi.
  • Limitasi Akses API: Terapkan hanya akses dari IP resmi Moota.

Penutup

Dengan menerapkan teknik asynchronous pada webhook Moota, kita bisa memastikan semua transaksi berjalan tanpa hambatan, sistem anti-jebol saat traffik naik, dan yang terpenting: bisnis Anda jauh lebih aman dari error dan duplikasi data.

Jika ingin tutorial step-by-step sekaligus penjelasan teknis yang lebih rinci, Anda bisa cek langsung halaman panduan lengkap di website Moota.
Atau, butuh inspirasi best practice lain? Jangan ragu baca juga artikel tips otomatisasi transaksi di Moota.co.

Yuk, optimalkan integrasi bisnis Anda bersama Moota! Kita pastikan bisnis semakin otomatis, anti-ribet, dan siap scale ke level berikutnya.

Artikel ini membahas: webhook Moota, cara penggunaan webhook Moota, best practice async webhook, tips mengamankan webhook Moota.

July 23, 2025
Baca Sekarang

1 27 28 29 30 31 43
Kami sediakan update terbaru, tutorial, dan tips terbaik untuk Anda
arizaz
October 9, 2024
October 9, 2024

Mengenal Teknik Upselling dan Penerapannya

Pernah nggak sih, Sobat Cuan, merasa kalau bisnis yang kamu jalani bisa menghasilkan lebih banyak? Atau mungkin kamu berpikir, "Kenapa penjualan sudah bagus, tapi kok masih terasa ada yang kurang?" Nah, bisa jadi jawabannya ada di teknik penjualan yang satu ini: upselling. Yup, strategi ini bisa menjadi kunci buat membuka peluang pendapatan tambahan yang mungkin belum kamu manfaatkan sepenuhnya.

upselling

Upselling ini bukan sekadar trik dagang biasa, lho. Kalau kamu bisa menerapkannya dengan baik, nggak cuma cuan yang bertambah, tapi hubungan kamu dengan pelanggan pun bisa lebih erat. Yuk, kita bahas lebih dalam gimana upselling ini bisa nambahin keuntungan buat bisnis kamu!

Apa Itu Upselling? Sebuah Seni Meningkatkan Nilai Transaksi

Upselling adalah sebuah strategi penjualan yang cerdas, di mana penjual berusaha untuk meningkatkan nilai transaksi setiap kali terjadi interaksi dengan pelanggan. Konsepnya sederhana namun efektif: alih-alih sekadar menjual produk atau layanan yang diminta pelanggan, penjual menawarkan opsi yang lebih premium atau lengkap. Dengan kata lain, upselling adalah seni membujuk pelanggan untuk memilih opsi yang lebih baik, tanpa terasa dipaksa.

Contoh klasik upselling adalah ketika Anda membeli smartphone. Setelah Anda memilih model tertentu, penjual seringkali menawarkan paket bundling yang mencakup aksesori tambahan seperti case, screen protector, atau bahkan layanan purna jual yang lebih komprehensif. Penawaran ini dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan, sekaligus meningkatkan pendapatan penjual.

Mengapa Upselling Penting?

Upselling memiliki sejumlah manfaat bagi bisnis, di antaranya:

  • Peningkatan Pendapatan: Tujuan utama upselling adalah meningkatkan nilai rata-rata setiap transaksi. Dengan menawarkan produk atau layanan yang lebih mahal, bisnis dapat memperoleh pendapatan yang lebih tinggi.
  • Peningkatan Kepuasan Pelanggan: Ketika pelanggan merasa mendapatkan nilai lebih dari yang mereka harapkan, kepuasan mereka akan meningkat. Pelanggan yang puas cenderung menjadi pelanggan setia dan memberikan rekomendasi positif kepada orang lain.
  • Pemanfaatan Potensi Penjualan: Tidak semua pelanggan akan secara otomatis memilih opsi yang paling premium. Dengan melakukan upselling, bisnis dapat menggali potensi penjualan yang belum termaksimalkan.

Upselling yang dilakukan dengan baik juga bisa meningkatkan loyalitas pelanggan. Ketika mereka merasa kamu benar-benar memahami kebutuhan mereka dan memberikan solusi yang tepat, besar kemungkinan mereka akan balik lagi untuk beli di tempat kamu.

Bagaimana Cara Melakukan Upselling?

Sekarang, gimana sih cara menerapkan upselling yang efektif? Berikut beberapa strategi yang bisa kamu coba:

1. Dengarkan Kebutuhan Pelanggan

Sebelum menawarkan upsell, pastikan kamu paham dulu apa yang sebenarnya dibutuhkan pelanggan. Kalau kamu menawarkan upgrade tanpa memahami kebutuhan mereka, upselling justru bisa terasa memaksa dan bikin pelanggan ilfeel. Jadi, dengarkan apa yang mereka cari, lalu tawarkan solusi yang lebih baik dengan produk atau layanan yang lebih premium.

2. Tawarkan Perbandingan yang Jelas

Pelanggan biasanya lebih gampang memutuskan untuk upgrade kalau mereka bisa melihat perbandingan yang jelas antara produk dasar dan produk upgrade. Tampilkan manfaat tambahan yang mereka dapatkan dari produk yang lebih mahal, dan tunjukkan bahwa upgrade tersebut akan memenuhi kebutuhan mereka lebih baik lagi.

3. Edukasi Pelanggan

Jangan cuma jualan, Sobat Cuan. Edukasi pelanggan tentang manfaat dari produk atau layanan upgrade yang kamu tawarkan. Jelaskan kenapa mereka akan lebih untung atau lebih nyaman kalau memilih versi yang lebih tinggi. Misalnya, kamu bisa kasih tahu tentang fitur-fitur keamanan tambahan, garansi lebih lama, atau keunggulan teknologi yang ada di produk premium kamu.

Contoh Penerapan Upselling

Biar lebih kebayang, yuk kita lihat beberapa contoh penerapan upselling di berbagai industri:

1. Restoran

Misalnya, kamu lagi makan di restoran dan pesan salad. Pelayan datang dan menawarkan tambahan topping seperti ayam atau udang dengan biaya tambahan. Ini adalah contoh upselling yang sederhana tapi efektif. Dengan menambah sedikit uang, pelanggan bisa menikmati hidangan yang lebih lengkap dan memuaskan.

2. Perusahaan Telekomunikasi

Ketika pelanggan membeli paket data internet, perusahaan telekomunikasi bisa menawarkan upgrade berupa akses ke layanan streaming premium dengan harga yang lebih terjangkau. Ini adalah contoh upselling yang memberikan nilai lebih buat pelanggan tanpa mereka merasa terbebani.

3. Maskapai Penerbangan

Salah satu contoh paling umum dari upselling adalah upgrade kursi ke business class. Pelanggan yang awalnya membeli tiket ekonomi bisa ditawari upgrade ke kursi yang lebih nyaman dengan ruang kaki lebih luas dan layanan premium. Siapa yang nggak mau sedikit kemewahan selama penerbangan panjang, kan?

4. Industri Otomotif

Dealer mobil juga sering menerapkan upselling dengan menawarkan fitur tambahan seperti jok kulit, sunroof, atau sistem audio premium. Walaupun pelanggan awalnya cuma mau beli mobil standar, mereka mungkin tertarik untuk menambah fitur-fitur tersebut demi kenyamanan berkendara yang lebih baik.

5. Perangkat Lunak

Contoh lainnya adalah aplikasi Grammarly. Versi gratisnya sudah cukup membantu untuk mengoreksi teks, tapi Grammarly juga menawarkan versi premium dengan fitur yang lebih lengkap seperti pengecekan gaya bahasa dan penulisan yang lebih mendalam. Ini adalah contoh upselling yang efektif di industri teknologi.

6. Restoran Cepat Saji

Di restoran cepat saji, seperti KFC, upselling juga sering terjadi. Misalnya, saat kamu pesan burger, mereka menawarkan tambahan keju, tomat, atau selada dengan sedikit biaya tambahan. Ini adalah cara sederhana untuk meningkatkan nilai pesanan tanpa harus memaksa pelanggan.

Tips Sukses Melakukan Upselling

Supaya upselling kamu berhasil, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:

1. Tawarkan Pada Waktu yang Tepat

Timing itu penting, Sobat Cuan. Jangan tawarkan upgrade terlalu awal atau terlalu terlambat. Misalnya, di restoran, tawarkan upsell saat pelanggan sudah memilih hidangan utama, tapi belum selesai memesan. Di e-commerce, kamu bisa menawarkan upselling saat pelanggan sudah menambahkan produk ke keranjang, tapi belum checkout.

2. Jangan Terlalu Memaksa

Upselling yang baik adalah yang terasa natural dan relevan. Jangan terlalu memaksa pelanggan untuk upgrade, karena ini bisa membuat mereka merasa tidak nyaman dan malah meninggalkan pembelian.

3. Fokus pada Nilai Tambahan

Jangan cuma fokus pada harga yang lebih tinggi. Fokuslah pada nilai tambahan yang pelanggan dapatkan dari produk atau layanan yang lebih premium. Jika mereka merasa mendapatkan manfaat yang sepadan dengan harga, mereka lebih mungkin untuk melakukan upgrade.

Kesimpulan

Jadi, Sobat Cuan, upselling ini bukan cuma soal menambah penjualan, tapi juga soal memberikan pengalaman yang lebih baik buat pelanggan. Dengan menawarkan produk atau layanan yang lebih premium, kamu bisa meningkatkan pendapatan bisnis sekaligus menjaga loyalitas pelanggan.

Ingat, kunci dari upselling yang sukses adalah memahami kebutuhan pelanggan dan menawarkan solusi yang tepat pada waktu yang tepat. Dengan menerapkan teknik ini, kamu bisa membawa bisnis kamu ke level yang lebih tinggi tanpa harus menambah biaya promosi yang besar.

Semoga tips ini bisa membantu kamu dalam menjalankan strategi upselling yang efektif, ketika kita menghargai dan memahami kebutuhan pelanggan, mereka cenderung menjadi pelanggan setia. Jangan lupa untuk cek mutasi bank Anda dengan Moota Selamat mencoba, Sobat Cuan!

Baca Sekarangbaca sekarang
arizaz
October 8, 2024
October 8, 2024

MOU adalah Kunci Menjalin Kemitraan

Dalam dunia bisnis, terutama bagi para wirausahawan, kemitraan adalah salah satu kunci keberhasilan. Tak bisa dipungkiri, kesuksesan sebuah usaha sering kali ditentukan oleh seberapa baik para wirausahawan mampu menjalin hubungan yang kuat dengan mitra kerja. Membangun kemitraan yang sehat dan produktif dapat membuka banyak peluang, mulai dari pengembangan produk hingga akses ke pasar yang lebih luas. Namun, agar kemitraan berjalan lancar, ada satu hal penting yang tidak boleh diabaikan: perjanjian tertulis. Salah satu bentuk perjanjian yang sering digunakan adalah MOU, atau Memorandum of Understanding.

MOU adalah langkah awal yang bisa diambil oleh para wirausahawan sebelum masuk ke dalam perjanjian yang lebih mengikat. Meskipun tidak sekuat kontrak formal, MOU tetap memiliki peranan penting dalam menjaga hubungan kerja sama, terutama bagi mereka yang sedang merintis bisnis. Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu MOU dan mengapa wirausahawan harus memperhatikannya.

Apa Itu MOU?

MOU, singkatan dari Memorandum of Understanding, adalah sebuah dokumen nonformal yang menjelaskan kesepakatan awal antara dua pihak atau lebih. MOU adalah langkah yang bisa diambil sebelum membuat kontrak yang lebih formal dan mengikat secara hukum. Biasanya, MOU digunakan untuk memastikan kedua pihak memahami dengan jelas apa saja yang diharapkan dari kerja sama yang akan mereka jalani.

Meskipun MOU tidak selalu memiliki kekuatan hukum yang sama dengan kontrak formal, dokumen ini tetap penting karena mencakup poin-poin utama dari kerja sama yang direncanakan. Bedanya dengan kontrak formal, MOU cenderung lebih fleksibel dan tidak terlalu mengikat secara hukum. Ini berarti, jika salah satu pihak ingin mengubah syarat-syarat dalam MOU, prosesnya bisa lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan kontrak resmi.

Mengapa MOU Penting bagi Wirausahawan?

Sebagai seorang wirausahawan, mungkin Anda bertanya-tanya, "Mengapa saya harus repot-repot membuat MOU?" Padahal, jawabannya cukup sederhana: MOU membantu meminimalisir risiko, menjaga hubungan baik dengan mitra, dan memperjelas tujuan dari kerja sama. Berikut adalah beberapa alasan mengapa MOU adalah hal yang penting bagi wirausahawan:

1. Meminimalisir Risiko dalam Kerjasama

Ketika memulai sebuah kemitraan, ada banyak ketidakpastian yang mungkin muncul. Salah paham terkait tujuan, peran, atau harapan bisa menjadi sumber konflik di masa depan. MOU membantu meminimalisir risiko tersebut dengan mendokumentasikan secara jelas apa yang diharapkan oleh masing-masing pihak. Sehingga, jika ada masalah di kemudian hari, dokumen ini bisa menjadi acuan untuk menyelesaikan konflik.

2. Menjaga Hubungan Baik dengan Mitra

MOU bukan hanya sekedar dokumen, tapi juga menjadi bukti bahwa kedua pihak serius dalam membangun hubungan kerja sama. Dengan adanya MOU, masing-masing pihak bisa merasa lebih nyaman karena mereka tahu bahwa kesepakatan yang diambil telah dibicarakan dan disetujui bersama. Hal ini pada akhirnya membantu menjaga hubungan baik dan membangun kepercayaan antara wirausahawan dan mitra bisnis.

3. Meningkatkan Kepercayaan

Kepercayaan adalah dasar dari setiap kemitraan yang sukses. Tanpa kepercayaan, sulit rasanya menjalankan kerja sama yang produktif. Dengan MOU, wirausahawan bisa menunjukkan komitmen mereka terhadap kerja sama yang sedang dijalankan. Selain itu, MOU membantu memberikan rasa aman karena setiap pihak tahu bahwa perjanjian awal sudah didokumentasikan secara jelas dan bisa diacu kapan saja.

4. Memperjelas Tujuan dan Tanggung Jawab

Salah satu masalah yang sering muncul dalam kemitraan adalah ketidakjelasan terkait peran dan tanggung jawab masing-masing pihak. MOU membantu mengatasi masalah ini dengan memperjelas tujuan dari kerja sama dan apa yang harus dilakukan oleh masing-masing pihak. Dengan begitu, tidak ada lagi kebingungan atau tumpang tindih peran, sehingga kemitraan bisa berjalan lebih lancar.

Karakteristik Wirausaha yang Baik dalam Menjalin Kemitraan

Selain pentingnya MOU, ada beberapa karakteristik yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahawan untuk memastikan kemitraan yang dibangun tetap berjalan sukses. Berikut adalah beberapa karakteristik wirausaha yang baik dalam menjalin kemitraan:

1. Kepercayaan

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, kepercayaan adalah fondasi utama dari setiap kemitraan yang baik. Wirausahawan harus bisa membangun kepercayaan dengan mitra mereka, baik melalui tindakan yang jujur maupun konsistensi dalam menjalankan kesepakatan. Dengan adanya MOU, kepercayaan ini bisa semakin kuat karena setiap pihak tahu bahwa ada dokumen yang mendukung hubungan kerja sama.

2. Komunikasi yang Efektif

Komunikasi yang baik adalah kunci keberhasilan dalam kerja sama bisnis. Wirausahawan yang sukses adalah mereka yang mampu berkomunikasi secara efektif dengan mitra mereka, baik dalam hal memberikan arahan, menyampaikan ide, maupun menyelesaikan konflik. MOU juga berperan penting dalam memastikan bahwa komunikasi yang dilakukan selalu jelas dan tidak ada informasi yang hilang di tengah jalan.

3. Orientasi pada Solusi

Dalam setiap kemitraan, masalah pasti akan muncul. Namun, yang membedakan wirausahawan sukses dari yang lainnya adalah bagaimana mereka menyelesaikan masalah tersebut. Seorang wirausahawan yang baik selalu berorientasi pada solusi dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan. Dengan adanya MOU, masalah-masalah kecil bisa diselesaikan lebih cepat karena kedua pihak sudah memiliki pedoman yang jelas.

4. Fleksibilitas

Setiap kemitraan pasti akan menghadapi perubahan, baik dari segi kondisi pasar, teknologi, maupun kebutuhan bisnis. Wirausahawan yang baik adalah mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut dan tetap fleksibel dalam menjalankan kemitraan. MOU, dengan sifatnya yang tidak terlalu mengikat, memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan dalam menghadapi perubahan tersebut.

5. Integritas

Terakhir, integritas adalah nilai yang tidak boleh dilupakan dalam menjalankan kemitraan. Wirausahawan yang memiliki integritas tinggi akan selalu menjalankan kerja sama dengan jujur dan adil, sehingga kemitraan bisa berjalan dengan baik. MOU adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa integritas ini tetap terjaga, karena semua pihak sudah sepakat dengan isi perjanjian yang ada.

Kesimpulan Pentingnya MOU

MOU adalah salah satu elemen penting yang perlu diperhatikan oleh setiap wirausahawan dalam menjalin kemitraan yang sukses. Dengan MOU, risiko kerjasama bisa diminimalisir, hubungan dengan mitra bisa terjaga, dan kepercayaan bisa terus dibangun. Selain itu, MOU membantu memperjelas peran dan tanggung jawab masing-masing pihak, sehingga tidak ada kebingungan dalam menjalankan kerja sama.

Bagi Anda yang ingin menyusun MOU, ada beberapa tips sederhana yang bisa Anda ikuti: pastikan semua poin penting dibahas dengan jelas, jangan ragu untuk berdiskusi dengan mitra sebelum menyetujui isi MOU, dan selalu pastikan bahwa kedua pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap dokumen tersebut.

Baca Sekarangbaca sekarang
arizaz
September 16, 2024
September 16, 2024

7 Kriteria Website Toko Online yang User Friendly

Membuat website toko online tidak bisa dilakukan sembarangan karena jika dapat mengakibatkan bisnis tak berkembang. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menggunakan website online shop yang user friendly. Banyak keunggulan jika website toko memiliki kriteria tersebut bahkan mampu meningkatkan income. Selain itu, Anda juga perlu menggunakan Moota untuk menunjang bisnis pada website tersebut.

User Friendly

7 Kriteria User Friendly Pada Website Toko Online

1. Kecepatan loading

Anda pasti pernah membuka website namun loadingnya sangat lama buka? Hal ini ternyata berpengaruh pada bisnis online karena pelanggan merasa membuang-buang waktunya sedangkan halaman utama tak kunjung muncul. Oleh karena itu penting untuk mengatur kecepatan website agar tidak lemot dalam menampilkan gambar dan lain sebagainya.

2. Website terstruktur

Website yang memiliki struktur jelas akan membantu pelanggan menjelajah lebih lanjut untuk berbelanja online. Belum lagi dengan adanya tambahan konten menarik yang berhubungan dengan produk maka ia akan memiliki peluang scale up sangat besar.

Untuk website yang memiliki struktur ini biasanya dibedakan menjadi beberapa kategori dan sub kategori. Kemudian kategori dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan produk yang dipasarkan. Struktur ini memudahkan pengguna menemukan produk serta membuat website jualan online lebih rapi.

3. Link yang singkat dan gampang dikenal

Jika website sudah diatur dengan baik maka kini giliran link bisnis online yang Anda miliki. Usahakan menggunakan link yang singkat dan mudah dikenal. Gunakan nama resmi toko atau brand guna membuktikan keberadaan toko Anda. Keberadaan link ini juga bukan sekedar website yang tinggal klik namun juga alamat menuju website lainnya.

4. Judul dan isi konten menarik

Judul menjadi kalimat pertama yang menarik pelanggan. Semakin bagus dan kreatif judul maka semakin besar peluang untuk meraih omzet yang tinggi. Umumnya judul merupakan ide pokok yang mewakili isi dalam konten tersebut. Sementara isi konten harus sinkron sesuai dengan judul dan kata kunci. Dan yang paling penting konten harus runtut serta mengalir agar lebih enak dibaca.

5. Tampilan seragam

Maksud dari tampilan seragam ini adalah saat menggunakan mesin pencari suatu produk website mampu menampilkan halaman yang dituju dan pengalaman pengguna yang sama setiap orang. Umumnya, mesin pencarian ini memiliki kriteria dengan kode spesifik sehingga banyak browser yang memiliki tampilan berbeda.

6. Responsif

Kriteria berikutnya yaitu website harus responsif. Perlu diketahui hampir sebagian masyarakat yang mengakses dan belanja online menggunakan smartphone. Oleh karena itu, penting membuat website yang responsif dimana ia bisa diakses dengan mudah lewat PC atau smartphone dengan tampilan yang sama.

7. Memanfaatkan seluruh fitur

Supaya website lebih optimal, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia sebaik mungkin. Fitur dalam website online shop tidak lain dan tidak bukan untuk memfasilitasi pebisnis terutama yang memulai bisnis dengan dana terbatas. Mereka bisa memanfaatkan fitur pengaturan pengiriman, metode pembayaran dan lain sebagainya.

Untuk metode pembayaran akan lebih baik jika Anda juga menggunakan Moota yang mana sudah dipercaya para pebisnis online seluruh Indonesia untuk mengelola keuangan dengan praktis. Selain itu, Anda tidak perlu sering-sering buka tutup aplikasi untuk cek mutasi karena semuanya akan tampil dalam satu dashboard saja.

Jadi, bagaimana? Sudah tahu kan 7 kriteria website untuk toko online yang user friendly. Jangan lupa serahkan pada Moota untuk kelola uang bisnis dengan aman dan nyaman. Untuk informasi lengkap silahkan kunjungi Moota.

Baca Sekarangbaca sekarang
1 27 28 29 30 31 121
Keuangan
Lihat Semua
arizaz
July 18, 2024
July 18, 2024

Rekening Bersama, Apa Itu?

Anda konsumen yang sering melakukan transaksi jual beli online? Atau Anda justru pengusaha yang menjalankan bisnis online? Dalam menjalankan bisnis berbasis online, Anda sangat membutuhkan kepercayaan kedua belah pihak agar transaksi tetap berlangsung aman. Anda bisa mendapatkan keunggulan Rekening Bersama atau Rekber dengan menggunakan layanan rekening bersama. Seperti halnya Moota yang menawarkan fitur tim yaitu kolaborasi keuangan tanpa rekber kemudahan dalam menjalankan bisnis berbasis online.

Rekening Bersama Rekber
Foto oleh Nataliya Vaitkevich: https://www.pexels.com/id-id/foto/pengusaha-orang-orang-buku-catatan-kantor-8062357/

Mungkin banyak di antara Anda yang kurang memahami konsep rekening bersama ini. Banyak juga yang mempertanyakan apa bedanya dengan rekber pada umumnya. Berikut penjelasan lebih dalam tentang rekening bersama.

1. Apa Itu Rekening Bersama

Rekening bersama adalah layanan rekening yang mengelola dana dari transaksi jual beli yang Anda lakukan secara online. Jadi, rekber ini berfungsi sebagai perantara antara penjual dan pembeli online.

2. Cara Kerja Rekening Bersama

Cara kerja rekening bersama memang cukup panjang, tetapi Anda tetap memilihnya karena faktor keamanannya. Pembeli membayar sebuah barang dengan melakukan transfer ke rekening bersama sejumlah nilai barang ditambah nilai jasa rekber. Tak perlu khawatir, karena Anda sebagai pembeli tetap bisa mentransfer melalui mbanking.

Jika sudah, pihak rekening bersama akan konfirmasi kepada penjual bahwa pembeli sudah transfer. Baru kemudian penjual mengirim barang. Setelah penjual mengirimkan barang, penjual harus konfirmasi ke jasa rekber yang kemudian melanjutkannya ke pembeli. Ketika barang sudah sampai dan barang sesuai deskripsi, pembeli harus konfirmasi ke pihak rekber untuk kemudian pihak rekening bersama mentransfer uang tersebut ke penjual.

3. Keunggulan Menggunakan RekBer

Alur keuangan yang Anda lihat dari penjelasan sebelumnya memang terlihat lebih merepotkan. Namun siapa sangka jika layanan ini menawarkan banyak keunggulan. Keamanan dan kemudahan dalam transaksi mengingatkan pada kemudahan yang Moota tawarkan dalam pengelolaan keuangan Anda.

Keamanan Terjamin

Bagi pembeli, rekber ini menawarkan keamanan lebih dibandingkan langsung melakukan transaksi antar bank. Mengapa demikian? Kembali lagi, jika melihat dari alur cara kerjanya, Anda bisa mendapat jaminan keamanan transaksi jual beli online. Pembeli tidak perlu khawatir menjadi korban penipuan toko online di mana barang yang sudah dibayar tidak dikirim atau dikirim dalam kondisi yang tidak sesuai dengan deskripsi.

Pembeli Bisa Melakukan Pembatalan, Jika Barang Tidak Sesuai

Dari segi pembeli, Anda sebagai pembeli bisa diuntungkan dari alur mengelola keuangan rekber yang sudah dijelaskan sebelumnya. Anda bisa mengajukan pembatalan jika barang yang Anda terima tidak sesuai dengan deskripsi penjual.

Reputasi Yang Baik Bagi Penjual

Penjual juga mendapatkan keunggulan. Dibandingkan dengan melakukan transaksi antar bank melalui transfer ibanking atau mobile banking, Rekber justru bisa meningkatkan reputasi penjual.

Reputasi yang bagus ini tentu akan semakin meningkatkan kepercayaan konsumen untuk berbelanja di toko online Anda. Dengan semakin terpercaya bisnis Anda, maka peluang mendapatkan lebih banyak konsumen pun semakin tinggi.

Kesimpulan Rekening Bersama

Itu tadi adalah penjelasan tentang rekening bersama yang harus Anda ketahui. Kini dengan adanya rekber, Anda bisa tetap menjalankan bisnis yang sudah Anda kelola sambil tetap bisa menikmati hidup. Kemudahan dalam satu platform seperti yang ditawarkan oleh Moota yang bisa Anda akses di moota. Sebuah sistem pengelolaan keuangan yang terintegrasi memang menjadi sebuah keharusan dalam dunia yang semakin modern ini.

Baca Sekarangbaca sekarang
arizaz
July 17, 2024
July 17, 2024

Kelola Keuangan untuk Menikmati Hidup di Masa Muda

Semua orang ingin bahagia dan menata hidupnya dengan baik. Anda harus mengelola keuangan dengan baik karena itu merupakan fondasi utama untuk hidup yang tertata. Kendati begitu tak semua orang bersedia Mengelola Keuangan dengan menabung kemudian mengeloka keuangan mereka dengan baik. Terlebih generasi milenial masa kini yang berada di rentang usia 18 sampai 30 tahun.

Kelola Keuangan
Photo by Mufid Majnun on Unsplash

Saat ini cukup banyak generasi milenial yang menikmati hidup mereka dengan nonton konser, berbelanja online, nongkrong, dan jalan-jalan padahal semua itu termasuk perilaku konsumtif dan boros. Ini adalah fakta yang cukup mengkhawatirkan terlebih dari waktu ke waktu harga kebutuhan pokok dan properti terus meningkat.

Tidak heran jika seseorang merasa tidak mempunyai apa-apa meskipun sudah bekerja bertahun-tahun. Ia tidak mempunyai aset sama sekali sebagai tabungan untuk masa depannya. Tentu saja untuk menabung perlu keseriusan karena tidak mudah. Tekad kuat arus ada dan ia harus bisa mengelola keuangannya secara lebih maksimal. Namun tak perlu risau, jika masih merasa sulit untuk mengelola keuangan, mungkin beberapa tips dari moota di bawah ini bisa membantu.

Tips Kelola Keuangan Untuk Menikmati Hidup di Masa Muda

1. Tips Kelola Keuangan Pertama: Membuat Buka rekening tabungan khusus

Saat ini, Anda bisa menabung menggunakan banyak produk perbankan yang tersedia di zaman modern ini. Berbagai produk tersebut menawarkan banyak kemudahan dan fasilitas yang oke. Manfaatnya pun sangat banyak dan bisa membuat anda gemar menabung. Usahakan membuat dua rekening bank untuk alokasi yang berbeda. Gunakan rekening pertama untuk menyimpan gaji bulanan, dan rekening kedua untuk menyimpan uang tabungan. Gunakan cara ini agar kamu bisa mengontrol keuangan bulananmu dengan mudah.

2. Menyisihkan 10% dari penghasilan

Kendati persentase ini tampak sedikit, jika anda bisa melakukannya secara berkala dan betul-betul disiplin, anda bisa menyisihkan penghasilan anda untuk ditabung ke rekening tabungan yang sebelumnya telah anda buat. Sebagai contoh, jika gaji Anda Rp. 4.000.000,-, maka Anda bisa menabung Rp. 400.000,- dengan mengambil 10% dari gaji. Namun, ingatlah bahwa Anda perlu disiplin dan konsisten untuk melakukan hal ini.

3. Membuat daftar pengeluaran

Setiap bulannya, anda bisa mengatur keuangan dengan membuat skala prioritas atau daftar pengeluaran. Buatlah detail pengeluaran secara terperinci agar Anda bisa melihat ke mana alokasi pengeluaran terbesar. Akan lebih mudah jika Anda kelola keuangan dengan moota.

4. Mencari Extra Income 

Tak perlu khawatir jika anda berpikir bahwa untuk tabungan, anda masih belum bisa menyisihkan sebagian dari gaji bulanan anda. Solusinya carilah penghasilan tambahan dari sektor lain untuk menabung misalnya dengan menjadi reseller dari sebuah produk, bekerja freelance, dan aktivitas lainnya. Yang penting jangan sampai pekerjaan utama anda terganggu.

5. Mengurangi Menggunakan kartu kredit           

Jika keuangan anda sedang terpuruk tak perlu lah kiranya anda menggunakan kartu kredit jika tidak terlalu penting. Ketika jumlah kartu kredit anda lebih dari satu, bisa jadi perilaku konsumtif anda akan lebih memburuk. Karena itu jika belum sanggup membayar tagihan kartu kredit pada setiap bulannya, hindarilah menggunakan kartu kredit.

6. Tips Kelola Keuangan Terakhir: Segera Berinvestasi

Saat ini banyak generasi milenial mulai menyisihkan uangnya untuk ditabung, meski belum semuanya. Meski begitu belum banyak generasi milenial yang mulai berinvestasi sejak dini. Padahal di masa depan investasi ini bisa sangat membantu perekonomian. Pilih jenis investasi yang Anda suka, dalami bidang tersebut dengan serius, dan lakukan scale up jika Anda merasa keuntungannya sudah maksimal.

Baca Sekarangbaca sekarang
arizaz
July 16, 2024
July 16, 2024

Wajib Tahu! Inilah Perbedaan Trading dan Investasi

Investasi merupakan hal yang dapat menentukan masa depan seseorang. Pasalnya investasi memiliki banyak keuntungan jangka panjang. Walau begitu ada hal yang mesti Anda tekankan yakni kecermatan dalam melihat perbedaan trading dan investasi. Jangan sampai Anda tidak melihat kondisi pasar saham, karena jika harga saham sedang turun maka Anda akan mengalami kerugian. Begitu pula dengan trading. Penjualan saham biasanya menggunakan metode pembayaran transfer antar bank sehingga Anda harus memastikan apakah uang sudah masuk atau belum.

perbedaan trading dan investasi

Anda dapat menggunakan aplikasi moota untuk mengecek dana sudah masuk atau belum tanpa arus keluar rumah. Berikut adalah perbedaan antara investasi dan trading.

Perbedaan Trading dan Investasi

1. Perbedaan Trading dan Investasi Pertama: Prinsip

Perbedaan dari trading dan investasi yang pertama dapat Anda lihat dari prinsip atau konsepnya. Prinsip dari investasi yakni membeli kemudian menyimpan dalam waktu yang panjang dan dengan begitu ada kemungkinan Anda akan mendapatkan omzet sampai 100%. Trading memiliki prinsip membeli dan kemudian menjual kembali dalam waktu singkat sesuai dengan keuntungan yang Anda targetkan. Anda biasanya menargetkan keuntungan yang melebihi modal awal pembelian.

2. Resiko

Trading memiliki resiko yang lebih tinggi daripada investasi. Bagi para pemegang saham dan ingin melakukan trading, maka jangan terlalu lama memegang saham. Segera lakukan penjualan jika harga saham Anda saat ini sedang naik. Harga saham dapat turun seketika dan Anda tidak tahu kapan itu akan terjadi. Jika Anda segera menjualnya Anda tinggal menikmati hidup Anda saja.

Untuk pengecekan pembayaran jika Anda melakukan penjualan saham, Anda tidak perlu ke bank atau ke atm. Anda dapat menggunakan moota untuk mengecek apakah dana sudah masuk atau belum ke rekening bank milik Anda.

3. Pilihan Saham

Berbeda dengan bisnis online, investasi biasanya melibatkan pembelian saham lapis pertama atau yang disebut juga blue chip. Lapis pertama ini biasanya memiliki tingkat kerugian yang cukup rendah. Sedangkan untuk trading, biasanya memilih saham lapis tiga. Lapis tiga ini memiliki harga yang meroket dalam satu hari saja biasanya baru masuk IPO initial public offer.

Anda harus dapat mengelola keuangan sampai pada saat harga saham sedang naik, investasi saham Anda dapat Anda jual dengan harga yang tinggi. Dengan berhasilnya menjual saham dengan harga tinggi keuangan Anda akan kembali pulih.

4. Jangka Waktu

Banyak orang, mulai dari masyarakat awam hingga para pebisnis, melakukan investasi. Anda melakukannya karena investasi memberikan kesempatan besar untuk mendapatkan penghasilan yang cukup besar guna melakukan scale up perusahaan. Investasi biasanya memiliki jangka waktu yang cukup lama.

5. Perbedaan Trading dan Investasi Terakhir: Strategi

Seorang trader memiliki strategi khusus yang berfokus pada sentimen dan kondisi pasar, bukan pada kualitas saham yang mereka beli. Jika kondisi pasar sedang buruk dan jauh dari kata menguntungkan, trader akan menunggu hingga kondisi pasar normal sebelum kembali ke pasar saham. Trader biasan lebih terarah dan jelas hal ini karena trader tidak menahan lama trading.

Kesimpulan Perbedaan Trading dan Investasi

Itulah beberapa perbedaan antara  investasi dan juga trading. Jika Anda melakukan penjualan saham dengan menggunakan metode pembayaran transfer maka Anda harus mengecek terlebih dahulu apakah uang sudah masuk atau belum kedalam rekening Anda. Untuk mengecek Anda pasti harus keluar ke atm untuk mengeceknya, tetapi jika Anda menggunakan moota itu semua tidak perlu Anda lakukan.

Baca Sekarangbaca sekarang
1 27 28 29 30 31 90
Tutorial
Lihat Semua
Jangan Lewatkan Update Tips Terbaru dari Kami!
Dengan berlangganan artikel kami, Anda akan mendapatkan notifikasi langsung setiap kali kami memposting konten baru.
Moota merupakan aplikasi untuk pengecekkan mutasi dan saldo rekening Anda, dimana mutasi rekening Anda kami dapatkan dari akun iBanking Anda.
Office
Jl. Sunda, No 85, Kel. Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Workshop
Jl Terusan Cikutra Baru No. 3B Kel. Neglasari Kec. Cibeunying Kaler Bandung
Download Moota di
2025 © All rights reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram