Pandemi COVID-19 saat ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak besar pada stabilitas ekonomi. Banyak pelaku usaha mulai mengalami penurunan omzet, pengurangan pegawai, atau bahkan gulung tikar. Kondisi ini tidak pandang bulu, baik perusahaan besar maupun kecil mengalami hal tersebut. Lalu bagaimana cara agar usaha tetap dapat bertahan selama masa pandemi?

Tips agar Kegiatan Usaha Tetap Bertahan Selama Masa Pandemi

Bagi para pelaku bisnis yang merasakan dampak pandemi pada usaha, sebaiknya Anda mulai merencanakan langkah-langkah tambahan guna bertahan selama masa pandemi ini. Kami memiliki tips pengusaha untuk memberi gambaran tentang apa saja yang perlu dilakukan bila Anda merasa bingung untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipasi bagi perusahaan. Simak tips berikut ini:

1. Meningkatkan Perencanaan dan Pengelolaan Keuangan

tips bisnis saat corona (source: pixabay.com)

Tips pengusaha pertama tentu saja pengelolaan keuangan karena hal tersebut memegang peranan penting, terutama pada saat-saat krisis semacam ini. Perencanaan pengeluaran harus dilakukan dengan lebih saksama agar aliran dana perusahaan tidak terhambat. Selalu dahulukan kepentingan yang lebih krusial bagi kelangsungan kegiatan usaha kita dan kesampingkan pengeluaran-pengeluaran yang bersifat tambahan.

Sebagai contoh, kita dapat berhemat mulai dari menunda ekspansi bisnis, membatasi pengeluaran untuk keperluan promosi, mengalihkan dana bagi pembelian bahan baku, memilih bahan baku alternatif dengan harga yang lebih hemat, sampai negosiasi untuk memperpanjang jangka waktu kredit pada bank.

2. Menyusun Rencana Jangka Pendek Selama Masa Pandemi

bisnis di masa pandemi (source: pixabay.com)

Pada masa yang tidak menentu seperti ini tips pengusaha selanjutnya adalah menyusun strategi jangka pendek yang dikhususkan untuk masa pandemi.

Salah satu strategi adalah mengutamakan komoditas yang menjadi permintaan pasar walaupun sebelumnya komoditas tersebut tergolong komoditas sekunder di perusahaan. Bagaimanapun, tidak dapat dimungkiri bahwa kebutuhan masyarakat bergeser dengan adanya pandemi serta pemberlakuan peraturan-peraturan baru ini.

Selain itu, tidak ada salahnya membentuk tim khusus yang bertugas memantau jalannya kegiatan usaha selama masa pandemi. Dengan begitu, berbagai permasalahan, prioritas bisnis, serta langkah antisipasi dapat didiskusikan secara tepat sehingga kegiatan usaha dapat berjalan dengan lancar selama masa pandemi.

3. Manfaatkan Jasa Layanan Online

bisnis online di masa pandemi (source: pixabay.com)

Keberadaan layanan penjualan, pengiriman, serta promosi yang dapat diakses secara online menjadi tips pengusaha selanjutnya. Ada baiknya kita memanfaatkan layanan tersebut semaksimal mungkin.

Bila sebelumnya kita jarang menggunakan fasilitas layanan online dalam menjalankan bisnis, sekarang adalah saat yang sangat tepat. Karena dengan pemberlakuan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), makin banyak masyarakat yang melakukan kegiatan bisnis, maupun hiburan secara daring lewat gawai maupun komputer.

Penjualan, pengantaran, serta promosi dapat dilakukan secara daring lewat situs web, media sosial, atau situs bursa jual-beli. Selain itu, tidak ada salahnya untuk melakukan promosi khusus bagi pemesanan lewat jalur daring atau menjalankan program donasi untuk menarik minat konsumen membeli produk lewat jalur online.

4. Tetap Berkomunikasi Dengan Karyawan

bisnis masa pandemi corona (source: pixabay.com)

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam menjaga kelangsungan usaha pada masa pandemi ini adalah mengomunikasikan kondisi perusahaan pada karyawan. Tentukan kebijakan yang jelas seperti kebijakan bekerja dari rumah, cuti tidak berbayar, sampai keputusan karantina bagi karyawan dengan kondisi kesehatan tertentu.

Membangun komunikasi yang baik dengan para karyawan tidak hanya membuat mereka tetap tenang ketika menjalankan tugasnya. Namun, kita juga dapat membangun kepercayaan serta pemahaman terhadap posisi mereka bagi perusahaan. Bila perlu, atur ulang penempatan posisi-posisi penting dalam perusahaan agar performa karyawan tetap optimal.

Demikianlah beberapa tips pengusaha yang dapat dimulai sebagai langkah awal antisipasi selama masa pandemi COVID-19 ini. Perlu diingat bahwa kreativitas tetap diperlukan dalam menentukan kebijakan atau langkah-langkah bagi perusahaan agar dapat beradaptasi, mengingat kondisi perekonomian yang tidak menentu. Selamat mencoba.

Perkembangan zaman yang signifikan sangat berpengaruh terhadap minat konsumen dalam membeli sebuah produk. Perubahan generasi yang terbilang cepat juga ikut menggeser perilaku konsumen. Rata-rata konsumen yang ada saat ini berasal dari generasi milenial.

Generasi milenial disebut juga sebagai generasi yang konsumtif. Hal ini tentunya menjadi kesempatan emas bagi para produsen untuk memasarkan produknya agar mendapatkan keuntungan yang besar.

Namun demikian, untuk dapat mendapatkan perhatian dan kepercayaan mereka, marketer harus bisa melakukan strategi promosi bisnis yang tepat. Tidak hanya dikenal sebagai generasi yang konsumtif, generasi milenial juga disebut hanya sedikit memperhatikan suatu hal.

Strategi promosi bisnis yang tepat untuk kalangan milenial memang harus disiapkan sematang mungkin. Tujuannya adalah untuk membuat mereka semakin tertarik hingga membeli produk atau menggunakan jasa yang ditawarkan. Apa saja tahapan promosinya? berikut penjelasannya:

1. Tampilkan Citra Positif pada Brand

promosi era millennial (source: pixabay.com)

Kalangan milenial tidak bisa lepas dari gawai dan media sosial. Sebelum mereka memutuskan untuk membeli sebuah produk, mereka akan lebih dulu mencari tahu citra dari brand sebagai bahan pertimbangan.

Biasanya, mereka melihat ulasan di media sosial atau menanyakan langsung kepada teman atau saudara yang sudah menggunakan produk tersebut. Dengan kata lain, para konsumen milenial ini masih mengandalkan metode word of mouth sebelum mereka memutuskan untuk menggunakan sebuah produk.

Jika pengelola brand dapat memberikan citra baik yang membuat para calon konsumen percaya, maka dengan sendirinya kepercayaan dan loyalitas dari generasi milenial akan didapatkan dengan mudah.

2. Melibatkan Influencer yang Dekat dengan Target Konsumen

bisnis milenial 2020 (source: elements.envato.com)

Dalam memutuskan untuk menggunakan sebuah produk, kaum milenial juga mempertimbangkan rekomendasi dari para idola mereka. Melibatkan seorang influencer yang memiliki banyak pengagum sebagai bagian dari strategi promosi bisnis sekarang memang sudah umum.

Tentunya influencer tidak akan sulit menawarkan produk ke para pengikutnya. Namun, pemilihan influencer juga harus tepat, mana yang cocok dengan target pasar dan memiliki karakter yang mirip sesuai dengan brand yang akan dipasarkan.

3. Jangan Menawarkan Secara Langsung

bisnis milenial menjanjikan (source: pixabay.com)

Generasi milenial kebanyakan merasa jengah dan kesal terhadap penawaran produk yang bersifat langsung. Contohnya, iklan produk yang mengajak mereka untuk membeli sebuah produk secara terang-terangan dan terus-menerus. Bukannya tertarik, mereka justru akan membenci produk yang ditawarkan tersebut.

Buatlah konten iklan yang membuat emosi mereka terlibat hingga tidak sadar jika mereka sedang menonton sebuah iklan. Buat juga mereka memahami betapa penting dan perlu menggunakan atau membeli produk yang ditawarkan.

4. Bidik Komunitas, Bukan Perorangan

bisnis ala milenial (source: pixabay.com)

Jika masih menggunakan strategi promosi bisnis yang menargetkan rentang usia tertentu sebagai calon konsumennya, maka strategi tersebut sudah tidak relevan lagi bila digunakan di masa kini. Menyasar target pasar dengan rentang usia dianggap sudah tidak efektif.

Saat ini, strategi promosi yang populer digunakan adalah dengan membidik komunitas atau kelompok sosial tertentu, seperti misalnya komunitas pencinta binatang, komunitas olahraga, komunitas film, dan sebagainya. Dengan cara ini, fokus pemasaran akan semakin mengarah dan tentunya mudah untuk dikembangkan.

5. Aplikasikan Sistem Cashless

bisnis online untuk anak milenial (source: pixabay.com)

Sistem pembayaran yang mudah juga merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun strategi promosi bisnis. Saat ini, pembayaran tunai sudah kurang diminati lagi. Kaum milenial lebih menyukai sistem pembayaran yang simpel atau cashless.

Adanya berbagai macam sistem pembayaran secara online lewat gawai memang membuat para milenial merasa praktis. Apalagi, dengan banyaknya promo diskon dan cashback yang ditawarkan jika menggunakan aplikasi pembayaran online, sudah pasti mereka akan berbelanja lebih banyak.

 

Tahapan-tahapan di atas adalah sebagian kecil dari strategi promosi bisnis yang bisa digunakan untuk menggaet customer dari kalangan milenial. Di luar dari tahapan di atas, masih banyak lagi langkah-langkah yang harus dilakukan, seperti riset pasar, brand awareness, dan lain sebagainya.

Siapa sangka jika media sosial saat ini tidak hanya memiliki fungsi sebagai media untuk bersosialisasi saja? Media sosial kini mempunyai fungsi utama lainnya, yaitu untuk berjualan. Bahkan, masing-masing media sosial juga telah memiliki tools untuk beriklannya sendiri.

Sebut saja Facebook dan Instagram, 2 media sosial yang penggunanya cukup banyak di Indonesia. Keduanya sudah lazim digunakan sebagai media untuk beriklan dan berpromosi. Facebook memiliki fitur ads untuk membantu penggunanya dalam mengembangkan bisnisnya, begitu pula Instagram.

Meskipun sudah berada di bawah bendera yang sama, tetapi masing-masing tools ads dari media sosial di atas memiliki ciri khasnya masing-masing. Facebook ads vs Instagram ads mana yang lebih menguntungkan? Mari kita bahas satu per satu.

Statistik Facebook dan Instagram

Agar lebih dalam mengetahui Facebook ads vs Instagram ads maka kita perlu mengetahui statistik antara kedua media sosial tersebut yang menjadi background dari jenis iklan yang ditampilkan.

Data-data yang akan ditampilkan semuanya diambil dari https://id.oberlo.com/.

Statistik Facebook

Pada tahun 2019, jumlah pengguna Facebook tercatat sudah mencapai sekitar 2.4 miliar. ROI atau return of investment yang didapatkan oleh Facebook sebanyak 30%, lebih tinggi dibandingkan YouTube, Twitter, dan Instagram.

Halaman bisnis yang ada di Facebook mencapai total 8 juta. Tingkat pertumbuhan halaman bisnis tersebut mencapai sekitar 23% per tahunnya. Pengguna Facebook dengan persentase sebanyak 78% dapat dengan mudah menemukan produk terbaru dan membelinya.

Statistik Instagram

Pengguna Instagram saat ini telah mencapai sekitar 1 miliar users. Sekitar 71% akun di Instagram telah beralih menjadi akun bisnis dan sebanyak 80% pengguna setidaknya mengikuti 1 akun brand.

Sekitar 83% pengguna Instagram menemukan barang dan jasa baru lewat postingan Instagram. Engagement yang dihasilkan oleh Instagram dikalim 4 kali lebih kuat dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh Facebook.

Facebook ads vs Instagram ads

Ada beberapa indikator yang perlu diketahui pada saat membandingkan keduanya, yaitu:

1. Reach

facebook ads

Instagram memiliki keahlian dalam mendapatkan reach organic lebih banyak dibandingkan dengan Facebook. Ini disebabkan karena Instagram menyediakan fitur-fitur seperti, tagar dan suggestion for you untuk memperluas jangkauan postingan yang diunggah.

Sementara lewat Facebook, sebagai salah satu media sosial awal, mampu memberikan reach yang tinggi dan keberhasilan memperoleh brand awareness dengan mudah. Facebook, lewat Facebook Manager, memberikan fitur tersendiri yang dapat digunakan untuk menentukan target audience.

2. Engagement

instagram ads

Engagement ini bisa diartikan sebagai interaksi yang dilakukan oleh pengguna. Beberapa brand besar beranggapan jika Instagram merupakan platform yang tepat untuk meraih engagement yang tinggi. Ini dibuktikan dengan data di atas jika 80% pengguna Instagram setidaknya mengikuti 1 akun sebuah brand. Ditambah lagi, mereka juga mengirim surel, DM, hingga menelepon.

Di Facebook sendiri engagement yang ada sudah mengalami beberapa perbedaan, berbeda dengan sebelumnya. Kini Facebook sudah tidak dapat lagi diandalkan untuk mendapatkan engagement organic.

3. Demografi

facebook vs instagram advertising

Secara demografi, Instagram didominasi oleh pengguna wanita sebanyak 31% dan pengguna laki-laki sebanyak 24%. Rentang umur pengguna Instagram sendiri berkisar antara 18 hingga 29 tahun. Selain itu, sebanyak dari 55% pengguna internet di dunia juga merupakan pengguna Instagram.

Sama seperti Instagram, Facebook juga didominasi oleh pengguna wanita. Rentang umur pengguna Facebook hampir tidak ada, karena semua golongan usia telah menggunakan Facebook. 79% pengguna internet di dunia juga merupakan pengguna Facebook.

Lantas, Facebook ads vs Instagram ads mana yang lebih unggul? Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Agar lebih menguntungkan, kita perlu mengingklankan produk di kedua platform tersebut.

 

Semoga sekarang kalian sudah tidak bingung lagi menentukan Facebook ads vs Instagram ads ya.

SaaS atau Software as a Service merupakan sebuah julukan dalam dunia teknologi yang berubah menjadi sesuatu yang penting bagi banyak sektor industri yang mulai mendigitalisasikan usaha mereka.

Terkait laporan dari Market Watch (2019) bahwa produk SaaS di seluruh dunia diperkirakan akan tumbuh sekitar 21,2% antara tahun 2018 hingga 2023, hingga mencapai angka US$117 miliar di akhir tahun 2022.

Hal ini memberi isyarat bahwa peluang industri ini kedepannya cukup tinggi.

Walau begitu, hambatannya masih ada terutama di Indonesia yang belum memiliki infrastruktur yang maksimal.

Namun jangan langsung pesimis, malah harus membuat kita mulai memikirkan apa yang akan dibangun sehingga pengaruh teknologi bisa berdampak besar dan bermanfaat untuk perusahaan di Indonesia. Karena mengingat ekonomi digital Indonesia ini selalu meningkat setiap tahunnya.

Tercatat bahwa Indonesia dan Vietnam adalah dua negara dengan potensi ekonomi digital paling potensial di Asia Tenggara dengan pertumbuhan hingga 40%. Lebih tinggi dibanding negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina yang angka pertumbuhannya antara 20-30 persen. (riset e-Conomy SEA 2019 dirilis oleh Google)

Mengapa Indonesia sangat potensial di industri ekonomi digital?

Tak lain karena faktor-faktor berikut:

  1. Pengguna internet yang cukup tinggi yakni 152 juta jiwa
  2. Meningkatnya transaksi bisnis secara online seperti jual-beli (ecommerce) dan transportasi
  3. Pertumbuhan industri dompet elektronik (e-wallet)
  4. Pendanaan dan investasi yang semakin terbuka dan mudah diakses

Dengan faktor-faktor tadi, Indonesia menjadi negara tujuan bagi perusahaan layanan digital skala Internasional yang ingin berekspansi di Asia Tenggara dan termasuk pelaku sektor SaaS.

Terlebih sekarang ada dukungan positif dari pemerintah bagi para pebisnis dalam upaya meningkatkan ekonomi digital.

Hal itu membuat beberapa platform sudah mulai berkolaborasi menciptakan kemudahan yang lebih luas guna membantu kebutuhan konsumen mereka.

Nah, sekarang kembali lagi pada diri kita masing-masing, sudah siapkah kita mengadopsi metode-metode digital dan men-scale up bisnis kita?

Yuk kita coba diskusikan bagaimana model SaaS di Indonesia pada tahun 2020 nanti.

Semoga bermanfaat ya..

Terima kasih ūüôā

Anda yang terjun di dunia bisnis pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya marketing. Dalam bahasa awam, marketing sering juga disebut dengan istilah ‚Äúpromosi‚ÄĚ. Kegiatan ini tidak semata bertujuan untuk mendongkrak penjualan. Lebih jauh, marketing juga punya peran krusial dalam membangun nama bisnis atau perusahaan di tengah masyarakat.

Mau tahu apa saja sih pentingnya marketing bagi sebuah bisnis? Berikut jawabannya!

1. Membangun Brand Awareness

pentingnya marketing dalam bisnis (source: elements.envato.com)

Tujuan marketing yang pertama adalah membangun brand awareness (kesadaran merek) sebuah produk. Dengan cara ini, calon konsumen bisa mengetahui lebih dekat barang atau jasa yang Anda tawarkan.

Secara alamiah, brand awareness memiliki alur sebagai berikut: attention >> interest >> desire >> action. Dengan strategi marketing yang tepat, calon konsumen akan tertarik kepada produk Anda, lalu timbul perasaan ingin mencoba, sampai akhirnya benar-benar membeli.

2. Meningkatkan Sales

pentingnya marketing dalam perusahaan (source: pixabay.com)

Meski produknya sudah dikenal dan punya nama di pasaran, marketing tetap diperlukan dalam sebuah bisnis. Tujuannya adalah meningkatkan angka penjualan. Ingat, ada banyak pesaing di luar sana dengan teknik marketing yang tak kalah masif dan kreatif.

Jika Anda hanya mengandalkan ‚Äúnama‚ÄĚ tanpa didukung dengan promosi yang efektif, sangat mungkin produk Anda tertinggal jauh dilibas pesaing. Marketing juga bisa menjadi semacam ‚Äúpengingat‚ÄĚ untuk konsumen bahwa produk Anda masih eksis.

3. Membangun Reputasi Perusahaan

marketing bisnis adalah (source: pixabay.com)

Pentingnya marketing tidak melulu berkutat pada produk yang dijual, tapi juga perusahaan sebagai pihak produsen. Kegiatan ini dinilai sangat efektif untuk membangun reputasi perusahaan di mata konsumen maupun rekan bisnis.

Reputasi yang kian meningkat otomatis akan diikuti dengan makin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap bisnis Anda. Hasilnya, penjualan pun kian meningkat. Teknik marketing yang tak kalah menarik untuk dicoba adalah dengan program Corporate Social Responsibility (CSR).

4. Riset dan Pengembangan Produk

marketing dalam usaha (source: pixabay.com)

Peran lain marketing adalah sebagai media riset dan pengembangan produk. Artinya, marketing akan menjadi garda terdepan yang menyerap dan menyaring segala informasi dari luar yang bermanfaat untuk pengembangan sekaligus peningkatan kualitas sebuah barang maupun jasa. Dengan begitu, minat calon konsumen akan produk yang Anda tawarkan pun makin tinggi.

5. Memahami Konsumen dan Pasar

ilmu marketing bisnis (source: elements.envato.com)

Bisnis tak akan berlangsung lama jika tidak dibarengi dengan riset mendalam tentang konsumen dan pasar. Nah, di sinilah tim marketing berperan. Tugas mereka adalah mempelajari minat, ketertarikan, serta kondisi masyarakat (calon konsumen) yang akan disasar.

Hal lain yang tak kalah penting diketahui adalah tingkat daya beli, tren, kebutuhan, sampai tingkat persaingan bisnis. Hal-hal di atas nantinya bisa dijadikan acuan bagi Anda untuk menentukan harga produk.

6. Sarana Edukasi Pelanggan

strategi marketing bisnis (source: elements.envato.com)

Marketing bisa menjadi ajang yang tepat untuk mengedukasi pelanggan mengenai produk yang Anda pasarkan. Dalam implementasinya, Anda bisa memberikan informasi yang dibutuhkan calon konsumen seputar kualitas produk, bahan baku yang dipakai kelebihan, cara penggunaan, dan sebagainya.

Singkatnya, marketing berperan besar dalam meningkatkan minat calon konsumen untuk membeli dan akhirnya memiliki loyalitas yang tinggi pada produk Anda. Cara yang dilakukan bisa bermacam-macam, seperti memasang iklan, mengadakan promosi, CSR, atau membangun bisnis sosial seperti yang tengah menjadi tren.

Nah, kini Anda sudah tahu kan pentingnya marketing dalam sebuah bisnis? Semoga artikel ini menginspirasi ya!

Tentunya kita semua sudah tidak asing dengan bisnis startup, apalagi di Indonesia sendiri terdapat beberapa start up yang sudah berperingkat unikorn, bahkan telah ada yang berada di posisi dekakorn.

Namun sayangnya, banyak pula perusahaan startup di Indonesia hanya bertahan seumur jagung dan lenyap begitu saja. Memulai bisnis memang mudah, tapi mengembangkan dan mempertahankannya bukan persoalan sepele.

Oleh karena itu, sebagai pebisnis pemula, kita juga harus bisa mengembangkan bisnis dengan scale up untuk bisa naik ke tingkatan yang lebih tinggi lagi. Bagaimana cara scale up bisnis kita agar dapat melipatgandakan keuntungan? Berikut sedikit tipsnya.

1. Mencari Investor yang Sesuai

investor bisnis startup (source: pixabay.com)

Bisnis apa saja pasti memerlukan sebuah modal. Besar kecilnya modal tergantung dari jenis bisnis yang akan dikembangkan. Tidak ada jaminan bisnis dengan modal besar akan lebih untung atau sebaliknya, semuanya tergantung dari pengembangan bisnis dan investor yang tepat.

Agar dapat mengembangkan bisnis dengan sukses, kita juga perlu investor yang sesuai, bukan hanya banyaknya modal saja yang digelontorkan. Investor yang salah justru akan membangun bisnis yang baru mulai berjalan, meskipun mereka telah memberikan modal besar.

Kita sebagai pemilik bisnis juga dapat kehilangan fokus bisnis dan bahkan kontrol terhadap perusahaan. Menemukan investor yang tepat dan sesuai sangat wajib dilakukan demi perkembangan bisnis yang lebih baik.

2. Membuat Tim Terbaik yang Solid

membangun tim startup (source: pixabay.com)

Cara scale up bisnis selanjutnya adalah dengan menemukan dan membuat tim-tim terbaik yang solid. Sebesar apapun sebuah bisnis, tetapi tidak memiliki tim yang bekerja dengan baik juga dapat mengancam keberlangsungan bisnis yang sedang dirintis.

Hal ini menjadi salah satu prinsip agar sebuah bisnis dapat scale up. Tidak semua pekerjaan dapat dilakukan sendirian, beberapa pekerjaan memang membutuhkan tenaga ahli dan profesional.

Tim terbaik yang terdiri dari orang-orang yang ahli di bidangnya tentu sangat diperlukan dalam mengembangkan bisnis. Tidak hanya terbaik saja, tim yang dibentuk juga harus solid dan memiliki integritas dalam bekerja.

3. Buatlah Sistem yang Tertata

sop dalam kerja (source: pixabay.com)

Dalam pengembangan bisnis dengan scale up, sistem baik yang tertata juga sangat diperlukan. Hal ini dapat dimulai dengan membuat berbagai kebijakan yang dijalankan secara sistematis, tidak acak. Bisa dengan membuat SOP yang jelas, hak dan kewajiban serta kewenangan karyawan, atau langkah-langkah menghadapi keluhan pelanggan.

Sistem yang tertata dan dijalankan dengan baik akan meningkatkan kinerja bisnis dengan baik pula. Selain itu, efisiensi dan produktivitas juga dapat ditingkatkan dengan sendirinya. Dengan peningkatan kedua hal tersebut, pastinya bisnis yang berjalan akan dapat berkembang lebih baik.

4. Perlunya Membangun Sebuah Personal Brand

apa itu scale up bisnis (source: pixabay.com)

Membangun sebuah personal brand juga merupakan salah satu cara scale up bisnis. Personal brand yang baik tentu memberikan pengalaman yang berbeda kepada konsumen/audience. Bangun reputasi baik di depan para audience agar mereka menganggap kita adalah orang yang tepat dan ahli di bidang bisnis yang digeluti.

5. Memperkuat Jaringan Bisnis

scale up bisnis startup (source: pixabay.com)

Bila bisnis sudah mulai berkembang dan mendapatkan reputasi yang baik, maka saatnya untuk menemukan jaringan baru atau memperkuat jaringan bisnis yang lama. Memiliki koneksi khusus dengan para orang tertentu bisa saja akan sangat menguntungkan.

Koneksi ini diperlukan terutama untuk mengembangkan bisnis agar lebih maju. Sudah banyak buktinya, mereka yang mendapatkan koneksi ke orang yang tepat cenderung memiliki jaringan bisnis yang sangat luas.

 

Setiap usaha tidak hanya dirintis saja, tetapi juga perlu dikembangkan dan ditingkatkan kemajuannya. Maka dari itu, scale up sangat perlu dilakukan, terutama bagi bisnis-bisnis startup.

Apakah sudah paham dengan cara scale up bisnis seperti di atas? Sudah siap untuk mempraktekannya?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Memiliki bisnis kecil namun menghasilkan omzet miliaran rupiah ternyata bukan cuma khayalan semata. Keinginan itu telah dibuktikan oleh Ali Muharam pemilik bisnis cemilan hits Makaroni Ngehe.

Pria kelahiran Tasikmalaya ini sekarang bisa mengantongi omzet hingga 3 miliar rupiah loh!

Namun kesuksesan Ali Muharam tidak lepas dari berbagai rintangan yang dia lewati.

Kehidupannya dulu yang susah dan ngehe ia lewati dengan memaksakan diri untuk bekerja keras mencari pundi-pundi rupiah agar ia tetap bisa bertahan hidup.

Kengehean itu lah yang mengantarkannya untuk berjualan Makaroni Ngehe.

Kenapa ngehe? Dan bagaimana dia memulai bisnisnya itu?

Simak ceritanya di bawah ini

1. Dulu hidupnya Ngehe, sekarang jualan Ngehe

strategi bisnis makaroni ngehe (source: instagram.com/alvow)

Apa sih ngehe itu?

Sedikit terdengar kasar namun kata ngehe memiliki cerita dan arti yang besar bagi Ali Muharam.

Kata ngehe menggambarkan bagaimana perjuangan yang harus dia hadapi untuk bertahan hidup, apalagi saat itu dia tinggal di ibu kota dan hanya bermodalkan lulusan SMA.

Ali sempat menjadi OB (office boy), lalu menjadi sales dan bahkan menjadi penjaga kantin di salah satu kantor di Jakarta.

Pernah juga ia bekerja sebagai penjaga toko baju di Jakarta Utara, namun kosan dia ada di daerah Jakarta Pusat. Dan Ali harus keluar biaya transportasi sampai 20ribu per hari.

Biaya transportasi itu adalah setengah dari total gaji dia yang tidak sampai 1 juta loh. Sehingga dia sering kehabisan uang dan tidak makan seharian. Kurang ngehe apalagi coba hidupnya Ali dulu?

Ngehe sendiri artinya adalah sangat memprihatinkan. Itulah yang melatarbelakangi Ali untuk membuat nama brand Makaroni Ngehe.

Namun dengan kata ngehe itulah nama brandnya memiliki arti yang kuat, simple dan juga mudah diingat.

2. Pinjam Modal Usaha 20juta

kisah inspiratif ali muharam (source: instagram.com/alvow)

Ali berpikir untuk berkembang di dunia bisnis. Dia mencoba untuk meminjam modal dari sahabatnya sebesar 20juta rupiah. Padahal dia sendiri tidak tahu bagaimana nanti mengembalikan pinjamannya.

Namun tekad Ali sangat kuat, bermodal dari cemilan khas lebaran yang sering dibuat oleh ibunya dia berpikir untuk menjual makaroni resep sang ibu tersebut.

Diapun akhirnya menyewa tempat usaha di kawasan Kebon Jeruk Jakarta Barat. Ali mengkonsep tokonya sendiri mulai dari warna, interior bahkan dia sendiri yang memasak dan melayani pembeli. Hingga diapun rela untuk tidur di dapur tokonya daripada harus keluar uang untuk bayar kosan.

Namun dengan strategi penghematan itu dia bisa mendapatkan omzet 30 ribu rupiah per hari atau 900 ribu tiap bulannya. Dan penghasilannya lebih utuh dibanding ketika dia bekerja menjadi sales karena dia tidak keluar transportasi dan indekos.

Setiap hari pembelinya mulai bertambah mulai dari 100 ribu bahkan 500 ribu rupiah per hari. Dan hingga akhirnya dia bisa membayar cicilan hutangnya.

3. Mulai Membuka Cabang

bisnis makaroni ngehe (source: instagram.com/alvow)

Kehidupannya yang dulu sulit tidak membuat dia lupa diri. Ketika penghasilannya mulai naik, dia tidak berpikir untuk foya-foya melainkan dia alirkan penghasilannya untuk membuka cabang baru Makaroni Ngehe.

Kini Makaroni Ngehe sudah memiliki 30 outlet yang tersebar di berbagai kota mulai dari Jabodetabek, Bandung hingga Yogyakarta.

Dan rata-rata omzet per outletnya mencapai 3 sampai 5 juta rupiah per hari. Kalau ditotal kurang lebih 3 miliar rupiah per bulan.

Tidak hanya penghasilannya yang meningkat, kini dia telah membuka lapangan pekerjaan bagi 400 orang yang menjadi pegawainya.

Outlet Makaroni Ngehe memiliki desain yang mencolok yakni warna merah yang dipakai untuk warna kanopinya. Warna merah ini identik dengan rasa pedas.

Pemilihan warna dalam sebuah brand memang sangat penting. Menurut jurnal Management Decision yang terbit pada tahun 2006, sekitar 62% hingga 90% keputusan pembelian pelanggan berdasarkan dari warna sebuah logo. (marketeers.com)

4. Promosi Offline dan Online

usaha makaroni ngehe (source: instagram.com/alvow)

Dulu Makaroni Ngehe hanya dikenal lewat mulut ke mulut (word of mouth). Butuh perjuangan lebih agar usahanya ini bisa dikenal banyak orang.

Namun kekuatan nama brand yang unik ini ternyata sangat membantu Ali dalam menjual makaroninya.

Hingga munculnya aplikasi antar makanan online atau yang kita kenal GoFood pada 2015 lalu langsung membuat Ali tergerak untuk bekerjasama menjadi salah satu merchantnya.

Dan betul saja, Makaroni Ngehe mulai dikenal lebih luas dan orderanpun semakin bertambah setiap harinya melalui aplikasi GoFood.

Ali Muharam adalah bukti bahwa kesuksesan harus diraih dengan kerja keras. Ketika kegagalan menghampirimu, itu adalah satu jalan menuju jalan lain yang lebih baik. Selalu belajar dari kesalahan dan memperbaikinya.

Dan kisah Ali Muharam ini sudah mulai banyak diekspos bahkan ia sendiri membuat ceritanya dalam sebuah buku berjudul Ngehe yang sangat menginspirasi.

Semoga cerita Ali Muharam ini bisa bermanfaat bagi Anda.

Anda mungkin sudah tidak asing mendengar nama Atta Halilintar ya.

Terlepas dari berita pribadinya, saya sendiri cukup kagum dengan keluarganya.

Dulu susah, kini keluarga Halilintar bisa sesukses sekarang. Bahkan sumber penghasilannya dari banyak cabang.

Keluarga yang terkenal karena bisa berpetualang keliling dunia bersama seluruh anggota keluarga tanpa asisten rumah tangga!

Jadi walaupun anggota keluarganya itu cukup banyak yakni 2 orang tua dan 11 anak, tapi saya salut dengan kerjasama antar saudara yang kompak dan saling melengkapi satu sama lain.

Sesuai dengan judul buku yang ditulis sang ibu "My Family My Team".

Keluarga ini memang kental dengan darah bisnis ya, ternyata sejak dini anak-anaknya sudah dilibatkan dalam bisnis.

"... berniaga merupakan pendidikan yang baik untuk anak-anak karena disitu mereka belajar berhitung, menulis, membaca, berkomunikasi, berhubungan, dan berperilaku" (sumber: inspiratorfreak)

Salah satu strategi memulai bisnis adalah dengan menjual produk yang kita pahami. Kuasai produk yang dijual sehingga lebih mudah memberikan pemahaman kepada pelanggan agar mereka yakin membeli produk tersebut.

Memang ya tak ada obat mujarab untuk meningkatkan bisnis selain menyukai bisnis itu sendiri.

Tanpa kesukaan dalam berbisnis, lama kelamaan menjalankannya akan jadi bosan dan alhasil tak ada ide bisnis baru dan mentok tidak ada inovasi.

Ini yang menjadi salah satu motto bisnis keluarga Gen Halilintar

"We promote, we sell what we wear, what we use, what we utilize"

Apa yang kita miliki adalah aset.

Coba kita lihat apa yang dijual oleh Atta Halilintar.

Fashion, kuliner, kue artis, percetakan, dan travel.

Produk-produk itu yang biasa dia gunakan sehingga dia tahu siapa target pasarnya, apa kelebihan dan kekurangannya dan bagaimana celahnya dia bisa berbisnis itu.

Sama halnya jika Anda saat ini memiliki produk misalnya sebuah platform atau tools online, kuasai sepenuhnya produk Anda agar ketika Anda promosi kepada target pasar, mereka paham apa kelebihannya dan yakin untuk menggunakannya.

Bisnis bukan hanya sekedar profit.

"A satisfied customer is the best business strategy of all" - Michael Leboeuf

Dapat profit gede pasti seneng dong, tapi ada satu hal yang bikin bahagia, yaitu ketika pelanggan puas dengan produk kita.

Contohnya saya yang selalu senyum-senyum sendiri dan bahagia¬†kalau ada Sahabat Moota tiba-tiba balas email terus bilang¬†"Alhamdulillah, semenjak pakai Moota jualan saya jadi makin lancar. Saya jadi ga perlu cek transferan secara manual. Sangat membantu kak, makasih ya"¬†ūüôā

Saya harap sharing materi hari ini bisa bermanfaat dan berguna untuk Anda. Dan silahkan share informasi ini kepada rekan, teman dan sahabat Anda agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak lagi dengan klik icon media sosial di bawah

Terima kasih ?

Apakah Anda sedang menjalankan bisnis atau malah baru memulainya?

Kemarin saya ngobrol-ngobrol sama teman saya yang sedang merintis bisnis.

Dia jualan hijab lewat marketplace yang oren itu ūüėÄ

Terus dia curhat, katanya

"saya tuh jualan hijab tiap hari alhamdulillah ada aja yang beli lewat shopee. tapi keuntungannya gitu-gitu aja euy"

Terus saya tanya dan diskusi, alhasil kita dapat jawabannya bareng-bareng.

Jadi ternyata dia masih bingung bikin laporan keuangan bisnis dia.

Ditambah satu rekening dia masih nyampur antara buat urusan bisnis sama pribadi.

Masalah ini pernah saya bahas dalam artikel yang saya buat beberapa waktu lalu.

Kalau Anda lupa atau belum membacanya, saya share linknya di bawah ini ya

4 Kesalahan Umum dalam Mengelola Keuangan Bisnis

Intinya, mau bisnis kecil atau besar kelola keuangan itu sangat sangat sangat penting.

Karena banyak juga kita tahu bisnis yang gulung tikar gara-gara tidak bisa mengelola keuangan yang masuk dan keluar dengan baik.

Nah, saya coba rangkumkan untuk Anda ya beberapa poin penting yang saya dapatkan dari beberapa artikel. Salah satunya adalah dari Rico Huang, seorang pebisnis muda Indonesia. Ceritanya membangun bisnis sangat menginspirasi.

So, inilah beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh Anda yang saat ini sedang merintis bisnis agar tidak boncos alias rugi.

1. Buat laporan keuangan

Setiap pengeluaran dan pemasukkan harus selalu ditulis ke dalam catatan keuangan.

Jika saat ini Anda masih mengelola bisnis sendirian, maka seminimalnya Anda harus sering-sering cek mutasi bank Anda melalui iBanking agar lebih mudah.

Jika Anda tak sempat menuliskan ulang, maka screenshot data mutasinya dan olah datanya selagi Anda memiliki waktu senggang.

Atau ketika Anda melakukan pengeluaran atau ada pemasukan, langsung catat di handphone Anda agar tidak lupa.

Iya, memang sepenting itulah mencatat laporan keuangan bisnis.

Jika sampai ada transaksi yang terlewat untuk dicatat, nantinya akan membuat laporan keuangan menjadi tidak seimbang dan pada akhirnya profit jadi tidak maksimal.

Kalau perlu Anda minta bantuan rekan atau pekerjakan akuntan yang profesional untuk membantu membuat laporan keuangan.

Dengan begitu Anda bisa tetap fokus mengurus dan mengembangkan bisnis Anda.

2. Beri anggaran paling besar untuk marketing

Mengapa marketing harus dianggarkan paling besar?

Karena untuk merintis bisnis baru, pasti butuh membangun database pelanggan.

Kebanyakan dari mereka yang baru memulai bisnis adalah banyak memproduksi barang kemudian mencari pelanggan. Sehingga budget habis diawal.

Tapi begini, saya beri contoh misal kita mau jual hijab. Terus kita buat saja PO (pre order) dimana kita cari dulu ada berapa orang yang ingin hijab yang kita jual baru kita produksi.

Caranya bisa beriklan di facebook & Instagram, mengumpulkan pelanggan dalam grup whatsapp atau melakukan teknik promosi lainnya.

Dengan begitu, budget yang kita keluarkan akan lebih terkontrol dan jelas. Bahkan kita juga bisa tahu sebenarnya pelanggan kita butuh produk seperti apa.

3. Susun anggaran bulanan yang jelas

Bagilah anggaran pengeluaran bisnis Anda ke dalam hal-hal tertentu yang dibutuhkan agar pengeluarannya bisa terkontrol dan tidak melebihi batas.

Hal ini berkaitan dengan arus kas yang jika tidak teratur pemakaiannya bisa-bisa membuat bisnis Anda mengalami kerugian.

Oleh karena itu, sangat perlu menyusun anggaran keuangan secara rutin dan bijaksanalah dalam menggunakan modal usaha.

Uang usaha harus jelas akan digunakan untuk apa.

4. Jangan mencampuradukkan uang bisnis dengan uang pribadi.

Banyak kesalahan yang dilakukan oleh pebisnis baru karena hal ini.

Terjadi pula oleh teman saya tadi, dia masih menggunakan rekening yang sama untuk keperluan bisnis dan pribadi sehingga pada akhirnya dia bingung sendiri mana profit yang boleh digunakan untuk hangout dan mana profit yang harus digunakan untuk produksi barang jualan.

Seringnya, karena kita lihat saldo rekening aman jadinya dana usaha terpakai untuk keperluan pribadi.

Agar terhindar dari kesalahan tersebut ya mau tidak mau kita harus memiliki akun rekening lain agar arus kas tidak kacau.

Ingin terhindar dari kesalahan pengelolaan keuangan bisnis?

Kini, Moota hadir membantu Anda untuk mengelola keuangan bisnis menjadi lebih mudah.

Jika saat ini Anda memiliki lebih dari 2 akun rekening, tak perlu lagi repot-repot cek mutasinya satu per satu ke iBanking masing-masing bank karena semuanya tampil dalam 1 dashboard Moota.

Anda bisa mengekspor data-data mutasi bank Anda melalui Microsoft Excel sehingga sangat memudahkan Anda untuk membuat laporan keuangan.

Cek Moota sekarang juga

--> MOOTA.CO <--

Moota merupakan aplikasi untuk pengecekkan mutasi dan saldo rekening Anda, dimana mutasi rekening Anda kami dapatkan dari akun iBanking Anda.
Jl Terusan Cikutra Baru No. 3B Kel. Neglasari Kec. Cibeunying Kaler Bandung
Jam Layanan
Senin-Jum'at
09.00-19.00 WIB
Sabtu
09.00-14.00 WIB
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram