Perbedaan Pajak Langsung vs Pajak Tidak Langsung

Ketika kita berbicara tentang pajak, Sobat pasti sudah tidak asing lagi dengan konsepnya. Pajak adalah salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh masyarakat dan bisnis, karena itulah salah satu sumber utama pendapatan negara. Namun, tahukah Anda bahwa pajak sebenarnya terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu pajak langsung dan pajak tidak langsung? Mungkin banyak di antara kita yang sering mendengar istilah-istilah ini, tapi belum terlalu memahami perbedaan di antara keduanya. Nah, artikel ini akan menjelaskan dengan gaya yang santai, namun tetap informatif.

pajak

Apa Itu Pajak Langsung?

Pajak langsung adalah pajak yang dibayarkan secara langsung oleh wajib pajak kepada pemerintah. Artinya, beban pajak ini tidak dapat dialihkan atau ditransfer ke pihak lain. Contoh yang paling umum dari pajak langsung adalah Pajak Penghasilan (PPh).

Sobat Cuan, ketika Anda mendapatkan penghasilan, maka pajak yang dikenakan pada penghasilan tersebut dibayar langsung oleh Anda sebagai wajib pajak. Nah, pajak penghasilan ini menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar bagi pemerintah karena setiap orang atau entitas yang memiliki penghasilan di atas ambang batas tertentu harus membayar pajak tersebut.

Ciri khas dari pajak langsung adalah bahwa pajak ini bersifat progresif, artinya semakin besar penghasilan atau aset yang dimiliki seseorang, semakin besar pula pajak yang harus dibayar. Ini mencerminkan prinsip keadilan pajak yang bertujuan agar mereka yang memiliki lebih banyak kontribusi lebih banyak pula kepada negara.

Contoh Pajak Langsung:

  1. Pajak Penghasilan (PPh): Ini adalah pajak yang dikenakan pada penghasilan pribadi dan badan usaha.
  2. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB): Pajak ini dikenakan pada pemilik properti atau tanah.
  3. Pajak Kendaraan Bermotor: Pajak ini berlaku untuk pemilik kendaraan bermotor.

Apa Itu Pajak Tidak Langsung?

Sebaliknya, pajak tidak langsung adalah pajak yang dibebankan pada pihak ketiga dan biasanya bisa diteruskan ke konsumen akhir. Jadi, ketika Anda membeli barang atau jasa, Anda sebenarnya sedang membayar pajak tidak langsung.

Pajak ini disebut "tidak langsung" karena Sobat sebagai konsumen tidak langsung membayarnya ke pemerintah, melainkan melalui penjual atau penyedia layanan yang kemudian menyerahkan pajak tersebut ke pemerintah. Salah satu contoh yang paling jelas dari pajak tidak langsung adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Saat Anda membeli barang di supermarket, harga yang tercantum sudah termasuk PPN, dan Anda sebagai konsumen sebenarnya sudah membayar pajak tersebut melalui harga barang.

Menariknya, pajak tidak langsung ini sering kali tidak terlalu terasa karena sudah digabungkan dengan harga barang atau jasa. Karena itu, konsumen biasanya tidak menyadari seberapa besar pajak yang mereka bayar untuk setiap transaksi.

Contoh Pajak Tidak Langsung:

  1. Pajak Pertambahan Nilai (PPN): Pajak yang dikenakan pada setiap transaksi barang dan jasa.
  2. Cukai: Pajak yang dikenakan pada barang-barang tertentu seperti rokok, minuman beralkohol, dan bahan bakar.
  3. Pajak Impor: Pajak ini dikenakan pada barang-barang yang diimpor dari luar negeri.

Perbedaan Utama Pajak Langsung dan Pajak Tidak Langsung

Setelah memahami definisi dasar dari pajak langsung dan pajak tidak langsung, sekarang mari kita bahas perbedaan utama antara keduanya:

  1. Cara Pembayaran
    Pajak langsung dibayar langsung oleh wajib pajak kepada pemerintah. Sementara itu, pajak tidak langsung dibayar melalui pihak ketiga, seperti pedagang atau penyedia jasa, yang kemudian meneruskan pembayaran ke pemerintah.
  2. Siapa yang Menanggung Beban Pajak?
    Dalam pajak langsung, wajib pajak menanggung beban pajak sepenuhnya. Sebaliknya, dalam pajak tidak langsung, beban pajak ini dapat diteruskan ke konsumen akhir melalui harga barang atau jasa.
  3. Sifat Pajak
    Pajak langsung bersifat progresif, yang berarti semakin besar penghasilan atau nilai objek pajak, semakin besar pula pajaknya. Pajak tidak langsung, di sisi lain, bersifat proporsional atau bahkan regresif, artinya setiap orang, tanpa memandang penghasilan, membayar pajak yang sama untuk barang atau jasa yang sama.
  4. Transparansi
    Pajak langsung lebih transparan karena wajib pajak mengetahui secara persis berapa jumlah yang harus dibayarkan kepada pemerintah. Pajak tidak langsung cenderung lebih tersembunyi, karena sudah tercampur dalam harga barang atau jasa yang dibeli.
  5. Contoh Nyata
    Pajak langsung: Pajak Penghasilan, Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Bumi dan Bangunan.
    Pajak tidak langsung: PPN, cukai, pajak impor.

Mengapa Pajak Langsung dan Tidak Langsung Sama-sama Penting?

Sekarang mungkin Sobat bertanya-tanya, "Kenapa sih, negara butuh dua jenis pajak ini?" Sebenarnya, keduanya memiliki peran yang sama pentingnya dalam ekonomi negara. Pajak langsung umumnya menjadi sumber pendapatan utama yang stabil dan bersifat progresif. Ini artinya orang yang lebih kaya atau memiliki lebih banyak aset membayar lebih banyak pajak, yang pada akhirnya membantu dalam distribusi kekayaan yang lebih adil.

Di sisi lain, pajak tidak langsung lebih mudah dipungut dan mencakup berbagai lapisan masyarakat. Misalnya, setiap kali kita membeli barang di toko, kita berkontribusi pada penerimaan negara melalui PPN. Pajak tidak langsung memungkinkan negara untuk mengumpulkan pendapatan dari berbagai transaksi ekonomi yang terjadi setiap hari.

Dengan memiliki dua jenis pajak ini, negara bisa mengandalkan sistem perpajakan yang lebih stabil dan seimbang. Misalnya, saat penerimaan dari pajak penghasilan berkurang karena resesi ekonomi, pajak tidak langsung seperti PPN masih tetap bisa diandalkan karena orang-orang tetap melakukan transaksi sehari-hari.

Tantangan dalam Pajak Langsung dan Tidak Langsung

Meskipun penting, baik pajak langsung maupun tidak langsung memiliki tantangan masing-masing. Pada pajak langsung, tantangannya adalah kepatuhan pajak. Tidak semua orang dengan sukarela melaporkan penghasilannya dengan benar, sehingga pemerintah harus melakukan audit dan pemeriksaan untuk memastikan semua wajib pajak membayar sesuai ketentuan.

Sementara itu, tantangan pajak tidak langsung adalah dampak sosialnya. Karena pajak tidak langsung diterapkan sama rata kepada semua orang, tanpa memandang penghasilan, pajak ini bisa menjadi beban yang lebih berat bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Misalnya, ketika PPN dinaikkan, orang dengan penghasilan rendah akan merasakan dampak yang lebih signifikan daripada orang kaya, meskipun nominal yang dibayarkan sama.

Kesimpulan: Pajak Langsung vs Pajak Tidak Langsung

Jadi, Sobat, sudah paham kan perbedaan antara pajak langsung dan pajak tidak langsung? Intinya, pajak langsung dibayar langsung oleh wajib pajak dan tidak bisa dialihkan, sedangkan pajak tidak langsung bisa diteruskan ke konsumen akhir melalui harga barang atau jasa. Kedua jenis pajak ini sangat penting bagi perekonomian negara, meskipun memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda.

Pajak langsung lebih transparan dan bersifat progresif, sementara pajak tidak langsung lebih tersembunyi dalam harga barang atau jasa dan bisa mempengaruhi semua orang dengan cara yang sama. Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa lebih bijak dalam menyikapi kewajiban pajak Anda.

Terakhir, jika Anda sedang menjalankan bisnis, pastikan Anda memiliki pemahaman yang baik tentang kedua jenis pajak ini. Mengelola pajak dengan benar bukan hanya membantu Sobat menghindari masalah dengan hukum, tapi juga bisa membantu bisnis Anda berjalan lebih efisien dan menguntungkan.

October 18, 2024
Baca Sekarang

Kami sediakan update terbaru, tutorial, dan tips terbaik untuk Anda
Septian Rishal
August 11, 2020
August 11, 2020

5 Langkah Awal Belajar Bisnis Online

Melalui media sosial, Anda sudah bisa mengembangkan bisnis secara online yang keuntungannya tidak kalah dari bisnis langsung. Namun, cara untuk memulai menjadi pebisnis daring tentunya tidak mudah. Banyak hal yang perlu disiapkan untuk rencana kedepannya. Untuk itu perlu manajemen yang benar-benar teratur agar bisnis tidak keteteran. Anda tidak perlu khawatir karena semua itu bisa di handle dengan mudah oleh moota.co yang menawarkan berbagai jasa menarik.

Inilah Tahapan yang Perlu Dilakukan Pemula untuk Berbisnis Daring

1. Menguatkan Niat dan Tekad

Hal pertama yang harus dilakukan tentunya mempersiapkan mental dan niat terlebih dahulu. Penting untuk menguatkan tekad dengan motivasi tinggi agar bisnis dapat dijalani dengan suka cita tanpa perasaan yang mengganjal. Dalam memulai bisnis online, perlu mengetahui alasan mengapa Anda tertarik memulai bisnis tersebut. Entah karena desakan ekonomi atau sekadar ingin mengisi waktu luang.

Jangan pernah menganggap remeh langkah pertama ini. Meskipun terkesan sepele, faktanya membangun bisnis dengan niat setengah-setengah tentunya tidak menghasilkan hal baik. Karena dalam proses jualan online dilakukan dengan tidak maksimal.

2. Mempersiapkan Modal dan Menentukan Barang

Langkah kedua yang perlu dilakukan adalah menyiapkan dana. Dengan begitu, Anda bisa tahu mempunyai budget berapa untuk memikirkan langkah selanjutnya dalam penentuan produk yang akan dijual.

Menentukan produk bisa meminta saran kepada teman atau keluarga yang sekiranya nanti dapat laku keras. Biasanya barang-barang yang dijual akan kalah saing dengan para pengusaha UKM yang telah terlebih dahulu mempunyai nama.

Apalagi jika pilihan produk yang ingin dijual sudah pasaran, maka perlu pintar-pintar memikirkan strategi. Toko online yang baik berarti bisa memikirkan bagaimana produknya dikenal luas oleh masyarakat. Misalnya dengan ciri khas pengemasan yang unik dan menarik.

3. Memahami Posisi dalam Usaha Online

Dalam melakukan bisnis daring, terdapat beberapa istilah yang mungkin masih asing bagi pemula. Misalnya seperti drop shipper, supplier, dan sejenisnya. Namun, kini telah tersedia moota.co yang semakin memudahkan Anda dengan membantu manajemen order, transaksi, dan masih banyak lainnya.

Nah, istilah yang paling sering di dengar di dunia bisnis daring yaitu reseller. Istilah ini merujuk kepada seseorang yang membeli produk kepada produsen untuk dijual kembali dengan mengambil keuntungan dan harus mempunyai stok barang.

Selain itu, terdapat pula istilah dropship yang memiliki arti cukup mirip. Perbedaannya, tidak perlu menyetok barang sehingga ketika ada pemesanan yang masuk itu akan secara langsung diteruskan ke supplier. Dengan begitu, kedua pihak akan mendapatkan keuntungan.

4. Membuat Lapak Website

Selanjutnya, Anda perlu membuat lapak bisnis sendiri dengan menghadirkan katalog. Katalog itulah yang nantinya memudahkan para pembeli untuk melihat barang jualan Anda. Apabila telah mendapatkan kepercayaan konsumen, maka Anda bisa mempertimbangkan bisnis untuk masuk ke tahap scale up. Salah satu tandanya yaitu ketika telah membutuhkan karyawan tambahan.

5. Menyediakan Rekening Penjualan

Jangan mencampurkan pendapatan online dengan uang pribadi. Karena nantinya akan susah menghitung laba bersih dari omzet yang telah ada. Oleh karena itu, kehadiran rekening khusus sangat diperlukan oleh setiap pebisnis daring.

Ditambah, dengan rekening khusus tersebut akan memudahkan Anda dalam mengelola keuangan. Sebab jika hasil pendapatan tidak dipisah menggunakan rekening terpisah pasti akan memusingkan sewaktu menghitung hasil yang diperoleh selama berjualan.

Itulah 5 tahapan awal yang diperlukan pemula dalam memulai bisnis daring. Dengan menggunakan jasa moota.co yang telah membantu lebih dari 7200 pebisnis daring diluar sana dalam memanajemen transaksi, pengecekan order, unlimited website, dan lain-lain. Keuntungan yang lebih menggiurkan ialah Anda bisa menghemat waktu dan mempercayakannya untuk diurus oleh jasa terpercaya ini.

Baca Sekarangbaca sekarang
Septian Rishal
July 2, 2020
July 2, 2020

7 Ide Bisnis yang Bisa Dijalankan dari Rumah (Work from Home)

Dalam situasi yang penuh ketidakpastian seperti sekarang semua orang mengandalkan usaha masing-masing untuk bertahan hidup. Bayangkan saja semua perkantoran berhenti beroperasi, sekolah-sekolah ditutup, dan hanya penjual makanan saja yang diperbolehkan beroperasi. Jika berlangsung dalam waktu lama, akan terjadi bencana karena semua orang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Istilahnya saat dalam kondisi serba kekurangan, dapur harus terus ngebul.

Sebagai individu yang memiliki keahlian tertentu, terlebih kemampuan internet marketing, kita tidak boleh berpangku tangan begitu saja. Cobalah mencari ide bisnis yang bisa dijalankan dari Rumah. Berikut kami sampaikan di sini 7 Ide Bisnis Yang Bisa Dijalankan dari Rumah (Work From Home), ini informasinya :

1. Jasa Penerjemah

Saya yakin anda memiliki kemampuan berbahasa asing yang oke. Bahasa asing yang dikuasi bisa beragam mulai dari bahasa Jepang, Bahasa Jerman, Bahasa Korea, Hingga Bahasa Inggris, yang umum dikuasai. Di zaman modern seperti sekarang, kemampuan berbahasa Inggris mutlak diperlukan. Rupa-rupanya menjalankan jasa penerjemah menjadi opsi menguntungkan untuk mendulang rupiah. Menjalankan usaha ini tak mengharuskan anda pergi ke luar rumah, anda bisa mempromosikan jasa terjemahan melalui medsos atau jejaring sosial. Cobalah promosikan layanan terjemahan anda melalui jalur komunikasi online seperti whatsapp dan sebagainya.

2. Jasa Tulis Artikel

Punya kemampuan menulis artikel ? kini manfaatkan kemampuan anda ini untuk mendatangkan uang. Banyak sekali tema yang bisa anda pilih seperti otomotif, kesehatan, kecantikan, dan teknologi. Meski para blogger punya banyak website, banyak dari mereka yang tidak banyak waktu untuk menulis konten yang menjual. Dalam hal ini anda bisa menawarkan jasa tulis artikel kepada mereka. Kendati anda tetap bekerja dari rumah, ini tak berarti pendapatan anda stagnan. Dengan membuka jasa tulis artikel anda bisa berharap banyak untuk mendapatkan cukup penghasilan.

3. Jasa Desain Grafis

Punya kemampuan grafis yang jempolan meski skill menulis nya tidak begitu menonjol. Itu berarti dunia desain harus anda geluti. Silakan tawarkan jasa apa saja yang berkaitan dengan desain grafis. Dalam hal ini anda bisa menawarkan jasa membuat desain poster, kaos, sablon, dan logo merek. Di luar sana banyak sekali orang yang memerlukan jasa desain grafis. Ini adalah opsi yang cukup menjanjikan bagi anda.

Untuk bekerja membuat aneka desain grafis, anda harus mempunyai PC atau laptop. Berikut aplikasi grafis yang akan dipakai untuk membuat desain grafis berkualitas tinggi. Buatlah beberapa desain menarik sebagai contoh kemudian ditawarkan di beberapa forum jual beli desain di Internet. By the way tariff membuat desain dari orang luar lebih gede lho.

4. Membuka Toko Online

Katakanlah anda membuat beberapa situs toko online sebagai ganti aktivitas berjualan offline di pinggir jalan. Di masa pandemic ini, opsi membuat website olshop adalah opsi beralasan. Tentu harga jualnya pun lebih besar ketimbang berjualan offline. Kini manfaatkan skill anda dengan membuat website online shop, atau bahkan berjualan online.

Jika memilih berjualan online, anda bisa menjual berbagai produk di banyak marketplace lokal seperti Tokopedia, Marketplace Facebook, Lazada, Bukalapak, dan lain-lain. Jika berpendapat bahwa menjual produk di marketplace lokal itu sesuatu yang ribet dan memusingkan. Anda bisa menjual produk anda di forum chatting seperti Instagram dan whatsapp.

5. Jualan Pulsa dan Paket Internet

Aturan pemerintah mengharuskan kita untuk lebih banyak berada di rumah. Untuk menyiasati kondisi ini anda bisa mencoba jualan pulsa dan paket internet. Jualan pulsa dan paket internet sangat cocok karena anda bisa terus berada di rumah sambil mendulang uang yang cukup banyak. Pandemi korona membuat semua orang mencari ide bisnis rumahan, dan ini merupakan salah satunya.

6. Menjual Snack Kiloan

Ini adalah sebuah ide kreatif dan cocok dijadikan usaha rumahan. Banyak orang gemar dengan makanan kecil dan dari dulu tak pernah turun prospek penjualannya. Untuk memulai usaha ini pun tak perlu modal terlalu banyak, namun sudah pasti harus punya kenalan supplier snack. Kalau bisa supplier tersebut harus seseorang yang sudah anda kenal baik sehingga anda bisa membeli produk mereka dengan harga murah.

7. Menjadi Youtuber

Menjadi youtuber kini bisa dilakukan selama masa wfh ini. Buatlah video-video yang keren dan bermanfaat kemudian upload ke youtube. Jangan lupa membuat akun youtube nya dan kumpulkan subscriber yang banyak, lalu datangkan traffic ke semua video anda hingga anda menjadi youtuber jutawan.

Itulah beberapa ide bisnis yang bisa dengan mudah anda jalankan dirumah, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Baca Sekarangbaca sekarang
Septian Rishal
July 2, 2020
July 2, 2020

Indikator Bisnis Siap untuk melakukan Scale Up

Jarak antara kesuksesan dengan harapan tidaklah terlalu jauh. Ketika anda mengharapkan sebuah keberhasilan maka tidak lain yang anda perlukan adalah sebuah kerja keras. Upaya nyata yang dilakukan untuk mencapai semua keberhasilan itu. Namun jika anda tidak begitu berpengalaman dalam menjalankan bisnis, di sini kami akan memberi panduan yang pasti anda perlukan.

Pertama-tama kita akan membahas isu bisnis startup sebagai permulaan dari bahasan ini. Anda tahu sebuah startup memulai bisnis dalam skala kecil, dengan personel yang jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari, yang tentu berbeda jauh dengan bisnis berskala lebih besar dengan personel yang jumlahnya ratusan. Kalau bisnis anda sudah berada di fase ini, maka bisnis itu sudah waktunya untuk dikembangkan (scale up).

Ketika melihat bahwa upaya untuk melakukan scale up diperlukan. Pemilik bisnis tidak harus secara penuh mengontrol segalanya karena justru yang diperlukan di sini adalah sebuah sistem bisnis yang memungkinkan segalanya berjalan secara otomatis. Meski begitu anda harus bisa menentukan kapan sebuah bisnis memerlukan scale up.

Jika ingin menghemat biaya dengan terus membiarkan bisnis yang kita jalankan berada dalam skala kecil terus menerus itu bisa saja dilakukan oleh semua orang. Namun tidak puas rasanya menjalankan bisnis jika skalanya masih seperti itu-itu saja. Dalam hal ini sebagai upaya mengembangkan bisnis diperlukan biaya untuk menambah gaji karyawan, membeli peralatan baru.

Scale up diperlukan ketika pemilik bisnis melihat bahwa pada sebuah titik, terjadi peningkatan beban kerja karyawan hingga biaya operasional karena permintaan yang terus meningkat dan daripada itu, sekali lagi, segalanya perlu penyesuaian.

Berikut Adalah Indikasi Bisnis Kecil anda harus di Scale UP

a. Saat Beban Kerja Karyawan Meningkat

Tak dirasa kini dalam sebulan permintaan terhadap produk yang anda jual meningkat beberapa persen dan ini membuat karyawan harus bekerja ekstra keras untuk memenuhi semua permintaan itu. Dalam hal ini ada banyak langkah baru yang perlu dilakukan antara lain dengan mengikut sertakan freelancer dalam lini produksi, agar beban kerja karyawan bisa dikurangi. Meskipun begitu opsi ini bisa jadi malah membuat anda menggelontorkan biaya tambahan.

Sesekali tanyalah karyawan, seperti apa kini beban kerja mereka. Mereka pasti memberi jawaban kendati jawabannya itu sifatnya subyektif. Tetapi jika secara umum menjawab bahwa mereka telah bekerja melebihi apa yang seharusnya mereka lakukan, ini berarti scale up adalah satu-satunya opsi yang harus dilakukan. Dengan scale paling tidak terjadi pengurangan beban kerja karyawan anda.

b. Saat Sistem Sudah Kurang Efektif

Beban kerja biasanya berkaitan dengan sistem yang kita gunakan. Salah satunya adalah teknologi pendukung. Contohnya misal lembaga donasi yang sedang mengumpulkan uang secara online. Jika kita mengumpulkanya manual dan mengecek mutasi secara satu-satu, tentu akan sangat lama dan membuang banyak waktu.

Berbeda dengan lembaga donasi yang sudah menggunakan sistem autoconfirm, misalnya integrasi website dengan sejoli dan moota. Setiap orang yang melakukan donasi akan otomatis di konfirmasi, dihitung dan ditotalkan. Kita mudah untuk melihat laporan keuangan yang telah dikumpulkan.

Itulah mengapa sistem juga perlu diperhatikan ketika bisnis mulai kewalahan dalam mehandle beban kerja.

c. Memilih Model Penjualan yang Pas

Ketika bisnis yang dijalankan telah mencapai usia beberapa tahun ini mengindikasikan bahwa tidak ada lagi fase coba-coba dalam operasional bisnis anda. Semua personel sudah betul-betul paham seperti apa seharusnya mereka menghandle calon pelanggan di semua tahap, setelah itu melakukan personalisasi di tahap lebih lanjut. Apabila semua tahapan bisa dijalankan dengan lancar dan semua proses berulang, itu menjadi pertanda bahwa bisnis yang dijalankan siap dibawa ke audiens yang lebih besar. Banyak segmen pun bisa diperhitungkan dengan seksama.

Apabila model penjualan terbaik untuk bisnis tidak bisa begitu saja ditentukan oleh anda. Barangkali sebuah dasar kuat bisa diciptakan untuk diterapkan oleh anda bersama tim. Harus ada fondasi kokoh yang memiliki langkah-langkah konkrit, jelas, dan semua bisa memahaminya sebagai sebuah tindak lanjut untuk lebih maju.

Baca Sekarangbaca sekarang
Keuangan
Lihat Semua
Tutorial
Lihat Semua
Jangan Lewatkan Update Tips Terbaru dari Kami!
Dengan berlangganan artikel kami, Anda akan mendapatkan notifikasi langsung setiap kali kami memposting konten baru.
Aplikasi untuk pengecekkan mutasi dan saldo rekening Anda, dimana mutasi rekening Anda kami dapatkan dari akun iBanking Anda.
Office
Jl. Sunda, No 85, Kel. Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Workshop
Jl Terusan Cikutra Baru No. 3B Kel. Neglasari Kec. Cibeunying Kaler Bandung
Download Moota di
2025 © All rights reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram