Moota Luncurkan Fitur Baru BCA Individu, Lebih Flexibel dan Tetap Hemat

Bandung, 24 Oktober 2023 - Moota, platform layanan keuangan terkemuka dan telah menyediakan layanan kepada ribuan pengguna, mengumumkan serangkaian pembaruan signifikan yang akan meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengelola keuangan mereka.

Pembaruan yang paling mencolok adalah di Bot BCA Individu, yang menghadirkan sejumlah perubahan dan fitur baru yang signifikan. Dalam rangka memberikan informasi yang lebih lengkap dan transparan kepada para pengguna, berikut adalah poin-poin utama yang perlu diketahui:

Fitur Baru di Bot BCA Individu:

1. Mutasi Hingga 30 Hari Terakhir atau per Bulan Berjalan

Pembaruan ini memungkinkan pengguna Moota untuk melihat mutasi hingga 30 hari terakhir atau per bulan berjalan. Misalnya, jika Anda baru menambahkan akun bank pada tanggal 15 Agustus, Anda dapat menelusuri mutasi hingga 30 hari sebelumnya dari tanggal yang Anda tambahkan. Fitur ini memberikan fleksibilitas lebih besar dalam memantau dan mengelola keuangan pribadi atau bisnis Anda.

2. Mutasi Lebih Lengkap dan Sama dengan Internet Banking

Dengan Bot BCA versi terbaru, data mutasi yang diakses melalui Moota akan sama lengkapnya dengan data yang terdapat di internet banking BCA. Hal ini memudahkan pengguna untuk memantau dan mencocokkan catatan keuangan mereka dengan lebih efisien.

3. Penyesuaian Tarif Layanan

Mengingat tingginya permintaan dan penggunaan sumber daya yang lebih besar dalam penyediaan fitur-fitur baru ini, tarif layanan Bot BCA Individu mengalami penyesuaian. Harga yang ditawarkan tetap sangat terjangkau, dengan tarif sebesar Rp2.400 per hari.

CEO Moota, Rezza Kurniawan, menjelaskan, "Kami mengambil langkah ini untuk memenuhi persyaratan kerja sama dengan pihak BCA, sehingga kami dapat terus memberikan layanan yang optimal untuk akun BCA Individu. Selain itu, migrasi BSI Individu dan BSI Giro juga telah kami lakukan dengan sukses, sehingga pengalaman pengguna semakin stabil."

Proses Migrasi Bot BCA adalah tahap kunci dalam perubahan ini. Meskipun awalnya dijadwalkan pada tanggal 23 Oktober 2023 antara jam 21:00 hingga 23:50 WIB, Namun, untuk memastikan transisi yang mulus dan tanpa hambatan, proses ini memakan sedikit lebih banyak waktu, yakni dari jam 21:00 hingga jam 5:00 pagi.

Baca Juga : Fitur Baru Bot BCA Individu dan Penyesuaian Tarif BRI IBBIZ & BCA Individu - Moota.co

Selama proses migrasi, pengguna Moota mungkin melihat beberapa perubahan pada platform, termasuk dalam hal mutasi. Walaupun mutasi tetap dicatat dengan normal. Namun, untuk memastikan kelancaran proses migrasi, fitur Webhook dan API notification untuk BCA Individu akan dinonaktifkan sementara. Hal ini bertujuan untuk menghindari gangguan selama proses migrasi berlangsung.

Moota berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dan inovasi yang meningkatkan pengalaman pengguna dalam mengelola keuangan. Ini adalah langkah besar dalam rangka memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna Moota dalam mengatur, memantau, dan memahami keuangan mereka dengan lebih baik.

October 24, 2023
Baca Sekarang

1 39 40 41
Kami sediakan update terbaru, tutorial, dan tips terbaik untuk Anda
arizaz
June 20, 2024
June 20, 2024

Cara Mudah Mengelola Stok Barang dengan Sistem Just-in-Time (JIT)

Kamu pernah nggak sih ngalamin overstock atau malah kehabisan barang di gudang? Nah, dari moota ada solusi keren buat masalah ini, namanya sistem Just-in-Time (JIT). Sistem ini bikin pengelolaan stok barang jadi lebih efisien. Yuk, kita bahas lebih lanjut tentang JIT dan gimana cara menerapkannya di bisnis kamu.

Sistem Just-in-Time (JIT)
Sistem Just-in-Time (JIT)

Apa Itu Just-in-Time (JIT)?

Sistem Just-in-Time (JIT) bertujuan untuk mengurangi jumlah barang yang disimpan di gudang. Caranya, kita hanya memproduksi atau memesan barang ketika ada permintaan. Dengan begitu, kamu bisa mengurangi biaya penyimpanan dan risiko barang usang atau kadaluarsa.

Kenapa JIT Itu Penting?

Tahun 2024, bisnis semakin kompetitif. Pengelolaan stok yang efisien jadi kunci utama untuk tetap bersaing. Data dari Global Market Insights menunjukkan bahwa pasar sistem manajemen inventaris global diperkirakan mencapai $5 miliar pada tahun 2024, naik dari $2,5 miliar pada tahun 2020. Jadi, banyak bisnis yang mulai beralih ke sistem seperti JIT untuk efisiensi.

JIT nggak cuma menghemat biaya, tapi juga meningkatkan produktivitas. Ini juga membantu mengurangi pemborosan, karena barang nggak akan menumpuk di gudang.

Bagaimana Cara Kerja JIT?

Prinsip dasar JIT adalah "produksi sesuai permintaan." Artinya, kamu hanya memproduksi atau memesan barang ketika ada permintaan dari pelanggan. Misalnya, kalau kamu punya toko online yang jualan baju, kamu baru pesan dari supplier ketika ada order dari pelanggan.

  1. Analisis Permintaan: Langkah pertama dalam menerapkan JIT adalah menganalisis permintaan pelanggan. Kamu perlu data yang akurat tentang tren pembelian dan musim puncak penjualan. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan software analisis data atau bahkan Google Analytics.
  2. Kolaborasi dengan Supplier: Kerjasama dengan supplier sangat penting dalam JIT. Kamu harus punya hubungan yang baik dengan supplier agar mereka bisa memenuhi pesanan dengan cepat dan tepat waktu. Buat perjanjian yang jelas mengenai waktu pengiriman dan kualitas barang.
  3. Manajemen Produksi: Kalau kamu memproduksi barang sendiri, pastikan proses produksi kamu efisien. Gunakan teknologi seperti mesin otomatis atau robotik untuk mempercepat produksi dan mengurangi kesalahan.
  4. Penggunaan Teknologi: Di era digital, penggunaan teknologi jadi kunci utama. Sistem manajemen inventaris otomatis, seperti ERP (Enterprise Resource Planning), bisa membantu kamu memonitor stok barang secara real-time. Aplikasi seperti Odoo atau Zoho Inventory juga bisa jadi pilihan.

Langkah-langkah Menerapkan Sistem Just-in-Time (JIT)

  1. Evaluasi Proses Bisnis Saat Ini: Sebelum menerapkan JIT, evaluasi dulu proses bisnis yang ada. Identifikasi area yang bisa ditingkatkan dan proses yang bisa diotomatisasi.
  2. Tentukan Target dan KPI: Tentukan target yang ingin dicapai dengan JIT, seperti mengurangi biaya penyimpanan atau meningkatkan kecepatan pengiriman. Buat Key Performance Indicators (KPI) untuk memantau pencapaian target.
  3. Pelatihan Tim: Pastikan tim kamu paham konsep JIT dan cara kerjanya. Lakukan pelatihan agar mereka bisa mengoperasikan sistem dengan baik.
  4. Implementasi Bertahap: Mulailah dengan mengimplementasikan JIT pada beberapa produk atau divisi terlebih dahulu. Setelah berjalan lancar, baru terapkan pada seluruh bisnis.
  5. Monitor dan Evaluasi: Selalu monitor dan evaluasi proses JIT. Gunakan feedback dari pelanggan dan data penjualan untuk melakukan perbaikan.

Tantangan dalam Menerapkan JIT

Meskipun JIT punya banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi:

  1. Ketergantungan pada Supplier: JIT sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan waktu pengiriman dari supplier. Kalau supplier nggak bisa memenuhi permintaan tepat waktu, bisnis kamu bisa terganggu.
  2. Fluktuasi Permintaan: Permintaan yang tidak stabil bisa menjadi tantangan. Kamu perlu sistem yang fleksibel untuk mengatasi perubahan permintaan.
  3. Investasi Teknologi: Implementasi JIT memerlukan investasi pada teknologi seperti software manajemen inventaris dan sistem otomatisasi. Ini bisa jadi biaya tambahan yang cukup besar.

Contoh Sukses Penerapan Sistem Just-in-Time (JIT)

Banyak perusahaan besar yang sukses menerapkan JIT. Contohnya, Toyota adalah pelopor JIT dan berhasil mengurangi biaya produksi serta meningkatkan efisiensi. Di Indonesia, beberapa perusahaan manufaktur juga mulai mengadopsi JIT untuk meningkatkan produktivitas.

Tips Sukses Menerapkan Sistem Just-in-Time (JIT)

  1. Pilih Supplier Terpercaya: Pastikan kamu bekerja dengan supplier yang bisa dipercaya dan mampu memenuhi permintaan dengan cepat.
  2. Gunakan Teknologi Canggih: Investasi pada teknologi yang tepat akan mempermudah implementasi JIT. Gunakan software yang bisa memantau stok barang secara real-time.
  3. Fokus pada Kualitas: JIT tidak hanya tentang kecepatan, tapi juga kualitas. Pastikan barang yang diterima atau diproduksi memiliki kualitas yang baik.
  4. Manajemen Risiko: Siapkan rencana cadangan untuk mengatasi kemungkinan masalah seperti keterlambatan pengiriman atau fluktuasi permintaan.
  5. Komunikasi yang Efektif: Pastikan komunikasi antara tim internal dan supplier berjalan lancar. Informasi yang jelas dan cepat akan membantu mengurangi kesalahan dan keterlambatan.

Kesimpulan Sistem Just-in-Time (JIT)

Mengelola stok barang dengan sistem Just-in-Time (JIT) memang memerlukan persiapan dan investasi, tapi manfaatnya sangat besar untuk efisiensi bisnis. Di era digital dan kompetitif seperti tahun 2024, penggunaan sistem manajemen inventaris yang tepat bisa menjadi keunggulan kompetitif. Dengan JIT, kamu bisa mengurangi biaya penyimpanan, menghindari pemborosan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Jadi, yuk mulai terapkan JIT di bisnis kamu dan rasakan manfaatnya!

Itu dia pembahasan dari moota tentang mengelola stok barang dengan sistem JIT. Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan di bisnis kamu! Kalau ada pertanyaan atau butuh bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami. Selamat mencoba!

Baca Sekarangbaca sekarang
arizaz
June 18, 2024
June 18, 2024

5 Usaha Sampingan Modal Kecil Untuk Siapa Saja

Apa pekerjaan utama Anda? Karyawan, mahasiswa, atau mungkin ibu rumah tangga? Apapun status Anda, tidak ada salahnya untuk memulai Usaha Sampingan Modal Kecil sejak dini. Bicara soal usaha, memang gampang-gampang susah. Namun, kalau Anda tidak segera memulainya, maka Anda tidak akan tahu apakah Anda bisa berhasil atau tidak. Nah, bagaimana cara memulai usaha sampingan yang menghasilkan?

Apabila Anda masih awam di dunia bisnis, lebih baik simak saja yuk jenis-jenis usaha sampingan yang dapat dikerjakan oleh pemula dan berpotensi memberikan keuntungan besar apabila ditekuni dengan baik

1. Usaha Sampingan Modal Kecil Pertama: Jasa Pembuatan Konten

usaha sampingan online (source: pixabay.com)

Anda punya keahlian menulis? Atau bisa membuat desain-desain grafis nan menarik? Mengapa tidak memanfaatkannya dengan membuat usaha pembuatan konten?

Tentu selain kemampuan, Anda juga membutuhkan promosi yang tepat sasaran. Maka dari itu, buatlah akun media sosial yang menarik dan tawarkan jasa Anda dengan baik. Jangan lupa untuk selalu meriset konten seperti apa yang dibutuhkan oleh orang-orang.

2. Kue Kering

usaha sampingan ibu rumah tangga (source: pixabay.com)

Kue kering tidak hanya diminati pada saat lebaran, lho. Di luar lebaran, banyak juga orang yang memesan makanan yang satu ini. Nah, bagaimana cara agar produk kue kering Anda diminati banyak orang? Tentu inovasi menjadi kunci penting.

Buatlah kemasan produk menarik. Kemudian, jangan lupa untuk membuat rasa-rasa unik. Kue kering semacam nastar dan kastengel mungkin sudah biasa. Namun, bagaimana dengan kue red velvet? Atau kue kering Ovomaltine, dan sebagainya?

Penggunaan kemasan menarik, produk berperisa unik, dan juga promosi yang menyenangkan akan membuat produk Anda mampu mencuri perhatian banyak orang.

3. Busana Kekinian

usaha sampingan fashion (source: pixabay.com)

Tren busana memang akan selalu berganti. Namun, apabila Anda punya passion besar di bidang ini, bukan tidak mungkin Anda dapat meraih kesuksesan.

Buat riset tentang busana-busana apa saja yang sedang diminati. Kemudian, rancanglah bisnis Anda. Apakah Anda akan memproduksi busana sendiri, atau Anda mau menjadi makelar dari supplier besar. Promosikan busana yang Anda jual secara optimal, dan pastikan bahwa produk Anda berkualitas serta nyaman digunakan.

4. Peralatan Bayi

usaha sampingan tanpa modal (source: pixabay.com)

Sejak dulu, peralatan bayi akan selalu laris manis diborong. Maklum, setiap harinya akan selalu ada bayi yang lahir. Nah, daripada sekadar menjadi konsumen, mengapa Anda tidak memulai untuk berbisnis perlengkapan bayi?

Apalagi, semakin banyak saja perempuan yang berfokus pada konten seputar kehidupannya sebagai ibu di Instagram. Ini akan membantu Anda untuk mempromosikan produk sekaligus melihat produk-produk bayi apa saja yang sedang trendy.

Kualitas perlu diperhatikan betul-betul dalam bisnis ini, lho. Soalnya, bayi lebih sensitif daripada orang dewasa. Jangan sampai Anda menjual produk yang berbahaya bagi mereka.

5. Usaha Sampingan Modal Kecil Terakhir: Makanan Diet

usaha sampingan untuk karyawan (source: pixabay.com)

Siapa sih, yang tidak mau punya badan ideal? Baik pria maupun wanita tentu menginginkan hal ini. Namun, untuk mewujudkannya, perlu perjuangan panjang. Mengurangi makanan menjadi solusi, tetapi tentu ini sedikit berbahaya bagi kesehatan.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, Anda bisa lho membuka usaha katering diet. Ini akan sangat membantu mereka yang sedang berdiet untuk mendapatkan asupan kalori sesuai kebutuhan dan tidak jatuh sakit lantaran kelaparan.

Nah, ajak rekan yang paham soal masalah keseimbangan gizi ya untuk memulainya. Atau, Anda juga bisa berkonsultasi dengan ahli gizi.

Itulah beberapa usaha sampingan yang menghasilkan apabila dijalankan dengan serius dan dipromosikan dengan baik. Pilihlah usaha yang memang sesuai dengan minat Anda, jalankan dengan baik dan juga dengan tekun supaya mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Baca Sekarangbaca sekarang
arizaz
June 12, 2024
June 12, 2024

Tips Merekrut Tim Bisnis yang Solid

Membangun bisnis itu seru, tapi juga penuh tantangan. Ketika bisnis mulai berkembang, pemilik yang awalnya bekerja sendiri atau berdua mulai merasakan kebutuhan untuk memiliki tim. Nah, merekrut orang baru untuk tim bisnis bisa menjadi langkah penting yang tidak bisa sembarangan. Kalau salah pilih, bisa rugi besar! Yuk, simak tips ampuh untuk merekrut tim bisnis yang solid di bawah ini

Tips Ampuh Merekrut Tim Bisnis yang Solid

Tips Merekrut Tim Bisnis

1. Tips Merekrut Tim Bisnis Pertama: Identifikasi Posisi yang Dibutuhkan

Pertama-tama, tentukan posisi apa saja yang dibutuhkan. Misalnya, kamu butuh orang untuk urusan SEO, pemasaran, programming, atau akunting. Cari orang yang memiliki keahlian yang tidak dimiliki anggota tim lainnya. Jadi, tim kamu akan menjadi lebih komplet dan kuat.

Selain itu, tentukan juga apakah posisi tersebut butuh pegawai kontrak atau tetap. Sesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan bisnismu. Kalau anggaran terbatas, mungkin pegawai kontrak bisa menjadi solusi sementara.

2. Lakukan Wawancara dengan Tepat

Wawancara itu bukan sekadar ngobrol-ngobrol santai. Kamu harus punya strategi agar bisa mendapatkan orang yang tepat. Salah pilih pegawai bisa membuat bisnismu rugi besar, mulai dari biaya pelatihan ulang, keluhan klien, hingga waktu dan tenaga untuk rekrut ulang.

Cari kandidat yang punya visi dan passion yang sama dengan bisnismu. Misalnya, kalau bisnismu bergerak di bidang teknologi, pastikan calon pegawai juga suka dan paham tentang teknologi. Selain itu, keahlian calon pegawai juga penting. Jangan hanya percaya pada apa yang tertulis di CV, tanyakan juga pencapaian yang pernah mereka raih berdasarkan keahlian tersebut.

3. Fleksibilitas adalah Kunci

Bisnis seringkali mengalami perubahan strategi. Kamu perlu orang yang bisa mengikuti perubahan dan adaptif. Pilih pegawai yang bisa mengikuti perubahan dan tidak terganggu dengan strategi bisnis baru. Mereka harus bisa bekerja di lingkungan yang dinamis dan siap menerima tantangan baru setiap saat.

4. Cari yang Punya Jiwa Wirausaha

Merintis bisnis penuh risiko. Kamu butuh orang yang siap menghadapi risiko-risiko tersebut dan punya jiwa wirausaha. Mereka biasanya memiliki ide-ide baru dan inovatif untuk perusahaan.

Saat wawancara, coba berikan pertanyaan contoh kasus yang relevan. Lihat bagaimana mereka mengatasinya dan apakah solusinya sesuai dengan visi perusahaan. Ini bisa menjadi indikator apakah mereka cocok untuk tim bisnismu atau tidak.

5. Rasa Ingin Tahu dan Mau Belajar

Kamu pasti ingin tim yang tidak hanya bisa menerima instruksi, tapi juga punya kemauan untuk belajar. Orang yang punya rasa ingin tahu biasanya lebih kreatif dan inovatif. Mereka akan terus mencari cara baru untuk meningkatkan performa perusahaan.

Mintalah calon pegawai untuk bertanya di akhir wawancara. Semakin cerdas pertanyaan yang diajukan, semakin besar kemungkinan mereka punya rasa ingin tahu yang tinggi dan kemauan belajar.

Jangan Lupa Pelatihan dan Pengembangan Karier

Membangun tim bisnis yang solid tidak berhenti setelah proses rekrutmen. Kamu juga perlu memberikan pelatihan atau pengembangan karier untuk karyawan. Sesekali, adakan acara di luar kantor untuk mempererat hubungan antar karyawan. Ini penting untuk menciptakan tim yang kompak dan solid.

Kesimpulan Tips Merekrut Tim Bisnis

Membangun tim bisnis yang solid memang butuh usaha ekstra, tapi hasilnya pasti sepadan. Dengan tim yang tepat, bisnismu bisa berkembang lebih cepat dan sukses di masa depan. Jangan lupa untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan strategi rekrutmen sesuai dengan perkembangan bisnis dan kebutuhan pasar.

Semoga tips dari Moota di atas bisa membantu kamu dalam merekrut tim bisnis yang solid dan bisa membawa perusahaanmu ke level selanjutnya. Selamat mencoba dan sukses selalu!

Baca Sekarangbaca sekarang
1 39 40 41 42 43 121
Keuangan
Lihat Semua
arizaz
September 22, 2023
September 22, 2023

7 Perbedaan Dasar Kartu Debit Dan Kartu Kredit

Begitu banyak metode pembayaran modern yang populer saat ini, mulai dari e-wallet hingga pemindai kode QR di smartphone. Namun, kartu debit dan kartu kredit masih tetap berada di puncak daftar favorit.

Mereka sering menawarkan berbagai promosi menarik yang berbeda dari metode pembayaran lain dan memungkinkan Anda untuk bertransaksi tanpa uang tunai. Meskipun keduanya menawarkan kenyamanan yang sama, tetapi ada perbedaan mendasar yang perlu Anda ketahui.

1. Penampilan Fisik Kartu

Perbedaan pertama terlihat pada penampilan fisik kartu. Kartu kredit mencantumkan nama pemilik kartu dan masa berlaku untuk verifikasi identitas, sementara kartu debit tidak memiliki nama pemegang kartu.

2. Persyaratan untuk Pengajuan Kartu

Beda debit dan kredit juga terletak pada persyaratan pengajuannya. Untuk mendapatkan kartu kredit, Anda perlu menyiapkan dokumen seperti NPWP dan slip gaji. Namun, untuk kartu debit, Anda hanya perlu membuka rekening tabungan di bank.

3. Kegunaan dan Fungsi

Kartu kredit memungkinkan pembelian barang tanpa pembayaran uang muka dan sesuai untuk transaksi besar. Kartu debit digunakan untuk pembelian yang harus dibayar langsung.

4. Sumber Dana

Kartu kredit memungkinkan penundaan pembayaran dengan bank penerbit yang menyediakan uang sementara. Kartu debit menggunakan dana langsung dari saldo tabungan Anda.

Moota: Keuangan Lebih Tertata, Hidup Lebih Tenang

5. Biaya Administrasi

Pemegang kartu kredit membayar biaya administrasi tahunan dan berbagai biaya lainnya. Kartu debit memiliki biaya administrasi bulanan yang lebih terjangkau.

6. Fasilitas untuk Nasabah

Kartu debit memberikan diskon harga melalui kerja sama bank dengan pedagang mitra. Kartu kredit menawarkan diskon cicilan dan poin reward yang dapat ditukarkan dengan hadiah gratis.

7. Kontrol Pengeluaran

Kartu debit membantu Anda mengendalikan pengeluaran karena hanya bisa digunakan sesuai saldo tabungan. Kartu kredit cocok jika Anda mampu mengelola keuangan dan merencanakan pembelian besar.

Jadi, Pilih yang Mana?

Setelah mengetahui perbedaan antara kartu debit dan kartu kredit, Anda mungkin masih bingung tentang pilihan yang tepat. Secara sederhana, jika Anda ingin lebih mengontrol pengeluaran Anda, maka kartu debit adalah pilihan yang tepat karena Anda hanya bisa bertransaksi sesuai dengan saldo yang Anda miliki. Namun, jika Anda dapat mengatur keuangan dengan baik dan berencana untuk melakukan pembelian besar, maka kartu kredit bisa menjadi pilihan yang tepat.

Ternyata, perbedaan antara kartu debit dan kartu kredit melibatkan berbagai aspek, dari penampilan fisik hingga manfaat yang ditawarkan kepada nasabah. Namun, yang terpenting, baik Anda memiliki kartu debit atau kartu kredit, penting untuk tetap membayar biaya administrasi atau tagihan tepat waktu. Jadi, pastikan Anda memiliki dana yang cukup di rekening bank Anda untuk tujuan pembayaran, dan jangan khawatir!

Baca Sekarangbaca sekarang
arizaz
September 22, 2023
September 22, 2023

Pentingnya Catat Laporan Keuangan UKM Anda

Penting banget, nih, buat Anda yang punya bisnis kecil menengah (UKM), untuk rajin mencatat laporan keuangan UKM dengan baik. Gak perlu ribet, loh, ini penting buat pertumbuhan bisnis Anda. Simak tips dari moota yuk kenapa pencatatan keuangan itu jadi hal yang penting banget!

laporan keuangan UKM

Manfaat Laporan Keuangan UKM

1. Rencanakan Bisnis Anda dengan Lebih Baik

Bisnis yang sukses butuh perencanaan matang. Nah, pencatatan keuangan ini jadi dasarnya. Dengan catatan yang akurat, Anda bisa tahu dengan jelas berapa uang yang masuk dan keluar. Jadi, rencana bisnis bisa lebih realistis.

2. Hindari Masalah Saat Pelaporan Pajak

Gak mau kan masalah pajak? Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pencatatan yang baik dari awal. Dengan catatan keuangan yang rapi, perhitungan pajak jadi lebih gampang dan akurat. Ini ngebantu banget buat hindari pemberitahuan pajak yang bikin pusing.

3. Evaluasi Bisnis Anda dengan Lebih Baik

Untuk tahu sejauh mana bisnis Anda berkembang, Anda perlu melihat angka-angka. Dengan pencatatan yang baik, Anda bisa nilai performa bisnis Anda dengan lebih jelas. Ini bantu banget buat tahu apa yang perlu diubah atau ditingkatkan.

4. Jauhi Risiko Audit yang Menyita Waktu

Bisnis UKM lebih berisiko kena audit pajak. Makanya, catatan keuangan yang rapi bisa jadi penyelamat. Semakin akurat catatannya, semakin cepat audit selesai, dan Anda bisa fokus ke bisnis, bukan masalah audit.

5. Kontrol Modal, Aset, dan Hutang

Dengan catatan keuangan yang baik, Anda bisa tahu berapa modal dan aset yang dimiliki bisnis Anda. Catatan hutang yang rinci juga penting buat kelancaran keuangan. Ini membantu Anda menghindari masalah keuangan yang besar.

6. Tahu Keuntungan dan Kerugian Bisnis Anda

Catatan keuangan jadi alat untuk menilai keuntungan dan kerugian bisnis. Data finansial ini memberi Anda gambaran yang jelas tentang kondisi keuangan. Dengan informasi ini, Anda bisa buat keputusan yang lebih tepat.

7. Panduan untuk Pengambilan Keputusan

Pencatatan keuangan adalah panduan objektif buat melihat apakah strategi bisnis Anda berhasil. Dengan catatan yang jelas, Anda bisa tahu apa yang bekerja dan apa yang enggak, jadi bisa lakukan perubahan yang dibutuhkan.

8. Mudah Dapatkan Pinjaman

Catatan keuangan yang rapi memudahkan Anda minta pinjaman dari bank atau lembaga keuangan. Ini bukti kinerja bisnis Anda dan bikin evaluasi pihak bank jadi lebih gampang.

9. Manajemen Biaya yang Efektif

Pencatatan keuangan membantu Anda mengontrol dan memahami berbagai biaya bisnis. Dengan catatan yang rinci, Anda bisa analisis biaya dengan lebih baik dan atur harga produk dengan lebih tepat.

10. Perekam Jumlah Transaksi yang Akurat

Catatan keuangan mencatat semua transaksi dengan jelas. Informasi tentang jumlah transaksi yang akurat memberi kejelasan. Dengan catatan laporan keuangan UKM yang rapi, Anda bisa ambil langkah yang tepat buat sukseskan bisnis.

Jadi, intinya, catatan keuangan itu bukan cuman kewajiban, tapi fondasi penting buat pertumbuhan bisnis kecil Anda. Jangan remehkan, ya!

Baca Sekarangbaca sekarang
arizaz
September 21, 2023
September 21, 2023

BI FAST vs Real Time Online: Mana yang Cocok Buat Anda?

Buat Anda yang suka bertransaksi online dan sering kirim uang antar bank, pasti udah pernah denger deh tentang "BI FAST" dan "Real Time Online". Ini dua benda yang biasanya muncul waktu mau transfer duit, apalagi kalo kita suka ngerjain itu via internet banking atau mobile banking di smartphone.

Tapi, apa sih bedanya dua layanan transfer ini? Dan apa keuntungan buat kita? Nah, kita langsung to the point!

BI FAST: Buat yang Butuh Kecepatan

Menurut Bank Indonesia, BI FAST itu infrastruktur pembayaran nasional yang bisa nanganin pembayaran ritel secara real-time, aman, efisien, dan bisa digunakan 24 jam. Ini kaya upgrade dari layanan transfer yang udah ada sebelumnya.

BI FAST resmi muncul di Desember 2021, dibuat biar pembayaran makin lengkap, aman, dan efisien. Salah satu fitur canggihnya, Anda bisa kirim duit pake proxy address selain nomor rekening.

Real Time Online: Ciri Khas Bank Lama

Sebelum BI FAST hadir, biasanya kita pake layanan Real Time Online buat kirim duit online. Ini udah ada sejak bank konvensional mulai punya layanan online, buat di laptop/desktop atau lewat smartphone.

Selain kirim/menerima uang, Real Time Online bisa buat pantau riwayat transaksi, cek saldo, dan unduh bukti transaksi. Jadi, layanan ini bikin kita bisa akses beberapa fitur bank tanpa harus dateng langsung ke bank.

Perbedaan Mendasar

Walaupun keduanya bisa dipake 24/7, ada beberapa beda penting:

  • Nominal Transaksi:
    BI FAST bisa kirim uang mulai dari Rp1,00 sampe Rp250.000.000,00 per hari. Real Time Online, mulai dari Rp10.000,00 sampe Rp25.000.000,00 per hari.
  • Biaya Transaksi:
    BI FAST kenain biaya Rp2.500,00 per transaksi, sementara Real Time Online biayanya Rp6.500,00 per transaksi.
  • Fitur Proxy Address:
    Cuma BI FAST yang punya fitur ini. Anda bisa kirim uang pake nomor HP atau email. Real Time Online nggak ada fitur kayak gini.
  • Keamanan:
    BI FAST lebih canggih buat deteksi tindakan yang melanggar hukum kayak penipuan atau pencucian uang. Real Time Online lebih sederhana.

Ini adalah beberapa perbedaan mendasar yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memilih salah satu layanan tersebut.

Download 🔽

Keuntungan BI FAST

Ada beberapa untungnya kalo kita pilih BI FAST:

  1. Real Time :
    Transfer uang lewat BI FAST masuk rekening penerima langsung, gak ada penundaan.
  2. Lebih Lengkap:
    BI FAST bisa diakses via internet banking dan mobile banking. Bank Indonesia rencananya bakal bikin BI FAST bisa dipake via QRIS, ATM, dan EDC juga.
  3. Lebih Aman:
    Ada sistem keamanan tinggi buat deteksi penipuan dan tindakan melanggar hukum lainnya. Jadi, duit palsu bisa dikurangin.
  4. Lebih Efisien:
    BI FAST punya fitur proxy address, jadi kita bisa kirim uang cuma pake nomor HP atau email penerima.
  5. Lebih Murah:
    Biaya transfernya lebih ramah kantong, cuma Rp2.500,00 per transaksi, sementara Real Time Online Rp6.500,00.

Dengan berbagai keuntungan ini, BI FAST menjadi pilihan yang menarik untuk melakukan transfer uang secara online. Kecepatan, keamanan, dan efisiensi yang ditawarkan oleh BI FAST membuatnya menjadi opsi yang sangat baik bagi Anda yang sering melakukan transaksi perbankan online

Daftar Bank yang Pake BI FAST

Ada sekitar 106 bank yang udah pake BI FAST. Beberapa dari mereka:

  • Bank Central Asia (BCA)
  • Bank CIMB Niaga
  • Bank Danamon Indonesia
  • Bank Mandiri
  • Bank Mega
  • Bank Negara Indonesia (BNI)
  • Bank OCBC NISP
  • Bank Permata
  • Bank Rakyat Indonesia (BRI)
  • Bank Syariah Indonesia
  • Bank Tabungan Negara
  • Bank UOB Indonesia
  • Allo Bank Indonesia
  • Bank HSBC Indonesia
  • Bank Jago
  • Bank BTPN
  • Maybank Indonesia
  • Bank Muamalat

Untuk daftar lengkapnya, bisa cek di Daftar Peserta BI FAST yang dirilis oleh Bank Indonesia.

Pilihan Anda?

Jadi, dalam memilih antara BI FAST dan Real Time Online, keputusan tergantung pada kebutuhan dan preferensi pribadi Anda. Pastikan untuk mempertimbangkan fitur serta biaya sebelum melakukan transaksi.

Namun, tidak perlu khawatir, karena Moota.co hadir sebagai solusi praktis untuk membantu Anda mengelola mutasi keuangan dari berbagai akun bank dalam satu dashboard. Dengan Moota, Anda dapat dengan mudah memantau dan mengatur transaksi keuangan Anda secara efisien.

Baca Sekarangbaca sekarang
1 39 40 41 42 43 89
Tutorial
Lihat Semua
Jangan Lewatkan Update Tips Terbaru dari Kami!
Dengan berlangganan artikel kami, Anda akan mendapatkan notifikasi langsung setiap kali kami memposting konten baru.
Moota merupakan aplikasi untuk pengecekkan mutasi dan saldo rekening Anda, dimana mutasi rekening Anda kami dapatkan dari akun iBanking Anda.
Office
Jl. Sunda, No 85, Kel. Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Workshop
Jl Terusan Cikutra Baru No. 3B Kel. Neglasari Kec. Cibeunying Kaler Bandung
Download Moota di
2025 © All rights reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram