
Apa yang dimaksud dengan rekonsiliasi bank dan apa tujuannya? Lalu, seperti apa prosedur yang perlu dilakukan? Temukan jawabannya di artikel berikut.
Dalam melakukan pembukuan bisnis, terkadang Anda akan menjumpai perbedaan saldo rekening bank dan saldo kas di laporan keuangan. Di sinilah pentingnya melakukan rekonsiliasi bank. Dengan melakukan rekonsiliasi bank, Anda bisa mengetahui transaksi apa yang bisa mengakibatkan perbedaan saldo tersebut.
Apa itu rekonsiliasi bank dan apa saja tujuan dari kegiatan ini? Lalu, bagaimana prosedur melakukan rekonsiliasi bank? Yuk, baca penjelasannya di artikel berikut!

Sumber : Pexels
Rekonsiliasi bank merupakan kegiatan menganalisis catatan informasi untuk mengetahui apakah ada perbedaan jumlah saldo kas bisnis dengan rekening koran yang diterbitkan bank.
Selain untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan jumlah saldo kas bisnis dengan saldo rekening bank, rekonsiliasi bank dilakukan untuk mengetahui apa penyebab perbedaan saldo tersebut. Biasanya, rekonsiliasi bank dilakukan secara berkala setiap akhir bulan.

Sumber : Envato
Apa saja tujuan rekonsiliasi bank? Secara umum, ada tiga tujuan rekonsiliasi bank, yaitu:
Rekonsiliasi bank menggunakan dua dokumen utama dalam pelaksanaannya, yaitu catatan kas bisnis dan rekening koran. Dalam proses rekonsiliasi bank, kedua dokumen ini akan dibandingkan satu dengan lainnya untuk mengetahui apakah ada perbedaan saldo. Jika ada perbedaan, maka penelusuran lebih lanjut perlu dilakukan.
Kegiatan rekonsiliasi bank bisa dilakukan untuk mengetahui adanya perbedaan saldo rekening koran dan saldo di laporan kas bisnis. Karenanya, rekonsiliasi bank bisa dilakukan untuk memastikan ketelitian pencatatan kas.
Jika ada perbedaan di antara keduanya, maka Anda dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui letak kesalahan pencatatan.
Mengecek saldo di rekening koran dan laporan kas bisnis bisa membantu untuk mengetahui apakah dana dikelola dengan baik. Dalam artian, Anda dapat mengetahui apakah dana sudah digunakan sesuai alokasi yang diterapkan atau justru berlebihan.
Melalui kegiatan rekonsiliasi bank, secara tidak langsung Anda dapat mengambil keputusan bisnis yang tepat untuk mencegah keuangan bisnis berantakan.

Sumber : Envato
Dalam melakukan rekonsiliasi bank, ada beberapa komponen yang penting untuk dicek selain saldo. Komponen-komponen tersebut adalah deposit in transit, outstanding check, dan non-sufficient fund check.
Deposit-in-transit merupakan uang tunai dan/atau uang cek yang sudah disetorkan dan dicatat bisnis sebagai aset, namun belum tercatat di bank. Ini biasanya terjadi jika bisnis menyetor uang ke bank di akhir bulan sehingga tidak tercatat di dalam rekening koran bulan tersebut.
Karena item deposit-in-transit ini sangat berpotensi mengakibatkan perbedaan saldo di laporan keuangan bisnis dan rekening koran, kegiatan rekonsiliasi bank sangat dibutuhkan untuk mengatasi perbedaan saldo tersebut.
Outstanding check merupakan lembar cek yang sudah keluar dan tercatat dalam keuangan bisnis, namun belum dicairkan ke bank oleh penerima cek tersebut. Karena belum dicairkan, maka item ini tidak muncul pada rekening koran.
Non-sufficient fund dapat dideskripsikan sebagai cek yang tidak diterima oleh bank karena dana di dalam rekening bisnis tidak mencukupi.
Karena bisnis sudah mencatat pengeluaran cek namun bank tidak bisa mengeluarkan dana sejumlah yang tercantum dalam cek, maka pasti akan ada perbedaan saldo di bank serta di laporan keuangan. Pada kasus seperti ini, biasanya bank akan mengenakan biaya pemrosesan.
baca juga : Prinsip Dasar Mengelola Keuangan - Moota.co

Sumber : Envato
Bagaimanakah prosedur yang perlu dilakukan dalam rangka melakukan rekonsiliasi bank? Berikut ulasannya.
Pertama, Anda perlu menyiapkan laporan keuangan dan rekening koran bisnis. Dari kedua dokumen tersebut, lakukan perbandingan untuk mengetahui perbedaan saldo kas di antara keduanya.
Beberapa transaksi di rekening bank yang sifatnya otomatis, seperti biaya layanan atau pendapatan bunga bank biasanya belum tercantum dalam laporan keuangan. Dua transaksi seperti inilah yang perlu dicatat ke jurnal umum baru kemudian diteruskan ke step pencatatan berikutnya (buku besar).
Pada tahapan ini, hal yang perlu Anda lakukan adalah mencari tahu apakah ada deposit-in-transit atau outstanding check. Dua komponen ini bisa menimbulkan perbedaan saldo dalam jumlah yang besar di kedua dokumen (laporan keuangan dan rekening koran).
Setelah mencari tahu apakah ada deposit-in-transit dan outstanding check, Anda bisa menghubungi pihak-pihak terkait untuk menelusuri keberlanjutan proses transaksi tersebut.
Langkah selanjutnya adalah membuat lembar kerja rekonsiliasi. Lembar kerja ini dibuat untuk melaporkan keseluruhan transaksi yang menyebabkan perbedaan antara laporan keuangan bisnis dan saldo tercatat di rekening koran.
Setelah membuat laporan rekonsiliasi, Anda perlu menghitung selisih sebenarnya antara saldo bank dan saldo di laporan keuangan bisnis. Pastikan untuk menyertakan data yang Anda dapat dari proses penghitungan rekonsiliasi tadi.
Jika setelah perhitungan tersebut tidak ada selisih nominal saldo (saldo sudah balanced), maka proses rekonsiliasi bank sudah selesai dilakukan. Akan tetapi, jika masih ada selisih saldo, maka Anda masih perlu melanjutkan proses rekonsiliasi.
Penelusuran dan pengecekan ulang dilakukan untuk mengetahui penyebab mengapa saldo di kedua dokumen tidak balanced.
Biasanya, hal ini disebabkan karena:
Setelah pengecekan ulang, Anda bisa menyesuaikan lembar kerja rekonsiliasi serta menghitung selisih saldo di dua dokumen tersebut.
Nah, itulah penjelasan mengenai rekonsiliasi bank dan bagaimana cara melakukannya. Semoga bermanfaat, ya!
Agar tidak ada transaksi yang lupa diinput, Anda bisa memanfaatkan Moota untuk mengecek mutasi transaksi dari berbagai bank dalam satu platform. Moota juga bisa Anda akses di berbagai device. Mengecek mutasi transaksi bisa kamu lakukan kapan saja dan di mana saja bersama Moota!
Tunggu apa lagi? Pakai Moota dan kelola mutasi transaksi lebih mudah cukup di satu platform!
