
Pernah nggak sih merasa kalau pelanggan cuma mampir ke lapak online, tapi nggak belanja? Nah, di sinilah sales funnel bisa jadi solusinya. Sales funnel ini adalah strategi penting yang bisa bikin calon pelanggan berubah jadi pembeli setia. Dari yang awalnya cuma "lihat-lihat," mereka bisa tertarik buat beli, bahkan balik lagi untuk repeat order.

Tapi sayangnya, banyak pengusaha yang belum memanfaatkan sales funnel secara maksimal. Alasannya? Biasanya karena belum paham keuntungan yang didapat atau bingung gimana cara bikin sales funnel yang benar. Kalau kamu salah satunya, tenang, di sini kita akan bahas cara membuat sales funnel dengan mudah dan efektif!
Secara sederhana, sales funnel adalah serangkaian langkah yang dilalui pelanggan sebelum mereka akhirnya membeli produk atau layananmu. Gampangnya, ini semacam jalur yang mengarahkan pelanggan dari tahap pertama mereka mengenal bisnismu, sampai akhirnya klik tombol “beli”. Tahapan ini harus didesain dengan cermat, supaya mereka nggak cuma mampir, tapi benar-benar tertarik dan beli produkmu.
Sebelum kita masuk ke cara membuat sales funnel, yuk kenali dulu empat tahapan utama dalam proses ini. Semua bisnis, baik yang kecil maupun besar, Ada empat tahapan utama dalam sales funnel:
Tahap ini adalah saat calon pelanggan pertama kali tahu tentang bisnismu. Mereka mungkin nemuin bisnismu lewat iklan, media sosial, atau rekomendasi teman. Tugasmu di sini adalah menarik perhatian mereka dan membuat kesan pertama yang menarik. Pastikan kamu memberikan informasi yang jelas tentang apa yang kamu tawarkan. Di sinilah konten yang catchy dan SEO keyword seperti “sales funnel” bisa jadi kunci untuk menangkap minat mereka.
Setelah mereka sadar akan produk atau layananmu, calon pelanggan mulai menunjukkan ketertarikan dan mencari tahu lebih lanjut. Mereka mungkin mulai mengunjungi websitemu atau membaca ulasan tentang produk. Di tahap ini, penting banget buat memberikan informasi yang meyakinkan dan detail. Konten yang edukatif seperti blog, video, atau infografis bisa ngebantu membangun kepercayaan pelanggan.
Di tahap ini, pelanggan udah mulai mempertimbangkan buat beli produkmu. Mereka mungkin udah ngecek harga, kualitas, atau fitur dari produk yang kamu tawarkan. Nah, di sini, kamu perlu memberikan penawaran yang sulit mereka tolak, misalnya diskon spesial atau bonus tambahan. Gunakan bahasa yang meyakinkan dan bikin mereka merasa nggak akan rugi kalau beli produkmu.
Tahap ini adalah saat paling ditunggu-tunggu, yaitu ketika pelanggan memutuskan untuk beli! Pastikan proses pembelian berjalan lancar, mulai dari checkout hingga pembayaran. Jangan lupa, berikan pengalaman yang menyenangkan agar mereka nggak cuma puas, tapi juga merasa tertarik untuk balik lagi.
Sekarang saatnya kita bahas gimana cara bikin sales funnel yang efektif untuk bisnismu. Nggak perlu ribet, ikuti langkah-langkah di bawah ini buat mulai menarik pelanggan dan mengarahkan mereka hingga tahap pembelian. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat sales funnel:
Sebelum bikin funnel, penting buat kamu memahami siapa target audiensmu dan apa yang mereka butuhkan. Apa yang biasanya mereka cari? Apa masalah yang sering mereka hadapi? Dengan memahami perilaku mereka, kamu bisa membuat strategi yang lebih tepat sasaran.
Misalnya, kalau target audiensmu adalah para ibu muda yang suka belanja online, kamu bisa menyesuaikan konten dan penawaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan cara ini, peluang mereka tertarik dengan produkmu akan jauh lebih besar.
Di tahap awal, kamu harus bisa menangkap perhatian audiens dengan cepat. Cara yang paling efektif adalah dengan membuat konten yang menarik dan relevan dengan kata kunci “sales funnel”. Bisa lewat iklan, artikel blog, atau postingan di media sosial.
Gunakan headline yang menarik, gambar yang eye-catching, dan copywriting yang singkat tapi mengena. Di sini, jangan ragu buat bermain dengan kreativitas! Pastikan kamu juga mengarahkan mereka ke langkah berikutnya, entah itu klik link atau subscribe newsletter.
Landing page adalah tempat di mana calon pelanggan mendarat setelah klik iklan atau link yang kamu bagikan. Jadi, pastikan halaman ini nggak mengecewakan! Buatlah landing page yang sederhana tapi informatif. Jangan lupa tambahkan call-to-action (CTA) yang jelas seperti “Daftar Sekarang” atau “Beli Sekarang”.
Landing page ini juga harus mengarahkan mereka ke tahapan selanjutnya dalam sales funnel, seperti mengisi formulir atau mengecek produk lain. Pastikan semua langkahnya mudah diikuti.
Email marketing adalah salah satu cara paling efektif buat ngikutin perjalanan pelanggan melalui sales funnel. Kamu bisa kirimkan email secara berkala untuk terus memberikan informasi yang relevan dan mengingatkan mereka tentang produkmu.
Misalnya, kalau mereka sudah tertarik tapi belum beli, kirimkan email yang berisi penawaran spesial atau diskon untuk mendorong mereka mengambil keputusan. Atau, jika mereka sudah melakukan pembelian, kirimkan email ucapan terima kasih dan tawarkan produk lain yang mungkin mereka butuhkan.
Setelah pelanggan melakukan pembelian, jangan berhenti di situ. Salah satu kesalahan besar adalah mengabaikan pelanggan setelah transaksi selesai. Padahal, mereka bisa jadi pelanggan setia kalau kamu terus menjaga hubungan baik.
Kirimi mereka newsletter berkala dengan informasi produk baru, promo khusus, atau tips bermanfaat. Jangan lupa juga buat minta feedback dari mereka agar bisnismu terus berkembang.
Ngomongin soal menjaga hubungan dengan pelanggan, kamu pasti nggak mau kan kelewat transaksi penting? Di sinilah Moota bisa jadi solusi. Moota punya fitur notifikasi yang kasih tahu kamu setiap ada mutasi baru di akun bankmu. Jadi, nggak ada lagi yang namanya transaksi yang kelewat atau pelanggan yang terabaikan. Dengan notifikasi otomatis dari Moota, kamu bisa fokus pada pengembangan sales funnel sambil tetap memantau keuangan bisnis dengan mudah.
Mungkin kamu sudah menjalankan beberapa tahapan di atas, tapi hasilnya belum maksimal. Nah, cobalah kembali maksimalkan cara-cara tersebut untuk memastikan semua aspek dalam sales funnel berjalan lancar.
Setelah pelanggan melakukan pembelian, jangan lupa untuk menunjukkan rasa terima kasih. Kirimkan pesan singkat atau email yang berisi apresiasi karena mereka sudah memilih produkmu. Ini bisa menambah kesan baik dan membuat mereka lebih loyal. Berikan juga alasan untuk kembali ke lapakmu, misalnya dengan penawaran produk baru atau diskon menarik.
Dengan sales funnel yang baik, perjalanan calon pelanggan dari sekadar "lihat-lihat" hingga menjadi pelanggan setia akan jauh lebih mulus. Mulai dari menarik perhatian, membangun ketertarikan, hingga mengarahkan mereka untuk mengambil tindakan, semuanya bisa kamu atur dengan tepat melalui tahapan sales funnel yang efektif.
Jangan lupa juga manfaatkan teknologi seperti Moota untuk memastikan semua transaksi berjalan lancar tanpa ada yang terlewat. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk mulai buat sales funnel yang efektif dan bawa bisnismu ke level berikutnya!

Anda mungkin sudah tidak asing mendengar nama Atta Halilintar ya.
Terlepas dari berita pribadinya, saya sendiri cukup kagum dengan keluarganya.
Dulu susah, kini keluarga Halilintar bisa sesukses sekarang. Bahkan sumber penghasilannya dari banyak cabang.
Keluarga yang terkenal karena bisa berpetualang keliling dunia bersama seluruh anggota keluarga tanpa asisten rumah tangga!
Jadi walaupun anggota keluarganya itu cukup banyak yakni 2 orang tua dan 11 anak, tapi saya salut dengan kerjasama antar saudara yang kompak dan saling melengkapi satu sama lain.
Sesuai dengan judul buku yang ditulis sang ibu "My Family My Team".
Keluarga ini memang kental dengan darah bisnis ya, ternyata sejak dini anak-anaknya sudah dilibatkan dalam bisnis.
"... berniaga merupakan pendidikan yang baik untuk anak-anak karena disitu mereka belajar berhitung, menulis, membaca, berkomunikasi, berhubungan, dan berperilaku" (sumber: inspiratorfreak)
Salah satu strategi memulai bisnis adalah dengan menjual produk yang kita pahami. Kuasai produk yang dijual sehingga lebih mudah memberikan pemahaman kepada pelanggan agar mereka yakin membeli produk tersebut.
Memang ya tak ada obat mujarab untuk meningkatkan bisnis selain menyukai bisnis itu sendiri.
Tanpa kesukaan dalam berbisnis, lama kelamaan menjalankannya akan jadi bosan dan alhasil tak ada ide bisnis baru dan mentok tidak ada inovasi.
Ini yang menjadi salah satu motto bisnis keluarga Gen Halilintar
"We promote, we sell what we wear, what we use, what we utilize"
Apa yang kita miliki adalah aset.
Coba kita lihat apa yang dijual oleh Atta Halilintar.
Fashion, kuliner, kue artis, percetakan, dan travel.
Produk-produk itu yang biasa dia gunakan sehingga dia tahu siapa target pasarnya, apa kelebihan dan kekurangannya dan bagaimana celahnya dia bisa berbisnis itu.
Sama halnya jika Anda saat ini memiliki produk misalnya sebuah platform atau tools online, kuasai sepenuhnya produk Anda agar ketika Anda promosi kepada target pasar, mereka paham apa kelebihannya dan yakin untuk menggunakannya.
Bisnis bukan hanya sekedar profit.
"A satisfied customer is the best business strategy of all" - Michael Leboeuf
Dapat profit gede pasti seneng dong, tapi ada satu hal yang bikin bahagia, yaitu ketika pelanggan puas dengan produk kita.
Contohnya saya yang selalu senyum-senyum sendiri dan bahagia kalau ada Sahabat Moota tiba-tiba balas email terus bilang "Alhamdulillah, semenjak pakai Moota jualan saya jadi makin lancar. Saya jadi ga perlu cek transferan secara manual. Sangat membantu kak, makasih ya" 🙂
Saya harap sharing materi hari ini bisa bermanfaat dan berguna untuk Anda. Dan silahkan share informasi ini kepada rekan, teman dan sahabat Anda agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak lagi dengan klik icon media sosial di bawah
Terima kasih ?

Apakah Anda sedang menjalankan bisnis atau malah baru memulainya?
Kemarin saya ngobrol-ngobrol sama teman saya yang sedang merintis bisnis.
Dia jualan hijab lewat marketplace yang oren itu 😀
Terus dia curhat, katanya
"saya tuh jualan hijab tiap hari alhamdulillah ada aja yang beli lewat shopee. tapi keuntungannya gitu-gitu aja euy"
Terus saya tanya dan diskusi, alhasil kita dapat jawabannya bareng-bareng.
Jadi ternyata dia masih bingung bikin laporan keuangan bisnis dia.
Ditambah satu rekening dia masih nyampur antara buat urusan bisnis sama pribadi.
Masalah ini pernah saya bahas dalam artikel yang saya buat beberapa waktu lalu.
Kalau Anda lupa atau belum membacanya, saya share linknya di bawah ini ya
Intinya, mau bisnis kecil atau besar kelola keuangan itu sangat sangat sangat penting.
Karena banyak juga kita tahu bisnis yang gulung tikar gara-gara tidak bisa mengelola keuangan yang masuk dan keluar dengan baik.
Nah, saya coba rangkumkan untuk Anda ya beberapa poin penting yang saya dapatkan dari beberapa artikel. Salah satunya adalah dari Rico Huang, seorang pebisnis muda Indonesia. Ceritanya membangun bisnis sangat menginspirasi.
So, inilah beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh Anda yang saat ini sedang merintis bisnis agar tidak boncos alias rugi.
Setiap pengeluaran dan pemasukkan harus selalu ditulis ke dalam catatan keuangan.
Jika saat ini Anda masih mengelola bisnis sendirian, maka seminimalnya Anda harus sering-sering cek mutasi bank Anda melalui iBanking agar lebih mudah.
Jika Anda tak sempat menuliskan ulang, maka screenshot data mutasinya dan olah datanya selagi Anda memiliki waktu senggang.
Atau ketika Anda melakukan pengeluaran atau ada pemasukan, langsung catat di handphone Anda agar tidak lupa.
Iya, memang sepenting itulah mencatat laporan keuangan bisnis.
Jika sampai ada transaksi yang terlewat untuk dicatat, nantinya akan membuat laporan keuangan menjadi tidak seimbang dan pada akhirnya profit jadi tidak maksimal.
Kalau perlu Anda minta bantuan rekan atau pekerjakan akuntan yang profesional untuk membantu membuat laporan keuangan.
Dengan begitu Anda bisa tetap fokus mengurus dan mengembangkan bisnis Anda.
Mengapa marketing harus dianggarkan paling besar?
Karena untuk merintis bisnis baru, pasti butuh membangun database pelanggan.
Kebanyakan dari mereka yang baru memulai bisnis adalah banyak memproduksi barang kemudian mencari pelanggan. Sehingga budget habis diawal.
Tapi begini, saya beri contoh misal kita mau jual hijab. Terus kita buat saja PO (pre order) dimana kita cari dulu ada berapa orang yang ingin hijab yang kita jual baru kita produksi.
Caranya bisa beriklan di facebook & Instagram, mengumpulkan pelanggan dalam grup whatsapp atau melakukan teknik promosi lainnya.
Dengan begitu, budget yang kita keluarkan akan lebih terkontrol dan jelas. Bahkan kita juga bisa tahu sebenarnya pelanggan kita butuh produk seperti apa.
Bagilah anggaran pengeluaran bisnis Anda ke dalam hal-hal tertentu yang dibutuhkan agar pengeluarannya bisa terkontrol dan tidak melebihi batas.
Hal ini berkaitan dengan arus kas yang jika tidak teratur pemakaiannya bisa-bisa membuat bisnis Anda mengalami kerugian.
Oleh karena itu, sangat perlu menyusun anggaran keuangan secara rutin dan bijaksanalah dalam menggunakan modal usaha.
Uang usaha harus jelas akan digunakan untuk apa.
Banyak kesalahan yang dilakukan oleh pebisnis baru karena hal ini.
Terjadi pula oleh teman saya tadi, dia masih menggunakan rekening yang sama untuk keperluan bisnis dan pribadi sehingga pada akhirnya dia bingung sendiri mana profit yang boleh digunakan untuk hangout dan mana profit yang harus digunakan untuk produksi barang jualan.
Seringnya, karena kita lihat saldo rekening aman jadinya dana usaha terpakai untuk keperluan pribadi.
Agar terhindar dari kesalahan tersebut ya mau tidak mau kita harus memiliki akun rekening lain agar arus kas tidak kacau.
Ingin terhindar dari kesalahan pengelolaan keuangan bisnis?
Kini, Moota hadir membantu Anda untuk mengelola keuangan bisnis menjadi lebih mudah.
Jika saat ini Anda memiliki lebih dari 2 akun rekening, tak perlu lagi repot-repot cek mutasinya satu per satu ke iBanking masing-masing bank karena semuanya tampil dalam 1 dashboard Moota.
Anda bisa mengekspor data-data mutasi bank Anda melalui Microsoft Excel sehingga sangat memudahkan Anda untuk membuat laporan keuangan.
Cek Moota sekarang juga

Anda ingin omset bisnis naik?
Ya pasti dong, itu sudah menjadi keinginan yang mutlak lah yaa hehe
Lalu munculah pertanyaan
"tapi gimana caranya biar pendapatan bisnis saya naik?"
"coba naikin harganya"
"wah kalau caranya begitu, pelanggan saya bisa-bisa kabur dong. Ada cara lain?"
Oke, jadi beberapa waktu lalu saya nonton video youtube-nya Denny Santoso seorang digital marketing dan pengusaha Indonesia yang cukup sering saya tonton juga video-videonya.
Di salah satu video youtube-nya berjudul "Cara Jualan Tiket IMAX Captain Marvel Lebih Mahal 10X Lipat", dia membeberkan cara-cara yang menurut saya menarik.
Oleh karena itu, saya ingin berbagi apa yang saya dapatkan dari video tersebut kepada Anda dan semoga bisa bermanfaat.
Jadi begini...
Kita tahu harga tiket nonton film itu kisarannya berapa sih? 50ribuan lah paling ya.
Tapi Denny Santoso ingin menjual tiket nonton film Captain Marvel dengan harga 800ribu per orang, edan!!
Pertanyaannya, emang ada yang beli?
Jawabannya ADA!
Gimana caranya?
-- Hook Story Offer --
(Kaitannya apa? Ceritanya apa? Penawarannya apa?)
Begini, biasanya sebelum atau setelah orang nonton film, mereka akan makan sambil ngobrol-ngobrol. Tapi gimana caranya kegiatan tersebut bisa dikemas dengan hal yang lebih bernilai tinggi.
Nah saat itu dia mencoba untuk memberikan hal baru. Ada kesempatan khusus bagi siapa saja yang ingin ngobrol dan diskusi bisnis secara intimate dan personal sambil dinner bareng Denny Santoso dengan bonus nonton film Captain Marvel.
Apa yang dia jual? Ya sama seperti yang ada di bioskop yaitu jual tiket film. Tapi kemasan dan layanannya dia ubah dengan cara yang berbeda.
Hasilnya, dia bisa meningkatkan harga tiket nonton film menjadi 800ribu per orang.
Intinya adalah "create value".
Bukan karena followers dia banyak tapi ada value atau nilai atau dalam kata lain layanan tambahan yang dia berikan.
Bukan fungsi produknya yang diubah, tapi kebutuhan audiens-nya yang ditambah.
Kalau Anda fokus hanya untuk menjual produk agar laku keras, Anda akan menemukan persaingan harga yang sangat banyak.
Semua kompetitor Anda berlomba-lomba memberikan harga murah agar banyak yang beli. Mahal dikit, pelanggan bisa kabur.
Ketahui apa yang pelanggan Anda butuhkan (selain produk fisik).
Contoh lain, Anda menjual hijab.
Harga hijab berapa coba sekarang? Banyak banget yang murah kan?
Tapi coba Anda berikan pelayanan lebih seperti memberikan garansi kerusakan atau video tutorial hijab untuk berbagai acara dan kegiatan lalu dikemas dalam 1 flashdisk. Anda juga bisa membagikan tips-tips merawat hijab melalui whatsapp atau email sehingga bisa lebih dekat dengan pelanggan Anda.
Apapun itu, asalkan ada value tambah yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan Anda. Dan jika sudah dapat kuncinya, barulah Anda bisa memberikan harga yang sesuai dengan value produk Anda.
Jadi, ketahui target marketnya terlebih dahulu, baru berikan penawarannya (offer).
Offer atau penawarannya sama dengan yang lain yakni jual tiket nonton atau jual hijab.
Tapi Hook dan Story-nya kita ciptakan sendiri sesuai kebutuhan audiens.
Saya harap sharing materi hari ini bisa bermanfaat dan berguna untuk Anda. Dan silahkan share informasi ini kepada rekan, teman dan sahabat Anda agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak lagi dengan klik icon media sosial di bawah
Terima kasih ?
