16

Pentingnya Divestasi Aset Pribadi

Dalam dunia keuangan maupun ekonomi ada satu istilah yang disebut sebagai divestasi. Adapun pengertiannya ialah proses mengurangi jumlah saham dari pemilik perusahaan setelah dilakukannya penjualan bagi separuh sahamnya kepada pihak publik. Umumnya para pelaku usaha melakukan kegiatan ini mempunyai sejumlah tujuan yang pasti. Hanya saja yang paling utama yakni memperoleh tambahan penghasilan. Cara ini sebenarnya sangatlah membantu pemiliknya guna mengurangi permasalahan beban aset, sama halnya dengan moota yang memudahkan pebisnis dalam mengecek semua jenis transaksi.

Alasan-Alasan Melakukan Divestasi Terhadap Aset dan Bisnis Pribadi

1. Mencegah terjadinya kebangkrutan

Umumnya banyak orang yang beranggapan suatu perusahaan melakukan divestasi karena merugi, padahal ini tidak benar. Malahan untuk mencegah terjadinya kebangkrutan dan pada dasarnya mengelola keuangan supaya terhindar dari pengeluaran yang tidak perlu. Motif ini dilakukan dengan sejumlah pertimbangan terlebih dahulu, terutama terhadap aset-aset perusahaan yang telah scale up.

Contohnya saja dengan memperhitungkan jumlah omzet dan keuntungan yang didapati oleh usaha tersebut, apakah pemasukannya tetap atau bahkan cenderung mengalami penurunan. Tak hanya perusahaan yang berbasis besar saja yang dapat melakukannya namun bisnis online pun juga dapat mencobanya jika memang dibutuhkan.

Tak hanya itu saja, jika Anda mempunyai aset pribadi, seperti properti yang lokasinya berada di daerah terpencil sehingga peminatnya berkurang, cara terbaik untuk menyelamatkannya adalah disvestasi. Sebab faktor lokasi akan sangat mempengaruhi harga jualnya, yang tidak bisa diprediksi sekalipun bertambah.

2. Memfokuskan kepada bisnis utama

Selain dilakukan untuk para individu terhadap aset yang dimilikinya, proses divestasi juga sangat diperbolehkan bagi pemilik yang menjalankan sejumlah usaha baik offline maupun jualan online. Misalnya ada seseorang yang mempunyai bisnis kuliner, karena sudah cukup lama berjalan maka pemasukannya cukup stabil sehingga menginginkan usaha baru seperti pakaian.

Beberapa tahun kulinernya akan melakukan ekspansi lagi untuk memperluas target pemasaran dan strategi terbaik yang dipilih adalah lewat pusat perbelanjaan. Hal ini tentunya membutuhkan pemikiran dan dana yang matang. Oleh karenanya inilah yang menjadi alasan kuat bagi pemilik tersebut melakukan divestasi dengan menjual usaha kedua supaya fokusnya berada di salah satunya saja.

Jika sudah demikian Anda butuh bantuan aplikasi moota untuk melihat arus uang yang keluar masuk di rekening bank. Sekalipun jumlahnya banyak namun Anda tak perlu khawatir karena semuanya dijamin mudah karena sudah ada di dashboardnya. Terlebih Anda bisa tetap menjalankan ibanking sekalipun menggunakan platform online ini.

3. Harga jual aset tengah melambung

Untuk alasan yang satu ini terbilang lebih kompleks karena cukup menggiurkan dan bisa dijadikan tabungan guna menikmati hidup di masa tua nanti. Biasanya aset-aset yang sering di divestasi berupa properti, saham, emas, dan lain sebagainya. pertimbangan inipun haruslah dipikirkan secara baik dengan segala faktor yang akan terjadi.

Sebagai contohnya adalah tanah yang berada di kota besar. Dimana keberadaannya kian hari semakin sedikit sehingga Anda sebagai pemilik harus memilih uang penjualan yang akan disimpan di bank atau mempertahankannya karena merasa tak akan mendapatkan aset serupa. Hal ini juga terjadi pada nilai jual karena pasti setiap tahunnya naik sehingga akan lebih menguntungkan bagi Anda jika mau bersabar lagi.

Itulah ulasan menarik tentang alasan-alasan orang melakukan divestasi baik dalam bidang bisnis maupun aset pribadi. Dengan adanya kegiatan ini akan memudahkan mereka dalam menekan angka inflasi yang sewaktu-waktu terjadi. Selain itu apapun jenis transaksi Anda baik penjualan aset maupun produk usaha moota akan menjadi teman yang setia. Tentu saja dengannya Anda tidak perlu bolak-balik mengecek Mbanking dan semua proses berjalan dengan otomatis.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Artikel Lainnya