Berbisnis adalah sebuah pilihan yang cukup menantang. Mengapa? Karena dalam berbisnis, kita akan menghadapi banyak lika-liku, tantangan, memutar otak. Berbisnis bukan hanya tentang menjual sebuah produk. Berbisnis lebih dari itu, yakni tentang mengembangkan produk, aset, dan brand.

Jika bisnis hanya tentang menjual pastinya perusahaan besar seperti Apple, Starbucks, Samsung, dan lainnya tidak akan bertahan sampai hari ini. Perusahaan-perusahaan besar tersebut banyak melakukan evaluasi dalam mengembangkan produk dan brand. Perkembangan zaman memaksa para pebisnis terus berinovasi dan berkreativitas sehingga mampu bertahan di pasaran.

Evaluasi dalam bisnis sangat penting. Dengan evaluasi kita juga dapat menentukan strategi-strategi untuk bisnis selanjutnya.

Berikut tips dalam mengevaluasi bisnis dari Moota:

1. Goals Produk Kita Kepada Konsumen

Apa tujuan kita membuat sebuah produk? pastikan memiliki tujuan. Contohnya kita menjual suplemen otot. Tujuannya adalah membantu memenuhi nutrisi mereka yang ingin membentuk badan agar lebih atletis. Saat menciptakan dan menjual sebuah produk, evaluasi kembali apakah produk kita sudah memenuhi kebutuhan target pasar. Jika belum, evaluasi kekurangan dari produk kita.

2. Indikator Target

Bicara mengenai target, pasti ada nilai indikator yang ingin diraih. Contohnya dalam sebulan ingin mencapai omzet bisnis sebesar 5 juta rupiah. Dan pastinya setiap bulan, ada yang namanya kenaikkan target. Evaluasi kembali target kita dalam sebulan kemarin. Dan susun strategi untuk menaikkan Omzet.

3. Pemasukan dan Pengeluaran

Dalam bisnis, pemasukkan ibarat sebuah amunisi, yang membantu mempermudah pengembangan bisnis baik dari aset, produk, dan juga branding. Naikkan juga target pemasukkan sehingga dapat memotivasi untuk pengembangan bisnis. Aturlah pengeluaran agar seimbang dengan pemasukkan.

baca juga: Tips Aman Menyimpan Dana Usaha Milik Pribadi

4. Evaluasi produk

Meski produk diciptakan oleh kita selaku pebisnis, kita juga tetap membutuhkan masukan dari konsumen tentang produk agar produk semakin diminati. Mintalah masukkan dari konsumen tentang produk dan lakukan evaluasi dalam pengembangan produk. Bisa jadi awalnya produk hanya bisa memberi satu manfaat kemudian bertambah menjadi dua manfaat dan seterusnya, sehingga produk kita dapat diminati pasaran.

5. Cara Pemasaran

Terakhir adalah cara pemasaran. Susun strategi pemasaran yang sesuai dengan target customer. Setelah eksekusi, bandingkan setiap cara pemasaran menggunakan metode A/B Testing, yaitu evaluasi dan perencanaan. Tulis apa saja yang sudah dilakukan untuk pemasaran kemudian evaluasi juga goals yang sudah didapat. Setelah evaluasi cara pemasaran kemudian buat perencanaan strategi pemasaran selanjutnya.

Begitulah cara mengevaluasi bisnis agar mudah merancang strategi untuk mengembangkan bisnis. Bagaimana sudah paham cara mengevaluasi bisnis? sekarang saatnya untuk dipraktikan. Optimalkan bisnismu dengan tools yang dapat memudahkan pengelolaan transaksi, salah satunya dengan Moota. Cek transaksi dan menyusun laporan bisa lebih mudah dengan Moota karena membantu mengelola transaksi masuk dan keluar dalam satu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.