Perbedaan Pajak Langsung vs Pajak Tidak Langsung

Ketika kita berbicara tentang pajak, Sobat pasti sudah tidak asing lagi dengan konsepnya. Pajak adalah salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh masyarakat dan bisnis, karena itulah salah satu sumber utama pendapatan negara. Namun, tahukah Anda bahwa pajak sebenarnya terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu pajak langsung dan pajak tidak langsung? Mungkin banyak di antara kita yang sering mendengar istilah-istilah ini, tapi belum terlalu memahami perbedaan di antara keduanya. Nah, artikel ini akan menjelaskan dengan gaya yang santai, namun tetap informatif.

pajak

Apa Itu Pajak Langsung?

Pajak langsung adalah pajak yang dibayarkan secara langsung oleh wajib pajak kepada pemerintah. Artinya, beban pajak ini tidak dapat dialihkan atau ditransfer ke pihak lain. Contoh yang paling umum dari pajak langsung adalah Pajak Penghasilan (PPh).

Sobat Cuan, ketika Anda mendapatkan penghasilan, maka pajak yang dikenakan pada penghasilan tersebut dibayar langsung oleh Anda sebagai wajib pajak. Nah, pajak penghasilan ini menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar bagi pemerintah karena setiap orang atau entitas yang memiliki penghasilan di atas ambang batas tertentu harus membayar pajak tersebut.

Ciri khas dari pajak langsung adalah bahwa pajak ini bersifat progresif, artinya semakin besar penghasilan atau aset yang dimiliki seseorang, semakin besar pula pajak yang harus dibayar. Ini mencerminkan prinsip keadilan pajak yang bertujuan agar mereka yang memiliki lebih banyak kontribusi lebih banyak pula kepada negara.

Contoh Pajak Langsung:

  1. Pajak Penghasilan (PPh): Ini adalah pajak yang dikenakan pada penghasilan pribadi dan badan usaha.
  2. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB): Pajak ini dikenakan pada pemilik properti atau tanah.
  3. Pajak Kendaraan Bermotor: Pajak ini berlaku untuk pemilik kendaraan bermotor.

Apa Itu Pajak Tidak Langsung?

Sebaliknya, pajak tidak langsung adalah pajak yang dibebankan pada pihak ketiga dan biasanya bisa diteruskan ke konsumen akhir. Jadi, ketika Anda membeli barang atau jasa, Anda sebenarnya sedang membayar pajak tidak langsung.

Pajak ini disebut "tidak langsung" karena Sobat sebagai konsumen tidak langsung membayarnya ke pemerintah, melainkan melalui penjual atau penyedia layanan yang kemudian menyerahkan pajak tersebut ke pemerintah. Salah satu contoh yang paling jelas dari pajak tidak langsung adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Saat Anda membeli barang di supermarket, harga yang tercantum sudah termasuk PPN, dan Anda sebagai konsumen sebenarnya sudah membayar pajak tersebut melalui harga barang.

Menariknya, pajak tidak langsung ini sering kali tidak terlalu terasa karena sudah digabungkan dengan harga barang atau jasa. Karena itu, konsumen biasanya tidak menyadari seberapa besar pajak yang mereka bayar untuk setiap transaksi.

Contoh Pajak Tidak Langsung:

  1. Pajak Pertambahan Nilai (PPN): Pajak yang dikenakan pada setiap transaksi barang dan jasa.
  2. Cukai: Pajak yang dikenakan pada barang-barang tertentu seperti rokok, minuman beralkohol, dan bahan bakar.
  3. Pajak Impor: Pajak ini dikenakan pada barang-barang yang diimpor dari luar negeri.

Perbedaan Utama Pajak Langsung dan Pajak Tidak Langsung

Setelah memahami definisi dasar dari pajak langsung dan pajak tidak langsung, sekarang mari kita bahas perbedaan utama antara keduanya:

  1. Cara Pembayaran
    Pajak langsung dibayar langsung oleh wajib pajak kepada pemerintah. Sementara itu, pajak tidak langsung dibayar melalui pihak ketiga, seperti pedagang atau penyedia jasa, yang kemudian meneruskan pembayaran ke pemerintah.
  2. Siapa yang Menanggung Beban Pajak?
    Dalam pajak langsung, wajib pajak menanggung beban pajak sepenuhnya. Sebaliknya, dalam pajak tidak langsung, beban pajak ini dapat diteruskan ke konsumen akhir melalui harga barang atau jasa.
  3. Sifat Pajak
    Pajak langsung bersifat progresif, yang berarti semakin besar penghasilan atau nilai objek pajak, semakin besar pula pajaknya. Pajak tidak langsung, di sisi lain, bersifat proporsional atau bahkan regresif, artinya setiap orang, tanpa memandang penghasilan, membayar pajak yang sama untuk barang atau jasa yang sama.
  4. Transparansi
    Pajak langsung lebih transparan karena wajib pajak mengetahui secara persis berapa jumlah yang harus dibayarkan kepada pemerintah. Pajak tidak langsung cenderung lebih tersembunyi, karena sudah tercampur dalam harga barang atau jasa yang dibeli.
  5. Contoh Nyata
    Pajak langsung: Pajak Penghasilan, Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Bumi dan Bangunan.
    Pajak tidak langsung: PPN, cukai, pajak impor.

Mengapa Pajak Langsung dan Tidak Langsung Sama-sama Penting?

Sekarang mungkin Sobat bertanya-tanya, "Kenapa sih, negara butuh dua jenis pajak ini?" Sebenarnya, keduanya memiliki peran yang sama pentingnya dalam ekonomi negara. Pajak langsung umumnya menjadi sumber pendapatan utama yang stabil dan bersifat progresif. Ini artinya orang yang lebih kaya atau memiliki lebih banyak aset membayar lebih banyak pajak, yang pada akhirnya membantu dalam distribusi kekayaan yang lebih adil.

Di sisi lain, pajak tidak langsung lebih mudah dipungut dan mencakup berbagai lapisan masyarakat. Misalnya, setiap kali kita membeli barang di toko, kita berkontribusi pada penerimaan negara melalui PPN. Pajak tidak langsung memungkinkan negara untuk mengumpulkan pendapatan dari berbagai transaksi ekonomi yang terjadi setiap hari.

Dengan memiliki dua jenis pajak ini, negara bisa mengandalkan sistem perpajakan yang lebih stabil dan seimbang. Misalnya, saat penerimaan dari pajak penghasilan berkurang karena resesi ekonomi, pajak tidak langsung seperti PPN masih tetap bisa diandalkan karena orang-orang tetap melakukan transaksi sehari-hari.

Tantangan dalam Pajak Langsung dan Tidak Langsung

Meskipun penting, baik pajak langsung maupun tidak langsung memiliki tantangan masing-masing. Pada pajak langsung, tantangannya adalah kepatuhan pajak. Tidak semua orang dengan sukarela melaporkan penghasilannya dengan benar, sehingga pemerintah harus melakukan audit dan pemeriksaan untuk memastikan semua wajib pajak membayar sesuai ketentuan.

Sementara itu, tantangan pajak tidak langsung adalah dampak sosialnya. Karena pajak tidak langsung diterapkan sama rata kepada semua orang, tanpa memandang penghasilan, pajak ini bisa menjadi beban yang lebih berat bagi mereka yang berpenghasilan rendah. Misalnya, ketika PPN dinaikkan, orang dengan penghasilan rendah akan merasakan dampak yang lebih signifikan daripada orang kaya, meskipun nominal yang dibayarkan sama.

Kesimpulan: Pajak Langsung vs Pajak Tidak Langsung

Jadi, Sobat, sudah paham kan perbedaan antara pajak langsung dan pajak tidak langsung? Intinya, pajak langsung dibayar langsung oleh wajib pajak dan tidak bisa dialihkan, sedangkan pajak tidak langsung bisa diteruskan ke konsumen akhir melalui harga barang atau jasa. Kedua jenis pajak ini sangat penting bagi perekonomian negara, meskipun memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda.

Pajak langsung lebih transparan dan bersifat progresif, sementara pajak tidak langsung lebih tersembunyi dalam harga barang atau jasa dan bisa mempengaruhi semua orang dengan cara yang sama. Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa lebih bijak dalam menyikapi kewajiban pajak Anda.

Terakhir, jika Anda sedang menjalankan bisnis, pastikan Anda memiliki pemahaman yang baik tentang kedua jenis pajak ini. Mengelola pajak dengan benar bukan hanya membantu Sobat menghindari masalah dengan hukum, tapi juga bisa membantu bisnis Anda berjalan lebih efisien dan menguntungkan.

October 18, 2024
Baca Sekarang

Kami sediakan update terbaru, tutorial, dan tips terbaik untuk Anda
Septian Rishal
July 2, 2020
July 2, 2020

Tips Manajemen Bisnis UKM Skala Menengah Kebawah

Anda berpikir bahwa bisnis berskala UKM tidak memerlukan manajemen, maka pemikiran anda itu keliru. Dalam bisnis berskala apapun itu, manajemen tetaplah diperlukan karena merupakan upaya yang dilakukan secara kolaboratif untuk mencapai target tertentu. Jika manajemen tidak ada, bisnis bisa tumbang dalam waktu singkat. Karena itu untuk mengembangkan bisnis skala UKM, harus diaplikasikan manajemen yang benar.

1. Upaya Memperhatikan Manajemen

Yang kami maksudkan dengan manajemen, tidak hanya merujuk pada hal tertentu saja tetapi mencakup banyak hal. Daripada itu jika posisi anda sebagai manajer, atau pemilik bisnis, anda harus memikirkan banyak hal. Alasannya karena manajemen berkaitan erat dengan jatuh bangunnya sebuah bisnis. Manajemen yang harus diperhatikan meliputi manajemen keuangan, manajemen pegawai, resiko, manajemen produksi dan pemasaran, hingga manajemen pengembangan.

Semua manajemen tadi memerlukan perhatian yang baik. Semua poin terkait aspek manajemen di atas harus diperbaiki jika terlihat ada kekurangan. Jika kondisinya sudah baik, lakukanlah kontrol dan pengawasan. Ini bermanfaat untuk memudahkan pengelolaan bisnis, agar keuntungan bisa lebih maksimal.

2. Manajamen Keuangan

Dalam tata kelola keuangan di bisnis yang anda jalankan, harus dibedakan antara uang bisnis dengan uang pribadi. Mencampur adukkan keduanya bisa berkibat fatal. Dalam manajemen ini anda harus mempunyai catat dari seluruh transaksi yang terjadi, barang masuk dan keluar. Dan seterusnya. Cek laba yang didapat oleh perusahaan. Karena perusahaan terus berkembang, akan semakin kompleks pula sistem keuangan yang dijalankan. Di sini diperlukan akuntan, pengawas, dan seterusnya.

3. Manajemen Sumber Daya Manusia

Untuk memaksimalkan Sumber Daya Manusia di bisnis anda, perlu juga manajemen SDM. Hal ini bisa lebih dispesifikan lagi melalui penjenjangan pendidikan dari pegawai. Untuk melakukan persaingan sehat, anda perlu berinovasi. SDM harus secara kontinyu diberi pelatihan agar kinerjanya makin produktif.

4. Manajemen Resiko

Akan selalu ada resiko dibalik bisnis UKM anda. Untuk meminimalisir resiko, analisalah masalah dan resiko yang mungkin terjadi. Upaya ini harus dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan keruginan finansial yang bisa diderita oleh bisnis anda. Manajemen resiko bentuknya bisa cukup beragam dan ini ditentukan oleh resiko yang menjadi perhatian anda.

5. Manajemen Pemasaran

Soal pemasaran tidak hanya terbatas pada upaya mendistribusikan barang hingga sampai di tangan konsumen, tapi juga memperhatikan kesesuaian antara apa yang diinginkan oleh pasar dengan apa yang ditawarkan oleh anda. Hal lainnya yang termasuk ke dalam manajemen pemasaran adalah masalah iklan, sosialisasi, dan banyak lagi yang lainnya. Waktu, tenaga, dan dana bisa dihemat dengan baik jika anda memiliki manajemen pemasaran yang hebat. Contoh kasusnya seperti ini, di sebuah hotel, sikat gigi dibuat dengan kualitas yang tidak begitu baik dan hanya bisa bertahan tak lebih dari 1 minggu. Ditilik dari manajemen pemasaran, ini adalah opsi yang tepat, memilih produk berkualitas rendah tapi tepat guna.

6. Manajemen Produksi

Katakanlah anda sudah punya sebuah produk yang dijual. Bicara mengenai produk berarti berbicara juga masalah kualitas. Apakah produk yang anda buat itu merupakan produk homogen atau heterogen tak jadi soal, hanya saja, berikanlah sesuatu yang pasti berkualitas. Merupakan sebuah kewajiban bagi bisnis skala UKM untuk memberikan produk berkualitas. Lebih dari itu, produk yang dikeluarkan bisnis UKM harus memiliki standarisasi yang bisa meningkatkan mutu produk.

Baca Sekarangbaca sekarang
Septian Rishal
July 2, 2020
July 2, 2020

Meningkatkan Omzet Jualan Online dengan Teknik Crosselling dan Upselling

Pengertian dari Cross Selling

Rupa-rupanya berjualan barang juga ada seninya lho dan salah satunya adalah teknik Cross Selling ini. Dahsyat sekali efek dari teknik cross seliing ini karena bisa melipatgandakan hasil penjualan. Betapa tidak, kita ambil contoh kasus di sebuah retail kecil di mana setelah anda selesai membayar barang di kasir, si petugas kasir dengan serta merta menawarkan barang lainnya dengan kalimat “Mau sekalian dengan pulsanya pak?”…

Contoh kasus lainnya adalah saat kita makan di sebuah gerai cepat saji, pada mulanya mungkin kita hanya ingin membeli daging ayam saja, tapi ketika tidak sengaja melihat ada produk lainnya yang menari, dengan serta merta anda pun kemudian membeli es kopi berikut salad nya. Dengan ini anda beralasan bahwa itu membuat perut cepat kenyang tanpa harus mampir ke gerai makan lainnya.

Kasus lainnya yang tak kalah menarik adalah ketika anda pergi ke warung internet di mana ketika berada di sana bukan Cuma paket internet saja yang ditawarkan tetapi juga makanan dan minuman enak yang akan menemani ketiak anda asyik berselancar di internet. Atau saat anda mampir ke warung makan untuk membeli masakan di sana. Tadinya anda hanya ingin membeli tempe goreng dan sayur bayam saja tapi secara tiba-tiba mendapat penawaran lainnya dari penjual “mau sekalian ikan bumbunya pak ?” hal seperti ini sering luput dari perhatian tapi pada dasarnya ini adalah sebuah bentuk promosi cross selling.

Pengertian dari Up Selling

Nah arti dari teknik up selling lain sekali dengan teknik cross selling. Menggunakan teknik up selling berarti ketika anda menawarkan barang kepada konsumen, anda akan menyertainya dengan hal lain seperti fakta manfaat, keunggulan dari produk tersebut, hingga garansi yang diberikan kepada pembeli sehingga mereka merasa diuntungkan. Lebih jelasnya, teknik up selling adalah seni menjual sebuah produk A dan agar penjualan lebih meningkan dijadikanlah produk itu A+, A++ dan seterusnya.

Dengan teknik Up Selling, penjual berusaha menonjolkan sebuah produk yang memang sudah jadi incaran pembeli. Penjual menekankan lagi betapa produk itu layak dibeli dengan menjelaskan kelebihan-kelebihannnya meski tujuannya tetap sama dengan cross selling, agar pembeli membayar untuk membeli produk tertentu.

Contoh kasusnya seperti ini, di satu kesempatan anda pergi ke sebuah gerai komputer untuk membeli flashdisk berkapasitas 4 GB, namun sesampainya di sana, penjual memberi pertimbangan lebih bahwa flashdisk 8 GB jauh lebih bermanfaat karena kapasitas daya tampungnya yang jauh lebih besar, dengan pertimbangan itu pula anda memilih membeli flashdisk berkapasitas 8 GB.

Kasus kedua contohnya seperti ini. Pada mulanya ketika mempunyai sejumlah uang, anda memutuskan untuk membeli sebuah laptop dengan spesifikasi sesuai keinginan. Namun sesampainya di sana, penjual malah memberi arahan bahwa produk B harganya jauh lebih murah dengan spesifikasi yang tak kalah hebat dengan produk A yang tadinya anda inginkan. Akhirnya setelah berpikir masak-masak, anda pun memilih membeli produk B yang dikenal lebih awet dan jempolan.

Anda terhitung sering membeli produk digital ? Karenanya anda pasti sudah familiar dengan up selling. Sebuah kondisi di mana penjual sering menjual produknya dalam beberapa segmen harga. Yang pertama dengan harga normal, kemudian harga kedua dan ketiga dengan produk sejenis tetapi disertai bonus extra mulai dari bonus bergabung dengan group tertentu sampai live video.

Bagaimana Agar Proses Cross dan Up Selling Lancar?

Seiring dengan meningkatnya omzet, tentu transaksi pun bertambah. Jika kita mengecek transfer atau mutasi secara manual tentu kita akan kesulitan dan banyak membuang waktu.

Nah, agar lebih produktif dan cepat dalam melakukan upscale bisnis, kita bisa menggunakan website toko online yang sudah terintegrasi sistem automasi. Misalnya Woocommerce, Berdu atau Orderonline. Semua flatform tersebut telah mendukung sistem moota yang canggih untuk mengelola transaksi anda.

Semakin kita pintar memanfaatkan teknologi, tentu kita dengan mudah untuk meningkatkan omzet bisnis online kita.

Baca Sekarangbaca sekarang
Septian Rishal
July 2, 2020
July 2, 2020

Tips Agar Toko Online Laris Manis Banyak Kunjungan

Anda termasuk pemain baru di dunia bisnis online ? Tak perlu takut bisnis anda kalah karena persaingan karena di sini saya akan membagi Tips Agar Toko Online Laris Manis Banyak Kunjungan. Pantau terus konten artikel di website ini karena akan anda dapati banyak informasi menarik dan bermanfaat, terutama untuk membangun bisnis online yang profitable.

Sebagai sebuah bisnis, apapun strategi yang anda mainkan, strategi itu haruslah tepat dan efektif agar bisa survive dalam persaingan bisnis yang sengit. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjadikan bisnis anda lebih produktif sekaligus menguntungkan, yaitu :

1. Membangun Traffic

Satu hal penting dan menjadi kebutuhan utama dalam menjalankan bisnis online adalah mencari sumber traffic. Traffic atau pengunjung toko online sumbernya bisa dari saja dan ini berguna untuk membuat toko online anda terekspose di dunia online. Jika traffic harian toko online anda makin besar dari hari ke hari, kemungkinan untuk meningkatkan penjualan pun semakin besar. Traffic bisa diperoleh melalui :

a. Berpromosi ke teman dan keluarga

Siapapun itu, teman atau keluarga, bisa menjadi sumber traffic yang bagus. Karena itu berpromosilah ke orang-orang terdekat untuk membantu meningkatkan traffic di toko online anda.

b. Membuat Postingan di Akun Medsos

Saat ini forum dan group facebook, komunitas online, dan lain-lain, bisa menjadi alat untuk meperkenalkan eksistensi toko online anda. Link toko online anda bisa dishare di forum-forum media sosial.

c. Melalui Iklan Berbayar

Karena platform media sosial ada yang menyediakan format prmosi dengan beriklan, anda bisa memanfaatkan opsi ini untuk mendatangkan traffic yang lumayan. Saat ini yang sedang digandrungi adalah flatform facebook ads dan goodle ads. Bisa juga langsung beriklan di marketplace lokal seperti Tokopedia dengan menyesuaikan kategori produk yang anda jual. Terus update informasi yang diberikan oleh pihak marketplace melalui fitur berbayar yang mereka sampaikan.

2. Membuat dan Menyebar Konten Menarik

Saat merumus sebuah konten postingan, sertakan juga tagline atau hashtag dalam postingan itu. Setelah nanti konten itu selesai dibuat, anda bisa menyasar konten tadi ke semua audience toko online anda. Agar seluruh audience bisa anda targetkan, lakukanlah cara-cara berikut :

a. Dengan Menggunakan Endorser

Secara khusus anda menggunakan sistem endorse untuk mempromosikan produk tertentu dengan memilih seorang fublik figur. Para endorser yang dipilih biasanya memiliki follower yang cukup banyak. Silakan promosikan secara luas semua produk milik anda dengan memanfaatkan jasa mereka. Selain itu, para endorser akan sering meminta pengikut mereka untuk membeli produk yang anda jual.

b. Melalui Program Partnership

Anda bisa mencoba program partnership dengan bekerjasama dengan toko-toko online lainnya. Mereka yang anda ajak kerjasama akan mempromosikan produk atau toko online anda. Dengan cara ini anda bisa menyasar calon konsumen yang sebelumnya dimiliki oleh partner bisnis anda.

3. Melakukan Evaluasi dan Peningkatan

Ketika semua langkah tadi berhasil dilakkan oleh anda dan rekan, pastikan untuk selalu melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah yang telah dijalankan. Ini sebagai cara untuk memastikan bahwa semua langkah yang dipilih sudah sesuai dengan visi-visi anda. Jika ternyata masih ditemukan beberapa kelemahan, cobalah untuk mengevaluasi strategi itu. Kini sebagai penjual anda tak perlu takut kehilangan calon konsumen atau kalah bersaing. Semoga semua langkah di atas bisa membantu dan bisnis anda terus berkembang.

Baca Sekarangbaca sekarang
Keuangan
Lihat Semua
Tutorial
Lihat Semua
Jangan Lewatkan Update Tips Terbaru dari Kami!
Dengan berlangganan artikel kami, Anda akan mendapatkan notifikasi langsung setiap kali kami memposting konten baru.
Aplikasi untuk pengecekkan mutasi dan saldo rekening Anda, dimana mutasi rekening Anda kami dapatkan dari akun iBanking Anda.
Office
Jl. Sunda, No 85, Kel. Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Workshop
Jl Terusan Cikutra Baru No. 3B Kel. Neglasari Kec. Cibeunying Kaler Bandung
Download Moota di
2025 © All rights reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram