
Pernah nggak sih, kamu kepikiran lebih efektif mana, jualan lewat marketplace atau bikin website sendiri? Ini pertanyaan klasik yang pasti sering muncul di benak para pebisnis online, terutama yang baru mau mulai. Nah, di artikel ini, kita bakal ngobrol santai tapi tetap profesional soal perbandingan antara marketplace dan website pribadi. Simak terus, ya!
Sebelum kita bahas lebih jauh, yuk kita pahami dulu apa itu marketplace dan website pribadi.
Marketplace adalah platform online seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan lainnya. Di sini, penjual bisa langsung bertemu pembeli dalam satu tempat yang sama. Sedangkan website pribadi adalah situs yang kamu bangun sendiri, baik untuk keperluan pribadi atau bisnis. Biasanya, website ini dirancang khusus untuk menunjukkan identitas brand dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis kamu.
Keduanya sama-sama penting dalam dunia bisnis online. Tapi, masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, loh! Jadi, pilihan platform mana yang lebih cocok buat kamu tergantung pada strategi dan kebutuhan bisnis.
Kita mulai dulu dari marketplace. Ada beberapa keuntungan utama yang bikin banyak pebisnis online tertarik menggunakan marketplace, terutama buat yang baru mulai.
Tapi, di balik semua keuntungan tersebut, ada beberapa kekurangan yang perlu kamu pertimbangkan juga:
Sekarang kita bahas website pribadi. Punya website sendiri tentu saja memberikan lebih banyak kendali dan fleksibilitas, tapi ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.
Tapi, tetap ada kekurangan yang perlu diperhatikan:
Nah, setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing, mungkin kamu masih bingung: mana yang lebih efektif? Jawabannya tergantung pada situasi dan tujuan bisnismu.
Marketplace dan website pribadi sama-sama punya peran penting dalam bisnis online. Keduanya menawarkan kelebihan dan kekurangan yang harus dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan bisnismu. Marketplace cocok untuk kamu yang ingin cepat menjual dengan biaya rendah, sementara website pribadi lebih pas untuk membangun brand jangka panjang.
Pilihan antara platform online dan situs pribadi tergantung pada kebutuhan bisnis Anda. Jika Anda baru memulai dan memiliki anggaran yang terbatas, platform online bisa menjadi pilihan yang baik. Namun, jika Anda ingin membangun brand dan bersedia menginvestasikan waktu dan uang untuk pemasaran, memiliki situs pribadi bisa menjadi pilihan yang lebih baik.
Sebagai catatan, moota.co bisa menjadi alat yang membantu Sobat Cuan dalam melakukan cek transaksi otomatis khususnya untuk transaksi via bank transfer. Dengan moota.co, Sobat bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnisnya.

Anda pasti pernah mendengar sebutan penjual dan pebisnis online yang kerap kali disandingkan. Apakah keduanya sama? Tentu saja berbeda, meskipun sama-sama menjual sebuah produk tetap saja penjual dan pebisnis online bukanlah hal yang serupa. Olshop kini kian meraja rela di dunia pasaran. Namun, bagi para pengusaha online manajemen waktu untuk melayani pelanggan seringkali menjadi kendala. Oleh karena itu, apabila Anda adalah seorang pengusaha online yang membutuhkan manajemen transaksi yang terpercaya. Maka bisa langsung mengecek laman https://moota.co/ yang menawarkan jasa untuk Anda. Baca uraian penjelasan berikut ini mengenai perbedaan diantara penjual dan pebisnis online.
Jualan online mempunyai aturan kerja yang digunakan untuk menjalankan usahanya. Pebisnis online memiliki sistem yang harus dituruti agar tidak terjadi kekacauan dalam proses penjualan. Biasanya, yang mengatur sistem kerja ini ialah dari anggota rekan tim kerja yang sebelumnya telah dibentuk dan memiliki perannya masing-masing.
Ketika usahanya mulai mencapai tingkat scale up, maka pebisnis online akan mulai meluas jaringannya. Namun, berbeda dengan penjual online yang tidak membutuhkan sistem kerja dalam menjalankan usahanya.
Mayoritas penjual online hanya berfokus pada keuntungan yang akan didapat dari hasil penjualan. Oleh karena itu hampir setiap harinya melakukan promosi. Promosi bisa dibantu dropship yang ikut mengiklankan barang dan mencatat pesanan yang didapat untuk disalurkan ke pihak produsen.
Cara menghitung profit yang didapat dari penjualan ialah mengurangi keseluruhan hasil dengan modal awal yang digunakan. Cara itu juga yang bisa membuat penjual online mengetahui omzet penjualannya.
Tidak menutup kemungkinan para penjual online lebih sulit mengurusi bagian keuangannya. Tetapi, moota telah menyediakan jasa untuk Anda yang ingin mengatur masalah transaksi dengan pelanggan. Cukup kunjungi https://moota.co/ agar lebih jelas. Sedangkan pebisnis online lebih fokus kepada sistem yang dibangun agar dapat memberikan manfaat ke khalayak luas.
UKM memang menjadi penunjang perekonomian negara yang cukup vital. Cara bekerjanya pun juga secara nyata langsung di tempat lokasi. Berbeda seperti olshop yang bekerja melalui platform digital. Penjual online bekerja sendiri tanpa mengandalkan rekan tim kerja.
Sedangkan pebisnis online lebih berkembang dan menekan ke kerja sama tim. Karena mempunyai sebuah sistem, maka setiap karyawan memiliki tugasnya masing-masing untuk menjalankan toko online tersebut.
Salah satu contoh ada yang bertugas mencari agen untuk menyebarluaskan produknya. Agen itu bisa seperti reseller yang akan memasok barang dari produsen dan menjualkannya kembali dengan harga yang berbeda.
Penjual dalam menjalankan bisnis online lebih banyak melakukan semuanya sendirian tanpa ada bantuan dari pihak lain. Mulai dari memasarkan produk sampai mengecek transaksi adalah satu tugas yang harus dirangkap.
Berbeda dengan pebisnis online yang memiliki karyawan untuk mengatur jalannya usaha. Terlebih dalam masalah mengelola keuangan yang terdiri dari hasil pemasukan sampai pengeluaran.
Dana yang didapat dari hasil penjualan akan disimpan dan diperhitungkan labanya yang baru kemudian dibagikan. Biasanya boslah yang akan melakukan pekerjaan ini sebagai bayaran bagi karyawan.
Begitulah perbedaan dari penjual dan pebisnis online yang bisa disampaikan. Masing-masing memiliki karakteristiknya sendiri. Meskipun begitu, bila terdapat kesulitan dalam mengurus manajemen transaksi yang ribet maka bisa menggunakan moota sebagai solusi simpelnya. Moota dipercaya telah membantu lebih dari 7 ribu pebisnis di Indonesia dalam menjalankan usahanya. Jadi tunggu apa lagi? Kunjungi halaman https://moota.co/ jika tertarik.

Harga adalah satu penentu dalam menjalankan sebuah usaha online, terutama bagi para reseller yang baru dalam dunia ini. Mereka akan mematok harga tanpa harus melihat situasi dan marketplace yang ingin digunakan dalam berjualan. Sebelum melakukan penjualan, sangat disarankan untuk bergabung dengan moota.co agar dapat memantau saldo dari berbagai macam rekening Anda dengan cepat dan praktis saat berjualan dengan sistem online.
Harga merupakan patokan seseorang dalam belanja online suatu barang yang sedang mereka butuhkan. Logikanya adalah pembeli akan melirik harga yang paling murah dalam sebuah kategori produk yang sedang dicari.
Selain itu, Anda juga harus bersaing dengan para seller lainnya yang menggunakan sistem dropship. Pastinya harga yang diberikan juga tidak main-main murahnya. Sehingga dapat membuat Anda harus bekerja ekstra untuk menentukan harga yang sesuai.
Berikut cara menentukan harga dalam sebuah bisnis online terutama bagi para pemula yang sedang ingin menggeluti bidang ini.
Margin pricing merupakan cara menghitung dari besarnya jumlah keuntungan dari barang yang Anda jual secara online. Kemudian hasil tersebut dibagi dengan harga jual.
Misal saja, bila Anda memiliki dana Rp 10.000 sebagai modalnya, lalu barang tersebut dijual dengan harga Rp 50.000, maka keuntungan yang didapat adalah Rp 40.000. Selanjutnya untuk menentukan marging pricenya, hasil tersebut dibagi dengan harga jual maka akan didapatkan 0,8 atau 80%.
Bila presentase keuntungan tersebut terlalu besar, maka turunkanlah hingga batas yang Anda inginkan. Kebanyakan orang akan mengambil untung tidak lebih dari 50% untuk setiap barang yang dijualnya.
Berbeda dengan Margin Pricing, Markup Pricing memiliki sistem sebaliknya. Untuk sebuah UKM, cara ini paling sering digunakan untuk menentukan harganya. Yaitu dengan cara menambah modal dengan persentase keuntungan yang ingin dapatkannya.
Misal, modal usaha yang telah dikeluarkan adalah Rp 30.000. Kemudian Anda menargetkan keuntungan setiap barang yang ingin didapat adalah 25%. Maka hitungannya yakni Rp 30.000 x 25% = Rp 7.500. Lalu ditambah dengan Rp 30.000 sebagai modal. Sehingga mendapatkan omzet sebesar Rp 37.500 untuk penjualan barang tersebut.
Kebanyakan dropshipper akan menggunakan cara MSRP. Harga ini biasanya sudah tertera pada toko online suppliernya. Sehingga sangat cocok bagi Anda yang pusing untuk menentukan harganya.
Terutama bagi orang yang sudah lumayan memiliki banyak penjualan dan sibuk mengelola keuangan dari bisnisnya, sangat cocok untuk menggunakan cara ini. Selain itu, bergabung bersama moota.co akan lebih memudahkan dalam mengatur dan mengontrol semua keuangan bisnis Anda.
Bila Anda memiliki barang jualan online dengan tingkat keunikan tersendiri dan berbeda dengan kebanyakan, tentunya Anda dapat menggunakan cara berikut. Untuk menentukan harga dari barang tersebut tentunya para pembeli sudah mengetahui harga dari barang yang Anda tawarkan.
Kebanyakan orang tersebut akan memberikan harga mereka sendiri setelah Anda menentukan harga tertingginya. Biasanya bila barang yang Anda tawarkan memiliki stock terbatas, tentunya mereka tidak segan-segan memberi harga yang tinggi untuk mendapatkannya.
Itulah cara menentukan harga jual dari sebuah produk secara sistem online. Terutama bagi Anda yang sedang mengalami proses scale up usaha, ada baiknya selalu melakukan riset-riset harga dalam pasaran. Selain itu, gunakan moota.co agar sistem usaha baik itu online maupun offline menjadi aman dan terkendali.

Sebuah bisnis online pastinya membutuhkan sebuah strategi yang sangat matang sebelum melakukannya. Karena bila tidak melakukannya dengan benar, tentunya akan menjadi kacau sebuah usaha. Salah satunya, yaitu bergabung dengan moota.co agar dapat meringankan dalam mengontrol semua keuangan dari rekening bank Anda saat melakukan sebuah transaksi secara online.
Untuk seseorang yang ingin jualan online, tentunya sangat berharap kalau dagangannya selalu laris manis. Karena dengan lakunya barang dagangan tersebut, akan memperoleh penghasilan yang cepat juga.
Selain itu, dengan membuat sebuah strategi yang tepat, Anda akan menikmati hidup yang sangat menggembirakan. Hal tersebut pasti akan kalau penjualan terus meningkat berkat cara berfikir ke depan tersebut.
Berikut cara agar usaha online Anda mengalami scale up dan produk laris terjual:
Sebelum berjualan pastinya Anda harus menentukan barang apa yang hendak dijual. Lebih mudahnya, juallah barang-barang yang sering dibutuhkan banyak orang. Selain itu, Anda juga dapat menjual barang yang berhubungan dengan hobi untuk mempermudah dalam sebuah presentasi ke customer saat belanja online.
Bila Anda tidak memiliki modal yang cukup untuk melakukan bisnis tersebut, cobalah dengan menggunakan sistem dropship. Karena cara ini sangat efektif bagi orang yang sedang berjualan tanpa modal sekalipun.
Anda tidak perlu mengeluarkan dana yang besar saat menggunakan sistem ini. Hanya tinggal posting barang milik orang lain, dan jual dengan harga yang telah Anda tentukan.
Setelah menentukan produk yang akan dijual tersebut, pastikan memiliki pembeli yang mencarinya. Misal saja Anda menjual berbagai macam burung hias, maka tawarkan kepada orang yang memang gemar memelihara burung. Pastinya akan sangat laris saat menjual pada pasar yang tepat, serta omzet besar juga akan mengikutinya.
Selain itu, bila memiliki toko online sendiri, coba tawarkan pada suatu komunitas yang memiliki hobi sama seperti Anda terutama di daerah setempat. Maka akan lebih banyak lagi yang melihat dan tidak perlu repot-repot dalam mencari pelanggan.
Bila sudah memiliki target pasar yang pas, tentunya akan memperoleh banyak sekali penghasilan yang akan didapatkan. Alangkah baiknya kalau Anda bergabung dengan moota.co agar dapat membantu dalam memonitoring semua transaksi melalui rekening bank yang Anda gunakan dengan cepat.
Bagi para reseller pastinya sangat membutuhkan tempat dalam memulai untuk berjualan. Tidak perlu menyewa gedung sebagai tempat jualannya, cukup dengan membuat akun pribadi yang digunakan untuk mengakses marketplace ternama.
Selain itu, bagi para UKM yang sedang mengembangkan usahanya, akun media sosial yang Anda miliki juga sangat cocok untuk dijadikan tempat jualan secara online. Di samping gratis, Anda juga sudah memiliki banyak kenalan yang akan menjadi target pemasaran untuk usaha tersebut.
Yang tidak kalah penting dari itu semua adalah memberikan penawaran yang terbaik untuk para customer Anda. Yakni dengan memberikan bonus, potongan harga, gratis ongkos kirim, atau sebagainya. Karena dengan melakukan hal tersebut, akan memancing banyak pembeli yang hendak membeli barang jualan Anda.
Itulah strategi yang dapat Anda jadikan patokan dalam berjualan secara online agar barang laris terjual. Karena ini sebuah bisnis, lebih baik selalu mengelola keuangan dengan baik sebagai strategi tambahan. Cobalah bergabung dengan moota.co agar dapat terus mengontrol transaksi-transaksi yang telah dilakukan selama berbisnis dengan cepat.
