Marketplace vs Website Keefektifan untuk Bisnis Online

Pernah nggak sih, kamu kepikiran lebih efektif mana, jualan lewat marketplace atau bikin website sendiri? Ini pertanyaan klasik yang pasti sering muncul di benak para pebisnis online, terutama yang baru mau mulai. Nah, di artikel ini, kita bakal ngobrol santai tapi tetap profesional soal perbandingan antara marketplace dan website pribadi. Simak terus, ya!

Marketplace vs Website: Apa Bedanya?

Sebelum kita bahas lebih jauh, yuk kita pahami dulu apa itu marketplace dan website pribadi.

Marketplace adalah platform online seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, dan lainnya. Di sini, penjual bisa langsung bertemu pembeli dalam satu tempat yang sama. Sedangkan website pribadi adalah situs yang kamu bangun sendiri, baik untuk keperluan pribadi atau bisnis. Biasanya, website ini dirancang khusus untuk menunjukkan identitas brand dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis kamu.

Keduanya sama-sama penting dalam dunia bisnis online. Tapi, masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, loh! Jadi, pilihan platform mana yang lebih cocok buat kamu tergantung pada strategi dan kebutuhan bisnis.

Keuntungan dan Kerugian Marketplace

Kita mulai dulu dari marketplace. Ada beberapa keuntungan utama yang bikin banyak pebisnis online tertarik menggunakan marketplace, terutama buat yang baru mulai.

  1. Jangkauan Pasar yang Luas Marketplace seperti Tokopedia atau Shopee sudah punya jutaan pengguna aktif setiap harinya. Ini berarti, produk kamu bisa langsung dilihat oleh banyak orang tanpa perlu usaha promosi yang terlalu besar. Pengguna datang sendiri ke platform tersebut untuk belanja, jadi kamu nggak perlu repot menarik pengunjung dari awal.
  2. Biaya Awal Rendah Nah, buat kamu yang budgetnya terbatas, marketplace ini cocok banget. Kamu nggak perlu modal besar untuk mulai jualan. Hanya dengan mendaftar dan mengunggah produk, kamu udah bisa mulai berjualan. Belum lagi, kamu juga nggak perlu pusing mikirin biaya hosting atau desain website.
  3. Kemudahan Fitur Platform seperti marketplace biasanya sudah menyediakan berbagai fitur untuk mempermudah transaksi, seperti sistem pembayaran otomatis, promosi, hingga fitur review dari pelanggan. Fitur-fitur ini sangat membantu dalam menjalankan bisnis tanpa perlu ribet.

Tapi, di balik semua keuntungan tersebut, ada beberapa kekurangan yang perlu kamu pertimbangkan juga:

  1. Persaingan Ketat Marketplace itu bagaikan lautan penuh ikan. Kamu bukan satu-satunya penjual di sana, dan bisa jadi ada ribuan penjual lain yang menawarkan produk serupa dengan harga lebih murah. Jadi, tantangan kamu adalah bagaimana bisa menonjol di tengah kompetisi yang sangat ketat ini.
  2. Kurangnya Kendali atas Brand Di marketplace, kamu harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan platform. Branding juga agak terbatas karena tampilan toko dan produk diatur oleh marketplace, bukan kamu sendiri. Jadi, kadang sulit untuk membedakan bisnismu dari yang lain.
  3. Biaya Komisi dan Iklan Meski biaya awalnya rendah, jangan lupa bahwa marketplace juga mengambil komisi dari setiap penjualan. Selain itu, kalau kamu mau produkmu lebih terlihat, kamu mungkin perlu membayar untuk iklan atau fitur promosi tambahan.

Keuntungan dan Kerugian Situs Pribadi

Sekarang kita bahas website pribadi. Punya website sendiri tentu saja memberikan lebih banyak kendali dan fleksibilitas, tapi ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

  1. Kendali Penuh atas Brand Keuntungan terbesar dari punya website pribadi adalah kamu bisa sepenuhnya mengontrol tampilan dan fungsi website tersebut. Kamu bisa mendesain tampilan yang sesuai dengan brand kamu, menyesuaikan konten sesuai kebutuhan, dan menciptakan pengalaman belanja yang unik untuk pelanggan.
  2. Membangun Kepercayaan Pelanggan Dengan website pribadi, kamu bisa membangun hubungan lebih erat dengan pelanggan. Mereka akan melihat bisnismu sebagai sesuatu yang lebih profesional dan terpercaya karena punya domain sendiri. Ini juga bisa meningkatkan kredibilitas bisnismu di mata calon pelanggan.
  3. Kreativitas Tanpa Batas Punya website artinya kamu bebas berkreasi, baik dalam desain, strategi pemasaran, hingga konten yang kamu tampilkan. Mau bikin blog untuk promosi? Bisa. Mau tawarkan program membership khusus pelanggan setia? Gampang. Semuanya bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan bisnismu.

Tapi, tetap ada kekurangan yang perlu diperhatikan:

  1. Biaya Pemeliharaan Punya website pribadi berarti kamu harus siap dengan biaya tambahan untuk domain, hosting, dan mungkin jasa pengembang website. Belum lagi, kalau kamu ingin optimasi SEO, biaya pemasaran online juga perlu diperhitungkan. Jadi, ada modal awal yang harus kamu keluarkan lebih besar dibanding marketplace.
  2. Menarik Pengunjung Butuh Usaha Ekstra Kalau di marketplace, pengunjung sudah tersedia, di website pribadi kamu harus bekerja keras untuk menarik traffic. Ini artinya kamu perlu belajar tentang SEO, digital marketing, dan mungkin juga iklan berbayar. Tanpa itu, website kamu bisa sepi pengunjung.
  3. Waktu dan Tenaga Mengelola website pribadi juga butuh waktu dan tenaga ekstra. Kamu harus rajin meng-update konten, memperbarui fitur, dan memastikan website tetap berfungsi dengan baik. Jadi, kalau kamu nggak punya tim yang bisa membantu, hal ini bisa jadi tantangan tersendiri.
Pakai Moota, Yuk Buruan Daftar!

Mana yang Lebih Efektif untuk Bisnismu?

Nah, setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing, mungkin kamu masih bingung: mana yang lebih efektif? Jawabannya tergantung pada situasi dan tujuan bisnismu.

  1. Jika Kamu Baru Memulai Kalau kamu baru memulai bisnis dan belum punya banyak modal, marketplace adalah pilihan yang lebih realistis. Dengan jangkauan yang luas dan biaya awal yang rendah, kamu bisa mulai jualan tanpa beban besar. Ini juga cocok kalau kamu ingin menguji produk di pasar sebelum memutuskan untuk berinvestasi lebih besar.
  2. Jika Kamu Ingin Membangun Brand Jangka Panjang Namun, kalau tujuan utamamu adalah membangun brand yang kuat dan membedakan bisnismu dari kompetitor, punya website pribadi bisa jadi langkah yang tepat. Meski butuh investasi lebih besar di awal, keuntungan jangka panjangnya bisa sangat menguntungkan, terutama jika kamu fokus pada peningkatan SEO dan pengalaman pelanggan yang unik.
  3. Kombinasi Marketplace dan Website Jangan lupa, kamu juga nggak harus memilih salah satu saja. Kamu bisa mengombinasikan keduanya! Gunakan marketplace untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan memanfaatkan traffic yang sudah ada. Di sisi lain, bangun website pribadi untuk menciptakan kesan profesional dan membangun loyalitas pelanggan.

Kesimpulan

Marketplace dan website pribadi sama-sama punya peran penting dalam bisnis online. Keduanya menawarkan kelebihan dan kekurangan yang harus dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan bisnismu. Marketplace cocok untuk kamu yang ingin cepat menjual dengan biaya rendah, sementara website pribadi lebih pas untuk membangun brand jangka panjang.

Pilihan antara platform online dan situs pribadi tergantung pada kebutuhan bisnis Anda. Jika Anda baru memulai dan memiliki anggaran yang terbatas, platform online bisa menjadi pilihan yang baik. Namun, jika Anda ingin membangun brand dan bersedia menginvestasikan waktu dan uang untuk pemasaran, memiliki situs pribadi bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Sebagai catatan, moota.co bisa menjadi alat yang membantu Sobat Cuan dalam melakukan cek transaksi otomatis khususnya untuk transaksi via bank transfer. Dengan moota.co, Sobat bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnisnya.

October 25, 2024
Baca Sekarang

1 86 87 88 89 90 194
Kami sediakan update terbaru, tutorial, dan tips terbaik untuk Anda
Septian Rishal
October 28, 2020
October 28, 2020

Tips Sukses Launching Produk secara Online

Untuk melakukan pemasaran produk baru bukanlah perkara yang mudah, terlebih lagi merk yang tidak terlalu populer. Untuk melakukan pemasaran produk baru dengan merk yang kurang populer, membutuhkan strategi pemasaran yang tepat dan juga diperlukan biaya yang lumayan tinggi. Launching produk yang sukses tidak hanya dalam hal produk itu menonjol atau populer dikalangan masyarakat, akan tetapi produk tersebut dapat membantu meningkatkan penjualan Anda.  Anda dapat menggunakan moota untuk mempercepat perkembangan produk Anda. Berikut adalah tips sukses launching produk secara online.

Inilah Tips Sukses Launching Produk Secara Online

1. Gunakan Resources yang Ada

Jika Anda ingin melaunching produk baru bisnis online Anda secara online, Anda pastinya memanfaatkan sosial media untuk melakukan promosi produk baru Anda. Jika Anda memiliki resources yang lain yang dapat mempromosikan produk baru Anda, lebih baik Anda gunakan. Jika Anda yakin bahwa produk yang Anda launching akan mendapatkan pendapatan, maka akan Anda harus mempertimbangkan menggunakan promosi berbayar.

Anda dapat menggunakan moota untuk mempercepat penjualan produk baru Anda. Tak hanya dapat mempercepat, situs ini juga dapat mengkonfirmasi pembayaran secara otomatis bagi Anda yang melakukan jualan online.

2. Penempatan Produk

Tak hanya mengelola keuangan saja, tapi penempatan produk baru juga harus dikelola di tempat yang tepat, hal itu akan menjadi sangat menguntungkan. Seperti halnya jika Anda pergi ke toko buku pasti Anda akan melihat buku-buku keluaran terbaru berada di depan, hal ini agar orang-orang yang mampir langsung melihatnya. Di online shop pun sama. Penempatan produk baru di website akan mempermudah komunikasi dengan pelanggan.

3. Berikan Informasi yang Lengkap

Anda harus mencantumkan informasi yang jelas supaya produk Anda dapat diketahui oleh banyak orang. Terutama untuk ukm yang memiliki produk baru yang akan pasarkan. Informasi mengenai produk ini penting sekali.

Dalam memberikan informasi tentang produk baru gunakanlah kata-kata yang menarik dan jelas. Dengan begitu produk Anda akan menarik banyak perhatian. Informasi ini juga bertujuan supaya pelanggan dapat mengetahui terlebih dahulu produk yang Anda jual. Semakin banyak orang yang mengetahui maka kemungkinan besar akan banyak yang tertarik sehingga keuangan Anda akan naik.

4. Buat Testimonial

Kebanyakan orang-orang saat hendak membeli barang atau sesuatu yang berasal dari toko online shop pastinya akan melihat testimoni dari produk tersebut. Jika Anda mengeluarkan produk baru sertakan sekalian testimoni dari produk Anda.

Anda dapat memberikan produk Anda secara gratis terlebih dahulu untuk mendapatkan testimoni orang-orang terhadap produk baru Anda. Dengan begitu Anda akan mendapatkan omzet yang lumayan besar.

5. Konten yang Berhubungan Dengan Produk

Content marketing adalah salah satu cara yang tepat untuk mempromosikan produk baru Anda. Content marketing ini dapat menghibur para calon ataupun pelanggan. Anda dapat mempertimbangkan untuk membuat video, podcast, blog atau artikel, atau juga konten yang lainnya. Hal ini bertujuan untuk mendukung launching produk terbaru Anda dan ini bisa Anda lakukan tanpa mengeluarkan dana.

Jika Anda membuat konten video, Anda dapat menggunakan reseller akan tetapi jangan hanya berfokus tentang produk atau hanya berfokus pada penjualan saja. Akan tetapi lebih baik Anda mencampurnya dengan sesuatu yang lain yang dapat menarik perhatian banyak orang.

Itulah beberapa tips supaya produk baru Anda sukses secara online. Dengan melakukan pemasaran yang tepat, launching produk terbaru Anda akan menarik banyak perhatian dari para calon pelanggan. Dengan Anda menggunakan moota dapat mempercepat perkembangan atau scale up dari produk baru Anda tersebut.

Baca Sekarangbaca sekarang
Septian Rishal
October 28, 2020
October 28, 2020

Alat Pembayaran International yang Cocok Bagi UMKM

Saat ini membuka usaha merupakan pilihan dari kebanyakan orang. Dengan memulai bisnis maka pelaku usaha dapat menjadi bos serta memiliki pendapatan maksimal. Saat menjalankan usaha ataupun bisnis online pasti Anda tak asing dengan alat pembayaran. Bagaimana pun melalui itu pendapatan hasil penjualan dapat diterima dari konsumen. Alat pembayaran itu sendiri saat ini sangat bervariasi bahkan dapat menjangkau transaksi dagang hingga ke penjuru dunia. Hal itu jelas menjadi keuntungan tambahan untuk pelaku usaha. Selain itu Anda juga dapat memanfaatkan Moota untuk menunjang jalannya bisnis.

Inilah Beberapa Alat Pembayaran International yang Cocok Bagi UMKM

Mengelola keuangan dalam berbisnis merupakan satu hal yang penting. Anda sebisa mungkin harus teliti dalam pengecekan data transaksi yang masuk dalam penjualan. Nah Moota hadir memberikan solusi kepada siapa pun pelaku usaha. Sebab segala jenis mutasi serta kirim pesanan akan jauh lebih mudah dan tidak bikin ribet. Dengan begitu Anda tidak perlu membuang banyak waktu berharga. Berikut juga akan ditampilkan beberapa alat pembayaran international yang cocok untuk berbisnis UMKM.

1. Kartu Kredit

Kartu kredit merupakan mode pembayaran yang paling mudah dilakukan. Apalagi hampir setiap orang kini memiliki mbanking sehingga akan saling memudahkan antara penjual maupun pembeli. Proses yang dijalankan pun mudah dan sederhana. Bisnis UMKK Anda akan semakin lancar dan jika penjualan dilakukan secara e-commerce pun pembeli akan lebih suka memanfaatkan kartu kredit.

2. Wesel

Mode pembayaran selanjutnya ialah weasel. Penggunaan wesel dapat menjadi alternatif untuk mode pembayaran baik nasional maupun internasional. Pada proses penggunaan, Anda diharuskan menemui jasa wesel untuk mengisi formulir dan memasukan nomor  rekening bank penerima. Lebih lanjut, konfirmasi terkait pengiriman tidak berdasarkan pada rekening melainkan dengan menggunakan PIN.

3. Letter of Credit

Proses pembayaran melalui letter of credit sebetulnya tidak berbeda jauh dengan wesel. Namun melalui alat pembayaran internasional ini, dana yang dikirim dapat di cicil atau pun kredit. Jadi pembayaran tidak langsung lunas. Metode ini banyak dipergunakan bila antara penjual dan pembeli masih belum yakin satu sama lain apakah barang akan benar di kirim atau tidak terutama bila penjual berasal dari jauh tempat atau beda negara. Namun dengan transaksi kredit Anda tidak perlu repot sebab pada Moota, setiap jenis transaksi dan penjualan akan mudah di akses dalam satu dasboard sehingga akan sangat memudahkan.

4. Cek

Alat pembayaran yang satu ini pasti tak asing bagi Anda. Penggunaan cek banyak di pakai terutama bila melibatkan transaksi yang tidak sedikit. Pemindahan dana dapat dicairkan jika sudah di cap resmi oleh pembayar. Proses penggunaan cek itu sendiri melalui bank resmi sehingga akan lebih aman. Anda dapat mengecek apakah uang terkirim atau belum melalui Moota. Dengannya pengecekan setiap transaksi dan mutasi lebih mudah mengingat bersinergi langsung dengan mbanking Anda.

5. Valuta asing

Jika omzet bisnis Anda sudah besar hingga meluas ke berbagai negara, jangan memusingkan mengenai pembayaran transaksi. Selain beragam pilihan di atas, Anda pun dapat menggunakan valuta asing untuk membantu menerima transaksi. Pembayaran ini akan lebih menekankan kepada pertukaran kurs dari mata uang. Umumnya dollar Amerika lebih banyak digunakan karena simpel dalam perhitungan selisih.

Itulah beberapa alat pembayaran internasional yang bisa di pilih. Dengan beragam pilihan mode pembayaran tentu Anda bisa lebih mendapatkan keuntungan dan menikmati hidup. Apalagi telah hadir pula Moota yang mana memberikan kemudahan setiap pebisnis dalam mengatur keuangan, data transaksi serta penjualan.

Baca Sekarangbaca sekarang
Septian Rishal
October 1, 2020
October 1, 2020

Tips Kelola Penjualan di Banyak Flatform E-Commerce

Para pelaku usaha yang mempunyai banyak channel di berbagai platform e-commerce perlu menggunakan strategi jitu agar bisa berjalan maksimal. Pasalnya, setiap hasil transaksi yang jumlahnya tidak sedikit harus ditangani dengan baik. Meskipun sudah ada platform pengelola keuangan berbasis digital seperti https://moota.co/, tetap saja Anda harus mampu mengelolanya secara mandiri. Berikut tips mengelola penjualan bagi Anda yang berbisnis di banyak e-commerce.

Tips dan Trik Mengelola Penjualan di Banyak Platform E-Commerce

1. Lakukan Kategorisasi Produk

Kategorisasi produk penting dilakukan dalam bisnis online agar Anda bisa tau mana yang harus diprioritaskan saat penjualan. Kategorisasi ini juga membantu agar Anda bisa lebih paham mana item yang harus segera dikirimkan ke pembeli, reseller, dan lain-lain. Anda pun perlu mempelajari target pasar di setiap e-commerce agar kategorisasi bisa disesuaikan.

2. Periksa Stok Produk Secara Berkala

Mengapa penting mengelola stok? Dalam mekanisme jualan online, pembeli hanya akan checkout produk yang tersedia stoknya sesuai keterangan di e-commerce. Jangan sampai stock di e-commerce tidak sesuai dengan kondisi gudang, karena sama-sama merugikan baik pembeli maupun penjual.

Memeriksa stok juga nantinya akan membantu para dropship saat akan memesan barang. Jika stoknya banyak, dropshipper pun berani memesan dalam jumlah banyak. Selain itu, Anda juga harus bisa memproyeksikan stok barang secara futuristik. Maksudnya dalam jangka waktu tertentu, ada berapa barang yang harus disiapkan di toko online setiap platform e-commerce.

3. Gunakan Manajemen Inventori

Manajemen inventori merupakan sebuah sistem pengelolaan inventori produk yang secara otomatis dapat menginput data keluar masuk produk dalam jumlah besar. Bisa Anda bayangkan bagaimana ribetnya jika harus mencatat transaksi dan mengelola keuangan secara manual di berbagai platform.

Anda pun bisa menggunakan sistem pembantu untuk mencatat dan mengelola keuangan secara efisien melalui https://moota.co/. Dalam satu dashboard sudah tersedia beragam fitur manajemen omzet yang bisa memudahkan Anda mencatat transaksi dari berbagai merchant jual-beli online secara otomatis..

4. Buatlah Tempat Penyimpanan yang Efisien

Yang tak kalah penting dalam mengelola bisnis berbasis online di banyak platform adalah adanya tempat penyimpanan atau sering disebut gudang. Jika Anda memiliki produk yang sama di lebih dari satu merchant belanja online maka cukup satu gudang, asalkan memenuhi kategorisasi. Namun jika produk Anda beragam jenis, hendaknya ada beberapa gudang tersendiri.

5. Lacak Produk di Setiap Platform E-Commerce

Menjual produk di beberapa platform sekaligus mengharuskan Anda kian ketat dalam mengawal dan memonitor persediaan produk. Baik untuk level ukm yang masih rintisan, hingga perusahaan berskala besar, pelacakan produk penting dilakukan.

6. Cegah Resiko Terlambatnya Pengiriman Produk

Pengiriman produk yang terlambat memberikan dampak signifikan. Apalagi ini berkaitan dengan dana dari para pembeli yang juga akan terkendala jika produk terlambat sampai di tangan mereka. Bahkan tidak jarang perusahaan level scale up sekalipun menerima protes atas keterlambatan produk. Dengan demikian, persoalan ini harus dicegah sejak dini.

7. Tetap Jaga Ketersediaan Produk di Pasaran

Anda harus dapat memastikan agar produk yang ada di pasaran tetap terjaga stoknya. Hal ini demi menghindari hilangnya peluang keuntungan akibat penurunan permintaan pasar. Jadi, di samping mengelola keuangan hasil transaksi, manajemen produk yang ada di pasaran juga penting diperhatikan.

Tips mengelola penjualan di atas dapat Anda optimalkan dalam rangka mengembangkan bisnis berskala lebih besar. Anda juga bisa menggunakan layanan dari https://moota.co/ yang membantu pengelolaan keuangan hanya dalam satu dashboard. Pengecekan setiap transaksi pun dilakukan secara otomatis, sehingga Anda lebih efisien waktu tanpa harus mengeceknya manual.

Baca Sekarangbaca sekarang
1 86 87 88 89 90 122
Keuangan
Lihat Semua
Nur Rani D
January 28, 2019
January 28, 2019

Ingin Sukses? Contoh Cara Mengatur Keuangan Orang Cina

Kaya mungkin tujuan hidup Anda. Segala kebutuhan terpenuhi dengan mudah, dapat berlibur ke mana saja serta tabungan melimpah. Hingga akhirnya, segala pekerjaan dilakoni untuk mendapatkan tujuan tersebut. Namun, Anda melupakan satu hal. Bila kaya tidak melulu dari pekerjaan bergaji besar maupun memiliki bisnis yang melimpah ruah di berbagai sudut kota. Akan tetapi, kaya dapat Anda gapai bila mampu melakukan pengelolaan finansial yang tepat. Seperti yang dilakukan orang Cina. Anda dapat mencontoh cara mengatur keuangan orang Cina melalui ulasan singkat berikut.

1. Sederhanakan Hidup Sejak Dini

terbiasa membawa bekal ke kantor

Terbiasa membawa bekal ke kantor (source: elements.envato.com)

Seberapa pun penghasilan maupun tabungan yang tersimpan di rekening, jangan hidup berfoya-foya hingga menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Hemat, itulah kunci utama agar kesuksesan dapat tercapai.

Sederhanakan hidup Anda sejak dini. Itulah kebiasaan masyarakat Cina agar dapat memiliki tabungan berlebih. Mereka terbiasa membawa bekal untuk bepergian daripada makan di luar. Sejak kecil, mereka pun terbiasa menyisihkan uang yang dimiliki hampir setengahnya.

2. Utang Hanya untuk Mencari Keuntungan

pintar menggunakan utang

pintar menggunakan utang (source: elements.envato.com)

Masyarakat Cina memiliki kebiasaan lain yang patut Anda tiru, yaitu enggan berutang bila tidak ada manfaat yang didapat. Mereka akan berutang bila keadaan mendesak, itu pun secepatnya akan berusaha untuk mengembalikan. Bila tidak sanggup, keluarga akan turut membantu agar tidak terjerat utang terlalu lama. Maka tidak heran bila di Cina kartu kredit merupakan barang yang cukup langka, sebab masyarakat lebih dominan pembayaran menggunakan uang tunai atau memanfaatkan non tunai seperti dompet elektronik daripada kartu kredit.

3. Masa Depan Lebih Utama daripada Masa Lalu

memperhatikan masa depan

memperhatikan masa depan (source: elements.envato.com)

Kesuksesan orang Cina rata-rata didapat karena pandangan mereka jauh ke depan. Ketika mengatur keuangan, mereka tahu akan dibuat apa uang tersebut kelak digunakan. Bahkan, bukan hanya menumpuk dengan tabungan yang terus bertambah atau sekadar memakai simpanan yang dimiliki untuk mencukupi kebutuhan mendadak, tetapi juga dimanfaatkan untuk berbisnis.

Pandai mengatur uang, tentu harus diimbangi dengan kerja keras. Itulah motto hidup orang Cina yang patut Anda tiru. Investasi menjadi andalan mereka agar kekayaan semakin bertambah.

4. Menghargai Uang Sejak Kecil

belajar menabung sejak dini

belajar menabung sejak dini (source: elements.envato.com)

Dalam kepercayaan Konghucu, seorang anak wajib menghormati orang tua dan menjaga kehormatan keluarga dengan cara menghargai sumber daya yang dimiliki. Bila belum mampu menghasilkan uang dari jerih payah sendiri, maka mengelola dengan baik aset keluarga dan tidak berfoya-foya merupakan salah satu cara bentuk menghargai tersebut.

Selain itu, orang Cina terdidik untuk menghargai uang sejak kecil. Bukan hanya melalui kedisiplinan menyisihkan uang saku, tetapi juga belajar berbisnis sejak kecil. Maka tidak heran, jika banyak pebisnis keturunan Tionghoa yang berhasil dalam mengembangkan usaha dan semakin banyak investasi dilakukan.

5. Pertimbangkan Dulu Sebelum Melangkah

mempertimbangkan segala sesuatu

mempertimbangkan segala sesuatu (source: elements.envato.com)

Dalam setiap mengambil keputusan, sudah pasti perlu pertimbangan yang matang agar tidak berdampak buruk bagi keadaan finansial pribadi maupun keluarga. Begitulah orang Cina ketika hendak mengambil langkah seperti memakai kartu kredit. Mereka akan berpikir berulang kali terlebih dahulu, mempertimbangkan untung dan ruginya sebelum menentukan pilihan.

Itulah lima hal yang dapat Anda contoh dari cara mengatur keuangan orang Cina untuk mencapai tujuan menjadi orang kaya. Ingatlah, kaya bukan berarti uang menumpuk tanpa diimbangi kerja keras maupun pengelolaan finansial yang kacau. Bila Anda ingin kaya, maka belajarlah untuk mulai mengatur keuangan secara teratur dan disiplin sejak sekarang.

Manfaatkan aplikasi Moota agar mempermudah tujuan Anda. Kelebihan dalam melacak dan melaporkan setiap transaksi yang dilakukan, memudahkan dalam mengatur uang yang Anda miliki. Semoga bermanfaat.

Baca Sekarangbaca sekarang
Nur Rani D
January 25, 2019
January 25, 2019

5 Tips Cerdas Menggunaan Kartu Kredit Antiboros

Kartu kredit adalah salah satu produk perbankan yang paling banyak digunakan. Dengan kartu tersebut Anda dapat membeli beraneka macam barang tanpa perlu membayar secara langsung.

Penggunaan kartu kredit sebagai alat pembayaran bak dua sisi mata koin. Di satu sisi, kartu ini akan sangat berguna untuk membeli berbagai kebutuhan primer yang membutuhkan dana besar seperti rumah atau kendaraan. Tapi di sisi lain kartu ini juga bisa menjebloskan penggunanya ke dalam lubang utang.

Untuk mencegah pemborosan, berikut ini adalah 5 tips cerdas menggunakan kartu kredit yang bisa Anda praktikkan:

1. Hindari Pembayaran Kebutuhan Sehari-Hari dengan Kartu Kredit

kurangi pembayaran dengan kartu kredit (source: elements.envato.com)

Supaya tidak boros, jangan gunakan kartu kredit untuk membayar kebutuhan sehari-hari Anda seperti belanjaan, makanan, atau pakaian. Meski nampak murah pada awalnya, dalam jangka waktu lama biaya-biaya tersebut akan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan tagihan di kredit di akhir bulan.

Gunakanlah uang tunai atau kartu debit untuk membayar biaya kebutuhan Anda sehari-hari. Dengan demikian Anda akan memiliki kesadaran yang lebih tinggi perihal pengeluaran harian sehingga Anda secara otomatis akan berpikir dua kali sebelum menghamburkan uang.

2. Batasi Jumlah Kartu Kredit yang Anda Miliki

batasi penggunaan kartu kredit

batasi penggunaan kartu kredit (source: elements.envato.com)

Saat ini kartu kredit dapat dengan mudah Anda dapatkan di hampir seluruh bank baik negeri maupun swasta. Persyaratan pembuatan kartu kredit yang kian ringan membuat sebagian besar orang memiliki lebih dari satu kartu kredit.

Hal ini menciptakan ilusi bahwa Anda akan semakin aman dari berbagai biaya darurat yang mungkin muncul. Padahal, kartu-kartu tersebut sejatinya hanyalah alat pembayaran yang ujung-ujungnya harus Anda lunasi juga.

Supaya tidak boros, batasilah jumlah kartu kredit yang Anda punya. Sebaiknya, jangan miliki lebih dari 3 kartu kredit dalam satu waktu. Apabila Anda ingin membuat kartu kredit baru, tutuplah salah satu kartu kredit yang Anda miliki.

3. Membeli Barang yang Sesuai dengan Kemampuan Finansial

gunakan kartu kredit sewajarnya (source: elements.envato.com)

Untuk mencegah pemborosan kartu kredit, sangat penting untuk mengetahui batas kemampuan finansial Anda. Jangan memaksakan diri untuk membeli sesuatu yang ada di luar kemampuan finansial dengan anggapan bahwa semuanya akan lunas pada waktunya.

Ingatlah bahwa penggunaan kartu kredit pada dasarnya adalah pinjaman utang yang harus Anda bayar. Menggunakan alat pembayaran tersebut secara berlebihan hanya akan menyusahkan Anda di masa depan.

4. Jangan Memindahtangankan atau Meminjamkan Kartu Kredit

jangan pinjamkan kartu kredit

jangan pinjamkan kartu kredit (source: elements.envato.com)

Kartu kredit sebaiknya tidak dipindahtangankan atau dipinjamkan untuk membayar tagihan orang lain. Anda perlu berhati-hati apabila ada kerabat jauh atau teman yang meminta Anda melakukan pembayaran melalui kartu kredit.

Apabila orang tersebut kabur atau tidak bertanggung jawab atas pembayaran yang telah dilakukan, Andalah yang akan menuai masalah di kemudian hari.

5. Atur Limit Kartu Kredit Sewajarnya

atur limit kartu kredit

atur limit kartu kredit (source: elements.envato.com)

Bank biasanya memberikan opsi untuk menetukan limit pembayaran yang bisa dilakukan melalui kartu kredit Anda. Untuk mencegah terjadinya pemborosan, pastikan Anda telah mengatur limit kredit yang wajar. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

Pengaturan limit yang terlalu besar akan membuat Anda cenderung lebih boros, sementara limit yang terlalu kecil akan menyulitkan Anda saat membutuhkan dana darurat. Kuncinya adalah mengetahui batasan finansial Anda. Hitunglah penghasilan Anda secara seksama, kemudian cari angka yang paling aman sebagai limit kartu kredit.

Demikianlah sejumlah tips cerdas menggunakan kartu kredit antiboros yang bisa Anda praktikkan. Pada akhirnya, menyiapkan dana cadangan di rekening Anda merupakan cara terbaik untuk mengantisipasi segala kebutuhan mendadak yang mungkin muncul.

Menjadikan kartu kredit sebagai andalan di saat-saat darurat memang bisa dilakukan, tetapi hal tersebut tentu akan memberatkan kondisi keuangan Anda di masa depan. Selalu kontrol penggunaan kartu kredit Anda dengan Moota yang bisa Anda cek dimanapun dan kapanpun.

Baca Sekarangbaca sekarang
Nur Rani D
January 25, 2019
January 25, 2019

3 Cara Mengatur Keuangan Sesuai Syariat Islam

Ajaran Islam pada dasarnya memiliki konsep rahmatan lil a’lamiin yang berarti bahwa ajaran ini adalah rahmat bagi semesta alam. Karena itu, tidak heran jika Islam mengatur secara lengkap berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk cara mengelola keuangan.

Mengatur keuangan sesuai syariat Islam sejatinya tidaklah sulit. Cara-cara yang dibolehkan dan dilarang telah dibahas secara rinci di dalam hadits dan Al-Quran sehingga Anda hanya perlu mengikuti petunjuk-petunjuk yang ada di sana.

Untuk membantu Anda memahami hal tersebut, inilah pembahasan mengenai 3 cara mengatur keuangan sesuai syariat Islam.

1. Menghindari Utang

hindari melakukan hutang

hindari melakukan hutang (source: elements.envato.com)

Islam memang membolehkan umatnya untuk berutang kepada orang lain dalam keadaan terpaksa, akan tetapi hal ini memiliki aturan yang sangat ketat dan tegas. Adapun pembayaran utang di dalam syariat Islam hukumnya adalah wajib, bahkan setelah si pemilik utang tersebut meninggal dunia.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda

“Demi yang jiwaku ada ditanganNya, apabila seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah (mati syahid), lalu dihidupkan lagi, kemudian dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya hutang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi.”

Hadis tersebut dengan tegas menyiratkan urgensi seorang muslim untuk melunasi utang-utangnya. Oleh sebab itu, bagi Anda yang tidak berada dalam keadaan terdesak, sebaiknya jauhilah utang agar Anda selamat di dunia dan akhirat.

2. Menggunakan Uang secara Hemat

biasakan hemat pengeluaran

biasakan hemat pengeluaran (source: elements.envato.com)

Menghamburkan uang untuk berbagai hal yang sebenarnya tidak diperlukan menjadi salah satu hal yang dilarang di dalam syariat Islam. Hal ini merupakan perbuatan yang tidak terpuji sekalipun uang yang Anda miliki didapatkan dari cara yang halal.

Jika Anda adalah seorang muslim, Anda harus memiliki pribadi yang hemat dan menjauhi segala macam pemborosan, sebab boros terhadap harta adalah salah satu sifat setan. Di dalam surat Al Isra ayat 26 – 27 Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.”

Ayat tersebut menyatakan dengan tegas larangan untuk hidup boros. Selain ayat Al Quran di atas, anjuran untuk hidup hemat juga tertuang dalam sebuah hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ahmad yang berbunyi:

“Makanlah, minumlah, berpakaianlah dan bershadaqahlah dengan tidak berlebih-lebihan dan menyombongkan diri”

3. Menjauhi Riba

jauhi riba

jauhi riba (source: elements.envato.com)

Riba merupakan sebuah perbuatan yang amat dibenci oleh Allah SWT. Riba bertentangan dengan prinsip muamalah perdagangan dalam Islam. Karena itu sebagai seorang muslim Anda wajib menjauhi segala macam bentuk riba tanpa terkecuali.

Larangan untuk menjauhi riba sendiri telah tertera dengan jelas baik di dalam Al Quran ataupun hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam surat Ali Imran ayat 130, Allah SWT melarang tegas perbuatan riba melalui firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”

Sementara menurut hadis, diriwayatkan dari Ibnu Majah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Riba mempunyai 73 pintu, yang paling ringan (dosanya) ialah seperti seorang laki-laki menikahi ibunya sendiri dan riba yang paling berat ialah merusak kehormatan seorang muslim."

Itulah 3 cara mengatur keuangan sesuai syariat Islam yang perlu Anda pahami dan amalkan.

Pada akhirnya, meskipun harta tidak dibawa mati, pertanggungjawaban Anda akan harta tersebut tetap akan diminta di akhirat kelak. Oleh karena itu pastikan Anda telah mengelola harta sesuai dengan aturan yang ada di dalam ajaran Islam. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung.

Baca Sekarangbaca sekarang
Tutorial
Lihat Semua
Jangan Lewatkan Update Tips Terbaru dari Kami!
Dengan berlangganan artikel kami, Anda akan mendapatkan notifikasi langsung setiap kali kami memposting konten baru.
Moota merupakan aplikasi untuk pengecekkan mutasi dan saldo rekening Anda, dimana mutasi rekening Anda kami dapatkan dari akun iBanking Anda.
Office
Jl. Sunda, No 85, Kel. Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Workshop
Jl Terusan Cikutra Baru No. 3B Kel. Neglasari Kec. Cibeunying Kaler Bandung
Download Moota di
2025 © All rights reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram