Bisnis online sekarang udah jadi hal yang lumrah. Tapi, seringkali kita terpaku pada platform-platform besar seperti Tokopedia, Shopee, dan lainnya. Padahal, ada banyak peluang untuk berjualan online di luar marketplace. Dalam podcast kali ini, Kita ngobrol bareng Mang Andi, seorang pengusaha yang juga menggunakan platform Saas bernama Loops.id.
Selain itu Kita bahas banyak hal, mulai dari pentingnya traffic dan penawaran, perbedaan marketplace vs. landing page, model reseller, hingga fokus pada produk digital.
Mengapa Jualan di Luar Marketplace?
Sebelum kita lanjut, penting buat kita ngerti dulu kenapa sih kita perlu jualan di luar marketplace?
Kendali Lebih Besar: Jualan di luar marketplace memberikan kita kendali yang lebih besar atas bisnis kita. Kita bisa menentukan sendiri strategi pemasaran, desain website, dan pengalaman pelanggan.
Branding yang Lebih Kuat: Dengan memiliki platform sendiri, kita bisa membangun brand yang lebih kuat dan unik. Kita bisa menciptakan identitas visual yang konsisten dan menyampaikan pesan brand dengan lebih efektif.
Biaya yang Lebih Rendah: Jualan di marketplace biasanya melibatkan biaya komisi yang cukup besar. Dengan memiliki platform sendiri, kita bisa mengurangi biaya-biaya tersebut.
Data Pelanggan yang Lebih Lengkap: Ketika kita jualan di luar marketplace, kita memiliki akses langsung ke data pelanggan kita. Ini memungkinkan kita untuk memahami perilaku pelanggan dengan lebih baik dan melakukan pemasaran yang lebih tertarget.
Strategi Jualan di Luar Marketplace
Lantas, gimana sih cara jualan online di luar marketplace?
1. Menentukan Target Pasar: Langkah pertama adalah menentukan target pasar kita dengan jelas. Siapa target pelanggan kita? Apa kebutuhan dan keinginan mereka? Dengan memahami target pasar, kita bisa mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif.
2. Membangun Traffic: Setelah menentukan target pasar, langkah selanjutnya adalah membangun traffic. Bagaimana cara mendatangkan pengunjung ke website atau landing page kita? Beberapa strategi yang bisa dilakukan antara lain:
SEO (Search Engine Optimization): Mengoptimalkan website agar mudah ditemukan oleh mesin pencari seperti Google.
Social Media Marketing: Membangun kehadiran di media sosial dan menggunakannya untuk mempromosikan produk atau jasa.
Content Marketing: Membuat konten yang menarik dan bermanfaat untuk menarik perhatian pengunjung.
Iklan Online: Menggunakan platform iklan online seperti Google Ads atau Facebook Ads untuk menjangkau target pasar.
3. Menciptakan Penawaran yang Menarik: Setelah berhasil mendatangkan traffic, langkah selanjutnya adalah menciptakan penawaran yang menarik bagi pengunjung. Penawaran yang menarik bisa berupa:
Harga yang kompetitif: Menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan kompetitor.
Diskon dan promo: Memberikan diskon atau promo khusus untuk menarik minat pelanggan.
Bonus dan hadiah: Memberikan bonus atau hadiah kepada pelanggan yang melakukan pembelian.
Garansi dan layanan purna jual: Memberikan garansi dan layanan purna jual yang memuaskan.
4. Membangun Hubungan dengan Pelanggan: Setelah melakukan penjualan, penting untuk membangun hubungan yang baik dengan pelanggan. Beberapa cara untuk membangun hubungan dengan pelanggan antara lain:
Memberikan layanan pelanggan yang excellent: Responsif terhadap pertanyaan dan keluhan pelanggan.
Meminta feedback dan testimoni: Meminta feedback dari pelanggan untuk meningkatkan kualitas produk atau jasa.
Menjalankan program loyalitas: Memberikan reward kepada pelanggan setia.
Perbedaan Marketplace vs. Landing Page
Salah satu hal penting yang dibahas dalam podcast adalah perbedaan antara marketplace dan landing page.
Marketplace: Platform e-commerce yang menyediakan tempat bagi penjual untuk menjual produk mereka. Contoh: Tokopedia, Shopee, Lazada.
Landing Page: Halaman khusus yang dirancang untuk tujuan tertentu, seperti mengumpulkan leads, mempromosikan produk atau jasa, atau meningkatkan penjualan.
Kelebihan Marketplace:
Mudah digunakan: Mudah untuk memulai berjualan tanpa perlu membangun website sendiri.
Jangkauan pasar yang luas: Menjangkau jutaan pengguna yang aktif di platform tersebut.
Traffic yang tinggi: Mendapatkan traffic dari pengguna yang mencari produk di marketplace.
Kekurangan Marketplace:
Kompetisi yang tinggi: Bersaing dengan banyak penjual lain untuk mendapatkan perhatian pelanggan.
Biaya komisi yang tinggi: Membayar komisi kepada marketplace untuk setiap transaksi.
Kendali yang terbatas: Terbatas dalam hal desain, branding, dan pengalaman pelanggan.
Kelebihan Landing Page:
Kendali penuh: Memiliki kendali penuh atas desain, branding, dan pengalaman pelanggan.
Biaya yang lebih rendah: Tidak perlu membayar komisi kepada pihak ketiga.
Data pelanggan yang lebih lengkap: Mendapatkan data pelanggan yang lebih lengkap untuk keperluan pemasaran.
Kekurangan Landing Page:
Membutuhkan investasi waktu dan biaya: Membutuhkan waktu dan biaya untuk membangun dan mengoptimalkan landing page.
Membutuhkan keahlian teknis: Membutuhkan keahlian teknis untuk membangun dan mengelola landing page.
Membutuhkan strategi pemasaran yang efektif: Membutuhkan strategi pemasaran yang efektif untuk mendatangkan traffic ke landing page.
Model Bisnis Online
Ada beberapa model bisnis online yang bisa dipilih, antara lain:
Reseller: Menjual produk orang lain dengan mengambil keuntungan dari selisih harga.
Affiliate: Mempromosikan produk orang lain dan mendapatkan komisi dari setiap penjualan yang dihasilkan.
Dropshipper: Menjual produk tanpa harus menyimpan stok barang.
Penting untuk memilih model bisnis yang sesuai dengan kemampuan dan minat kita.
Fokus pada Produk Digital
Menjual produk digital memiliki beberapa keuntungan dibandingkan produk fisik, antara lain:
Biaya produksi yang rendah: Tidak memerlukan biaya produksi yang tinggi seperti bahan baku, tenaga kerja, dan biaya pengiriman.
Mudah didistribusikan: Dapat didistribusikan secara digital melalui internet.
Tidak ada biaya penyimpanan: Tidak memerlukan biaya untuk menyimpan stok barang.
Contoh produk digital yang bisa dijual antara lain:
E-book: Buku elektronik dalam format digital.
Kursus online: Kursus online dalam berbagai bidang.
Software: Aplikasi atau perangkat lunak.
Desain grafis: Desain logo, brosur, dan lainnya.
Musik: Lagu atau album musik.
Pentingnya Motivasi dalam Bisnis
Motivasi adalah faktor penting dalam kesuksesan bisnis. Ada tiga faktor utama yang mendorong pebisnis untuk bertahan dan berkembang:
Survival: Motivasi untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan dasar.
Reward: Motivasi untuk mendapatkan penghargaan, seperti uang, status, atau pengakuan.
Aktualisasi diri: Motivasi untuk mengembangkan diri dan mencapai potensi maksimal.
Rencana Pengembangan LoopsE
LoopsE, platform yang digunakan Mang Andi untuk mengelola leads dan pesan WhatsApp, juga memiliki rencana pengembangan ke depan. Salah satu rencana pengembangan LoopsE adalah menambahkan fitur untuk mendukung transaksi produk digital.
Kemudahan Mengelola Keuangan Bisnis dengan Moota
Selain fokus pada penjualan dan pengembangan produk, pengelolaan keuangan bisnis juga merupakan hal yang krusial. Untuk memudahkan pengelolaan keuangan bisnis, Anda bisa memanfaatkan Moota. Moota adalah platform yang membantu Anda memantau transaksi bank secara real-time, membuat laporan keuangan, dan mengelolaInvoice dengan mudah. Dengan Moota, Anda bisa lebih fokus pada pengembangan bisnis Anda tanpa perlu khawatir tentang masalah keuangan.
Jualan online di luar marketplace memiliki potensi yang besar, tetapi juga memiliki tantangan tersendiri. Dengan memahami strategi yang tepat, membangun traffic yang berkualitas, dan menciptakan penawaran yang menarik, kita bisa sukses dalam berjualan online di luar marketplace. Jangan lupa untuk memanfaatkan platform seperti Moota untuk mempermudah pengelolaan keuangan bisnis Anda.
Jika Anda tertarik untuk memulai bisnis online, saya sarankan untuk melakukan riset terlebih dahulu dan mempelajari berbagai model bisnis yang ada. Setelah itu, pilih model yang sesuai dengan kemampuan dan minat Anda. Jangan takut untuk memulai, karena dengan usaha dan kerja keras, Anda pasti bisa sukses.