Cara Menjadi Reseller Sukses di Kampung Halaman

Impian banyak orang untuk menjadi seorang reseller kini semakin meningkat. Tentu saja hal ini tidak mengherankan sebab pekerjaan yang satu ini mendatangkan sangat banyak keuntungan. Berbeda dengan petugas dropship, pekerjaan ini memiliki tugas untuk menjual barang yang produk dari supplier. Mengintip dari Moota, keduanya memiliki persamaan yakni pekerjaan yang merujuk pada usaha dagang namun sangat berbeda pula. Berikut adalah tips untuk menjadi seorang reseller yang sukses.

cara menjadi reseller

Ragam Cara Menjadi Reseller yang Sukses di Kampung Halaman

1. Riset Popularitas Produk

Langkah pertama yang wajib Anda lakukan sebelum mulai berjualan online adalah riset mendalam tentang popularitas produk yang ingin dipasarkan. Ini adalah kunci sukses yang nggak boleh Anda abaikan. Kenapa? Karena dengan mengetahui produk apa yang sedang tren dan diminati banyak orang, Anda bisa memastikan bahwa barang yang Anda jual akan laris manis di pasaran.

Misalnya, jika Anda berencana menjual produk fashion, cari tahu dulu jenis fashion item apa yang lagi hits. Apakah itu baju dengan motif tertentu, aksesoris dengan warna-warna pastel, atau mungkin sepatu sneakers yang sedang booming? Dengan riset ini, Anda bisa menyiapkan stok produk yang tepat, sehingga peluang untuk meraih omzet besar semakin terbuka lebar.

Selain itu, riset juga membantu Anda dalam memastikan bahwa produk yang Anda pilih memiliki kualitas dan reputasi yang baik. Produk yang populer dengan reputasi bagus akan lebih mudah dijual, dan Anda nggak perlu khawatir jika harus menyetok dalam jumlah besar. Ingat, produk yang diminati banyak orang biasanya punya potensi besar untuk meraih scale up dengan cepat. Jadi, jangan ragu untuk meluangkan waktu melakukan riset sebelum benar-benar terjun ke dunia bisnis online.

Pastikan produk tersebut memiliki kualitas dan reputasi yang baik sehingga Anda tidak perlu harus merasa khawatir saat ingin menyetok produk dalam jumlah yang cukup banyak, sebab konsumen pun pasti akan menggunakan bisnis jualan online Anda untuk membeli barang tersebut. Produk yang memiliki popularitas tinggi juga akan membantu Anda meraih scale up yang cepat.

2. Tentukan Harga Produk

Setelah menemukan produk yang tepat, langkah berikutnya adalah menentukan harga jualnya. Menentukan harga produk adalah seni tersendiri dalam bisnis online. Anda mungkin tergoda untuk memasang harga tinggi demi keuntungan besar, tapi tahan dulu! Sebaiknya, hindari mematok harga yang terlalu tinggi, karena itu bisa membuat calon pembeli berpikir dua kali sebelum membeli.

Ingat, persaingan di dunia online sangat ketat. Konsumen bisa dengan mudah membandingkan harga produk Anda dengan produk serupa di toko online lain. Jadi, alangkah bijaknya jika Anda menetapkan harga yang kompetitif namun tetap menguntungkan. Coba hitung dengan cermat, berapa biaya yang Anda keluarkan untuk mendapatkan produk tersebut, dan tambahkan margin keuntungan yang masuk akal. Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan biaya pengiriman, karena ini bisa mempengaruhi harga akhir yang harus dibayar oleh konsumen.

Selain itu, penting juga untuk tidak menghabiskan terlalu banyak modal di awal. Misalnya, ketika ingin memasok produk, pastikan Anda hanya membeli dalam jumlah yang wajar, terutama jika ini adalah kali pertama Anda menjual produk tersebut. Dengan begitu, Anda nggak akan merasa rugi jika produk tersebut ternyata nggak secepat yang Anda bayangkan. Anda juga bisa memanfaatkan layanan seperti Moota untuk membantu mengelola keuangan bisnis Anda secara efisien.

Selain itu, mengeluarkan dana yang tidak terlalu banyak saat ingin memasok produk pun juga penting sehingga Anda tidak akan merasa terlalu rugi. Anda dapat mengandalkan Moota, sebuah layanan berbasis ibanking yang mampu membantu Anda untuk mengelola keuangan saat melakukan bisnis tertentu.

3. Pasarkan Produk Secara Online

Di era digital ini, memasarkan produk secara online adalah langkah wajib yang nggak boleh terlewatkan. Kenapa? Karena internet adalah tempat di mana sebagian besar konsumen Anda berada, terutama generasi muda yang akrab dengan teknologi dan media sosial. Dengan memanfaatkan platform online, Anda bisa menjangkau lebih banyak orang dalam waktu singkat, bahkan tanpa perlu keluar rumah.

Ada banyak cara untuk memasarkan produk secara online. Anda bisa mulai dengan membuat akun di berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, atau Twitter. Pastikan Anda mengunggah foto-foto produk yang menarik, disertai dengan deskripsi yang jelas dan meyakinkan. Gunakan bahasa yang ramah dan engaging agar calon pembeli tertarik untuk berinteraksi dengan Anda.

Jangan lupa juga untuk memanfaatkan fitur iklan berbayar yang ditawarkan oleh platform tersebut. Dengan iklan berbayar, Anda bisa menargetkan audiens tertentu yang sesuai dengan produk yang Anda jual, sehingga peluang untuk mendapatkan pembeli yang tepat semakin besar. Selain itu, Anda juga bisa bekerja sama dengan influencer atau blogger yang memiliki banyak followers untuk mempromosikan produk Anda. Semakin kreatif strategi pemasaran yang Anda gunakan, semakin besar kemungkinan produk Anda dikenal oleh banyak orang.

4. Sesuaikan dengan Kondisi

Agar produk jualan online Anda cepat laku, Anda perlu cermat dalam membaca situasi dan kondisi yang ada. Misalnya, saat musim hujan tiba, banyak orang pasti akan mencari jas hujan, payung, atau perlengkapan lain yang mendukung aktivitas mereka di tengah cuaca yang tidak bersahabat. Nah, ini adalah peluang emas yang bisa Anda manfaatkan!

Ketika cuaca sedang nggak menentu, Anda bisa mulai menjual produk-produk yang memang dibutuhkan di saat-saat seperti itu. Misalnya, Anda bisa menawarkan jas hujan yang trendy dan berkualitas, atau mungkin payung dengan desain yang unik dan praktis dibawa ke mana-mana. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan fitur-fitur menarik pada produk Anda, seperti bahan yang tahan air atau ukuran yang bisa dilipat menjadi sangat kecil, sehingga mudah disimpan di dalam tas.

Menyesuaikan produk dengan kondisi juga berarti Anda harus peka terhadap tren yang sedang berkembang. Misalnya, saat terjadi pandemi, produk-produk kesehatan seperti masker dan hand sanitizer sangat diburu oleh konsumen. Jika Anda bisa melihat peluang ini lebih awal, Anda bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan penjualan. Intinya, selalu up-to-date dengan kondisi dan kebutuhan pasar, dan jadikan itu sebagai acuan dalam menentukan produk yang akan dijual.

5. Menentukan Supplier

Supplier adalah salah satu faktor penting dalam bisnis online yang seringkali terabaikan. Padahal, memilih supplier yang tepat adalah kunci sukses dalam memastikan bahwa produk yang Anda jual memiliki kualitas yang baik dan dapat diandalkan. Maka dari itu, jangan sampai salah pilih supplier!

Pertama-tama, pastikan supplier yang Anda pilih memiliki reputasi yang baik dan sudah terbukti terpercaya. Anda bisa mencari informasi tentang mereka dari review pelanggan atau bahkan dari rekomendasi teman yang sudah pernah bekerja sama dengan supplier tersebut. Cobalah untuk mencari supplier yang memiliki stok produk yang stabil, sehingga Anda nggak perlu khawatir akan kehabisan barang saat permintaan sedang tinggi.

Selain itu, pastikan juga bahwa supplier Anda mampu memberikan harga yang kompetitif. Jangan ragu untuk melakukan negosiasi agar Anda bisa mendapatkan harga terbaik. Ini penting, karena harga produk dari supplier akan sangat mempengaruhi harga jual yang Anda tetapkan nanti. Semakin murah harga dari supplier, semakin besar margin keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

Terakhir, pastikan supplier Anda bisa diandalkan dalam hal pengiriman. Produk yang dikirim tepat waktu dan dalam kondisi baik akan meningkatkan kepuasan pelanggan, dan ini bisa menjadi nilai tambah bagi bisnis Anda. Jadi, jangan ragu untuk meluangkan waktu lebih banyak dalam memilih supplier yang tepat, karena ini akan sangat mempengaruhi kelancaran bisnis Anda ke depannya.

6. Perhitungkan dengan Matang

Sebagai pelaku UKM, Anda harus pintar dalam mengelola keuangan. Jangan sampai Anda mengeluarkan uang terlalu banyak dari rekening hanya untuk menyetok barang. Ingat, semakin besar modal yang Anda keluarkan, semakin besar pula risiko yang Anda hadapi, terutama jika stok barang tersebut tidak terjual dalam waktu yang cepat.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah membuat perhitungan yang matang mengenai kebutuhan modal. Mulai dari modal untuk membeli stok produk, biaya pengemasan, hingga biaya promosi di media sosial. Jangan lupa juga untuk memperhitungkan biaya pengiriman dan pengelolaan inventaris. Semuanya harus dicatat dengan rinci agar Anda bisa mengontrol pengeluaran dengan baik.

Selain itu, Anda juga harus memiliki rencana cadangan jika produk yang Anda jual ternyata tidak laku. Misalnya, Anda bisa menawarkan diskon atau promosi khusus untuk menghabiskan stok yang ada. Ini akan membantu Anda menghindari kerugian yang lebih besar. Dan tentu saja, Anda bisa memanfaatkan layanan seperti Moota yang bisa membantu Anda dalam mengelola keuangan bisnis dengan lebih efisien. Dengan perencanaan yang matang, bisnis Anda akan lebih stabil dan mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Nah, itu dia beberapa Cara Menjadi Reseller yang bisa Anda terapkan agar bisa sukses di pekerjaan ini. Anda pun juga bisa menggunakan layanan Moota apabila masih belum terlalu yakin untuk memulai bisnis ini.

August 29, 2024
Baca Sekarang

Kami sediakan update terbaru, tutorial, dan tips terbaik untuk Anda
Nur Rani D
February 6, 2019
February 6, 2019

Panduan Lengkap Bisnis Dropship yang Minim Modal Untuk Pemula!

Banyak orang yang ingin bisnis tapi terkendala dengan modal. Padahal, ada bisnis dropship yang bisa tidak memerlukan modal yang besar. Bisnis dropship adalah cara berjualan tanpa harus menyetok barang, tetapi cukup mengunggah gambar melalui akun jual online-nya saja. Nantinya, pembeli akan memesan, kemudian penjual akan meneruskan ke supplier, lalu supplier yang akan mengirim barangnya.

Perbedaan Dropshipper dengan Reseller

Bisnis reseller lebih familiar di telinga masyarakat. Bisnis reseller dengan dropshipper memiliki perbedaan. Pada reseller, penjual harus membeli sejumlah barang terlebih dahulu, menyimpan barang tersebut, dan mengirimkan pesananannya ke pembeli.

Adapun pada dropshipper, penjual tidak perlu membeli barang dan penjual juga tidak perlu terlibat dalam proses pengiriman barang ke pemesan. Supplier akan mengirimkan barang ke pembeli atas nama penjual tadi.

Bisnis dropship adalah bisnis yang mudah, karena penjual hanya perlu melakukan promosi saja di berbagai media online. Biasanya supplier akan memberikan berbagai foto produk, deskripsi, serta rincian biayanya.

Manfaat jadi Dropshipper

Bisnis dropship memiliki banyak manfaat, seperti di bawah ini:

1. Modal Kecil

modal untuk dropshipper

modal untuk dropshipper (source: elements.envato.com)

Anda tidak perlu membeli barang. Selain itu, Anda juga tidak perlu menyewa toko atau memiliki rumah yang besar untuk menyimpan barang-barang. Anda hanya memerlukan telepon genggam dan kuota internet saja. Bisnis ini juga bisa dijalankan sendiri, sehingga tidak ada pengeluaran untuk menggaji orang lain.

2. Menjual Beragam Produk

produk bisnis dropship

produk bisnis dropship (source: elements.envato.com)

Jika ingin fokus untuk menjual perlengkapan anak, Anda tidak hanya bisa menjual pakaian dan aksesori anak saja. Anda bisa menjual camilan sehat anak atau mainan edukatif, misalnya.

3. Berjualan Kapan dan di mana saja.

tentang bisnis dropship

tentang bisnis dropship (source: elements.envato.com)

Keuntungan bisnis digital adalah bisa dilakukan dari jarak jauh dan bisa dilakukan kapan saja. Anda bisa berjualan saat di rumah, di jalan, atau di luar kota. Jam operasional juga ditentukan oleh Anda sendiri. Tentunya ingin akan menghemat banyak tenaga.

Langkah-langkah Bisnis Dropship

Jika tertarik dengan bisnis dropship, pastikan Anda mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

1. Mencari Supplier

supplier untuk bisnis dropship

supplier untuk bisnis dropship (source: elements.envato.com)

Anda tidak memproduksi barang, sehingga Anda akan membutuhkan pemasok barang. Anda bisa mencari supplier ke pasar-pasar besar seperti Pasar Tanah Abang di Jakarta atau Pasar Baru di Bandung.

Internet juga menyediakan informasi supplier. Biasanya supplier di media sosial seperti Instagram atau marketplace seperti Tokopedia memiliki penawaran kerjasama sebagai dropshipper.

2. Promosi

promosikan produk dropship

promosikan produk dropship (source: elements.envato.com)

Anda perlu mempromosikan jualan di berbagai akun media online seperti Instagram atau Twitter. Anda juga bisa berjualan di situs toko online seperti OLX, Shopee, Bukalapak, dan lainnya.

Agar toko Anda berbeda dari pesaing lainnya, Anda bisa memberikan keterangan tambahan pada penjelasan produk atau keterangan foto. Tulislah kata-kata yang menarik minat pembeli. Jika perlu, tulis tips-tips yang temanya berhubungan dengan produk yang Anda jual.

3. Melayani Pembeli

komunikasi bisnis dropship

komunikasi bisnis dropship (source: elements.envato.com)

Pembeli memiliki banyak karakter. Ada yang sabar, ada yang mudah mengeluh. Ini bisa membuat Anda stres. Oleh karena itu, Anda bisa bersikap ramah tetapi tegas. Misalnya, Anda bisa membuat ketentuan seperti harus membaca dulu sebelum membeli. Anda juga bisa membuat peraturan seperti tidak akan melakukan transaksi di saat hari libur atau akhir pekan.

 

Kesimpulannya, bisnis dropship adalah bisnis yang mengandalkan kemampuan menjual. Oleh karena itu, asah terus kemampuan promosi Anda. Anda bisa mencari inspirasi cara menjual secara online dari toko-toko yang sudah sukses. Selamat mencoba!

Baca Sekarangbaca sekarang
Nur Rani D
February 6, 2019
February 6, 2019

6 Kiat Membangun Personal Branding Melalui Media Sosial

Banyak orang yang memilih untuk membangun personal branding melalui media sosial karena sangat efektif. Branding di media sosial memiliki banyak kelebihan seperti jangkauan audiens yang luas, penggunanya yang besar, tidak memakan banyak biaya, serta waktu para pengguna menggunakan media sosial sangat tinggi.

Anda harus mengetahui tujuan personal branding Anda, misalnya ingin menjadi figur publik yang terkenal, seseorang yang ahli di bidangnya, atau pembicara. Jika sudah menentukan, maka simak kiat-kiat di bawah ini agar bisa melakukan branding dengan baik:

1. Tentukan dan Fokus pada Niche

tentukan niche atau fokus bisnis

tentukan niche atau fokus bisnis (source: internetmarketing.co.id)

Niche atau ceruk adalah tema, topik, atau keahlian yang dikuasai oleh Anda. Anda tidak bisa menguasai semua tema agar bisa menarik semua audiens. Misalnya, kalau Anda membahas tentang kecantikan dan otomotif, maka ini akan membuat audiens bingung.

Oleh karena itu, tentukan satu niche dan fokuslah di sana. Ini akan berguna saat Anda akan membangun komunitas di media sosial nantinya.

2. Gunakan Iklan di Facebook

gunakan iklan facebook

gunakan iklan facebook (source: pixabay.com)

Banyak pelaku usaha yang sudah mengiklanlan usahanya di Facebook, tetapi mereka tidak mempromosikan personal brand mereka. Media sosial seperti Facebook memiliki kemampuan untuk memilih audiens yang ingin Anda pikat secara tepat.

Caranya, pasang iklan dengan target audiens yang ideal seperti menentukan usia atau lokasi. Pasang iklan di Facebook hanya membutuhkan biaya $5 setiap harinya. Memasang iklan seperti ini akan mendorong traffic ke website Anda.

3. Tulis Artikel di LinkedIn

buat artikel di linkedin

buat artikel di linkedin (source: pixabay.com)

LinkedIn adalah media yang tepat jika ingin melakukan personal branding secara profesional. Anda bisa membangun audiens LinkedIn dengan membuat artikel yang lekang waktu dan sesuai dengan bidang yang Anda geluti. Di akhir artikel, dorong mereka untuk mengunjungi platform sosial lainnya, blog, atau website Anda.

Hindari untuk menyalin tulisan orang lain. Buatlah tulisan sendiri khusus untuk profil LinkedIn. Anda dapat berinteraksi dengan audience di kolom komentar.

4. Membuat Website Sendiri

membuat website bisnis

membuat website bisnis (source: elements.envato.com)

Anda akan sulit membangun personal branding melalui media sosial jika Anda hanya memasarkan perusahaan Anda saja. Menulis blog atau admin untuk media sosial perusahaan Anda memang akan baik untuk bisnis. Tetapi, jika Anda ingin serius melakukan memasarkan diri sendiri, maka penting untuk memisahkan diri antara bisnis dan personal branding.

Untuk awal mula yang baik, buatlah blog. Mulailah dengan menulis secara konsisten dan bagikan konten tersebut ke seluruh profil media sosial Anda. Jika bisa, gunakan domain sendiri.

5. Dokumentasikan Perjalanan Bisnis Melalui Vlog

membuat kegiatan melalui vlog

membuat kegiatan melalui vlog (souce: elements.envato.com)

Kini vlog sangat popular. Wirausahawan seperti Gary Vaynerchuk dan Casey Neistat adalah contoh bagaimana seseorang bisa mengembangkan personal branding melalui vlogging kehidupan sehari-harinya. Untuk menarik minat audiens, carilah sudut pandang dan cerita yang unik.

6. Investasi pada Hal-hal yang Mendukung Personal Branding

berinvestasi untuk mengembangkan bisnis

berinvestasi untuk mengembangkan bisnis (source: elements.envato.com)

Tidak semua orang jago foto, desain, menulis, hingga membuat website. Anda perlu menyewa jasa orang-orang yang ahli di bidangnya.

Contohnya, keindahan visual adalah poin penting jika Anda ingin melakukan personal branding di Instagram. Gunakan jasa fotografer agar foto-foto Anda memiliki komposisi yang baik, gambar yang tajam, serta memiliki nada warna yang sama di seluruh fotonya.

Jika Anda gemar membuat kutipan, maka hias kata-kata tersebut dengan desain yang baik. Anda mungkin membutuhkan jasa desain grafis. Atau jika Anda merasa kesulitan menulis caption di media sosial, Anda juga perlu menyewa jasa penulis konten.

 

Konsistensi adalah kunci membangun personal branding melalui media sosial. Selain menjaga agar isinya selalu berkualitas, Anda perlu merawat media ini dengan mengunggah tulisan atau foto terbaru dalam jangka waktu tertentu. Ini berguna agar akun Anda terlihat aktif dan mempertahankan pengikut setia agar tidak pindah pada orang lain. Selamat mencoba!

Baca Sekarangbaca sekarang
Nur Rani D
February 5, 2019
February 5, 2019

6 Jenis Investasi yang Sesuai dengan UMR Bandung

Persiapan di masa depan menjadi salah satu alasan banyak orang berinvestasi. Tidak ada kata terlambat untuk investasi, Anda bisa memulainya dari sekarang. Ada banyak investasi yang menguntungkan. Tapi pertanyaannya, jenis investasi yang menguntungkan itu seperti apa?

Banyak investasi menguntungkan yang bisa dicoba, khususnya untuk Anda yang tinggal di Bandung dan memiliki penghasilan standar UMR. Penasaran? Langsung saja, berikut ini beberapa jenis investasi menguntungkan yang bisa jadi pilihan.

1. Deposito

jenis investasi deposito

jenis investasi deposito (source: elements.envato.com)

Bukan hanya sekadar menabung biasa, di bank Anda juga bisa berinvestasi dengan deposito. Hal ini memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan dari bunga yang lebih besar. Dengan melakukan deposito itu artinya Anda tidak bisa mengambil uang kapan saja, karena uang hanya boleh diambil setelah melewati batas tempo tertentu. Semakin lama dan besar nominal uang di Bank, akan semakin besar keuntungan yang didapat.

2. Emas

jenis investasi emas

jenis investasi emas (source: pixabay.com)

Emas adalah salah satu jenis investasi yang menguntungkan dengan kemampuan durasi jangka panjang. Nilai jual yang nyaris tidak pernah turun membuat banyak orang suka ‘menimbun’ logam mulia yang satu ini. Emas juga anti inflasi sehingga resikonya sangat kecil. Tertarik investasi emas?

3. Saham

jenis investasi saham

jenis investasi saham (source: elements.envato.com)

Semakin besar saham yang dimiliki, maka akan semakin besar pula kuasa Anda pada hal itu. Sebagai contoh adalah sebuah perusahaan. Anda memiliki saham mayoritas, maka Anda adalah pemilik dari perusahaan tersebut. Selain itu, semakin besar nilai saham maka akan semakin besar keuntungan yang di dapat.

Namun saham memiliki risiko yang cukup besar. Kemungkinan terburuk adalah seperti ketika perusahaan itu bangkrut, maka saham yang sudah Anda tanam di perusahaan itu akan ikut hangus. Oleh karena itu diperlukan kejelian dalam menanam saham, tidak bisa dilakukan sembarangan.

4. Tanah dan Bangunan

jenis investasi tanah dan bangunan

jenis investasi tanah dan bangunan (source: elements.envato.com)

Tanah dan Bangunan adalah investasi yang tak lekang oleh waktu. Seperti yang sudah kita tahu sendiri, harga tanah dan peminatnya setiap tahun semakin meningkat. Begitu juga dengan bangunan/rumah yang terus mengalami kenaikan harga. Untuk itu investasi tanah dan bangunan sangat tepat.

Ada beberapa cara yang bisa diterapkan di antaranya dengan membeli rumah di area perumahan yang cenderung memiliki harga relatif terjangkau. Lalu untuk tanah bisa dimulai dengan membeli yang berada di daerah pinggiran, yang harganya masih relatif murah.

Namun begitu, tetap saja tanah dan bangunan memiliki nilai yang lebih tinggi dibanding investasi lainnya sehingga perlu modal yang cukup besar untuk itu.

5. Investasi Reksadana

jenis investasi reksan dana

jenis investasi reksan dana (source: elements.envato.com)

Salah satu investasi yang mulai berkembang akhir-akhir ini adalah investasi reksadana. Banyak yang menyarankan ini karena dinilai menjadi salah satu investasi yang cukup menguntungkan. Banyak jenis investasi reksadana yang bisa Anda pilih untuk dikelola perorangan atau kelompok.

6. Bisnis Properti

jenis investasi properti rumah

jenis investasi properti rumah (source: elements.envato.com)

Nah, setelah tadi sudah disebutkan bahwa investasi properti seperti tanah dan bangunan, jenis investasi terakhir ini adalah dengan memanfaatkan properti tersebut. Anda memiliki properti yang menganggur seperti lahan kosong atau rumah yang tidak ditempati? Sewakan saja.

Bisnis properti tidak perlu memerlukan perawatan khusus seperti bisnis lain. Cukup kontrol sekali seminggu atau bisa dengan membayar orang untuk jaga sudah cukup. Anda bisa menikmati hasilnya setiap bulan tanpa harus bersusah payah. Bahkan Anda mendapatkan keuntungan dari penyewa yang membantu merawat rumah yang tidak ditempati.

 

Saat ini investasi adalah salah satu cara yang dinilai memberikan jaminan masa depan cukup besar karena sebagian besar memiliki risiko kecil. Namun ada juga investasi yang risikonya cukup besar seperti saham. Nah, tapi semua tergantung Anda untuk memilih jenis investasi yang menguntungkan.

Baca Sekarangbaca sekarang
Keuangan
Lihat Semua
Tutorial
Lihat Semua
Jangan Lewatkan Update Tips Terbaru dari Kami!
Dengan berlangganan artikel kami, Anda akan mendapatkan notifikasi langsung setiap kali kami memposting konten baru.
Aplikasi untuk pengecekkan mutasi dan saldo rekening Anda, dimana mutasi rekening Anda kami dapatkan dari akun iBanking Anda.
Office
Jl. Sunda, No 85, Kel. Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Workshop
Jl Terusan Cikutra Baru No. 3B Kel. Neglasari Kec. Cibeunying Kaler Bandung
Download Moota di
2025 © All rights reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram