A-9

Tips Sukses Pindah Kuadran dari Karyawan Jadi Entrepreneur

Lelah menjadi karyawan karena hidup terasa monoton dan stagnan? Capek menjalankan rutinitas harian 9 to 5? Ingin membuka usaha sendiri tapi bingung bagaimana harus memulainya? Memanfaatkan perkembangan teknologi, Anda bisa mengawalinya dengan bisnis online. Namun, untuk melancarkan keputusan tersebut, Anda butuh software seperti Moota dalam mengatur finansial.

Panduan Konversi dari Karyawan Jadi Entrepreneur

1. Kukuhkan niat dan mental

Aspek emosional sering kali dibutuhkan untuk menjadi motivasi dalam berbisnis. Pasalnya, dunia pengusaha erat kaitannya dengan ketidakpastian, terutama jika baru mulai merintis dari awal. Bahkan, meski hanya menjadi reseller dari merek lain, Anda akan dihadapkan pada arus deras persaingan, serta tidak pastinya pendapatan.

Ada kalanya Anda mendapat pelanggan hari ini, namun esok harinya amat sepi. Bagaimanapun juga, mudah saja bagi prospek untuk berpaling dari toko online satu ke toko lainnya. Situasi semacam ini akan menuntut tanggung jawab ekstra, kesabaran, dan konsistensi dari Anda.

Jangan sampai, memilih berhenti di tengah jalan karena tidak sanggup menghadapi persaingan pasar. Itu agak menyedihkan dibanding Anda berhenti karena kehabisan dana atau modal. Maka dari itu, memiliki mental dan niat yang kukuh adalah syarat pertama untuk menjadi entrepreneur sukses.

2. Literasi finansial

Dewasa ini, semakin mudah untuk menemukan sumber literatur tentang manajemen finansial, tetapi tidak semua orang mau dan konsisten mengaplikasikannya. Jika ingin memulai usaha, Anda harus tahu betul bagaimana caranya mengelola keuangan, mulai dari persiapan modal, eksekusi, hingga tahap evaluasi.

Sebagai karyawan yang ingin konversi jadi pengusaha, idealnya Anda sudah punya modal dari tabungan gaji. Namun jika belum, Anda bisa menempuh jalur penjualan aset, pinjaman ke bank, keluarga atau teman, dan mencari investor. Semua punya kelebihan dan kelemahannya masing-masing, tetapi intinya Anda harus tahu bagaimana cara pengembalian utang tersebut.

Tanpa adanya literasi finansial yang memadai, Anda akan kesulitan mengelola arus kas. Lalu yang tak kalah penting, miliki alat bantu yang tepat untuk mendukung hal ini. Adalah Moota, layanan perangkat lunak digital yang mampu mengintegrasikan berbagai akun perbankan dalam satu dashboard saja.

Di sini, Anda bisa mengamati arus kas bisnis, serta melayani pesanan pelanggan dengan lebih optimal. Semua akun bisa digabungkan secara terpadu sehingga tidak akan menyita terlalu banyak waktu hanya untuk perkara teknis seperti mengecek mutasi rekening bank.

3. Miliki ilmu berjualan

Zaman modern ini, transaksi daring lebih digemari oleh masyarakat dibanding cara konvensional. Karena itu, setiap pelaku usaha hendaknya mempelajari apa itu digital marketing dan bagaimana strategi mengoptimalkannya. Wawasan inilah yang nantinya akan membantu bisnis Anda mengalami scale up.

Sederhananya, jualan online sebenarnya gampang-gampang susah. Susah saat Anda buta sama sekali bagaimana memanfaatkan peluang yang ada,tetapi menjadi relatif gampang setelah mengetahui seluk-beluknya.

Kemampuan teknis seperti copywriting, SEO atau SEM, penggunaan media iklan digital, pengelolaan website, dan sejenisnya sudah harus Anda pahami, minimal bagian yang paling mendasar. Tak perlu khawatir, kemampuan akan meningkat sejalan dengan tingginya intensitas praktik. Bahkan, meski Anda memulai usaha melalui keterlibatan produk dropship.

Apakah Anda sudah yakin untuk konversi jadi entrepreneur? Sudahkah memiliki niat dan mental yang kukuh, ilmu penunjang, dan kemantapan literasi keuangan? Jika iya, sekarang waktunya untuk berlangganan Moota. Layanan perangkat lunak berbasis digital terbaik untuk membantu mencatat pengeluaran dan pemasukan bisnis Anda. Klik Moota dan rasakan manfaatnya!

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Artikel Lainnya