13

Tips Mengelola Keuangan untuk Dropshipper Pemula

Dropshipper menjadi salah satu pelaku yang terlibat dalam usaha online di berbagai platform. Dropshipper cepat berkembang karena sistemnya yang mudah dan tanpa modal. Meski begitu, seorang Dropshipper terutama yang pemula harus paham cara mengelola keuangan agar berjalan lancar. Untuk itu, Dropshipper pemula bisa menggunakan Moota sebagai pengecekan transaksi agar pengelolaan dapat terbantu.

Inilah Beberapa Tips untuk Mengelola Keuangan untuk Dropshipper Pemula

1. Menentukan Supplier serta Harga yang Diinginkan

Tips pertama adalah menentukan supplier beserta harga yang diinginkan. Supplier disini adalah adalah berbagai toko online dari marketplace tertentu. Pilihlah supplier yang dirasa memiliki barang dengan kualitas terbaik dengan harga yang murah. Jangan lupa catat data-data mengenai supplier dengan lengkap agar proses transaksi nantinya menjadi lebih mudah.

Selain itu, tentukan juga harga beli barang pada supplier. Jika harga dirasa masih terlalu mahal, bisa melakukan nego pada supplier sampai ada kesepakatan antara kedua belah pihak. Hal ini sangat penting agar dropshipper segera melakukan perencanaan keuangan sehingga bisa menentukan harga jual barang untuk customer nantinya.

2. Menentukan Harga Jual

Tips kedua adalah menentukan harga jual barang untuk customer. Setelah sepakat dengan harga barang dari supplier, seorang dropshipper bisa menentukan harga jual barang. Sebagai patokan, perhatikan harga jual barang yang sama dari kompetitor lain. Setelah itu, bandingkan dengan harga dari supplier agar harga jual bisa ditentukan dengan tepat. Jadi, usaha dropship ini bisa menghasilkan keuntungan yang baik.

Setelah menentukan harga jual, dropshipper bisa langsung melakukan stok kepada supplier dengan sistem PO. Hal ini sangat penting agar produk dapat segera dipasarkan. Jadi, ketika customer tertarik pada produk jualan online dropshipper, maka transaksi dapat segera diproses apabila ada pesanan. Jadi, usaha ini bisa berjalan dengan lancar.

3. Menentukan Customer

Tips ketiga adalah menentukan customer dari barang yang akan dijual. Hal ini sebenarnya menjadi salah satu syarat wajib bagi berbagai usaha termasuk bisnis online. Penentuan customer yang sesuai dengan barang akan membuatnya laku di pasaran. Customer yang tertarik akan segera menghubungi dropshipper dan membuat pesanan untuk membeli barang.

Oleh karena itu, tentukan dulu target customer agar barang yang dijual segera laku. Dengan begitu, customer akan tertarik untuk belanja online barang dari dropshipper. Hal ini akan membuat dropshipper dan seller sama-sama memperoleh keuntungan.

4. Merancang Laporan Transaksi

Tips keempat adalah merancang laporan transaksi. Laporan transaksi merupakan sebuah jurnal besar yang memuat transaksi dari rekening bank dropshipper. Selain transaksi, jurnal ini juga memuat laba atau rugi dari penjualan. Pencatatan transaksi akan membuat aliran uang dari customer bisa dialokasikan dengan tepat.

Agar pencatatan transaksi bisa dilakukan dengan mudah, dropshipper bisa menggunakan layanan Moota. Layanan ini berfungsi untuk menginformasikan berbagai transaksi dari rekening dropshipper. Informasi ini disampaikan melalui sms, e-mail, dan webhook sehingga bisa diketahui dengan cepat. Hal ini tentu akan membuat laporan transaksi penjualan menjadi lebih tepat dalam proses penyusunannya.

Itulah beberapa tips bagi dropshipper pemula agar bisa mengelola keuangan untuk usahanya. Berbagai tips di atas sangat penting untuk diperhatikan, terutama pada saat merancang laporan transaksi. Agar laporan transaksi bisa terbantu, dropshipper bisa menggunakan Moota agar bisa mengetahui notifikasi transaksi yang masuk. Jika ingin tahu lebih lanjut tentang layanan ini, kunjungi moota.

 

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Artikel Lainnya