Artikel Moota 20

Tips Dasar Mengelola Keuangan Usaha Kecil untuk Pemula

Semua bisnis baik yang berskala kecil maupun besar, dalam operasionalnya menekankan pengelolaan keuangan. Pengelolaan keuangan untuk bisnis berskala kecil dalam menghadapi persaingan yang begitu sengit, terlebih ketika ekonomi sedang tidak stabil seperti sekarang sangat krusial. Oleh karena itu, untuk bisnis skala kecil, pengambilan keputusan sedari awal harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Untuk menjalankan sebuah usaha, ide brilian anda bukanlah satu-satunya hal yang bisa diandalkan. Semua usaha perlu sistem keuangan berstruktur untuk menghasilkan kredibilitas dalam hal keuntungan. Seorang pemilik usaha memerlukan kemampuan dalam pengelolaan keuangan sebagai modal dasar dalam dirinya. Dengan begitu usaha yang ia miliki bisa dikembangkan lebih jauh hingga sukses.

Rata-rata banyak sekali usaha kecil, utamanya pebisnis pemula yang pengelolaan keuangannya tidak handal. Kebanyakan dari mereka hanya bermodalkan kenekatan saja dan sama sekali awam soal keuangan. Meski begitu dengan terus belajar, semua bisa memaksimalkan pengetahuannya dalam mengelola keuangan.

1. Terus Mengedukasi Diri

Pertama-taman cobalah untuk mengedukasi diri sendiri. Hal ini sebagai bentuk investasi diri yang sangat berharga. Untuk mengedukasi diri, bisa digunakan berbagai cara. Anda bisa belajar tentang cara membaca laporan keuangan jika belum tahu cara membacanya. Laporan keuangan itu berhubungan dengan alur dari mana uang berasal, uang itu berubah seperti apa, dan kemana ia disalurkan. Secara mendasar ada 4 hal penting yang memuat informasi mengenai laporan keuangan yakni Laporan modal, laporan neraca, laporan penghasilan, dan terakhir, laporan arus kas.

2. Memisahkan Keuangan Personal dan Usaha

Merupakan sebuah keharusan untuk membuat pemisahan antara uang pribadi dengan uang perusahaan bagi pemilik usaha. Salah satunya dengan memasukkan alur pengeluaran uang ke kartu tersebut  dengan membuat kartu kredit khusus untuk usaha. Dengan cara ini, kontrol penuh terhadap pengeluaran uang bisa dilakukan dengan menelusurinya secara sistematis. Berikutnya silakan membuat rekening bisnis khusus untuk bisnis anda. Kini segala transaksi yang berhubungan dengan usaha bisa dilakukan melalui rekening tersebut.

3. Berbagai Biaya dan Pengurangan-Pengurangan

Satu hal penting yang membuat usaha kecil bisa terus bertahan adalah meminimalisir pengeluaran uang sementara di saat yang sama menjaga agar konsumen tetap puas. Untuk usaha kecil hal ini sangat penting sekali. Terkait biaya-biaya, ada dua hal yang dimiliki oleh sebuah bisnis yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap merupakan yang terjadi meski tanpa terpengaruh oleh kinerja bisnis. Sementara itu, biaya variabel penentunya adalah progress bisnis dan kinerja.

4. Mengawasi Performa dan Perkembangannya

Bukan main sangat penting sekali bagi pemilik usaha untuk secara berkala mengawasi dan memeriksa kinerja bisnis berikut transaksi-transaksi bisnis di dalamnya. Ini karena dalam semua aktivitas tersebut dilibatkan uang dalam jumlah besar. Ada baiknya selalu memantau kondisi keuangan anda dari bulan satu ke bulan berikutnya. Dengan sering mengecek kondisi keuangan usaha anda, anda bisa lebih fokus menentukan rencana anggaran agar lebih terarah, lebih terperinci, bahkan memiliki visi kedepan.

Ketika menjalankan usaha, ada waktu-waktu yang nyaman untuk dijalani ada pula momen-momen penuh ketegangan ketika mengelola keuangan perusahaan. Intinya jangan biarkan bisnis anda gagal hanya karena ketidakmampuan dalam mengelola laporan keuangan. Semoga tips yang kami sampaikan di atas bisa dipraktekkan dan bisnis anda berkembang seiring berjalannya waktu. Jangan sungkan untuk berkomentar, atau berbagi artikel ini ke rekan dan keluarga anda.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Artikel Lainnya