Ketahui 5 Hal Membangun Tim Startup Agar Tidak Salah Pilih

Nur Rani D
04/02/2019

Kebutuhan membangun tim startup biasanya dikarenakan pemilik yang terdiri satu atau dua orang yang sudah mencapai titik tidak bisa bekerja tanpa bantuan orang lain. Artinya, perusahaan ini sudah siap bertransisi dari seorang pegawai yang biasa melakukan banyak tugas menjadi sebuah tim. Ini juga bisa berarti perusahaan sudah mulai berkembang.

Merekrut pegawai tanpa pengalaman terkadang bisa sangat menantang. Mempekerjakan orang yang salah bisa membuat rugi perusahaan. Maka, pastikan ketahui hal-hal yang harus diperhatikan saat merekrut orang lain agar tidak salah pilih.

1. Identifikasi Posisi

mengetahui posisi kerja dalam tim startup

mengetahui posisi kerja dalam tim startup (source: elements.envato.com)

Pastikan Anda mengetahui posisi yang diperlukan untuk melengkapi tim Anda. Posisi seperti SEO, pemasaran, programming, atau akunting adalah contoh posisi yang harus diisi. Saat mengidentifikasi posisi-posisi tersebut, pastikan Anda memprioritaskan untuk menemukan orang-orang dengan talenta yang tidak dimiliki oleh anggota tim lain.

Selain itu, pastikan Anda mengetahui apakah posisi tersebut harus diisi oleh pegawai kontrak atau pegawai tetap. Sesuaikan dengan anggaran serta kebutuhan perusahaan Anda.

2. Lakukan Wawancara

lakukan wawancara tim startup

lakukan wawancara tim startup (source: elements.envato.com)

Mengadakan wawancara tampak terlihat mudah: membuat daftar para kandidat, bertemu, bertanya, dan membandingkan hasilnya dengan kandidat lain. Tetapi, apakah Anda bisa menjamin hasil wawancara tersebut akan mengantarkan Anda pada pilihan yang tepat?

Merekrut orang yang salah dapat menghabiskan banyak uang, seperti biaya pelatihan, keluhan dari klien, atau proses rekrutmen yang harus diulang lagi untuk mencari pegawai baru.

Agar hal itu tidak terjadi, cari pegawai yang memiliki visi dan passion yang sama. Jika perusahaan bergerak di bidang game, maka carilah pegawai yang memiliki kesukaan pada game.

Pegawai dengan keahlian juga poin penting saat membangun tim startup. Meskipun keahlian ditulis di CV, tanya lebih jauh pencapaian yang sudah ia raih berdasarkan keahlian tersebut. Ini berguna untuk mengetahui jika ia jujur atau tidak.

3. Fleksibilitas

memiliki kemampuan yang fleksibel

memiliki kemampuan yang fleksibel (source: elements.envato.com)

Sebagai pemilik startup, Anda mungkin tidak terpaku pada satu sistem perusahaan karena Anda sedang mencari sistem yang tepat. Strategi bisnis Anda pun bisa jadi berubah-ubah, karena Anda masih mempelajari pasar, klien, dan industri yang Anda geluti.

Oleh karena itu, pilih pegawai yang bisa mengikuti perubahan dan bersedia menanggung beban kerja dan kebiasaan perusahaan Anda. Pastikan juga mereka bekerja tanpa teralihkan oleh strategi bisnis baru.

4. Memiliki Jiwa Wirausaha

tim memiliki jiwa wirausaha

tim memiliki jiwa wirausaha (source: elements.envato.com)

Merintis startup penuh risiko dan Anda harus mengukur apakah calon pegawai tersebut siap dengan risiko-risiko tersebut. Pegawai dengan jiwa wirausaha biasanya memiliki ide-ide yang baru dan inovatif untuk perusahaan.

Saat wawancara berlangsung, Anda bisa menilai area ini dengan memberikan pertanyaan contoh kasus yang relevan pada calon pegawai. Lihat bagaimana mereka mengatasinya dan bagaimana solusinya tersebut selaras dengan visi perusahaan.

5. Rasa Ingin Tahu dan Ingin Belajar

memiliki jiwa rasa ingin tahu dalam tim startup

memiliki jiwa rasa ingin tahu dalam tim startup (source: elements.envato.com)

Anda pasti ingin mendapatkan tim yang tidak hanya bisa menerima informasi dan instruksi saja, tetapi juga tim yang memiliki kemauan untuk belajar.

Seseorang dengan rasa ingin tahu adalah kualitas yang penting untuk perusahaan rintisan. Hal ini disebabkan karena banyak hal baru yang akan ditemui dan semua orang belajar dan bereksperimen di saat yang sama.

Oleh karena itu, mintalah calon karyawan untuk mengajukan pertanyaan di akhir wawancara. Semakin cerdas pertanyaan yang diajukan oleh calon karyawan, maka Anda harus semakin mempertimbangkan untuk merekrut mereka.

 

Membangun tim startup yang solid tidak hanya dilakukan saat proses rekrutmennya saja, tetapi juga setelahnya. Lakukan pelatihan atau pengembangan karier untuk karyawan. Sesekali, lakukan acara ke luar kantor untuk membangun hubungan antar karyawan yang solid.

Artikel Terkait

Bisnis yang Makin Mantap: Proposal Bisnis

Nah, buat yang lagi ngejar impian jadi pebisnis sukses atau lagi ngembangin bisnis yang udah ada, cekidot, kita lagi bahas yang namanya proposal bisnis, Gak cuma buat ngejebak investor, tapi juga jadi panduan jalan buat bisnismu. Gue bakal cerita, apa tuh sebenernya proposal bisnis, kenapa kita butuhin ini, dan gimana cara ngebikinnya.

Apa sih Proposal Bisnis Itu?

Jadi, proposal bisnis ini tuh kertas-kertas yang berisi cerita lengkap tentang bisnismu. Intinya, ini adalah senjata rahasia yang bisa bantu kadapetin investor atau pastiin bisnisberjalan sesuai rencana. Mulai dari nama sampe anggaran, semuanya harus ada di proposal bisnis.

Kenapa Kita Perlu Proposal Bisnis?

Ada yang bingung atau galau soal bikin proposal bisnis yang oke? Nah, jangan risau, gue bakal ngebantu Anda ngertiin kenapa ini penting banget.

Jadi, proposal bisnis ini tuh kayak kail buat nangkep investor atau dana segar buat bisnismu. Semakin ciamik proposal bisnismu, semakin gede peluang Anda buat dapetin duit buat majuin bisnismu.

Selain itu, proposal bisnis juga bikin Anda bisa ngecek apakah bisnisworth it atau enggak. Dengan detailnya proposal, Anda bisa pastiin bahwa semua strategi yang udah direncanain tetep jalan, meskipun ada perubahan di tengah jalan. Ini yang bikin bisnistetep fokus dan stay on track.

Macam-macam Proposal Bisnis

Ada beberapa jenis proposal bisnis yang wajib Anda kenal, nih:

  1. Proposal Bisnis Formal: Ini buat nanggepin permintaan formal dari pihak lain yang pengen kerja sama sama bisnismu. Biasanya, proposal formal ini disesuaiin sama yang diminta oleh calon mitra bisnis.
  2. Proposal Bisnis Informal: Kalau yang ini, biasanya buat calon konsumen yang lagi kepo soal produk atau jasa bisnismu. Mereka butuh tambahan info lebih lanjut.
  3. Unsolicited Proposal: Jenis yang satu ini dibuat tanpa diminta secara resmi dan gak ada permintaan detail. Biasanya, ini berbentuk brosur atau email yang dikirim ke banyak orang berisi info dasar.

Fungsinya Proposal Bisnis

Nggak cuma buat ngejar investor, proposal bisnis punya beberapa fungsi lain juga, loh:

Cek Apakah Bisnis Layak:

Proposal bisnis bisa ngebantu Anda memastikan bahwa semua rencana bisnistetep sesuai rencana, meskipun ada perubahan di tengah jalan.

Moota: Hemat Waktu dengan Kelola Keuangan Otomatis

Merancang Bisnis yang Keren:

Dengan proposal bisnis, Anda bisa rencanain efisiensi bisnisdari segala aspek, dari produksi sampe anggaran.

Nyorot Kelebihan dan Kekurangan:

Bikin proposal bisnis bisa ngebantu Anda nyari tahu plus-minusnya bisnissecara obyektif, pake analisis SWOT.

Informasi yang Komplit:

Proposal bisnis ini juga jadi panduan lengkap soal visi, misi, dana, dan tujuan bisnis buat tim Anda dan yang pengen kerja sama sama lo.

Tips Bikin Proposal Bisnis

Nah, sebelum Anda mulai nulis proposal bisnis, ada beberapa tips nih yang bisa bantu Anda bikin yang efektif:

Kasih Detail yang Ngejelasin:

Wajib banget kasih info detail kayak nama bisnis, sejarah, visi, misi, tujuan, dan info penting lainnya.

Tunjukin Keunggulan Bisnis Anda:

Jelasin dengan gamblang kenapa bisnis keren, mulai dari produksi, produk atau layanan, efisiensi, dan lainnya. Kalau ada prestasi atau testimonial pelanggan, jangan lupa dicatet juga.

Struktur yang Nyantai:

Pake struktur yang jelas biar yang baca nggak bingung. Misalnya bab pendahuluan, profil perusahaan, analisis produk, analisis pasar, laporan keuangan, penutup, sama lampiran. Semakin rapi, semakin menarik bisnis Anda.

Kalau Anda pengen bisnis tetep aman soal keuangan, coba cek Moota.co. Kita bisa bantu Anda mengelola keuangan bisnis dengan gampang. Jadi, jangan panik soal keuangan bisnismu, aktifin aja Moota.co sekarang buat ngejaga keuangan bisnis tetap terkendali! Nah, semoga jadi tambahan Anda yang lagi seriusin bisnis

Baca Selengkpanya

Apa itu rekonsiliasi oleh bank?

Jika Anda sering berurusan dengan keuangan bisnis, mungkin Anda pernah mendengar istilah ini terlempar ke sana-sini. Tapi, apa sebenarnya rekonsiliasi oleh bank dan mengapa itu penting untuk bisnis Anda? Nah, mari kita coba kupas tuntas bahasan ini secara lebih mendalam tanpa terlalu memusingkan detil teknisnya.

Pegertian rekonsiliasi oleh bank

Pertama-tama, mari kita bahas tentang apa itu rekonsiliasi oleh bank. Rekonsiliasi oleh bank adalah proses yang dilakukan oleh bank untuk memastikan bahwa catatan transaksi yang mereka miliki sejalan dengan catatan yang Anda miliki sebagai pemilik rekening. Ini merupakan cara untuk memastikan bahwa setiap transaksi yang dilakukan oleh bank pada rekening Anda telah dicatat dengan benar dan sesuai.

Mengapa rekonsiliasi oleh bank menjadi hal yang penting?

Langkah penting dalam memantau kesehatan keuangan bisnis Anda.

Dengan melakukan rekonsiliasi secara teratur, Anda dapat dengan cepat mendeteksi kesalahan atau kejanggalan dalam transaksi keuangan Anda. Misalnya, jika ada transaksi yang tidak sah atau duplikat, Anda akan segera mengetahuinya dan dapat mengambil tindakan yang diperlukan.

Membantu Anda menghindari biaya yang tidak perlu.

Jika Anda tidak memeriksa secara cermat catatan bank Anda, Anda mungkin akan melewatkan biaya yang tidak seharusnya ada. Dengan melakukan rekonsiliasi, Anda dapat memastikan bahwa Anda hanya membayar apa yang seharusnya Anda bayar.

Meningkatkan keakuratan laporan keuangan Anda.

Laporan keuangan yang akurat sangat penting bagi bisnis Anda, terutama jika Anda perlu melaporkannya kepada pihak lain seperti investor, kreditor, atau pihak berwenang. Dengan melakukan rekonsiliasi secara berkala, Anda dapat yakin bahwa laporan keuangan Anda mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya.

bagaimana sebenarnya proses rekonsiliasi oleh bank dilakukan?

Ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Anda perlu membandingkan catatan transaksi Anda sendiri dengan catatan transaksi yang dimiliki oleh bank. Anda bisa mendapatkan catatan transaksi dari bank Anda melalui rekening bank Anda atau melalui laporan bulanan yang mereka kirimkan kepada Anda.

Bandingkan saldo awal

Langkah pertama dalam melakukan rekonsiliasi adalah membandingkan saldo awal bulan Anda dengan saldo awal bulan yang tercatat oleh bank. Jika ada perbedaan, Anda perlu mencari tahu penyebabnya. Mungkin ada transaksi yang belum tercatat atau ada kesalahan dalam mencatat transaksi.

Bandingkan tiap transaksi

Setelah Anda membandingkan saldo awal bulan, langkah berikutnya adalah membandingkan setiap transaksi yang tercatat dalam catatan Anda dengan catatan bank. Ini mencakup setiap transaksi yang masuk dan keluar dari rekening Anda, termasuk deposit, penarikan, cek yang dicairkan, dan transaksi lainnya.

Cocokkan jumlah & waktu transaksi

Selama proses ini, pastikan Anda mencocokkan jumlah transaksi dan tanggal transaksi dengan catatan bank. Jika Anda menemukan perbedaan antara catatan Anda dan catatan bank, Anda perlu mencari tahu penyebabnya. Mungkin ada transaksi yang belum tercatat, atau mungkin ada kesalahan dalam mencatat transaksi.

Hitung biaya atau bunga bank

Selain itu, pastikan juga bahwa biaya atau bunga yang dikenakan oleh bank telah tercatat dengan benar. Ini penting karena biaya-biaya ini dapat berdampak pada saldo akhir Anda.

Bandingkan saldo akhir Anda

Setelah Anda selesai membandingkan semua transaksi, hitung saldo akhir Anda. Ini adalah saldo yang seharusnya Anda miliki berdasarkan catatan transaksi Anda. Bandingkan saldo akhir Anda dengan saldo akhir yang tercatat oleh bank. Jika keduanya cocok, itu berarti Anda telah berhasil melakukan rekonsiliasi dengan benar.

Namun, jika ada perbedaan antara saldo akhir Anda dan saldo akhir yang tercatat oleh bank, Anda perlu melakukan investigasi lebih lanjut. Mungkin ada transaksi yang belum tercatat atau ada kesalahan dalam mencatat transaksi. Dalam hal ini, Anda perlu menghubungi bank Anda untuk mencari tahu penyebab perbedaan tersebut.

Jadi, mengapa Anda harus peduli dengan rekonsiliasi oleh bank? Karena itu adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan keuangan bisnis Anda. Ini membantu Anda mendeteksi kesalahan, menghindari biaya yang tidak perlu, dan memastikan bahwa laporan keuangan Anda akurat. Dan meskipun prosesnya mungkin terasa memakan waktu, ini adalah investasi yang sangat berharga untuk bisnis Anda.

Moota.co dapat membantu Anda dalam proses rekonsiliasi oleh bank

Dengan fitur-fitur yang mudah digunakan, Anda dapat dengan cepat membandingkan catatan transaksi Anda dengan catatan bank Anda dan mendeteksi kesalahan dengan lebih efisien. Selain itu, Moota.co juga dapat membantu Anda memantau semua transaksi bisnis Anda secara otomatis, menghemat waktu dan tenaga Anda.

Jadi, jangan biarkan masalah rekonsiliasi oleh bank mengganggu bisnis Anda. Aktifkan Moota.co sekarang juga untuk menjaga keuangan bisnis Anda tetap sehat dan teratur!

Baca Selengkpanya

7 Perbedaan Dasar Kartu Debit Dan Kartu Kredit

Begitu banyak metode pembayaran modern yang populer saat ini, mulai dari e-wallet hingga pemindai kode QR di smartphone. Namun, kartu debit dan kartu kredit masih tetap berada di puncak daftar favorit.

Mereka sering menawarkan berbagai promosi menarik yang berbeda dari metode pembayaran lain dan memungkinkan Anda untuk bertransaksi tanpa uang tunai. Meskipun keduanya menawarkan kenyamanan yang sama, tetapi ada perbedaan mendasar yang perlu Anda ketahui.

1. Penampilan Fisik Kartu

Perbedaan pertama terlihat pada penampilan fisik kartu. Kartu kredit mencantumkan nama pemilik kartu dan masa berlaku untuk verifikasi identitas, sementara kartu debit tidak memiliki nama pemegang kartu.

2. Persyaratan untuk Pengajuan Kartu

Beda debit dan kredit juga terletak pada persyaratan pengajuannya. Untuk mendapatkan kartu kredit, Anda perlu menyiapkan dokumen seperti NPWP dan slip gaji. Namun, untuk kartu debit, Anda hanya perlu membuka rekening tabungan di bank.

3. Kegunaan dan Fungsi

Kartu kredit memungkinkan pembelian barang tanpa pembayaran uang muka dan sesuai untuk transaksi besar. Kartu debit digunakan untuk pembelian yang harus dibayar langsung.

4. Sumber Dana

Kartu kredit memungkinkan penundaan pembayaran dengan bank penerbit yang menyediakan uang sementara. Kartu debit menggunakan dana langsung dari saldo tabungan Anda.

Moota: Keuangan Lebih Tertata, Hidup Lebih Tenang

5. Biaya Administrasi

Pemegang kartu kredit membayar biaya administrasi tahunan dan berbagai biaya lainnya. Kartu debit memiliki biaya administrasi bulanan yang lebih terjangkau.

6. Fasilitas untuk Nasabah

Kartu debit memberikan diskon harga melalui kerja sama bank dengan pedagang mitra. Kartu kredit menawarkan diskon cicilan dan poin reward yang dapat ditukarkan dengan hadiah gratis.

7. Kontrol Pengeluaran

Kartu debit membantu Anda mengendalikan pengeluaran karena hanya bisa digunakan sesuai saldo tabungan. Kartu kredit cocok jika Anda mampu mengelola keuangan dan merencanakan pembelian besar.

Jadi, Pilih yang Mana?

Setelah mengetahui perbedaan antara kartu debit dan kartu kredit, Anda mungkin masih bingung tentang pilihan yang tepat. Secara sederhana, jika Anda ingin lebih mengontrol pengeluaran Anda, maka kartu debit adalah pilihan yang tepat karena Anda hanya bisa bertransaksi sesuai dengan saldo yang Anda miliki. Namun, jika Anda dapat mengatur keuangan dengan baik dan berencana untuk melakukan pembelian besar, maka kartu kredit bisa menjadi pilihan yang tepat.

Ternyata, perbedaan antara kartu debit dan kartu kredit melibatkan berbagai aspek, dari penampilan fisik hingga manfaat yang ditawarkan kepada nasabah. Namun, yang terpenting, baik Anda memiliki kartu debit atau kartu kredit, penting untuk tetap membayar biaya administrasi atau tagihan tepat waktu. Jadi, pastikan Anda memiliki dana yang cukup di rekening bank Anda untuk tujuan pembayaran, dan jangan khawatir!

Baca Selengkpanya

UMKM dan UKM Apa Bedanya?

Saat membicarakan dunia bisnis di Indonesia, seringkali kita mendengar istilah UKM dan UMKM. Keduanya memiliki peran penting dalam membangun perekonomian negara ini. Tapi, sebenarnya, apa bedanya?

Pengertian Singkat

Mari kita bahas tanpa terlalu memusingkan detail hukum pajak atau istilah teknis. Pertama, UKM singkatan dari Usaha Kecil dan Menengah. Fokus utama UKM adalah pada usaha kecil. Di sisi lain, UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yang lebih mencakup usaha mikro, kecil, dan sedikit lebih besar dari itu.

Omzet

Omzet adalah salah satu faktor utama yang membedakan UKM dan UMKM. Menurut UU Nomor 20 Tahun 2008, usaha mikro memiliki omzet tahunan maksimal Rp300 juta. Usaha kecil memiliki omzet antara lebih dari Rp300 juta hingga Rp2,5 miliar. Sementara usaha menengah memiliki omzet lebih dari Rp2,5 miliar hingga Rp50 miliar.

Tenaga kerja

Selain omzet, jumlah tenaga kerja juga menjadi perbedaan. Usaha mikro umumnya memiliki 1-5 tenaga kerja. Usaha kecil biasanya memiliki 6-19 tenaga kerja, sementara usaha menengah bisa mencapai 20-99 tenaga kerja.

Moota: Solusi Cerdas untuk Keuangan Anda

Modal awal

Tentu saja, perbedaan lain adalah modal awal yang diperlukan untuk memulai usaha. UKM memerlukan modal awal sekitar Rp50 juta, sedangkan UMKM memerlukan modal awal yang lebih besar, yaitu sekitar Rp300 juta atau dapat bantuan modal dari pemerintah.

Pembinaan usaha

Ada juga perbedaan dalam hal pembinaan usaha. Sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2014, usaha mikro dibina oleh kabupaten dan kota, usaha kecil dibina oleh provinsi, dan usaha menengah dibina secara nasional.

Pajak

Kemudian ada perbedaan dalam pajak yang dikenakan. Berdasarkan PP Nomor 23 Tahun 2018, wajib pajak yang memiliki peredaran bruto di bawah Rp4,8 miliar dikenakan pajak penghasilan final sebesar 0,5%. Ini berarti bahwa pelaku usaha dengan peredaran bruto tertentu tidak wajib memungut dan membayar PPN atas setiap transaksinya, melainkan harus memungut PPh Final 0,5%.

Nah, mengapa semua perbedaan ini penting? Karena memahami perbedaan UKM dan UMKM membantu Anda mengenali jenis usaha Anda dan melibatkan kebijakan dan peraturan yang sesuai.

Moota.co dapat membantu Anda dalam memahami perbedaan ini dan memantau transaksi keuangan Anda dengan lebih baik. Kami bisa membantu Anda mencatat transaksi Anda secara otomatis, sehingga Anda tidak perlu khawatir tentang perbedaan pajak yang rumit. Aktifkan Moota.co sekarang untuk menjaga kesehatan keuangan bisnis Anda!

Jadi, selamat berbisnis, baik Anda seorang pelaku UKM maupun UMKM! Semoga bisnis Anda terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi ekonomi Indonesia.

Baca Selengkpanya
1 2 3 121
Moota merupakan aplikasi untuk pengecekkan mutasi dan saldo rekening Anda, dimana mutasi rekening Anda kami dapatkan dari akun iBanking Anda.
Office
Jl. Sunda, No 85, Kel. Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Workshop
Jl Terusan Cikutra Baru No. 3B Kel. Neglasari Kec. Cibeunying Kaler Bandung
Jam Layanan
Senin-Jum'at
09.00-19.00 WIB
Sabtu
09.00-14.00 WIB
2023 © All rights reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram