11

Jangan Gegabah, Hindari Kesalahan Ini Saat Belajar Berinvestasi

Kini semakin banyak dewasa muda yang tertarik dengan bisnis investasi. Hal ini dikarenakan sejumlah uang dapat bertambah dalam jangka waktu beberapa tahun tanpa perlu sibuk bekerja. Banyak tidaknya omzet uang yang didapat tergantung seberapa banyak modal yang dikeluarkan. Karena banyak yang tidak sabar mencoba, akhirnya tidak sedikit investor pemula yang asal transfer ke orang yang salah sehingga gagal untuk berinvestasi. Situs moota dapat membantu Anda mengecek transaksi yang salah itu. Selain kesalahan tersebut, terdapat beberapa kesalahan lain yang sering dilakukan investor pemula seperti daftar di bawah ini.

Kesalahan Investor Pemula saat Belajar Investasi

Bisnis investasi memiliki persentase yang sama antara kerugian dan keuntungan. Hal ini selain bergantung pada keberuntungan juga bergantung pada langkah yang diambil baik sesudah maupun sebelum menanam investasi.

Anda yang telah mengalami scale up perusahaan rintisan juga dapat menyisihkan sebagian penghasilan UKM Anda untuk menanam modal investasi yang bisa menambah harta yang dipunya.

1. Tidak tahu untuk apa berinvestasi

Investasi tanpa tujuan bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan. Hal ini agar Anda bisa tahu kapan seharusnya keuntungan dari sebuah investasi dapat diambil.

Bila ingin untuk menikmati hidup di hari tua, Anda dapat berinvestasi pada saham untuk jangka waktu setidaknya sepuluh tahun agar mendapat keuntungan yang optimal. Namun bila uang investasi ingin digunakan modal nikah, Anda dapat investasi jangka pendek di bidang properti.

2. Membandingkan portofolio dengan orang lain

Ada beberapa pemilik toko online yang dijumpai menyisihkan sebagian uang untuk investasi setelah mendengar mengenai nasib baik yang didapat setelah menanam modal. Mereka berharap mendapat hasil yang serupa.

Mereka pun dengan semangat mengikuti pelatihan investasi. Banyak sekali hasil positif yang mereka dengar. Secara sering, mereka mengecek portofolio keuangan perusahaan yang mereka tanami modal. Hingga kemudian setelah mencobanya, mereka merasa gagal karena hasil yang didapat tidak sama dengan yang mereka dengar.

3. Hanya pada satu sektor saham

Melakukan diversifikasi investasi juga merupakan salah satu cara mengelola keuangan investasi. Hal ini akan menjaga uang Anda lebih aman dan lebih sedikit mengalami kerugian dibanding hanya berinvestasi pada satu sektor saham saja.

Misal Anda membeli empat saham di sektor banking, kala perusahaan tersebut bangkrut, saham yang Anda miliki akan terpuruk dan bernilai rendah. Untuk itu, Anda dapat berinvestasi pada sektor obligasi atau yang cenderung bersifat stabil seperti emas. Dan Anda dapat melakukan transaksi investasi ini melalui moota agar lebih aman.

4. Terlalu percaya diri

Terlalu percaya diri bukanlah sikap yang benar untuk dilakukan seorang investor pemula dari pemilik jualan online ketika sudah merasa yakin dengan hasil informasi dan analisis yang dipunya berdasarkan pengalamannya.

Terkadang, saran mengenai cara analisis dari orang lain dapat membantu Anda menyempurnakan informasi suatu perusahaan yang menjadi tempat Anda berinvestasi.

5. Terlalu lama menunda

Kesalahan ini sering dilakukan para investor pemula yang bekerja sebagai reseller. Mereka cenderung merasa ragu-ragu dengan harga saham yang dirasa terlalu rendah.

Ketika saham yang mereka incar meningkat nilainya, mereka akan terburu-buru membeli saham agar bisa segera menikmati keuntungan.

Anda yang baru menjadi seorang dropship juga bisa belajar investasi dari memperhatikan kesalahan di atas. Serta dana yang Anda keluarkan sebagai modal investasi dapat dicek melalui Moota.

 

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Artikel Lainnya