7

Dampak Resesi Ekonomi Bagi Bisnis Kecil (UMKM)

Resesi ekonomi merupakan suatu fenomena di mana penurunan ekonomi yang disebabkan karena berkurangnya aktivitas industri dan perdagangan. Keadaan tersebut ditandai dengan terjadinya penurunan kondisi keuangan dalam kurun waktu dua kuartal secara berkelanjutan. Fenomena ini juga dapat terjadi pada bisnis kecil, sehingga membutuhkan adanya solusi seperti moota.

Berbagai Dampak Resesi Ekonomi Bagi Bisnis Kecil (UMKM)

1. Maraknya Pemutusan Hubungan Kerja

Dampak ini merupakan yang paling terlihat ketika resesi ekonomi terjadi. Hal tersebut terjadi karena ekonomi melambat sehingga beberapa perusahaan terpaksa tutup dan tidak beroperasi lagi, selanjutnya penjualan menurun yang diikuti penurunan pendapatan.

Hal ini juga terjadi pada UMKM. Hanya saja kerugian yang ditimbulkan tidak sebesar perusahaan jenis yang lain. Karena modal yang dikeluarkan belum begitu besar dan kredit yang dimiliki juga tidak begitu banyak. Pengangguran selanjutnya akan berdampak pada maraknya kemiskinan yang terus saja bertambah.

Hal ini terjadi karena mereka kehilangan sumber pendapatan. Kebutuhan yang meningkat tanpa disertai kenaikan pendapatan tentunya akan menyebabkan timbulnya banyak hutang. Padahal sumber keuangan yang dimiliki juga berkurang, maka masyarakat akan kebingungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Inilah sebab pentingnya untuk mengelola keuangan dengan baik.

2. Daya Beli Masyarakat Menurun

Dampak ini sangat dirasakan oleh mereka yang memiliki UMKM. Karena ketika resesi terjadi, daya beli masyarakat akan mengalami penurunan dan mereka akan memilih untuk menahan dan dana yang mereka miliki. Sehingga omset maupun keuntungan yang diterima oleh UMKM juga akan berkurang.

Maka deflasi akan memberikan keuntungan bagi masyarakat, akan tetapi justru merusak perekonomian yang dapat menyebabkan meningkatnya jumlah pengangguran. Pandemi Covid-19 benar-benar telah menyebabkan dampak bagi pelaku UMKM.

Daya beli masyarakat yang menurun akan mendorong pemerintah untuk melakukan upaya lebih untuk membangkitkan keadaan ekonomi. Pemerintah harus mencari cara agar masyarakat tidak hanya mengandalkan bantuan yang diberikan kepada mereka, melainkan pada aktivitas masyarakat sendiri.

3. Tingkat Suku Bunga

Resesi ekonomi juga berdampak pada tingkat suku bunga bank meningkat, rupiah ditarik, dan berakibat pada terjadinya inflasi. Padahal UMKM juga memerlukan pendanaan melalui kredit. Jika suku bunga yang ditetapkan tinggi, maka pelaku UMKM juga tak dapat dengan mudah memutuskan untuk mengambil pinjaman.

4. Arus Kas yang Tidak Stabil

Sangat penting untuk melakukan pemeriksaan secara berkala pada laporan laba rugi UMKM. Resesi ekonomi dapat berpotensi menyebabkan pengeluaran yang lebih besar dibandingkan dengan pemasukan. Maka pelaku UMKM harus mengantisipasi hal tersebut.

Supaya mudah dalam melakukannya, Anda dapat menggunakan aplikasi seperti moota. Melalui aplikasi tersebut Anda juga dapat belajar banyak hal termasuk tentang mengembangkan bisnis offline maupun bisnis online. Selain itu, Anda juga dapat melakukan cek mutasi otomatis pada saldo rekening bank yang Anda miliki.

Pelaku UMKM juga perlu untuk memperbesar pemasukan, dan menabung. Agar lebih mudah untuk memantau kondisi kas, Anda dapat menggunakan fitur ibanking maupun mbanking. Ketika pandemi covid-19 ini usai, maka Anda masih memiliki uang untuk membangun kembali bisnis Anda agar kembali bangkit.

Penting bagi UMKM untuk menandai customer yang memang berlangganan, pada saat seperti ini apabila memang sulit untuk mendapat pelanggan baru, Anda dapat fokus pada pelanggan yang sudah Anda dapatkan. Menggunakan moota Anda dapat dengan mudah, handal, dan aman dalam melakukan transaksi dengan pelanggan Anda secara cepat dan praktis.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Artikel Lainnya