Hilangnya Kelas Menengah di Indonesia: Nyata atau Cuma Isu?

Sobat, pernah dengar istilah kelas menengah? Mungkin terdengar akrab, ya. dimana masyarakat tersebut sering kali diidentikkan dengan mereka yang hidupnya sudah cukup stabil—punya rumah, mobil, pekerjaan tetap, dan sedikit tabungan untuk masa depan. Nah, kabarnya, ada kekhawatiran bahwa kelas menengah di Indonesia bisa terancam hilang. Serius, hilang? Bukan hal yang sepele, ini benar-benar masalah yang bisa berdampak besar bagi perekonomian dan kesejahteraan sosial kita. Yuk, akan moota bahas kupas tuntas soal ini!

kelas menengah

Apa Itu Kelas Menengah?

Sebelum kita masuk ke dalam masalah yang lebih serius, ada baiknya kita pahami dulu definisi dari kelas menengah. Secara sederhana, kelas menengah adalah kelompok masyarakat yang berada di antara kelas bawah dan kelas atas, baik dari segi pendapatan maupun gaya hidup. Mereka adalah orang-orang yang mungkin tidak terlalu kaya, tapi juga tidak kekurangan. Biasanya, mereka sudah bisa memenuhi kebutuhan pokok seperti makan, tempat tinggal, dan pendidikan, serta punya sedikit sisa untuk kebutuhan hiburan atau investasi.

Di Indonesia, menurut Bank Dunia, mereka yang tergolong kelas menengah adalah individu yang berpenghasilan antara USD 3,20 hingga USD 10 per hari. Walaupun standar ini berbeda di setiap negara, umumnya kelas menengah adalah mereka yang hidup lebih nyaman daripada kelas bawah dan punya peluang lebih besar untuk naik ke kelas atas jika keadaan ekonomi mendukung.

Dimana masyarakat tersebut ini punya peran penting dalam perekonomian, Sobat. Mereka biasanya menjadi motor penggerak konsumsi dalam negeri, membeli barang dan jasa, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Mengapa Kelas Menengah Penting?

Kelas menengah sering dianggap sebagai tulang punggung ekonomi. Mereka adalah konsumen utama yang mendorong roda perekonomian lewat belanja produk-produk sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga barang-barang sekunder seperti elektronik dan kendaraan. Tanpa kelas menengah, sektor ritel bisa lesu, industri bisa berhenti berproduksi, dan lapangan kerja bisa berkurang.

Selain itu, masyarakat tersebut juga berperan dalam stabilitas sosial. Biasanya, mereka yang berada di kelas ini memiliki akses yang lebih baik terhadap pendidikan dan kesehatan, yang berarti mereka lebih cenderung memiliki stabilitas dalam kehidupan sosialnya. Dengan kata lain, semakin banyak masyarakat yang tergolong masyarakat tersebut, semakin stabil dan sehat perekonomian suatu negara.

Namun, akhir-akhir ini muncul kekhawatiran bahwa masyarakat yang diposisi ini di Indonesia bisa terancam. Ada beberapa faktor yang menyebabkan masalah ini, mulai dari krisis ekonomi global hingga ketimpangan pendapatan yang semakin tinggi.

Ancaman Terhadap Kelas Menengah di Indonesia

Nah, apa sih yang sebenarnya mengancam keberadaan masyarakat tersebut di Indonesia? Berikut beberapa penyebab utamanya.

1. Pandemi dan Dampaknya Terhadap Ekonomi

Nggak bisa dipungkiri, pandemi COVID-19 punya dampak yang luar biasa terhadap semua aspek kehidupan, termasuk perekonomian. Banyak bisnis tutup, angka pengangguran meningkat, dan pendapatan masyarakat menurun. dimana masyarakat tersebut yang biasanya merasa "aman" dalam hal keuangan pun terpaksa mengalami tekanan ekonomi.

Sebagian dari mereka kehilangan pekerjaan, sementara yang lainnya harus mengurangi pengeluaran dan mengandalkan tabungan untuk bertahan hidup. Dengan kondisi ekonomi yang tidak menentu, banyak yang jatuh dari kelas menengah menjadi kelas bawah karena tidak mampu lagi mempertahankan gaya hidup atau menabung seperti sebelumnya.

2. Ketimpangan Pendapatan yang Semakin Tinggi

Ketimpangan pendapatan juga menjadi salah satu ancaman terbesar bagi masyarakat tersebut. Selama beberapa dekade terakhir, kesenjangan antara si kaya dan si miskin di Indonesia terus meningkat. Sementara sebagian kecil masyarakat terus memperkaya diri, sebagian besar lainnya berjuang untuk sekadar memenuhi kebutuhan dasar.

masyarakat yang diposisi ini yang berada di tengah-tengah kesenjangan ini akhirnya semakin tertekan. Pendapatan mereka stagnan, sementara biaya hidup terus meningkat, terutama untuk kebutuhan seperti pendidikan, kesehatan, dan properti. Akibatnya, semakin sulit bagi mereka untuk mempertahankan status sebagai masyarakat tersebut.

3. Inflasi dan Kenaikan Biaya Hidup

Tingginya inflasi juga menjadi ancaman serius bagi kelas menengah. Inflasi membuat harga barang dan jasa terus naik, sehingga daya beli masyarakat menurun. Bagi masyarakat ini, yang pendapatannya mungkin tidak secepat kenaikan harga, ini bisa menjadi masalah besar.

Contoh paling nyata adalah kenaikan harga properti. Saat ini, memiliki rumah sendiri sudah menjadi impian yang semakin sulit dicapai oleh masyarakat ini di kota-kota besar. Dengan gaji yang tidak meningkat signifikan, banyak yang harus menunda atau bahkan menyerah untuk memiliki rumah, yang merupakan salah satu simbol kestabilan ekonomi kelas menengah.

Apakah Kelas Menengah Benar-Benar Akan Hilang?

Sobat, dengan berbagai tantangan yang dihadapi, mungkin muncul pertanyaan: apakah dimana masyarakat tersebut di Indonesia benar-benar akan hilang? Jawabannya tidak sesederhana itu. Meskipun ada ancaman, hilangnya kelas menengah bukanlah sesuatu yang tak terelakkan. Namun, jika tidak ada tindakan yang tepat dari pemerintah dan masyarakat, potensi ini bisa menjadi kenyataan.

Salah satu cara untuk melindungi masyarakat ini adalah dengan memperbaiki kebijakan ekonomi yang mendukung inklusi keuangan dan pengembangan sumber daya manusia. Pemerintah harus menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas, memberikan akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan kesehatan yang terjangkau, serta memastikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk naik kelas sosial.

Selain itu, masyarakat ini juga harus lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi. Di tengah ketidakpastian ekonomi, menabung dan berinvestasi menjadi lebih penting daripada sebelumnya. Mengelola pengeluaran dengan cermat dan mempersiapkan dana darurat bisa membantu kelas menengah bertahan dari guncangan ekonomi.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Ada beberapa langkah yang bisa diambil oleh berbagai pihak untuk menjaga agar lapisan masyarakat ini tetap bertahan dan berkembang di Indonesia.

1. Meningkatkan Akses Pendidikan Berkualitas

Salah satu kunci untuk mempertahankan kelas menengah adalah melalui pendidikan. Dengan pendidikan yang lebih baik, masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik pula, yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan dan daya beli mereka. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap orang memiliki akses yang setara terhadap pendidikan berkualitas, tanpa memandang latar belakang ekonomi mereka.

2. Mendorong Investasi dan Tabungan

Sebagai masyarakat perlu belajar untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka. Salah satu caranya adalah dengan mendorong mereka untuk menabung dan berinvestasi. Ini bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga tentang membuat uang "bekerja" untuk masa depan. Dengan berinvestasi, baik dalam saham, properti, atau bisnis, dimana masyarakat tersebut bisa melindungi diri dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Mulai Gratis

3. Pemerintah Harus Menciptakan Kebijakan yang Mendukung

Terakhir, pemerintah perlu menciptakan kebijakan ekonomi yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Ini termasuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, memberikan insentif bagi pengusaha kecil dan menengah, serta menekan inflasi agar harga barang-barang pokok tetap terjangkau.

Kesimpulan

Kelas menengah di Indonesia memang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dampak pandemi, ketimpangan pendapatan, hingga inflasi yang tinggi. Meskipun ancaman ini nyata, masyarakat tersebut masih memiliki peluang untuk bertahan dan bahkan berkembang jika mereka mampu mengelola keuangan dengan bijak dan mendapat dukungan dari kebijakan pemerintah yang tepat.

Sobat moota, kelas menengah bukan hanya tentang pendapatan, tetapi juga tentang kesempatan untuk hidup yang lebih baik. Selama kesempatan itu masih ada, dimana masyarakat tersebut di Indonesia bisa tetap menjadi tulang punggung perekonomian yang kuat.

October 22, 2024
Baca Sekarang

1 93 94 95 96 97 197
Kami sediakan update terbaru, tutorial, dan tips terbaik untuk Anda
Septian Rishal
August 14, 2020
August 14, 2020

Cara Menentukan Harga Ketika Berjualan Online

Harga adalah satu penentu dalam menjalankan sebuah usaha online, terutama bagi para reseller yang baru dalam dunia ini. Mereka akan mematok harga tanpa harus melihat situasi dan marketplace yang ingin digunakan dalam berjualan. Sebelum melakukan penjualan, sangat disarankan untuk bergabung dengan moota.co agar dapat memantau saldo dari berbagai macam rekening Anda dengan cepat dan praktis saat berjualan dengan sistem online.

Harga adalah Penentu Dalam Usaha Online

Harga merupakan patokan seseorang dalam belanja online suatu barang yang sedang mereka butuhkan. Logikanya adalah pembeli akan melirik harga yang paling murah dalam sebuah kategori produk yang sedang dicari.

Selain itu, Anda juga harus bersaing dengan para seller lainnya yang menggunakan sistem dropship. Pastinya harga yang diberikan juga tidak main-main murahnya. Sehingga dapat membuat Anda harus bekerja ekstra untuk menentukan harga yang sesuai.

Berikut cara menentukan harga dalam sebuah bisnis online terutama bagi para pemula yang sedang ingin menggeluti bidang ini.

1. Margin Pricing

Margin pricing merupakan cara menghitung dari besarnya jumlah keuntungan dari barang yang Anda jual secara online. Kemudian hasil tersebut dibagi dengan harga jual.

Misal saja, bila Anda memiliki dana Rp 10.000 sebagai modalnya, lalu barang tersebut dijual dengan harga Rp 50.000, maka keuntungan yang didapat adalah Rp 40.000. Selanjutnya untuk menentukan marging pricenya, hasil tersebut dibagi dengan harga jual maka akan didapatkan 0,8 atau 80%.

Bila presentase keuntungan tersebut terlalu besar, maka turunkanlah hingga batas yang Anda inginkan. Kebanyakan orang akan mengambil untung tidak lebih dari 50% untuk setiap barang yang dijualnya.

2. Markup Pricing

Berbeda dengan Margin Pricing, Markup Pricing memiliki sistem sebaliknya. Untuk sebuah UKM, cara ini paling sering digunakan untuk menentukan harganya. Yaitu dengan cara menambah modal dengan persentase keuntungan yang ingin dapatkannya.

Misal, modal usaha yang telah dikeluarkan adalah Rp 30.000. Kemudian Anda menargetkan keuntungan setiap barang yang ingin didapat adalah 25%. Maka hitungannya yakni Rp 30.000 x 25% = Rp 7.500. Lalu ditambah dengan Rp 30.000 sebagai modal. Sehingga mendapatkan omzet sebesar Rp 37.500 untuk penjualan barang tersebut.

3. Manufacturer Suggest Retail Price (MSRP)

Kebanyakan dropshipper akan menggunakan cara MSRP. Harga ini biasanya sudah tertera pada  toko online suppliernya. Sehingga sangat cocok bagi Anda yang pusing untuk menentukan harganya.

Terutama bagi orang yang sudah lumayan memiliki banyak penjualan dan sibuk mengelola keuangan dari bisnisnya, sangat cocok untuk menggunakan cara ini. Selain itu, bergabung bersama moota.co akan lebih memudahkan dalam mengatur dan mengontrol semua keuangan bisnis Anda.

4. Value Base Pricing (VBP)

Bila Anda memiliki barang jualan online dengan tingkat keunikan tersendiri dan berbeda dengan kebanyakan, tentunya Anda dapat menggunakan cara berikut. Untuk menentukan harga dari barang tersebut tentunya para pembeli sudah mengetahui harga dari barang yang Anda tawarkan.

Kebanyakan orang tersebut akan memberikan harga mereka sendiri setelah Anda menentukan harga tertingginya. Biasanya bila barang yang Anda tawarkan memiliki stock terbatas, tentunya mereka tidak segan-segan memberi harga yang tinggi untuk mendapatkannya.

Itulah cara menentukan harga jual dari sebuah produk secara sistem online. Terutama bagi Anda yang sedang mengalami proses scale up usaha, ada baiknya selalu melakukan riset-riset harga dalam pasaran. Selain itu, gunakan moota.co agar sistem usaha baik itu online maupun offline menjadi aman dan terkendali.

Baca Sekarangbaca sekarang
Septian Rishal
August 14, 2020
August 14, 2020

Strategi Jitu Berjualan Online yang Laris

Sebuah bisnis online pastinya membutuhkan sebuah strategi yang sangat matang sebelum melakukannya. Karena bila tidak melakukannya dengan benar, tentunya akan menjadi kacau sebuah usaha. Salah satunya, yaitu bergabung dengan moota.co agar dapat meringankan dalam mengontrol semua keuangan dari rekening bank Anda saat melakukan sebuah transaksi secara online.

Strategi Tepat Menentukan Hasil yang Memuaskan Dalam Berjualan Online

Untuk seseorang yang ingin jualan online, tentunya sangat berharap kalau dagangannya selalu laris manis. Karena dengan lakunya barang dagangan tersebut, akan memperoleh penghasilan yang cepat juga.

Selain itu, dengan membuat sebuah strategi yang tepat, Anda akan menikmati hidup yang sangat menggembirakan. Hal tersebut pasti akan kalau penjualan terus meningkat berkat cara berfikir ke depan tersebut.

Berikut cara agar usaha online Anda mengalami scale up dan produk laris terjual:

1. Menentukan produk yang akan dijual

Sebelum berjualan pastinya Anda harus menentukan barang apa yang hendak dijual. Lebih mudahnya, juallah barang-barang yang sering dibutuhkan banyak orang. Selain itu, Anda juga dapat menjual barang yang berhubungan dengan hobi untuk mempermudah dalam sebuah presentasi ke customer saat belanja online.

Bila Anda tidak memiliki modal yang cukup untuk melakukan bisnis tersebut, cobalah dengan menggunakan sistem dropship. Karena cara ini sangat efektif bagi orang yang sedang berjualan tanpa modal sekalipun.

Anda tidak perlu mengeluarkan dana yang besar saat menggunakan sistem ini. Hanya tinggal posting barang milik orang lain, dan jual dengan harga yang telah Anda tentukan.

2. Menentukan target pasar

Setelah menentukan produk yang akan dijual tersebut, pastikan memiliki pembeli yang mencarinya. Misal saja Anda menjual berbagai macam burung hias, maka tawarkan kepada orang yang memang gemar memelihara burung. Pastinya akan sangat laris saat menjual pada pasar yang tepat, serta omzet besar juga akan mengikutinya.

Selain itu, bila memiliki toko online sendiri, coba tawarkan pada suatu komunitas yang memiliki hobi sama seperti Anda terutama di daerah setempat. Maka akan lebih banyak lagi yang melihat dan  tidak perlu repot-repot dalam mencari pelanggan.

Bila sudah memiliki target pasar yang pas, tentunya akan memperoleh banyak sekali penghasilan yang akan didapatkan. Alangkah baiknya kalau Anda bergabung dengan moota.co agar dapat membantu dalam memonitoring semua transaksi melalui rekening bank yang Anda gunakan dengan cepat.

3. Menjual di marketplace ataupun sosial media

Bagi para reseller pastinya sangat membutuhkan tempat dalam memulai untuk berjualan. Tidak perlu menyewa gedung sebagai tempat jualannya, cukup dengan membuat akun pribadi yang digunakan untuk mengakses marketplace ternama.

Selain itu, bagi para UKM yang sedang mengembangkan usahanya, akun media sosial yang Anda miliki juga sangat cocok untuk dijadikan tempat jualan secara online. Di samping gratis, Anda juga sudah memiliki banyak kenalan yang akan menjadi target pemasaran untuk usaha tersebut.

4. Memberi penawaran yang memungkinkan untuk closing

Yang tidak kalah penting dari itu semua adalah memberikan penawaran yang terbaik untuk para customer Anda. Yakni dengan memberikan bonus, potongan harga, gratis ongkos kirim, atau sebagainya. Karena dengan melakukan hal tersebut, akan memancing banyak pembeli yang hendak membeli barang jualan Anda.

Itulah strategi yang dapat Anda jadikan patokan dalam berjualan secara online agar barang laris terjual. Karena ini sebuah bisnis, lebih baik selalu mengelola keuangan dengan baik sebagai strategi tambahan. Cobalah bergabung dengan moota.co agar dapat terus mengontrol transaksi-transaksi yang telah dilakukan selama berbisnis dengan cepat.

Baca Sekarangbaca sekarang
Septian Rishal
August 14, 2020
August 14, 2020

Potensi Bisnis Franchise yang Menguntungkan

Bisnis merupakan jalan utama yang sering dilakukan untuk meraih pendapatan dengan nominal yang tinggi. Konsep berjualan menggunakan franchise juga lebih simpel dan mudah, sehingga banyak orang yang tertarik untuk mencobanya. Karena omzet yang di dapatkan cukup besar, akan lebih baik apabila Anda mengelolanya dengan moota.co.

Potensi Franchise yang Dapat Anda Coba

Jika Anda ingin membuka franchise dalam waktu dekat, berikut beberapa rekomendasi yang mungkin Anda perlukan. Dengan begitu, Anda dapat memilih mana yang sekiranya sesuai dengan target pasar dan budget yang dimiliki.

1. Franchise Camilan

Karena lebih mudah dibuat dan banyak yang mencari, franchise camilan bisa Anda coba untuk kembangkan. Omzet yang di dapatkan juga tidak main-main, jika sukses maka dalam satu bulan Anda akan mendapatkan keuntungan sebesar 10 sampai 20 juta rupiah. Ada banyak camilan yang bisa Anda coba, diantaranya adalah crepes, french fries, dan masih banyak lagi.

Umumnya terdapat dua pilihan yang bisa Anda coba karena memiliki modal yang cukup besar, yakni bergabung sebagai mitra atau menjadi investor dan mengambil bagian dari keuntungan yang mereka dapatkan. Dana yang perlu Anda keluarkan tergantung dengan jenis franchise dan kesepakatan dari pemiliknya.

2. Franchise Minuman

Apabila rumah Anda dekat dengan jalan raya dan selalu ramai, maka menjual minuman ringan tentu menjadi pilihan yang baik. Keuntungan memiliki franchise adalah Anda tidak perlu bersusah payah membangun usaha dari nol, sehingga bisa tetap menikmati hidup dengan melakukan berbagai aktifitas yang menyenangkan.

Anda juga dapat mengikuti cara kekinian, yang mana Anda menjual produk minuman franchise dengan menggunakan toko online. Selain menjangkau pelanggan yang lebih beragam, tentunya keuntungan yang akan di dapatkan juga lebih tinggi. Target pasar untuk franchise minuman biasanya anak-anak muda dari kalangan menengah.

3. Franchise Pengiriman Barang

Franchise selanjutnya yang bisa Anda coba adalah layanan pengiriman barang. Karena belanja online belakangan banyak diminati oleh masyarakat, maka layanan pengiriman barang menjadi makin banyak digunakan. Bisnis ini kemungkinan akan mengalami perkembangan yang pesat di Indonesia.

Karena keuntungan yang di dapatkan cukup tinggi, sebaiknya Anda mengelola keuangan dengan moota.co. Platform daring ini dapat memudahkan Anda melakukan monitor pada transaksi jual beli masuk dan keluar. Anda juga tidak perlu melakukan pengecekan berkali-kali pada aplikasi e-banking yang Anda miliki, karena semua pemberitahuan bisa diakses langsung dari email.

4. Franchise Makanan Cepat Saji

Karena kesibukan yang tinggi, banyak orang yang lebih memilih untuk makan makanan di franchise cepat saji daripada di warung. Selain karena lebih higienis, pilihan makanan yang disediakan juga lebih mudah untuk dimakan. Pendapatan Anda juga akan terus mengalami scale up apabila memang franchise tersebut dikembangkan dengan baik.

Jika anggaran yang Anda miliki terbatas, Anda dapat mengikuti ukm yang menyediakan paket kerja sama untuk mendirikan franchise. Namun jika di lingkungan Anda memiliki potensi yang lebih besar, jangan ragu untuk bekerja sama dengan franchise makanan cepat saji yang sudah populer.

Seperti franchise lainnya, Anda juga dapat mengembangkan franchise makanan cepat saji menjadi bisnis online. Namun tentunya Anda harus menyesuaikan dengan jumlah karyawan, jarak, serta kendaraan yang dimiliki.

Itulah beberapa franchise yang bisa Anda kembangkan saat ini, baik dengan cara konvensional ataupun dengan jualan online. Apabila Anda juga memilih berjualan secara daring, maka moota.co bisa membantu Anda.

Baca Sekarangbaca sekarang
1 93 94 95 96 97 122
Keuangan
Lihat Semua
Tutorial
Lihat Semua
Jangan Lewatkan Update Tips Terbaru dari Kami!
Dengan berlangganan artikel kami, Anda akan mendapatkan notifikasi langsung setiap kali kami memposting konten baru.
Aplikasi untuk pengecekkan mutasi dan saldo rekening Anda, dimana mutasi rekening Anda kami dapatkan dari akun iBanking Anda.
Office
Jl. Sunda, No 85, Kel. Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Workshop
Jl Terusan Cikutra Baru No. 3B Kel. Neglasari Kec. Cibeunying Kaler Bandung
Download Moota di
2025 © All rights reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram