
Seiring perkembangan zaman, minat konsumen terhadap produk berubah dengan cepat, terutama di kalangan generasi milenial. Generasi ini dikenal konsumtif dan menjadi target utama para produsen yang ingin meraih keuntungan besar. Tapi, untuk menarik perhatian dan kepercayaan mereka, kamu perlu strategi promosi yang tepat. Yuk, simak strategi promosi yang bisa kamu terapkan untuk membidik generasi milenial!
Strategi promosi bisnis yang tepat untuk kalangan milenial memang harus disiapkan sematang mungkin. Tujuannya adalah untuk membuat mereka semakin tertarik hingga membeli produk atau menggunakan jasa yang ditawarkan. Apa saja tahapan promosinya? berikut penjelasannya:

Kalangan milenial tidak bisa lepas dari gawai dan media sosial. Sebelum mereka memutuskan untuk membeli sebuah produk, mereka akan lebih dulu mencari tahu citra dari brand sebagai bahan pertimbangan.
Biasanya, mereka melihat ulasan di media sosial atau menanyakan langsung kepada teman atau saudara yang sudah menggunakan produk tersebut. Dengan kata lain, para konsumen milenial ini masih mengandalkan metode word of mouth sebelum mereka memutuskan untuk menggunakan sebuah produk.
Jika pengelola brand dapat memberikan citra baik yang membuat para calon konsumen percaya, maka dengan sendirinya kepercayaan dan loyalitas dari generasi milenial akan didapatkan dengan mudah.

Dalam memutuskan untuk menggunakan sebuah produk, kaum milenial juga mempertimbangkan rekomendasi dari para idola mereka. Melibatkan seorang influencer yang memiliki banyak pengagum sebagai bagian dari strategi promosi bisnis sekarang memang sudah umum.
Tentunya influencer tidak akan sulit menawarkan produk ke para pengikutnya. Namun, pemilihan influencer juga harus tepat, mana yang cocok dengan target pasar dan memiliki karakter yang mirip sesuai dengan brand yang akan dipasarkan.

Generasi milenial kebanyakan merasa jengah dan kesal terhadap penawaran produk yang bersifat langsung. Contohnya, iklan produk yang mengajak mereka untuk membeli sebuah produk secara terang-terangan dan terus-menerus. Bukannya tertarik, mereka justru akan membenci produk yang ditawarkan tersebut.
karna Milenial cenderung jengah dengan penawaran produk yang terlalu terang-terangan. Misalnya, iklan yang terus-menerus mengajak beli produk secara langsung bisa bikin mereka ilfeel. Sebaiknya, buat konten iklan yang mengajak mereka terlibat secara emosional tanpa sadar kalau itu iklan.

Menargetkan pasar berdasarkan rentang usia udah nggak relevan lagi. Sekarang, lebih efektif kalau kamu membidik komunitas atau kelompok sosial tertentu. Misalnya, komunitas pencinta binatang, komunitas olahraga, atau komunitas film. Dengan cara ini, pemasaran kamu bisa lebih fokus dan mudah berkembang karena komunitas biasanya punya pengaruh yang besar di antara anggotanya.
Dengan cara ini, fokus pemasaran akan semakin mengarah dan tentunya mudah untuk dikembangkan.

Generasi milenial peduli dengan isu lingkungan dan tanggung jawab sosial. Pastikan brand kamu juga peduli dengan hal ini. Gunakan bahan ramah lingkungan, dukung komunitas lokal, atau adakan kampanye sosial yang relevan. Hal ini bisa meningkatkan citra brand kamu di mata mereka dan membuat mereka lebih loyal.
Dengan strategi-strategi di atas, kamu bisa lebih mudah menggaet generasi milenial yang terkenal konsumtif tapi juga selektif. Ingat, kuncinya adalah memahami mereka, memberikan pengalaman yang personal, dan selalu mengikuti tren yang berkembang.
Adanya berbagai macam sistem pembayaran secara online lewat gawai memang membuat para milenial merasa praktis. Apalagi, dengan banyaknya promo diskon dan cashback yang ditawarkan jika menggunakan aplikasi pembayaran online, sudah pasti mereka akan berbelanja lebih banyak.
