20

7 Tips Mencatat Transaksi Penjualan Online Pemula

Pekerjaan jualan online saat ini bisa dilakukan oleh siapapun, termasuk para pemula. Pasalnya, ada banyak hal yang bisa dijual secara online, baik makanan, jasa hingga kebutuhan sehari-hari lainnya. Dalam melakukan kegiatan ini, tentunya setiap dana yang masuk harus dicatat supaya bisa tahu berapa keuntungan yang diperoleh. Anda tak perlu khawatir karena  moota bisa membantu Anda dalam mencatat setiap transaksi yang masuk agar tidak ada yang terlewat.

Tips-Tips Mencatat Transaksi Penjualan Online untuk Pemula

Terkadang pemula kesulitan dalam mencatat transaksi penjualan, seperti harus mulai dari mana, bagaimana caranya, hingga apa saja yang perlu dicatat. Tanpa adanya transaksi penjualan, penjual pemula tidak akan mengetahui berapa omzet yang sebenarnya didapatkan. Oleh karena itu, mengelola keuangan bisa dibarengi dengan mencatat setiap transaksi penjualan.

1. Mencatat modal awal saat mulai merintis bisnis

Ketika pertama kali merintis sebuah bisnis online, hal yang pertama Anda lakukan adalah mencatat modal awal. Pemula wajib membuat buku catatan kas yang khusus digunakan untuk mencatat transaksi penjualan bisnisnya. Salah satu bisnis yang bisa Anda rintis sebagai seorang pemula dengan modal awal yang tidak begitu banyak adalah bisnis ukm.

2. Mencatat pengeluaran awal

Ketika memulai sebuah bisnis, pasti ada pengeluaran awal seperti misalnya membeli beberapa stock baju untuk dijual kembali dengan harga yang lebih mahal. Dengan mencatat pengeluaran maka Anda bisa mengetahui berapa sisa modal yang dimiliki. Pisahkan pengeluaran ini dengan pengeluaran pribadi seperti belanja online.

3. Mencatat barang-barang yang dijual

Merintis bisnis juga harus disertai dengan media pemasaran untuk menarik konsumen. Selain itu, media tersebut bisa digunakan untuk memasarkan sesuatu yang Anda jual. Anda bisa membuat toko online khusus untuk sarana berjualan supaya lebih fokus. Jangan lupa untuk mencatat semua barang yang Anda jual supaya lebih mudah ke depannya.

4. Membuat rekening khusus untuk bisnis

Agar lebih fokus saat berbisnis, buatlah rekening bank khusus yang hanya digunakan untuk transaksi bisnis Anda. Rekening tersebut akan membuat Anda lebih teliti dalam pengelolaan keuangan. Jika membuat rekening lebih dari satu, Anda bisa menggunakan bantuan moots supaya nantinya pemasukan dapat lebih mudah dipantau.

5. Rutin mengecek rekening

Setelah bisnis mulai berjalan, rajinlah mengecek rekening Anda. Supaya lebih mudah, Anda bisa mengunduh mbanking di handphone Anda. Namun jika ingin lebih menghemat memori handphone, Anda juga bisa menggunakan ibanking dengan mengaksesnya melalui browser.

6. Mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran di buku kas

Wajib untuk mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran di buku kas supaya Anda bisa tahu bagaimana cara untuk scale up perkembangan bisnis yang tengah dijalankan. Dari modal awal hingga bisnis berjalan apakah sudah balik modal atau belum. Dari buku kas tersebut Anda bisa mengetahuinya.

7. Membuat catatan laba rugi

Selanjutnya Anda bisa membuat catatan laba rugi dalam periode misal 1 bulan penjualan. Dari sini Anda bisa tahu berapa keuntungan yang Anda dapatkan serta apakah ada kerugian dalam penjualan sebulan ini. Keuntungan tersebut bisa dijadikan modal lagi atau Anda simpan di bank untuk tabungan.

Dengan mengikuti tips-tips di atas dan dibantu dengan Moota para pemula yang ingin memulai bisnis bisa lebih paham dalam membuat transaksi penjualan. Semakin banyak profit atau keuntungan yang didapatkan, maka para pemula pun bisa menikmati hidup yang lebih baik dari sebelumnya.

 

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Artikel Lainnya