12

Wajib Tahu! Perbedaan Saham dan Reksadana

Bagi sebagian orang yang belum mengenal dengan baik mengenai cara kerja saham dan reksadana, pemahamannya akan sedikit rancu. Banyak yang menyangka bahwa sistem yang berlaku di dalamnya adalah sama. Persamaannya hanya pada pengecekan hasil bunga melalui rekening bank. Tetapi, cara tersebut masih terkesan ribet, untuk itulah moota sebagai solusi.

Perbedaan Saham dan Resakdana

1. Modal

Mungkin kebanyakan dari Anda yang berkeinginan untuk melakukan investasi di pasar efek, akan bertanya terkait modal yang diperlukan. Nyatanya tidak ada ketentuan pasti yang bisa menjadi rincian dasar untuk anggaran yang diperlukan. Bahkan untuk scale up, formula utamanya bukanlah indikator ini.

Satu hal yang perlu diketahui untuk pemula, bahwa dalam saham terdapat ketentuan minimal pembelian, yaitu 1 lot yang berisi 100 lembar. Sedangkan Reksadana, biaya minimal investasi adalah sebesar Rp 100.000. Pembelian bisa ditransfer melalui aplikasi ibanking.

2. Keuntungan yang Dihasilkan

Layaknya melakukan sebuah Bisnis online, investasi di reksadana dan saham juga terdapat sebuah keuntungan yang akan Anda dapatkan. Namun, cara pencairannya berbeda-beda setiap jenisnya.

Reksadana adalah salah satu yang membebankan sebuah biaya layanan untuk dibayarkan pada seorang manajer investasi sebagai pihak perantara. Biasanya Anda akan dibebankan tagihan keuangan dengan besaran bervariasi. Rincian biaya tersebut meliputi pengelolaan dan potongan jasa operasional.

Sedangkan pada transaksi Saham pencairan bunga sebagai bentuk Omzet, tidak berlaku ketentuan seperti tersebut di atas. Hanya saja, terkadang Anda harus menyisihkan uang dari anggaran untuk membayar jasa online tradingnya. Selain itu, jenis investasi ini juga lebih berpotensi memberikan bunga lebih tinggi.

3. Sistem Pengolaan Dana

Perbedaan yang mencolok dari reksadana dan saham adalah bagian sistem pengelolaan dana. Ketika Anda berkedudukan sebagai seorang investor maka tidak ada batasan aturan yang mengikat untuk mengelola dana yang akan digunakan dalam transaksi investasi.

Sedangkan pada sistem reksadana cukup berbeda terkait masalah cara untuk mengelola keuangan sebagai modal awal transaksi Anda. Ada seorang Manajer Investasi yang bertugas melakukan kegiatan yang terkait dengan masalah tersebut. Divisi perantara ini juga bertanggung jawab dalam pembelian diverifikasi dengan keuntungan maksimal .

4. Pajak yang Dibebankan

Pada kegiatan pembelian saham perusahaan, terdapat sebuah pajak yang harus dibayarkan oleh Anda sebagai pihak investor. Besarannya meliputi rincian 0,1 persen dari nilai jualnya, kemudian 10 persen lagi ketika Anda menerima sebuah deviden. Pembayaran bisa dilakukan dengan transfer mbanking.

Sedangkan pada jenis Reksadana produknya tidak terkena kewajiban pajak. Tetapi berdasarkan pernyataan dari Bareksa (Badan Reksadana), terdapat sebuah keharusan untuk melakukan pelaporan keuntungan dalam sebuah laporan pajak per tahunnya.

5. Risiko

Tingkat risiko dari kedua transaksi investasi ini berbeda-beda. Namun, karena harga saham cenderung lebih fluktuatif, sehingga kemungkinan buruknya lebih tinggi. Diperlukan sebuah kecermatan dan perencanaan jangka panjang untuk jenis ini. Sedangkan reksadana, tingkat kerugiannya lebih rendah, karena ada seorang manajer investasi yang menjaminnya.

6. Pencairan Dana

Mungkin ketika Anda melakukan kegiatan jualan online, istilah pencairan dana bukanlah sesuatu yang rumit. Berbeda dengan ketika melakukan transaksi pada saham ataupun reksadana, kondisi tersebut tetap berlaku.

Pada saham, pencairan dapat dilakukan sekitar 2 hari saja. Sedangkan Reksadana membutuhkan sekitar 5 hari, karena harus melalui manajer investasi terlebih dahulu. Setelah itu baru akan diproses pada akun bank Anda.

Banyak cara untuk menikmati hidup, entah itu dengan berinvestasi di pasar saham atau berjualan. Tergantung mana yang diinginkan.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Artikel Lainnya