12

Strategi Investasi untuk Freelancer Pemula

Menjalankan profesi sebagai freelancer memang tidak akan mendapatkan penghasilan tetap sebagaimana yang didapatkan oleh pegawai. Namun, Anda bisa tetap mengembangkan diri dengan berinvestasi. Moota merangkum beberapa tips investasi untuk freelancer sebagai salah satu strategi mengatur keuangan yang didapatkannya.

Bagaimana Tips Mengatur Keuangan serta Berinvestasi untuk Freelancer Pemula

Perkembangan era digital seperti saat ini membuka peluang pekerjaan yang semakin beragam, tidak hanya berkutat pada pegawai yang terikat dengan lembaga atau perusahaan. Ya, freelancer merupakan suatu pekerjaan yang belakangan semakin banyak diminati karena menawarkan peluang yang sangat menjanjikan.

Ada kalanya penghasilan yang didapatkan dari freelance ini lebih tinggi dari pegawai, ada kalanya lebih rendah. Jika sudah begitu tinggal bagaimana pandai-pandainya Anda mengatur isi rekening bank Anda agar terus berputar. Salah satunya bisa dilakukan dengan berinvestasi.

Namun sebagai seorang freelancer pemula, memilih jalan investasi pun tetap harus memperhatikan berbagai hal. Berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan oleh freelancer pemula dalam menginvestasikan dana yang dimilikinya.

1. Lakukan Pembagian Fee secara Merata

Tips pertama yang bisa dilakukan oleh freelancer pemula dalam mulai berinvestasi adalah lakukan pembagian yang merata untuk setiap fee yang diterima. Sebagai contoh bisa diterapkan dengan rumus 40:30:30. Dimana 40% digunakan untuk konsumsi sampai mendapat project baru, 30% untuk cicilan jika ada, dan 30% untuk investasi atau tabungan yang disimpan di bank.

2. Kembangkan Bisnis dan Portofolio

Menjadi seorang freelancer, pendapatan yang didapatkan adalah berdasarkan pengalaman dan portofolio. Semakin bagus portofolio, maka Anda bisa scale up jangkauan market dan semakin besar pula pendapatan yang bisa didapatkan. Maka dari itu, mengembangkan portofolio juga bisa menjadi investasi jangka panjang.

Jika investasi Anda sudah cukup banyak, Anda bisa mulai mengalihkannya menjadi sebuah bisnis. Sekarang memulai bisnis tidak lagi sulit, Anda bisa memulai dengan menjalankan bisnis online berdasarkan skill atau portofolio yang Anda miliki.

3. Buat Rekening Khusus Bisnis

Nah, ketika Anda sudah menjalankan bisnis sendiri, Anda sudah harus memiliki rekening khusus untuk bisnis. Rekening inilah yang akan digunakan selama proses jualan online yang Anda lakukan. Pastikan juga Anda disiplin dalam mengelola rekening khusus bisnis ini.

Moota bisa menjadi sebuah jalan yang bisa Anda manfaatkan untuk mengelola setiap transaksi yang masuk ataupun keluar di rekening khusus ini. Dengan adanya layanan ini Anda tidak perlu lagi keluar masuk mBanking hanya untuk mengecek mutasi rekening. layanan ini akan memberikan notifikasi secara otomatis melalui email atau sms yang bisa Anda tentukan sendiri.

4. Pilih Produk Investasi yang Tepat

Jika Anda tidak ingin berinvestasi dalam bentuk bisnis, investasi melalui produk investasi langsung pun bisa menjadi pilihan. Namun, pastikan juga Anda memilih produk investasi yang tepat. Investasi ini akan memberikan Anda penghasilan passive. Karena itu, sebelum memutuskan untuk menggunakan investasi langsung, Anda harus terlebih dahulu mengedukasi diri Anda sendiri.

Cari tahu informasi sebanyak mungkin tentang produk investasi yang ada. Cek apa saja kelebihan dan kekurangan dari menggunakan produk asuransi tersebut. Pertimbangkan aspek lain dan bandingkan dengan produk asuransi lainnya untuk semakin meyakinkan.

Itu tadi adalah berbagai tips yang bisa Anda gunakan dalam memilih investasi terbaik bagi freelancer. Dengan penghasilan yang tidak menentu, Anda harus pandai memutar pendapatan yang Anda dapatkan agar bisa tetap mendapatkan penghasilan. Dengan tips di atas ditambah bantuan dari Moota, semoga Anda bisa menentukan investasi apa yang paling cocok, terutama untuk freelancer pemula.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Artikel Lainnya