Daftar Isi
Error!
No 'toc_widget' widget registered in this installation.

Stagflasi Adalah? Yuk Cari Tau Disini

arizaz
October 25, 2024

Stagflasi adalah salah satu istilah dalam dunia ekonomi, dan berdampak pada keuangan, sebenarnya fenomena ini penting banget buat dipahami, terutama di kondisi ekonomi yang nggak menentu seperti sekarang. Pernah mendengar istilah “stagflasi”? Bagi sebagian orang, kata ini mungkin terdengar asing. Jadi, apa sih sebenarnya stagflasi itu? Nah, stagflasi adalah kondisi ekonomi yang menggabungkan dua hal yang bertolak belakang, yaitu stagnasi ekonomi (pertumbuhan lambat atau tidak ada pertumbuhan sama sekali) dan inflasi (kenaikan harga secara umum). Kebayang kan, kondisi ini bukan situasi yang mudah buat dihadapi? Mari kita bahas lebih dalam soal fenomena yang sering bikin pelaku ekonomi gelisah ini!

stagflasi adalah

Apa Itu Stagflasi?

Secara sederhana, stagflasi adalah situasi di mana ekonomi sebuah negara sedang melemah, angka pengangguran tinggi, tapi harga barang dan jasa malah meningkat. Dalam kondisi normal, ketika ekonomi melambat, harga barang biasanya cenderung stabil atau menurun, karena daya beli masyarakat juga berkurang. Tapi di dalam kondisi stagflasi, yang terjadi malah sebaliknya. Ketika orang-orang lagi kesulitan cari kerja dan ekonomi nggak tumbuh, harga-harga justru terus naik. Inilah yang bikin stagflasi jadi momok tersendiri buat banyak negara, termasuk Indonesia.

Penyebab Terjadinya Stagflasi

  1. Kenaikan Harga Energi
    Salah satu penyebab utama stagflasi adalah kenaikan harga energi, terutama minyak. Ketika harga minyak dunia naik drastis, biaya produksi juga melonjak, sehingga memicu kenaikan harga barang dan jasa secara keseluruhan. Kondisi ini sering kali bikin ekonomi jadi stagnan karena masyarakat dan bisnis harus mengurangi konsumsi atau produksi mereka.
  2. Kebijakan Ekonomi yang Keliru
    Kadang, stagflasi muncul sebagai hasil dari kebijakan ekonomi yang tidak tepat. Misalnya, kebijakan fiskal atau moneter yang nggak seimbang, seperti menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, tapi malah membuat daya beli masyarakat menurun drastis.
  3. Faktor Eksternal dan Krisis Global
    Selain faktor dalam negeri, stagflasi juga bisa dipicu oleh krisis ekonomi global. Contohnya, krisis keuangan di negara-negara besar sering kali menimbulkan efek domino yang mempengaruhi banyak negara lain. Nah, efek-efek dari krisis eksternal inilah yang bikin ekonomi lokal bisa stagnan.
  4. Disrupsi Rantai Pasokan
    Faktor lain yang turut memperparah stagflasi adalah gangguan rantai pasokan, seperti yang kita alami selama pandemi COVID-19. Banyak barang kebutuhan yang sulit didapat, harga naik, sementara produksi dan penyerapan tenaga kerja justru menurun.

Dampak Stagflasi Bagi Ekonomi

Stagflasi adalah fenomena yang sulit ditangani, apalagi dampaknya bisa terasa di berbagai aspek. Salah satunya adalah turunnya daya beli masyarakat. Ketika harga naik, tapi pendapatan stagnan, masyarakat terpaksa mengurangi konsumsi. Hal ini nggak hanya berpengaruh pada sektor bisnis, tapi juga bisa membuat ekonomi negara melambat.

Di sinilah Moota bisa sedikit membantu, terutama buat para pebisnis. Dengan fitur notifikasi transaksi dari Moota, Anda bisa lebih gampang memantau setiap mutasi rekening secara real-time. Ini bikin keuangan bisnis tetap terpantau di tengah kondisi ekonomi yang nggak pasti.


Cara Mengatasi Stagflasi

Menghadapi stagflasi memang bukan hal mudah, tapi bukan berarti nggak ada jalan keluarnya, lho! Beberapa strategi bisa dilakukan oleh pemerintah maupun pelaku ekonomi untuk meredam dampak stagflasi.

  1. Kebijakan Fiskal yang Tepat Sasaran
    Pemerintah dapat mengatasi stagflasi dengan kebijakan fiskal yang fokus pada peningkatan daya beli masyarakat. Misalnya, dengan memberikan subsidi untuk barang-barang kebutuhan pokok atau memberikan insentif bagi sektor usaha yang terdampak.
  2. Diversifikasi Sumber Energi
    Karena stagflasi sering kali dipicu oleh kenaikan harga energi, diversifikasi sumber energi jadi solusi penting. Misalnya, dengan mengembangkan energi terbarukan, sehingga ketergantungan pada minyak berkurang.
  3. Investasi pada Infrastruktur dan Pendidikan
    Dalam jangka panjang, investasi di bidang infrastruktur dan pendidikan akan membantu meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan daya saing negara. Ini bisa jadi solusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil.
  4. Inovasi dan Digitalisasi untuk Bisnis
    Buat para pengusaha, inovasi teknologi bisa jadi jawaban. Misalnya, dengan digitalisasi keuangan yang ditawarkan oleh layanan seperti Moota, Anda bisa tetap memonitor keuangan bisnis secara efisien. Ini bisa membantu bisnis bertahan meskipun dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Bagaimana Stagflasi Memengaruhi Bisnis?

Ketika stagflasi melanda, pelaku bisnis sering kali dihadapkan dengan berbagai tantangan. Pertama, biaya operasional cenderung meningkat karena harga bahan baku naik. Di sisi lain, permintaan menurun karena daya beli masyarakat yang rendah. Kombinasi ini membuat profitabilitas bisnis cenderung turun.

Buat Sobat Cuan yang menjalankan usaha, penting untuk lebih cermat dalam mengelola keuangan dan strategi bisnis. Misalnya, Anda bisa fokus pada efisiensi operasional atau diversifikasi produk. Nah, ini bisa lebih mudah kalau Anda punya alat pemantau keuangan yang andal, seperti Moota. Dengan Moota, Anda bisa memantau setiap mutasi rekening secara otomatis dan praktis. Jadi, di tengah ketidakpastian ekonomi, setidaknya keuangan Anda tetap bisa lebih terkontrol, bukan?


Stagflasi di Indonesia: Apakah Mungkin Terjadi Lagi?

Stagflasi pernah terjadi di Indonesia pada masa lalu, terutama saat krisis moneter 1998. Pada waktu itu, ekonomi kita mengalami perlambatan, inflasi melonjak, dan pengangguran pun tinggi. Meski kondisinya nggak se-ekstrem seperti dulu, ancaman stagflasi tetap ada, terutama ketika harga energi dan pangan global naik.

Namun, Indonesia punya pengalaman panjang dalam menghadapi tantangan ekonomi. Dengan kebijakan yang tepat dan penguatan sektor ekonomi, kita punya peluang untuk mengurangi risiko stagflasi. Salah satu yang penting adalah mendorong pertumbuhan sektor teknologi dan digitalisasi, yang bisa jadi tumpuan ekonomi kita ke depan.


Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Stagflasi?

Fenomena stagflasi memberikan banyak pelajaran berharga. Salah satunya adalah pentingnya kebijakan ekonomi yang fleksibel dan adaptif. Saat kondisi global berubah, pemerintah dan pelaku ekonomi harus siap menyesuaikan diri. Selain itu, buat kita sebagai masyarakat, bijak dalam mengelola keuangan pribadi adalah hal yang sangat penting. Pastikan pengeluaran sesuai dengan kebutuhan, dan jangan lupa untuk mulai menyisihkan dana darurat.

Bagi pebisnis, penting banget buat memonitor kondisi keuangan secara rutin, apalagi di masa-masa penuh tantangan seperti ini. Platform seperti Moota bisa membantu, terutama buat Sobat yang mengelola banyak akun bank. Dengan notifikasi instan dari Moota, setiap transaksi bisa terpantau dengan baik.


Kesimpulan

Stagflasi adalah kondisi yang memang sulit diatasi, tapi bukan berarti kita nggak bisa siap-siap menghadapinya. Memahami penyebab, dampak, dan cara-cara untuk mengelola risiko dari stagflasi bisa membantu kita lebih siap, baik secara pribadi maupun bisnis. Dalam situasi ini, adaptasi adalah kuncinya. Dengan mengelola keuangan dengan bijak dan memanfaatkan teknologi seperti Moota, Sobat bisa tetap bertahan meskipun kondisi ekonomi sedang nggak bersahabat.

Jadi, sekarang sudah lebih paham kan, tentang apa itu stagflasi? Semoga penjelasan ini bermanfaat dan bisa membantu Anda lebih waspada dalam mengelola keuangan dan bisnis. Selalu pantau perkembangan ekonomi dan jangan ragu untuk melakukan inovasi agar bisnis tetap tangguh di segala kondisi.

Kelola Keuangan Berbagai Akun Bank Dalam Satu Dashboard Dan Cek Transaksi Secara Otomatis
Artikel Terkait

Insight Cashflow, Bisnis Makin Berkah dengan Keuangan Terarah

Sebagai seorang pebisnis online atau internet marketer, hari-hari Anda pasti dipenuhi dengan berbagai aktivitas yang padat. Mulai dari memantau performa iklan, memastikan stok barang aman, hingga mengurus jalannya operasional harian. Di tengah semua kesibukan tersebut, ada satu kutipan indah yang sering menjadi pengingat kita bersama:

"Rezeki datang dari Allah, tugas kita hanya berusaha dengan sebaik mungkin."

Bentuk usaha atau ikhtiar terbaik dalam berbisnis bukan hanya tentang bagaimana cara mendatangkan omzet sebesar-besarnya, melainkan juga tentang bagaimana kita menjaga dan mengelola amanah keuangan tersebut dengan rapi.

Namun, fakta di lapangan sering kali berbicara lain. Banyak pebisnis yang kerap mengeluhkan satu hal: "Omzetnya kelihatan besar, tapi pas akhir bulan kok saldonya tipis? Duitnya lari ke mana aja, ya?"

Memantau pergerakan uang keluar-masuk (arus kas) secara manual dari satu per satu akun Internet Banking bisnis Anda bukanlah perkara mudah. Anda harus membuka banyak tab di peramban web, bolak-balik memasukkan kode PIN dari token fisik, mengunduh mutasi dari KlikBCA, Mandiri MCM, atau Corporate Internet Banking lainnya, lalu merekapnya satu demi satu ke dalam Excel. Proses ini tidak hanya melelahkan, tetapi juga menyita waktu berharga yang seharusnya bisa Anda gunakan untuk memikirkan strategi scale up bisnis.

Untuk menjawab keresahan itulah, Moota kini menghadirkan solusi terbaru langsung di dasbor Anda: fitur Insight - Cashflow.

Kenalan dengan "Insight - Cashflow": Menatap Kesehatan Finansial Bisnis dalam Sekali Lirik

Sebagai layanan spesialis otomatisasi cek mutasi Internet Banking, Moota tidak hanya ingin membantu Anda menarik data transaksi secara otomatis. Kami ingin membawa data tersebut ke level berikutnya—menjadi sebuah wawasan (insight) yang bernilai untuk pengambilan keputusan bisnis Anda.

Fitur Insight - Cashflow dirancang khusus untuk memberikan visualisasi yang bersih, instan, dan mudah dipahami mengenai arus kas harian Anda. Anda tidak perlu lagi menebak-nebak atau menghitung manual, karena semua data dari belasan akun Internet Banking Anda kini tersaji dalam satu halaman dasbor yang intuitif.

Keunggulan Utama Fitur "Insight - Cashflow" untuk Bisnis Anda

Melalui pembaruan dasbor ini, Anda bisa menikmati berbagai kemudahan yang akan membuat manajemen keuangan bisnis Anda menjadi jauh lebih sehat:

1. Visualisasi Arus Kas Harian yang Jelas (Pendapatan vs Pengeluaran)

Tidak ada lagi deretan angka rumit yang membuat mata lelah. Fitur ini menyajikan grafik batang harian yang sangat mudah dipahami:

  • Warna Biru merepresentasikan Pendapatan yang masuk ke seluruh rekening Anda.
  • Warna Merah merepresentasikan Pengeluaran yang keluar dari rekening Anda.

Di bagian atas grafik, Anda bisa langsung melihat angka bersih selisih harian tersebut (apakah surplus atau minus). Sekali lirik, Anda langsung tahu hari apa bisnis Anda menghasilkan profit tertinggi dan hari apa pengeluaran operasional atau biaya iklan Anda sedang membengkak.

2. Konsolidasi Belasan Akun Internet Banking Tanpa Ribet Token

Apakah bisnis Anda menggunakan 5, 10, atau bahkan lebih dari 13 akun Internet Banking yang berbeda untuk memisahkan dana masuk dari reseller, web jualan, dan operasional?

Lupakan ritual lama memutar dan memencet token bank setiap malam. Di dasbor Insight - Cashflow, seluruh akun Internet Banking yang sudah Anda integrasikan ke Moota akan terpantau secara terpusat. Anda bisa melihat status aktif atau nonaktif dari masing-masing akun iBanking Anda secara real-time di satu tempat.

3. Total Tabungan Terkumpul secara Otomatis

Di bagian bawah dasbor, Anda akan menemukan ringkasan "Total Tabungan". Fitur ini secara otomatis menjumlahkan seluruh saldo dari berbagai rekening Internet Banking Anda. Dengan begitu, Anda selalu tahu berapa total aset likuid atau 'napas' keuangan yang dimiliki bisnis Anda saat ini untuk mengeksekusi strategi berikutnya.

Cara Mengakses Fitur "Insight - Cashflow"

Kabar baiknya, Anda tidak perlu melakukan instalasi tambahan atau pengaturan yang rumit untuk menikmati fitur ini.

Cukup masuk (log in) ke akun Moota Anda seperti biasa, dan fitur Insight - Cashflow sudah otomatis siap menyambut Anda langsung di halaman utama dasbor. Selama akun-akun Internet Banking Anda sudah terhubung dan aktif melakukan sinkronisasi mutasi di Moota, grafik dan data analisis keuangan tersebut akan langsung terisi dan diperbarui secara otomatis.

Kelola Keuangan dengan Tenang, Jemput Berkah Lebih Maksimal

Mengetahui dengan pasti ke mana setiap rupiah uang bisnis Anda bergerak adalah langkah awal menuju bisnis yang berkelanjutan. Ketika urusan rekap mutasi dan pemantauan arus kas dari belasan akun Internet Banking sudah didelegasikan secara otomatis kepada Moota, pikiran Anda akan menjadi lebih tenang.

Waktu Anda yang berharga kini bisa dialokasikan sepenuhnya untuk berinovasi, meningkatkan kualitas produk, serta menyusun strategi ikhtiar terbaik demi menjemput rezeki yang berkah.

Sudahkah Anda mengecek dasbor baru Anda hari ini?

[Yuk, Log In ke Akun Moota Anda Sekarang dan Mulai Evaluasi Arus Kas Bisnis Anda dengan Fitur Insight - Cashflow!]

Baca Selengkapnya

Menentukan Fee Admin yang Wajar untuk Jualan Online

Menentukan Fee Admin sering jadi dilema pelaku jualan online. Kita ingin menutup biaya operasional tanpa membuat pelanggan kabur. Anda mungkin bertanya, berapa persen yang wajar? Apakah perlu dipajang di halaman produk atau disamarkan ke harga akhir? Di artikel ini kita akan ngobrol santai tapi praktis soal bagaimana cara menetapkan fee admin yang adil, transparan, dan mendukung kelangsungan usaha kecil Anda.

Menentukan Fee Admin

Apa yang dimaksud Menentukan Fee Admin?

Ketika kita bicara tentang Menentukan Fee Admin, yang dimaksud adalah proses menghitung dan menetapkan biaya tambahan yang ditanggung pembeli atau penjual untuk menutup biaya transaksi, layanan platform, atau administrasi operasional. Fee ini bisa berbentuk biaya transfer bank, potongan marketplace, biaya payment gateway, atau biaya internal untuk manajemen pesanan. Tujuannya bukan untuk “menambah beban” pelanggan, melainkan agar bisnis tetap sehat secara finansial tanpa mengorbankan kualitas layanan.


Mengapa Menentukan Fee Admin penting?

Alasan utama mengapa Menentukan Fee Admin penting adalah karena biaya-biaya kecil sehari-hari bisa menumpuk dan menggerus margin keuntungan. Kita sering fokus pada harga pokok dan margin, tapi lupa memasukkan biaya administrasi yang realistis. Tanpa memperhitungkannya, Anda mungkin merasa penjualan meningkat tetapi kas perusahaan tidak bertambah secara signifikan. Fee yang terhitung membantu Anda menjaga arus kas, menutup biaya operasional, dan tetap menyediakan layanan yang baik kepada pelanggan.


Siapa yang perlu tahu tentang Menentukan Fee Admin?

Semua pelaku usaha online, mulai dari pemilik toko kecil hingga penjual di marketplace, perlu paham soal Menentukan Fee Admin. Bukan hanya pemilik, tetapi juga tim keuangan, customer service, dan orang yang menangani checkout harus mengerti bagaimana struktur biaya ini bekerja. Dengan begitu, komunikasi ke pelanggan jadi konsisten dan perhitungan internal tidak meleset.


Kapan Menentukan Fee Admin harus dilakukan?

Waktu yang tepat untuk mulai Menentukan Fee Admin adalah sejak Anda mulai memiliki transaksi berulang dan pengeluaran operasional yang stabil. Di tahap awal, mungkin Anda bisa menahan fee demi penetrasi pasar—tapi itu harus keputusan yang sadar dan terbatas waktu. Saat omzet mulai konsisten dan biaya administrasi terasa nyata, saat itulah kita perlu menghitung dan menetapkan fee yang realistis agar bisnis tidak kehilangan modal.


Di mana biasanya Menentukan Fee Admin diterapkan?

Praktik Menentukan Fee Admin diterapkan di berbagai titik: pada halaman checkout, di nota pembayaran, dalam syarat & ketentuan, atau bahkan disematkan ke harga produk (bundling). Pilihan di mana menampilkannya bergantung pada strategi bisnis Anda dan preferensi pelanggan. Menyatakan fee secara transparan di checkout biasanya meningkatkan kepercayaan, sementara menggabungkan biaya ke harga bisa menyederhanakan pengalaman belanja — tapi perlu hati-hati agar harga tetap kompetitif.


Bagaimana Menentukan Fee Admin yang Wajar?

Pertama, hitung semua biaya langsung yang terkait transaksi: biaya transfer bank, potongan marketplace, biaya payment gateway, dan biaya admin internal seperti packing atau verifikasi. Jangan lupa memperhitungkan biaya tidak langsung seperti waktu pegawai yang memproses pesanan. Setelah itu, tetapkan margin aman agar bisnis tetap ada ruang untuk keuntungan setelah menutup semua biaya.

Kedua, tentukan model penempatan fee. Kita punya dua pilihan utama: menampilkan fee sebagai biaya tambahan saat checkout, atau menyisipkannya ke dalam harga barang. Menampilkan fee transparan bagus untuk pelanggan yang menghargai keterbukaan. Menyisipkannya ke harga lebih rapi tampak di storefront, tapi Anda harus memperhitungkan psikologi harga agar produk tetap kompetitif.

Ketiga, uji respons pelanggan. Cobalah skenario A/B kecil: beberapa minggu tampilkan fee terpisah, beberapa minggu gabungkan ke harga. Amati tingkat konversi dan komplain pelanggan. Data ini akan membantu Anda memutuskan mana yang paling sesuai untuk segmen pasar Anda.

Keempat, komunikasikan alasan biaya tersebut. Ketika kita transparan dan menjelaskan bahwa fee dipakai untuk mempercepat pengiriman atau menjaga kualitas layanan, pelanggan cenderung mengerti. Komunikasi yang jujur membantu menjaga loyalitas dan mengurangi resistensi terhadap biaya tambahan.

Kelima, siapkan kebijakan pengecualian. Untuk order besar, pelanggan VIP, atau campaign khusus, Anda bisa menawarkan bebas fee atau diskon admin. Ini fleksibilitas yang menunjukkan bahwa fee bukan semata-mata cara “mengambil untung tambahan”, melainkan bagian dari manajemen bisnis yang adil.


Contoh Perhitungan Sederhana

Bayangkan produk Anda dijual Rp100.000. Marketplace memotong 5% dan payment gateway 2%, serta biaya packing Rp5.000. Total biaya non-pokok adalah Rp5.000 (packing) + Rp7.000 (7% dari Rp100.000) = Rp12.000. Jika Anda ingin margin bersih minimal 10% dari Rp100.000 (Rp10.000), maka harga jual efektif harus menutup Rp100.000 + Rp12.000 + Rp10.000 = Rp122.000. Dari situ Anda bisa memilih apakah menampilkan Rp122.000 di etalase atau tetap tampilkan Rp100.000 dan tambahkan fee Rp22.000 di checkout. Pilihan ini akan berdampak pada persepsi pelanggan dan tingkat konversi.


Kesalahan Umum dalam Menentukan Fee Admin

Banyak pelaku usaha membuat kesalahan saat Menentukan Fee Admin. Pertama, menyepelekan biaya kecil seperti biaya admin bank atau biaya penanganan yang ternyata sering muncul. Kedua, tidak mengevaluasi fee secara berkala—padahal struktur biaya bisa berubah sesuai kebijakan marketplace atau provider. Ketiga, komunikasi yang buruk ke pelanggan; fee yang tiba-tiba muncul tanpa penjelasan sering memicu komplain dan pembatalan.


Rekomendasi Praktis untuk Anda

Mulailah dengan pencatatan yang rapi, catat semua komponen biaya per transaksi, dan hitung frekuensi biaya terjadi. Gunakan data itu untuk menentukan angka yang realistis. Selanjutnya, putuskan strategi tampilan fee yang paling sesuai dengan profil pelanggan Anda. Terakhir, lakukan evaluasi rutin setiap kuartal agar fee tetap relevan terhadap kondisi biaya riil.


Kesimpulan

Menentukan Fee Admin bukan sekadar masalah menghitung biaya tambahan, melainkan bagian dari strategi menjaga kesehatan bisnis. Dengan perhitungan yang teliti, komunikasi yang jujur, dan evaluasi berkala, Anda bisa menutup biaya operasional tanpa kehilangan kepercayaan pelanggan. Ingat, kita ingin bisnis tetap menguntungkan dan pelanggan tetap merasa mendapat nilai bagus dari setiap transaksi.

Kalau Anda mau, saya bisa bantu bikin template perhitungan fee admin di Excel atau contoh teks komunikasi fee untuk halaman checkout toko Anda.

Baca Selengkapnya

Pembaruan Layanan IBBIZ BRI di Moota

Bismillah.
Moota menyampaikan pembaruan terkait layanan integrasi IBBIZ BRI. Saat ini layanan IBBIZ BRI telah kembali beroperasi normal. Seiring dengan normalisasi tersebut, pihak bank memberlakukan pembaruan pada metode login iBanking yang memerlukan penyesuaian pada sistem Moota untuk menjaga kualitas layanan.

Pembaruan Layanan IBBIZ BRI di Moota

Pembaruan Metode Login IBBIZ BRI

Berdasarkan kebijakan terbaru dari pihak bank, proses login iBanking IBBIZ BRI kini menggunakan verifikasi One-Time Password (OTP) yang dikirimkan ke nomor telepon terdaftar. Perubahan ini memengaruhi alur autentikasi otomatis dan memerlukan adaptasi teknis agar proses sinkronisasi berjalan andal dan aman.

Penyesuaian Sistem oleh Moota

Tim engineering Moota telah melakukan pembaruan teknis, antara lain penyesuaian alur autentikasi berbasis OTP, peningkatan sistem monitoring, serta penambahan kapasitas resource operasional. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas, keamanan, dan keberlanjutan proses sinkronisasi data IBBIZ BRI sesuai pembaruan dari pihak bank.

Penyesuaian Biaya Layanan

Sejalan dengan penyesuaian teknis dan kebutuhan resource tambahan, Moota menyesuaikan biaya layanan IBBIZ BRI dari sebelumnya Rp1.500 per hari menjadi Rp150.000 per bulan. Penyesuaian ini dirancang agar operasional layanan tetap optimal dan layanan menjadi lebih sederhana serta prediktabel bagi pengguna.

Ketentuan Peralihan untuk Pelanggan

Agar transisi berjalan lancar, berikut ketentuan yang berlaku terkait perpindahan ke model harga baru:

  • Paket harian: Paket harian tidak lagi tersedia setelah penerapan. Akun yang saat ini menggunakan paket harian akan dinonaktifkan pada saat penerapan. Untuk melanjutkan layanan, pengguna dapat mengaktifkan kembali layanan dengan paket bulanan pada tarif baru.
  • Paket bulanan (existing): Pelanggan yang saat ini berlangganan paket bulanan akan tetap menikmati layanan hingga masa langganan mereka berakhir. Pada saat perpanjangan atau aktivasi langganan berikutnya, tarif baru akan diterapkan.
  • Tim billing dan support akan siap membantu jika diperlukan perhitungan pro-rata.

Waktu Penerapan

Pemberitahuan ini disampaikan terlebih dahulu sebagai informasi. Penerapan harga baru akan mulai berlaku pada Tanggal 5 Februari 2026 pukul 00:00 WIB. Mohon lakukan pengecekan akun atau hubungi tim kami apabila ada kebutuhan khusus sebelum tanggal tersebut.

Panduan Singkat Penggunaan OTP IBBIZ BRI di Moota

Untuk memudahkan aktivasi dan penggunaan layanan IBBIZ BRI, berikut panduan ringkas:

  1. OTP dikirimkan ke nomor telepon yang tercatat pada akun internet banking Anda.
  2. Setelah mengaktifkan akun IBBIZ BRI di Moota, Anda akan diarahkan ke halaman input OTP — masukkan kode yang diterima via SMS.
  3. Jika OTP belum diterima dalam waktu sekitar 5 menit, periksa kembali nomor telepon terdaftar dan sinyal operator. Anda dapat meminta pengiriman ulang kode atau menghubungi tim support jika diperlukan.
  4. Jika aktivasi belum berhasil setelah beberapa percobaan, sistem akan melakukan upaya sinkronisasi pada interval berikutnya; tim support siap membantu proses verifikasi atau troubleshooting lebih lanjut.

Komitmen dan Dukungan

Moota berkomitmen menjaga kualitas dan keandalan layanan agar data mutasi bank pengguna tersinkronisasi secara akurat. Tim support dan account manager kami siap membantu apabila Anda membutuhkan panduan aktivasi, penjelasan detil, atau opsi penyesuaian langganan.

Penutup

Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada Moota. Untuk informasi lebih lanjut atau bantuan, silakan menghubungi melalui fitur chat di aplikasi atau tim account manager Anda.

— Tim Moota

Baca Selengkapnya
1 2 3 22
Aplikasi untuk pengecekkan mutasi dan saldo rekening Anda, dimana mutasi rekening Anda kami dapatkan dari akun iBanking Anda.
Office
Jl. Sunda, No 85, Kel. Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Workshop
Jl Terusan Cikutra Baru No. 3B Kel. Neglasari Kec. Cibeunying Kaler Bandung
Download Moota di
2025 © All rights reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram