20

Perbedaan Pelit dan Hemat yang Harus Kamu Tahu

Uang merupakan sesuatu yang penting bagi umat manusia. Melalui uang manusia dapat menjalankan kehidupan dan mempengaruhi pola hidup. Dalam kaitannya mengelola keuangan dapat menimbulkan perbedaan pemikiran hingga munculan istilah pelit dan hemat. Kedua istilah memiliki maksud yang sama yakni hati-hati dalam pengeluaran tetapi ada perbedaan maksud dan demikian di dalamnya. Lebih jauh pada pengaturan pengeluaran dan data transaksi usaha kini bisa dilakukan dengan mudah. Melalui Moota, Anda dapat melakukan pengecekan dari berbagai rekening berbeda hanya dengan satu dashbord.

Kenali 5 Perbedaan Pelit dan Hemat yang Harus Anda Tahu

Moota membantu setiap transaksi dalam urusan bisnis online. Tak ayal banyak pengusaha kini mempercayakan terhadapnya. Lebih jauh, sebetulnya melalui pengelolaan bisnis dapat terlihat betul bagaimana karakter dan perbedaan antara pelit dan hemat. Untuk mengerti lebih jauh simak beberapa perbedaannya berikut ini.

1. Penilaian dalam kualitas

Antara pelit dan hemat memang dapat di lihat dari segi pengaturan keuangan. Anda dapat melihat transaksi keuangan dengan Moota dan tahu karakter orang seperti apa itu. Bila Anda termasuk orang yang mempertimbangkan kualitas maka Anda termasuk orang yang hemat. Hal itu dapat terlihat dari pembelian barang yang sedikit lebih mahal namun mempertimbangkan keawetan barang tersebut. Berbeda dengan orang pelit yang mana memilih produk yang murah padahal keawetannya tidak terjamin.

2. Tujuan menyimpan uang

Perbedaan pelit dan hemat dapat dilihat dari cara orang menyimpan uang. Bilamana Anda tergolong kategori pelit maka tujuan penyimpanan uang hanya sebagai bentuk kekhawatiran akan hari esok atau ketakutan akan kekurangan. Lain halnya dengan hemat, orang yang hemat menyimpan dana dengan rencana investasi atau ingin membangun bisnis di kemudian hari. Melalui pemikiran itu diharapkan dapat membuat uang yang di simpan jauh lebih banyak kelak.

3. Dalam hal keperluan

Setiap manusia pasti memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Dalam hal pemenuhan kebutuhan ada sifat yang berbeda dari pelit dan hemat. Jika orang tersebut pelit maka akan lebih berusaha meminimkan segala pengeluaran dengan tujuan agar uang tetap utuh. Berbeda dengan hemat yang memiliki pola pikir terbuka yang mana lebih memberi prioritas barang yang wajib di beli ataupun tidak. Jika produk yang harus dibeli mahal maka tetap di beli dengan pertimbangan produk terkait wajib untuk di miliki.  Moota siap membantu Anda dalam memudahkan setiap transaksi baik itu pengeluaran maupun pemasukan. Meski menggunakan banyak perbedaan rekening bank maka tetap akan terlihat dalam satu dashbord sebab telah di kaitkan.

4. Pola pikir

Perbedaan pola pikir sangat terlihat dari pelit dan hemat. Hal itu dapat dilihat dari saat membeli keperluan atau sesuatu yang dibutuhkan. Orang pelit akan memiliki banyak alasan ketika diperuntuhkan membeli sesuatu. Padahal barang terkait sangat penting untuk dibeli tapi selalu saja ada alasan agar tidak keluar biaya. Sedangkan orang hemat akan lebih bisa menikmati hidup. Jika ada yang harus dibeli maka akan dibeli apalagi bila penting. Tak peduli pembayaran secara langsung atau melalui ibanking.

5. Dalam hal menabung

Sebetulnya orang pelit dan hemat memiliki kesamaan yang cukup mendasar yang mana keduanya suka menabung. Uang tabungan bisa di disimpan sendiri atau melalui bank. Namun, ada perbedaan sifat yang mencolok di antara keduanya. Perbedaan terlihat dari mana seorang yang pelit cenderung akan lebih merugikan orang lain. Bagaimana tidak, segala keperluan tidak mau modal sama sekali. Bisa-bisa malah memaksa pihak lain untuk melakukannya.

Itulah beberapa perbedaan mendasar antara pelit dan hemat. Umumnya perbedaan terlihat dari bagaimana pengaturan uang yang dikeluarkan. Perlu Anda tahu bahwa Moota telah hadir untuk memudahkan setiap transaksi. Pengecekan bahkan bisa dilalui dengan mudah baik itu pembelian atau penjualan melalui kartu kredit ataupun mbanking bisa di cek dalam satu dashboard.

 

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Artikel Lainnya