10

Mengenal Model Bisnis Canvas dan Bagian-bagiannya

Business Model Canvas (BMC), atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut Model Bisnis Canvas merupakan kerangka kerja yang dapat Anda buat untuk mendefinisikan bisnis Anda. BMC juga dapat membantu Anda untuk menganalisis dan menentukan strategi bisnis yang akan dilakukan. Dalam artikel ini, sebagai partner bisnis Anda dalam mengelola keuangan, Moota akan menjelaskan elemen-elemen yang ada dalam BMC.

9 Elemen dalam Business Model Canvas (Model Bisnis Kanvas)

1. Customer Segment

Hal pertama yang disoroti dalam BMC adalah target pasar bisnis Anda. Sebagai pebisnis, Anda harus mengetahui siapa yang akan menjadi target pengguna produk/jasa Anda, terlepas dari tipe bisnis apa yang Anda akan lakukan. Sekalipun Anda ingin menjalankan bisnis online, Anda juga perlu mengetahui target bisnis Anda.

2. Value proporsition

Apa alasan Anda dalam memilih bisnis ini? Anda bisa menjabarkannya di segmen ini. Dalam segmen ini Anda juga bisa mengutarakan apa saja keunggulan bisnis Anda dan hal apa saja yang membuatnya berbeda dari pesaing. Elemen ini lebih terfokus pada kelebihan end-product dari bisnis Anda, bukan kelebihan manajerial atau sistem keuangan bisnis Anda.

3. Channels

Dalam segmen ini, Anda bisa menjabarkan metode pemasaran yang akan Anda gunakan. Misalnya saja jika Anda memiliki bisnis jualan online, Anda bisa menentukan bagaimana pelanggan akan menemukan produk Anda. Apakah itu melalui website yang Anda buka sendiri, atau melalui marketplace dan media sosial yang sudah umum digunakan di pasaran.

Sistem reseller/dropship pun juga membantu untuk memperkenalkan produk Anda pada pelanggan. Karena reseller dan dropshipper juga melakukan pemasaran, tentunya akan semakin banyak orang yang mengetahui produk Anda. Sehingga, target pun tertarik dan belanja online produk Anda.

4. Revenue Streams

Elemen ini mengharuskan Anda menganalisis dari mana saja sumber pendapatan Anda. Secara umum, revenue streams ini berisikan data omzet yang masuk, dikurangi dengan pengeluaran/biaya yang dikeluarkan untuk operasional bisnis Anda.

5. Key resource

Singkatnya, elemen key resource ini berisikan perencanaan sumber daya yang akan Anda gunakan. Jenis-jenis sumber daya yang termasuk ke dalam elemen ini adalah sumber daya manusia, uang, serta bahan baku. Peralatan yang digunakan dalam operasional bisnis dan pengelolaan bahan baku pun termasuk dalam elemen ini.

6. Customer relationship

Bagaimana Anda akan menjalin hubungan baik dengan customer-customer Anda? Itulah poin penting yang dibahas dalam elemen ini. Terlepas dari apapun bentuk dan ukuran bisnis Anda, baik itu bisnis UKM atau bisnis yang lebih besar (scale up), Anda perlu mengetahui teknik untuk memberi pelayanan terbaik untuk mereka.

7. Key activities

Untuk elemen yang satu ini, Anda perlu menjabarkan kegiatan-kegiatan apa saja yang digunakan untuk mengubah sumber daya menjadi produk akhir yang memiliki value sesuai dengan poin (2).

8. Key partnership

Rasanya susah untuk berbisnis tanpa adanya partnership. Nah, Anda bisa menjabarkan partner-partner yang bisa Anda gandeng untuk meramaikan bisnis Anda. Misalnya saja, dalam sebuah toko online, Anda bisa menggaet beberapa orang untuk menjadi reseller.

9. Cost structure

Tidak kalah penting dari elemen revenue streams adalah elemen cost structure. Dalam elemen ini Anda wajib mengetahui bagaimana mengelola dana agar Anda dapat meminimalkan kerugian. Oleh karena itu, Moota hadir sebagai partner untuk membantu mengelola keuangan bisnis Anda.

Tanpa adanya partner yang mumpuni dalam mengurus keuangan, rasanya sulit untuk menjalankan bisnis secara efektif. Moota hadir sebagai solusi dalam membantu Anda melakukan pengecekan mutasi rekening Anda. Jadi, Anda tidak perlu lagi melakukan checking satu per satu tiap order..

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Artikel Lainnya