Membangun bisnis yang melibatkan keluarga tentu memiliki nilai lebih dan kurang. Dari segi dana atau pendanaan, tujuan bisnis, aspek ketenagakerjaan hingga pengambilan keputusan. Tidak perlu terlalu jauh, contohnya ketika menjalankan bisnis online yang melibatkan keluarga saja, pasti akan ada pro dan kotranya. Disini Anda mungkin membutuhkan peran Moota, salah satuya untuk mengatur pengelolaan keuangan bisnis Anda.

Mengenali Keuntungan dan Kerugian dari Bisnis Keluarga

Ada banyak contoh bisnis keluarga yang berjalan sukses dan berkembang pesat. Anda pun bisa menjadikannya contoh, misal dimulai dengan membuka toko online yang melibatkan anggota keluarga. Bisnis keluarga ini memiliki keuntungan seperti:

1. Tujuan Jangka Panjang yang Sama

Menjalankan bisnis keluarga yang artinya setiap anggota keluarga memiliki hubungan baik, pada akhirnya akan membawa pada tujuan yang sama. Entah itu yang masih berskala kecil seperti UKM ataupun berskala besar. Tujuannya adalah membuat bisnis tetap exist, dan pada akhirnya tentu menguntungkan masing-masing pemegang saham dalam bisnis tersebut.

2. Terjalin Kolaborasi dan Kompromi

Hal lain yang menguntungkan dari menjalankan bisnis keluarga adalah terjalinnya kolaborasi dan kompromi dalam berbagai aspek. Sesama anggota keluarga tentu sudah saling mengenal, tidak perlu lagi adanya orientasi untuk karyawan.

Dengan mengetahui karakteristik, mulai dari kelebihan hingga kekurangan, anggota keluarga juga memudahkan saat berdiskusi dan berbagi peran. Contohnya dalam hal mengelola keuangan. Untuk soal ini, pekerjaan dan tugas mengatur keuangan bisa lebih mudah dengan Moota sebagai tools untuk membantu.

Dua poin di atas hanya sebagian kecil keuntungan dari menjalankan bisnis keluarga. Namun, selain keuntungan menjalankan bisnis keluarga juga pasti memiliki aspek negatif. Aspek-aspek negatif inilah yang masih harus dipelajari dan terus diperbaiki sehingga meskipun masih berskala kecil, sebut saja jualan online atau membuka usaha berbasis online, nantinya bisnis tersebut bisa berkembang.

3. Tata Kelolanya yang Bersifat Informal

Fleksibilitas yang menjadi salah satu keuntungan bisnis keluarga di sisi lain juga bisa menjadi kekurangannya. Tata kelolanya yang lebih bersifat informal justru bisa menimbulkan konflik karena bisa saja kepemimpinan atau tanggung jawab terbesar diberikan kepada orang yang tidak kompeten.

Belum lagi hal tersebut juga kadang didukung dengan perencanaan yang kurang matang, membuat aspek negatifnya jadi semakin meningkat. Perencanaan dalam segala hal, baik itu dalam hal keuangan atau manajemen lain, rentan menimbulkan masalah di kemudian hari.

4. Sumberdaya Manusia yang Kompleks

Kompleksitas dalam hal sumberdaya manusia juga menjadi poin kekurangan lain dari bisnis keluarga ini. Meskipun bernama bisnis keluarga, tapi tentu saja tidak semua sumberdaya manusianya berasal dari anggota keluarga. Pasti dibutuhkan sumberdaya manusia dari non keluarga.

Inilah yang membuat manajemen sumberdaya manusianya semakin kompleks. Adanya sumberdaya keluarga dan non keluarga tentu menuntut perlakuan yang kadang berbeda. Kembali lagi pada faktor fleksibilitas, yang mana hal tersebut tentu tidak bisa diberlakukan kepada semua sumberdaya. Inilah yang kemudian membuat manajemen sumber daya semakin kompleks.

Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangannya, kini Anda jadi memiliki pandangan lebih luas sebelum membangun bisnis keluarga. Nah, guna membantu dalam pengelolaan keuangan, Moota bisa menjadi tools yang sangat membantu. Tools ini memungkinkan Anda untuk memantau setiap transaksi dan mutasi rekening dari berbagai rekening bank dengan lebih mudah. Apalagi jika Anda menjalankan bisnis berbasis online. Anda tidak perlu lagi repot mengurusi cek transaksi dan bisa lebih fokus meningkatkan omzet. Kenali lebih lanjut tools ini di Moota.

Leave a Reply

Your email address will not be published.