10

Jenis Investasi yang Cocok untuk Pelajar dan Mahasiswa

Investasi hendaknya menjadi salah satu kebiasaan baik yang dapat diterapkan sejak usia muda. Investasi tidak harus dengan jumlah dan risiko yang besar, terutama untuk yang baru memulai seperti dari kalangan pelajar atau mahasiswa. Investasi ini biasanya menggunakan akun bank untuk digunakan. Hasilnya bisa dicek di akun tersebut atau bisa melalui https://moota.co/ yang sudah terhubung dengan rekening untuk hasil investasi. Mahasiswa atau pelajar dapat memulai investasi seperti jenis-jenis investasi berikut.

Memulai Investasi yang Cocok untuk Pelajar dan Mahasiswa

1. Reksadana

Salah satu investasi yang mudah untuk dipelajari adalah reksadana. Investasi ini dapat dimulai dengan modal yang kecil, beberapa bahkan menyediakan modal investasi mulai dari 100 ribu untuk pelajar dan mahasiswa. Uang yang sudah ditransfer melalui  rekening bank ini nantinya dapat bernilai lebih dari waktu ke waktu. Anda hanya perlu menunggu hasilnya saja untuk uang di dalam rekening bertambah.

2. Saham

Pelajar dan mahasiswa juga bisa belajar investasi melalui saham. Memiliki risiko yang lebih tinggi, namun menawarkan keuntungan keuangan yang besar juga. Beberapa saham kini menawarkan saham modal kecil mulai dari ratusan ribu. Cocok untuk kantong mahasiswa yang masih terbatas. Hasil dari investasi dapat disimpan di rekening khusus dan dicek saldo mbanking untuk rekening investasi tersebut. Jadi rekening untuk jajan dan untuk investasi sebaiknya dipisah.

3. Investasi emas

Jenis investasi yang tidak membutuhkan dana terlalu besar adalah emas. Pelajar atau mahasiswa dapat memulai investasi dengan membeli emas dan menyimpannya. Saat harga emas sedang naik, emas dapat dijual untuk mendapatkan keuntungan. Anda bisa menyimpan keuntungan tersebut di rekening dan setiap kali menyimpannya langsung dicek bertapa total keuntungan yang sudah diperoleh. Jika ingin lebih mudah dan praktis untuk mengecek transaksi rekening dan jumlah saldonya, Anda bisa menggunakan https://moota.co/ yang dapat dihubungkan ke lebih dari satu rekening.

4. Peer to peer

Jenis investasi ini bisa diikuti oleh pelajar atau mahasiswa dengan modal awal sekitar 100 ribu. Investasi peer to peer umumnya dilakukan dengan kerjasama antara investor dan seorang pelaku bisnis. Anda bisa transfer dengan ibanking untuk sejumlah uang yang ingin ditanamkan pada pelaku bisnis tersebut. Uang tersebut digunakan untuk menjalankan usaha. Keuntungan dari usaha inilah yang akan menjadi hasil dari investasi yang sudah diberikan. Anda tidak perlu repot-repot mengelola keuangan karena Anda hanya akan dikirimi hasil dari keuntungan usaha tersebut.

5. Deposito

Bagi pelajar atau mahasiswa yang memiliki uang lebih dapat belajar investasi dengan menabung deposito. Jenis investasi yang tidak memiliki risiko besar ini dapat memberikan keuntungan untuk mahasiswa dan pelajar nantinya bisa menikmati hidup dari tambahan bunga deposito. Walaupun tidak banyak, keuntungan deposito ini bisa menambah uang saku atau untuk belajar investasi. Deposito dilakukan dengan menyimpan sejumlah uang dalam kurun waktu 1, 2, hingga 10 tahun. Setiap tahunnya, Anda bisa cek mutasi otomatis dari rekening yang memiliki tabungan deposito untuk hasil atau bunga yang diperoleh. Menabung deposito dapat melatih diri untuk tidak mengambil atau menarik uang sesuka hati untuk keperluan yang tidak penting.

 

Itulah beberapa jenis investasi yang cocok untuk para pelajar dan mahasiswa. Nilai investasi dan risiko yang tidak terlalu besar adalah kriteria investasi yang paling bagus untuk kalangan mahasiswa atau pelajar. Hasilnya dapat disimpan di rekening pribadi dan dicek melalui https://moota.co/ untuk setiap transaksi yang menambah atau mengurangi saldo rekening.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Artikel Lainnya