17

Ilmu Finansial yang Wajib Diajarkan Pada Anak

Dalam kehidupan tidak hanya ilmu masyarakat saja yang harus Anda ajarkan kepada anak, melainkan juga hal-hal yang berbau finansial. Semua ini dilakukan guna menjadi wawasan yang bermanfaat bagi mereka, terutama perihal mengelola keuangan. Sekalipun saat ini sudah ada moota yang akan menyediakan segala kemudahan bagi semua penggunanya. Namun, ingat konsep-konsep perekonomian juga harus dipelajari supaya melekat dalam diri anak.

Pentingnya Membekali Anak Dengan Ilmu-Ilmu Bidang Finansial Sejak Dini

1. Menabung

Menabung merupakan kegiatan yang terbilang sepele namun harus dibiasakan sejak kecil. Pasalnya tidak semua orang dapat menyisihkan keuangan dengan baik. Oleh karena itulah Anda sebagai orangtuanya harus memberikan contoh yang baik supaya kelak anak bisa biasa dengan kegiatan ini.

Jika perlu buatkan rekening bank pribadi supaya hasil tabungannya itu tetap tersimpan dengan rapi. Selain itu Anda juga bisa mulai memperkenalkan mereka dengan moota supaya kelak jika membutuhkan tidak perlu mencari-cari aplikasi yang berkualitas.

Apabila anak bertanya apa manfaat menabung, berikan pengertian sedikit demi sedikit bahwa kehidupan terus berjalan sehingga kalau tak punya pegangan maka akan susah sendiri nantinya dan tidak bisa menikmati hidup. Katakan juga uang tersebut juga dapat digunakan anak sebagai modal untuk membuka bisnis online yang memang menguntungkan.

2. Memperoleh uang

Memberikan ajaran tentang cara memperoleh uang memanglah harus menyesuaikan umur, seperti ketika anak sudah masuk ke tingkat SMA. Pada fase ini pemikiran mereka sangat rentan terhadap rasa keingintahuan yang tinggi. Berikan arahan supaya tidak terjadi penyelewengan terhadap kepribadian anak.

Misalnya saja memberikan kesempatan anak untuk mencoba mencari kerja paruh waktu atau jualan online. Anda tidak perlu memaksakan penghasilannya, cukup pantau yang penting anak dapat merasakan bagaimana sulitnya mencari uang, sehingga akan membuatnya berhati-hati dalam menggunakannya.

Tidak hanya itu saja Anda pun dapat memberikannya sejumlah dana supaya dikembangkan lagi. Jangan berlebihan hanya secukupnya saja. Apabila anak bisa menjalankannya dengan baik maka secara tidak langsung sikap kebijaksanaan dalam memutar uang cukup memuaskan.

3. Menyumbang

Selain ilmu diatas Anda juga harus mengajarkan anak untuk bisa menyisihkan omzet yang dihasilkannya guna menyumbang ke orang lain. Tidak perlu membatasi bentuk amalanya, karena tak ada aturan yang menyebutkan haruslah berupa uang. Anda bisa membantu anak untuk menyiapkan barang-barang lamanya yang sudah tak terpakai namun masih layak.

Diantaranya seperti baju, mainan, buku, dan lain sebagainya. Apapun itu yang terpenting mereka paham akan esensi dari kegiatan beramal itu sendiri. Jika ingin lebih singkat Anda dapat memberitahu anak tentang penggunaan Mbanking yang memang menyediakan layanan tersebut.

4. Menghargai waktu

Waktu adalah uang, itulah ungkapan yang dapat digambarkan untuk dunia finansial baik untuk kegiatan menabung maupun berinvestasi. Terutama tentang bagaimana cara yang efektif untuk bersabar dalam memperoleh keuntungan dan membuat usaha menjadi scale up jika anak ingin menjadi pengusaha.

Konsep waktu ini dapat Anda jelaskan pada anak ketika mereka ingin menyisihkan uang. Misalnya saja sehari anak hanya mampu menabung Rp 2000 saja maka tak apa karena ini proses pembelajaran dalam menghargai waktu. Biarkan jumlahnya bertambah seiring berjalannya waktu dan ketika sudah banyak simpan di bank agar lebih aman.

Anda beserta anak dapat memantaunya lewat online seperti ibanking untuk melihat sudah berapa banyak tabungan mereka. Dengan demikian rasa kepercayaan anak akan tumbuh karena melihat sendiri hasil jerih payahnya, dan memacu semangatnya guna terus menabung.

Demikianlah beberapa ilmu penting terkait finansial yang dapat Anda ajarkan kepada anak-anak. Proses ini mungkin tidak akan selalu mulus, namun percayalah bahwa setiap usaha pasti akan membuahkan hasil. Sama halnya dengan moota yang sampai saat ini selalu memberikan pelayanan yang maksimal.

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Artikel Lainnya