Daftar Isi
Error!
No 'toc_widget' widget registered in this installation.

Cara Mudah Cek Mutasi Bank BRI

Nur Rani D
July 18, 2019

Keberadaan bank sebagai lembaga keuangan saat ini semakin dibutuhkan. Bank tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan uang, tapi juga untuk melakukan transaksi lainnya. Karena itu, Bank BRI sebagai salah satu bank terbesar dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia memberikan fasilitas agar seluruh transaksi, termasuk cek mutasi BRI, dapat dilakukan dengan mudah.

Mutasi rekening sangat penting dalam membantu kelancaran transaksi, terutama bagi para pelaku bisnis online. Dengan mengecek mutasi rekening, nasabah bisa mengontrol seluruh transaksi yang pernah dilakukan. Transaksi yang mencurigakan bisa segera diketahui dan ditindaklanjuti dengan cepat.

Di Bank BRI, cek mutasi rekening dapat dilakukan melalui ATM, SMS Banking, m-banking, dan internet banking, dengan cara sebagai berikut.

1. Cek Mutasi BRI Melalui ATM

Bagi nasabah yang tidak memiliki fasilitas m-banking atau internet banking, cek mutasi dapat dilakukan melalui ATM, dengan cara:

  1. Silahkan pergi ke ATM BRI terdekat dan masukan kartu ATM Anda
  2. Kemudian pilih bahasa, dan masukkan PIN ATM Anda
  3. Selanjutnya pilih menu transaksi lain dan pilih info rekening
  4. Lalu pilih submenu mutasi rekening
  5. Tunggu hingga keluar struk berisi 5 transaksi yang pernah terjadi di rekening BRI Anda.

Kekurangan dari cara ini adalah Anda tidak bisa mengecek mutasi rekening dalam jangka waktu lama. Cara ini pun tidak praktis, karena Anda harus pergi ke ATM atau kantor bank terlebih dulu.

2. Cek Mutasi BRI Menggunakan SMS Banking

Sebelum Anda bisa menggunakan fasilitas SMS banking, terlebih dahulu Anda harus mendaftarkan nomor handphone Anda ke kantor cabang terdekat.

Kemudian jika sudah aktif, silahkan ketik format sms berikut ini:

INFO MUTASI (spasi) pin sms banking

kemudian kirim ke 3300

Misalnya INFO MUTASI 123456

Sama dengan cek mutasi BRI melalui ATM, kekurangan dari cara ini adalah Anda tidak bisa mengecek mutasi rekening dalam jangka waktu lama. Apalagi Anda harus mengeluarkan biaya atau pulsa sebesar Rp. 660/sms

3. Cek Mutasi Rekening BRI di Mobile Banking

Para pengguna smartphone juga dapat mengecek mutasi rekening melalui layanan m-banking. Unduh aplikasi Mandiri Mobile dari Applestore, Playstore, atau BB World. Aplikasi ini hanya dapat digunakan untuk satu nomor kartu SIM saja.

Cek mutasi rekening dengan m-banking dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Buka aplikasi BRI Mobile
  2. Pilih menu Mobile Banking BRI
  3. Lalu pilih INFO
  4. Pilih INFO MUTASI
  5. Masukkan PIN Rekening BRI
  6. Klik OK untuk mengirim informasi mutasi via sms dari 3300

Sms yang dikirim dari 3300 ini tidaklah gratis, biayanya sekitar Rp. 1.350. Cukup mahal memang.

4. Cek Mutasi Melalui Internet Banking BRI

Mengecek mutasi rekening juga dapat dilakukan dengan fasilitas internet banking, dengan pilihan menu yang lebih lengkap dibandingkan ATM atau m-banking.

Langkah untuk mengecek mutasi melalui internet banking BRI adalah sebagai berikut:

  1. Buka website internet banking bri
  2. Login dengan username dan password. Jangan lupa isi kolom captha sesuai angka yang tampil
  3. Berikutnya pilih tombol masuk
  4. Langkah berikutnya pilih opsi (3 garis orange) lalu akan tampil beberapa menu
  5. Pilih Menu Rekening
  6. Setelah muncul submenu, pilih mutasi rekening
  7. Lalu Anda pilih ingin melihat data mutasi dari tanggal berapa sampai tanggal berapa
  8. Terakhir pilih Tampilkan

Anda bisa mengecek data transaksi hingga 6 bulan terakhir dengan rincian data transaksi maksimal 1 bulan.

Cek Mutasi Rekening Praktis dan Cepat dengan Moota

mutasi rekening moota

mutasi rekening bri mandiri bca bni melalui moota (source: moota.co)

Baik melalui ATM, m-banking, maupun internet banking, mengecek mutasi rekening bisa dilakukan dengan mudah. Namun ada cara yang jauh lebih mudah dan praktis, terutama untuk Anda yang lalu lintas transaksinya cukup padat.

Bagi para pelaku bisnis, termasuk toko online, aliran dana keluar dan masuk terjadi dengan cepat. Bayangkan betapa repotnya kalau harus bolak-balik mengecek rekening. Bahkan meskipun sudah menggunakan internet banking, mengecek mutasi secara manual tetap membutuhkan waktu.

Jika Anda adalah pelaku bisnis yang sibuk, sekarang waktunya Anda menggunakan Moota. Moota adalah aplikasi berbasis web untuk melakukan cek saldo dan mutasi rekening secara otomatis. Aplikasi ini bisa digunakan jika Anda sudah terdaftar sebagai pengguna layanan internet banking BRI.

Keuntungan menggunakan Moota adalah:

  • Keamanan terjamin karena sudah menggunakan protokol https terverifikasi. Data saldo dan mutasi akan dienkripsi dan hanya dapat diakses oleh pemilik rekening.
  • Pengecekan mutasi rekening dilakukan setiap 15 menit sekali secara otomatis.
  • Dapat digunakan untuk beberapa bank sekaligus, termasuk Bank BRI.
  • Bisa mengecek seluruh riwayat transaksi rekening tanpa dibatasi periode waktu tertentu.
  • Mendapatkan notifikasi ketika ada uang masuk, baik melalui email, SMS, maupun API.
  • Biayanya sangat murah, yaitu Rp1.500,00/hari, berapa pun jumlah transaksinya.

Dengan menggunakan Moota, Anda tidak perlu lagi repot melakukan cek mutasi rekening BRI secara manual. Anda bisa menghemat banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang penting bagi pengembangan bisnis.

Kelola Keuangan Berbagai Akun Bank Dalam Satu Dashboard Dan Cek Transaksi Secara Otomatis
Artikel Terkait

Gaji Owner, Berapa yang Wajar di Awal Bisnis?

Gaji owner sering menjadi topik sensitif bagi banyak pemilik usaha, terutama ketika bisnis masih di tahap awal. Di satu sisi, kita merasa sudah bekerja keras dan layak digaji. Di sisi lain, kondisi keuangan usaha belum stabil dan masih butuh banyak modal untuk bertahan.

Gaji Owner

Tidak sedikit owner yang akhirnya bingung, apakah sebaiknya menggaji diri sendiri atau menahan dulu demi bisnis. Ada juga yang langsung menarik uang usaha tanpa perhitungan jelas, dengan alasan “ini kan usaha saya sendiri”. Padahal, keputusan soal gaji ini sangat berpengaruh pada kesehatan keuangan bisnis.

Lewat artikel ini, kita akan membahas secara realistis dan membumi tentang gaji untuk pemilik usaha. Kita akan ngobrol soal apa itu gaji owner, kapan sebaiknya diambil, berapa kisaran yang wajar, serta bagaimana cara menentukannya tanpa merusak arus kas bisnis.


Apa yang Dimaksud Gaji Owner dalam Bisnis?

Gaji owner adalah kompensasi yang diterima pemilik usaha atas peran aktifnya dalam menjalankan bisnis. Artinya, gaji ini muncul karena owner bekerja, bukan semata-mata karena dia pemilik modal.

Penting untuk membedakan antara gaji dan pembagian keuntungan. Gaji dibayarkan secara rutin sebagai imbalan kerja, sementara keuntungan dibagikan jika bisnis memang menghasilkan laba. Dua hal ini sering tercampur, terutama di usaha kecil dan menengah.

Dengan memahami definisi ini, kita bisa lebih objektif melihat posisi diri sendiri. Apakah Anda sedang bertindak sebagai pemilik pasif, atau sebagai pengelola aktif yang setiap hari terlibat operasional.


Mengapa Gaji Owner Perlu Dipikirkan Sejak Awal?

Gaji owner perlu dipikirkan sejak awal karena berkaitan langsung dengan disiplin keuangan bisnis. Tanpa aturan yang jelas, uang usaha dan uang pribadi akan tercampur, sehingga sulit mengetahui kondisi keuangan yang sebenarnya.

Banyak bisnis terlihat “jalan”, tapi sebenarnya tidak sehat karena owner mengambil uang seenaknya. Akibatnya, ketika bisnis butuh dana darurat atau ingin berkembang, uangnya sudah terpakai untuk kebutuhan pribadi.

Dengan perencanaan yang matang, gaji owner justru membantu bisnis menjadi lebih rapi dan terukur. Anda bisa tahu berapa biaya operasional sebenarnya, termasuk biaya tenaga kerja yang Anda berikan pada diri sendiri.


Siapa yang Sebaiknya Mendapatkan Gaji Owner?

Tidak semua pemilik usaha harus langsung mengambil gaji. Owner yang aktif terlibat dalam operasional harian lebih layak mendapatkan gaji dibandingkan owner yang hanya menanamkan modal.

Jika Anda terlibat sebagai manajer, admin, marketing, atau bahkan ikut produksi, maka secara fungsi Anda adalah pekerja di dalam bisnis. Dalam konteks ini, gaji menjadi sesuatu yang wajar, selama disesuaikan dengan kemampuan usaha.

Sebaliknya, jika Anda hanya berperan sebagai investor pasif, maka penghasilan sebaiknya berasal dari keuntungan, bukan gaji bulanan.


Kapan Waktu yang Tepat Mengambil Gaji?

Gaji owner idealnya mulai diambil ketika bisnis sudah memiliki arus kas yang relatif stabil. Artinya, pemasukan rutin sudah bisa menutupi biaya operasional utama tanpa mengganggu modal kerja.

Di fase awal, banyak owner memilih untuk menunda gaji demi memastikan bisnis bisa bertahan. Ini bukan hal yang salah, asalkan dilakukan secara sadar dan terencana. Namun, menunda terlalu lama juga bisa berisiko, terutama jika kebutuhan pribadi mulai menekan keuangan.

Waktu yang tepat biasanya ketika bisnis sudah mampu membayar karyawan, menutup biaya operasional, dan masih memiliki sisa kas yang sehat.


Di Mana Letak Kesalahan Umum dalam Menentukan Gaji Owner?

Kesalahan paling umum adalah menentukan gaji berdasarkan kebutuhan pribadi, bukan kemampuan bisnis. Ketika kebutuhan rumah tangga meningkat, gaji ikut dinaikkan tanpa melihat kondisi keuangan usaha.

Kesalahan lain adalah tidak mencatat gaji dengan benar. Banyak owner mengambil uang usaha tanpa mencatatnya sebagai gaji atau penarikan pribadi. Akibatnya, laporan keuangan menjadi tidak akurat dan sulit dianalisis.

Ada juga yang terlalu memaksakan diri tidak mengambil gaji sama sekali, padahal bisnis sudah mampu. Ini bisa berdampak pada motivasi dan keberlangsungan peran owner dalam jangka panjang.


Bagaimana Cara Menentukan Gaji Owner yang Wajar?

Menentukan gaji pemilik sebaiknya dimulai dari peran yang Anda jalani. Coba lihat posisi apa yang sebenarnya Anda pegang dalam bisnis. Apakah setara admin, manajer, atau supervisor? Dari situ, Anda bisa memperkirakan kisaran gaji yang realistis.

Langkah berikutnya adalah melihat kemampuan keuangan usaha. Jangan memaksakan nominal besar jika arus kas masih terbatas. Lebih baik mengambil gaji kecil tapi konsisten, daripada besar tapi membuat bisnis tertekan.

Selain itu, pisahkan dengan jelas antara gaji dan keuntungan. Dengan begitu, Anda bisa menilai performa bisnis secara objektif tanpa bias kebutuhan pribadi.


Mengapa Gaji Owner Tidak Harus Besar di Awal Bisnis?

Di tahap awal, fokus utama bisnis adalah bertahan dan tumbuh. Karena itu, gaji pemilik sebaiknya bersifat fungsional, bukan konsumtif. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan dasar, bukan gaya hidup.

Gaji yang terlalu besar di awal bisa menghambat pengembangan usaha. Modal yang seharusnya dipakai untuk pemasaran, perbaikan produk, atau sistem, justru habis untuk biaya pribadi.

Dengan menahan diri di awal, Anda memberi ruang bagi bisnis untuk menguat. Ketika bisnis sudah lebih stabil, penyesuaian gaji bisa dilakukan secara bertahap.


Bagaimana Cara Mengelola Gaji Owner agar Bisnis Tetap Sehat?

Pengelolaan gaji owner yang baik dimulai dari pencatatan yang rapi. Perlakukan gaji Anda sama seperti gaji karyawan, tercatat sebagai biaya operasional.

Selain itu, buat jadwal pembayaran yang konsisten, misalnya bulanan. Hindari mengambil uang di luar jadwal kecuali dalam kondisi darurat dan tetap dicatat dengan jelas.

Dengan pengelolaan seperti ini, Anda bisa melihat kondisi bisnis apa adanya dan membuat keputusan berdasarkan data, bukan perasaan.


Kesimpulan

Gaji owner adalah hal yang wajar dan penting, asalkan ditentukan dengan cara yang tepat. Gaji bukan sekadar hak, tetapi juga tanggung jawab agar bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.

Sebagai pemilik usaha, kita perlu bersikap adil pada diri sendiri dan pada bisnis. Mengambil gaji terlalu besar bisa merugikan usaha, sementara tidak mengambil sama sekali bisa melelahkan secara mental dan finansial.

Kuncinya ada pada keseimbangan. Dengan memahami peran, kondisi keuangan, dan tujuan jangka panjang, Anda bisa menentukan gaji owner yang wajar dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Baca Selengkapnya

Cash Flow dan Laba, Kenapa Keduanya Penting dan Beda?

Cash flow sering menjadi istilah yang terdengar teknis, padahal dampaknya sangat terasa dalam kehidupan bisnis sehari-hari. Banyak pemilik usaha merasa bisnisnya baik-baik saja karena terlihat untung, tapi tiba-tiba kesulitan membayar operasional. Di sinilah kebingungan antara cash flow dan laba biasanya muncul.

Cash Flow dan Laba

Sebagai pelaku usaha, kita sering fokus pada laba karena itulah yang terlihat “menguntungkan” di atas kertas. Namun dalam praktiknya, bisnis tidak berjalan dengan kertas, melainkan dengan uang yang benar-benar tersedia di tangan. Ketika uang tidak ada, bisnis bisa macet, meskipun laporan menunjukkan keuntungan.

Artikel ini akan membantu Anda memahami perbedaan cash flow dan laba dengan bahasa yang sederhana. Kita akan bahas kenapa keduanya berbeda, kenapa sama-sama penting, dan bagaimana cara menyikapinya agar bisnis tetap sehat.


Apa yang Dimaksud Cash Flow dan Laba dalam Bisnis?

Cash flow adalah pergerakan uang masuk dan keluar dari bisnis dalam periode tertentu. Sederhananya, ini adalah kondisi nyata keuangan usaha: apakah uang benar-benar ada atau tidak untuk membayar kebutuhan.

Sementara itu, laba adalah selisih antara pendapatan dan biaya dalam laporan keuangan. Laba menunjukkan hasil usaha secara akuntansi, bukan kondisi uang secara fisik. Karena itu, laba bisa terlihat positif meskipun uang belum diterima sepenuhnya.

Perbedaan inilah yang sering menimbulkan kesalahpahaman. Kita merasa bisnis untung, padahal uangnya masih berupa piutang atau belum masuk ke rekening.


Mengapa Cash Flow dan Laba Tidak Bisa Disamakan?

Kesalahan umum dalam bisnis adalah menganggap laba sama dengan uang yang bisa langsung dipakai. Padahal, laba hanyalah hasil perhitungan, sedangkan cash flow adalah kenyataan di lapangan.

Contohnya, Anda menjual produk secara kredit. Secara laporan, penjualan tersebut tercatat sebagai pendapatan dan menambah laba. Namun uangnya baru akan diterima beberapa minggu atau bulan ke depan. Selama uang belum masuk, Anda tetap harus membayar biaya operasional dari kas yang ada.

Inilah alasan mengapa bisnis bisa untung di laporan, tetapi kesulitan bertahan secara operasional.


Siapa yang Perlu Memahami Perbedaan Cash Flow dan Laba?

Cash flow bukan hanya urusan akuntan atau tim keuangan. Pemilik usaha, terutama UMKM dan pebisnis online, sangat perlu memahaminya sejak awal.

Banyak bisnis kecil tidak bangkrut karena produknya jelek, tetapi karena kehabisan uang tunai. Owner sering merasa aman karena melihat angka laba, padahal kondisi kas sebenarnya sedang kritis.

Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa mengambil keputusan yang lebih realistis dan tidak terjebak pada angka semu.


Kapan Masalah Cash Flow vs Laba Biasanya Terjadi?

Masalah antara cash flow dan laba sering muncul saat bisnis mulai berkembang. Ketika penjualan meningkat, biaya operasional biasanya ikut naik, sementara pembayaran dari pelanggan belum tentu langsung diterima.

Kondisi ini juga sering terjadi pada bisnis dengan sistem pembayaran tempo, reseller, atau proyek. Secara laporan, bisnis terlihat tumbuh. Namun secara kas, justru terasa semakin berat.

Jika tidak disadari sejak awal, kondisi ini bisa membuat bisnis kelelahan secara finansial meskipun terlihat sukses dari luar.


Di Mana Letak Kesalahan Umum Pebisnis Memahami Cash Flow?

Kesalahan paling umum adalah terlalu percaya pada laporan laba tanpa melihat pergerakan uang. Banyak owner hanya bertanya, “Untung atau tidak?” tanpa bertanya, “Uangnya ada atau tidak?”

Kesalahan lain adalah mencampur uang pribadi dan uang usaha. Akibatnya, arus kas menjadi tidak jelas dan sulit dipantau. Ketika terjadi kekurangan uang, owner bingung mencari penyebabnya.

Tanpa pencatatan yang rapi, perbedaan antara kondisi kas dan laba akan semakin sulit dipahami.


Bagaimana Cara Memahami Cash Flow secara Sederhana?

Cash flow bisa dipahami dengan satu pertanyaan sederhana: apakah uang masuk lebih besar daripada uang keluar dalam periode tertentu? Jika iya, kondisi kas relatif aman. Jika tidak, bisnis perlu waspada.

Untuk memahaminya, Anda perlu mencatat semua pemasukan dan pengeluaran secara konsisten. Tidak perlu rumit di awal, yang penting Anda tahu dari mana uang datang dan ke mana uang pergi.

Dengan kebiasaan ini, Anda bisa melihat pola keuangan bisnis dan mengantisipasi kekurangan dana sebelum terjadi.


Mengapa Laba Tetap Penting Walaupun Cash Flow Kritis?

Walaupun kas sangat penting, laba tetap memiliki peran besar dalam bisnis. Laba menunjukkan apakah model bisnis Anda sehat atau tidak dalam jangka panjang.

Bisnis dengan arus kas lancar tetapi terus merugi tidak akan bertahan lama. Sebaliknya, bisnis yang menghasilkan laba punya peluang untuk tumbuh, menarik investor, dan memperluas usaha.

Karena itu, kita tidak bisa memilih salah satu. Laba dan cash flow harus dilihat sebagai dua sisi yang saling melengkapi.


Bagaimana Cash Flow dan Laba Saling Melengkapi?

Cash flow membantu bisnis bertahan hari demi hari, sementara laba membantu bisnis berkembang dari waktu ke waktu. Tanpa kas, operasional terhenti. Tanpa laba, bisnis tidak punya masa depan.

Ketika keduanya dikelola dengan seimbang, bisnis menjadi lebih stabil. Anda bisa membayar kewajiban tepat waktu sekaligus menyiapkan dana untuk pengembangan.

Dengan memahami hubungan ini, keputusan bisnis menjadi lebih bijak dan tidak hanya berdasarkan perasaan.


Mengapa Banyak Bisnis Untung Tapi Tetap Bangkrut?

Fenomena ini sering terjadi karena fokus berlebihan pada laba dan mengabaikan arus kas. Penjualan tinggi dan margin bagus tidak menjamin bisnis aman jika uang tidak benar-benar tersedia.

Keterlambatan pembayaran, stok menumpuk, atau biaya operasional yang terlalu cepat membesar bisa membuat kas terkuras. Ketika kewajiban datang bersamaan, bisnis tidak siap secara finansial.

Inilah alasan mengapa pemahaman tentang cash flow menjadi krusial, terutama saat bisnis mulai tumbuh.


Bagaimana Cara Menjaga Cash Flow dan Laba Tetap Seimbang?

Menjaga keseimbangan dimulai dari perencanaan. Jangan hanya membuat target laba, tetapi juga rencana arus kas. Pastikan pemasukan dan pengeluaran memiliki jarak waktu yang sehat.

Selain itu, disiplin dalam pencatatan sangat membantu. Dengan data yang jelas, Anda bisa melihat potensi masalah lebih awal dan mengambil tindakan sebelum terlambat.

Yang terpenting, biasakan mengambil keputusan berdasarkan kondisi nyata bisnis, bukan hanya angka di laporan.


Kesimpulan

Cash flow dan laba adalah dua hal yang berbeda, tetapi sama-sama penting dalam bisnis. Laba menunjukkan kinerja usaha, sementara cash flow menunjukkan kemampuan bisnis untuk bertahan secara operasional.

Sebagai pemilik usaha, kita perlu memahami keduanya agar tidak terjebak pada angka semu. Bisnis yang sehat adalah bisnis yang mampu menjaga arus kas tetap lancar sekaligus menghasilkan laba yang berkelanjutan.

Dengan pemahaman yang tepat, Anda bisa menjalankan bisnis dengan lebih tenang, terukur, dan siap menghadapi tantangan ke depan.

Baca Selengkapnya

Tips Produktif Walaupun Sibuk Mengurusi Banyak Orderan

Ketika memiliki toko online, terkadang akan ada masa dimana orderan datang dalam jumlah yang sangat banyak dan kita pun akan merasa kewalahan dalam menghadapi hal tersebut. Karena hal tersebut, kita perlu menggunakan beberapa bantuan dari pihak lain seperti Moota agar proses bisnis berjalan lebih efisien. Namun, ada pula cara lain yang dapat diterapkan agar menjadi produktif.

tips produktif

5 Tips Produktif Saat Banjir Orderan

1. Selalu Disiplin Waktu

Hal pertama yang perlu dilakukan agar tetap produktif meskipun bisnis online sedang banjir orderan adalah dengan selalu disiplin terhadap waktu. Anda harus mengatur jadwal kapan harus melanjutkan proses pengiriman atau pengemasan produk yang sudah dipesan oleh konsumen dan kapan harus berhenti untuk melanjutkan proses pengiriman itu.

Hal tersebut penting untuk dilakukan agar Anda tidak mudah merasa kelelahan dalam menjalankan bisnis Anda pun bisa menjadi lebih santai. Apabila Anda tetap memforsir diri dan tidak mengambil jatah istirahat, maka kemungkinan besar tubuh Anda akan menjadi terlalu lelah sehingga proses produksi dan pengiriman tentunya akan terhambat.

2. Tetap Fokus

Meskipun orderan toko online sedang banyak dan naik setiap harinya, namun Anda harus tetap fokus dan tidak merasa panik. Panik justru akan membuat Anda dan kolega lainnya merasa terbebani dan orderan tersebut justru tidak akan teratasi dengan baik. Tidak hanya itu, terkadang panik juga akan membuat seseorang melakukan kesalahan yang dapat membuat konsumen merasa kecewa.

Karena itulah, Anda harus tetap tenang dan tidak perlu tergesa-gesa dalam menyelesaikan pesanan yang sudah dibuat oleh konsumen Anda. Apabila kualitas pesanan yang Anda kirim dapat memuaskan pelanggan, maka tentu saja hal itu akan membuat omzet yang Anda raih menjadi lebih tinggi sehingga pastikan Anda selalu fokus dan tidak melakukan kesalahan apapun.

3. Manfaatkan Jasa Pengelola Keuangan

Saat sedang banjir orderan, tentu saja hal itu akan membuat otak menjadi terdistraksi dan tidak mampu menghitung seberapa besar jumlah uang yang sudah diraih pada saat itu. Jumlah saldo yang ada di rekening bank khusus untuk bisnis terkadang tidak bisa diawasi dengan baik ketika fokus harus dipusatkan kepada pesanan yang sedang menumpuk.

Untuk itulah, menggunakan jasa Moota menjadi salah satu hal yang mampu membantu Anda dalam mengelola keuangan ketika orderan sedang melonjak. Jasa pengelola keuangan yang satu ini akan membantu Anda untuk mengawasi pergerakan saldo yang ada di dalam rekening bank tanpa harus mengecek setiap beberapa menit.

4. Mulai dari Target Kecil yang Lebih Mudah

Jika orderan naik, maka Anda dapat menyaring pesanan tersebut ke dalam beberapa kategori. Salah satu kategori yang bisa diprioritaskan terlebih dahulu adalah pesanan yang kecil dan sudah dipesan sejak dahulu oleh konsumen. Dengan begitu Anda bisa mendahulukan pesanan yang memang sudah lama menumpuk pada toko jualan online.

Langkah ini dinilai sangat efektif agar Anda tidak perlu merasa kewalahan ketika orderan yang datang ternyata jumlahnya cukup besar. Hal ini pun akan membantu Anda untuk lebih fokus karena apabila target kecil sudah selesai, maka Anda bisa mengalihkan fokus pada target lainnya yang lebih besar. Apabila hal ini dilakukan, tentunya Anda bisa menjadi lebih menikmati hidup.

 5. Komunikasi dengan Pelanggan

Langkah terakhir yaitu usahakan untuk selalu berkomunikasi dengan pelanggan. Pelanggan toko jualan online akan menjadi lebih nyaman apabila mereka mendapat informasi mengenai kejelasan proses pengiriman produk yang sudah dibeli.

Nah, begitulah tips produktif ketika bisnis online Anda sedang ramai orderan. Untuk menghindari kewalahan akibat orderan itu, gunakanlah layanan Moota dengan mengunjungi website mereka di Moota untuk mengetahui informasi lebih lanjut.

Baca Selengkapnya
Aplikasi untuk pengecekkan mutasi dan saldo rekening Anda, dimana mutasi rekening Anda kami dapatkan dari akun iBanking Anda.
Office
Jl. Sunda, No 85, Kel. Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Workshop
Jl Terusan Cikutra Baru No. 3B Kel. Neglasari Kec. Cibeunying Kaler Bandung
Download Moota di
2025 © All rights reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram