Hati-Hati, 5 Alasan Ini Berpotensi Membuat Bisnis Anda Menjadi Tidak Berkembang

Nur Rani D
18/02/2019

Parameter utama sebuah bisnis dikatakan maju adalah dengan adanya kenaikan penghasilan yang konsisten dari waktu ke waktu. Jika omset usaha terus menerus berada di angka yang sama atau bahkan menurun, dapat dikatakan bisnis tersebut tidak berkembang. Dengan kata lain hanya jalan di tempat.

Kesulitan membesarkan bisnis kerap dialami oleh para pebisnis pemula atau pengusaha kecil. Mereka biasanya sudah cukup puas dengan mengantongi modal produk dan strategi marketing yang bagus. Padahal, kedua hal tersebut tidak bisa menjamin usaha Anda akan terus eksis dan maju.

Banyak poin-poin krusial lain yang sering dilupakan atau justru belum diketahui oleh para pengusaha baru. Jika diabaikan, hal-hal ini dapat menjadi alasan bisnis Anda menjadi tidak berkembang. Apa saja? Simak uraiannya berikut.

1. Ide Bisnis Tidak Fokus

ide bisnis tidak fokus

ide bisnis tidak fokus (source: elements.envato.com)

Memiliki banyak gagasan, seperti modifikasi produk atau ide bisnis baru tentu merupakan anugerah tersendiri bagi seorang pengusaha. Meski demikian, tidak semuanya harus Anda lakukan saat itu juga. Terlebih, jika bisnis yang sedang dijalani belum berkembang.

Tidak sedikit dari pebisnis pemula kehilangan fokus pada bisnis yang sedang dirintis karena terlalu tergesa-gesa mengeksekusi ide-ide barunya. Akibatnya, usaha yang sedang mereka jalankan harus menemui kegagalan.

2. Sumber Daya Manusia Tidak Tepat

Sumber Daya Manusia Tidak Tepat

Sumber Daya Manusia Tidak Tepat (source: elements.envato.com)

Menekan pengeluaran memang perlu bagi pebisnis pemula. Namun, jangan sampai karena alasan tersebut, Anda mempekerjakan sumber daya manusia yang kurang kompeten atau tidak memiliki keahlian yang sesuai dengan jabatan di perusahaan Anda.

Untuk ditempatkan di posisi yang tidak memerlukan keahlian khusus, misalkan sebagai kasir atau pelayan restoran, tentu tidak akan menjadi masalah besar. Tetapi akan sangat beresiko jika menyerahkan urusan penjualan pada orang yang tidak terbiasa menawarkan produk.

3. Perlakuan Terhadap Konsumen

kurang memperhatikan pelanggan

kurang memperhatikan pelanggan (source: elements.envato.com)

Alasan selanjutnya yang membuat bisnis tidak berkembang adalah buruknya perlakuan terhadap konsumen. Pembeli adalah raja. Dari dahulu kala hingga kini, istilah tersebut selalu berlaku pada dunia jual-beli.

Meski produk yang Anda tawarkan berkualitas dan rencana penjualan telah dirancang sedemikian rupa, namun tanpa adanya pembeli, usaha Anda tetap tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu, perlakukanlah pelanggan-pelanggan Anda dengan sangat baik.

Sayangnya, banyak pebisnis pemula masih salah kaprah dalam hal ini. Mereka terus-menerus fokus pada cara untuk memancing konsumen baru dengan berbagai penawaran-penawaran yang menggiurkan dan melupakan konsumen-konsumen lama. Padahal, salah satu kunci berkembangnya sebuah bisnis adalah dengan adanya repeat order dari para pelanggan lama.

4. SOP dan Kontrol yang Kurang

SOP kurang jelas

SOP kurang jelas (source: pixabay.com)

Salah satu strategi agar bisnis Anda berjalan dengan baik adalah dengan membuat sebuah standar operasional. Dan cara supaya usaha tersebut selalu berkembang adalah dengan terus mengontrol standar yang telah ditetapkan sejak awal. Jangan sampai kesibukan atau omset yang melimpah membuat Anda lupa memeriksa penerapan aturan-aturan tersebut hingga kualitas perusahaan Anda menurun di mata konsumen.

Contoh sederhananya adalah budaya menyapa pelanggan. Para konsumen merasa senang dengan pelayanan karyawan yang ramah hingga mereka selalu memilih membeli kebutuhan di lapak Anda. Namun jika suatu hari mereka datang dan mendapati pekerja Anda tidak menyapa akibat kurangnya kontrol terhadap SOP, maka pelanggan Anda bisa merasa kecewa dan enggan kembali berbelanja di ke toko Anda.

5. Strategi Ke Depan Buruk

tidak berpikir jangka panjang

tidak berpikir jangka panjang (source: pixabay.com)

Semua pengusaha tentu menginginkan agar bisnisnya berjalan dengan lancar dan mampu menghasilkan omset yang terus meroket. Namun sayangnya, hanya sedikit yang benar-benar memiliki perencanaan yang matang perihal masa depan bisnisnya.

 

Zaman yang berubah membuat perilaku konsumen pun ikut berubah . Mau tidak mau, usaha Anda butuh inovasi baru dan strategi-strategi khusus. Mulai dari strategi jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Tanpa adanya pembaruan yang terencana dengan apik, usaha Anda bisa jadi akan tergilas waktu.

Artikel Terkait

7 Masalah Bisnis Online yang Harus Dihadapi Pebisnis

Bisnis online yang tampak menjanjikan dan mudah untuk dicoba ternyata juga masih memiliki kendala atau Masalah Bisnis Online. Sebab hal ini memang lumrah dan sering dialami oleh enterprenur lainnya baik yang masih baru maupun lama. Namun kendala-kendala tersebut bukan berarti tidak bisa terealisasikan, dan malahan dapat dijadikan pelajaran agar semakin berkembang kedepannya. Belajarlah dari Moota yang selalu berwarna dan membantu pembisnis dalam perihal transaksi meskipun banyak rintangannya.

masalah bisnis online

Berikut Ada 7 Masalah Bisnis Online

1. Kesalahan teknis

Banyak dari konsumen merasakan masalah bisnis online saat belanja online mengeluhkan karena kesalahan teknis yang kerap kali dirasakan. Mulai dari pengiriman yang tidak sesuai dengan jadwalnya, sampai transaksi yang sulit. Ini semua sebenarnya kendala kecil, namun jangan pernah diremehkan.

Penyebabnya ialah jika Anda membiarkan secara terus menerus maka akan mempengaruhi proses jualan online atau bahkan memberhentikan. Secara tidak langsung calon pembeli pasti akan kehilangan kepercayaannya ketika permasalahan ini tak terselesaikan dengan baik. Untuk itu segera putuskan solusi yang terbaik supaya tidak ada lagi masalah.

2. Banyak orderan transaksi keteteran

Biasanya ketika usaha Anda sudah mencapai scale up maka tidak menutup kemungkinan orderan yang masuk jumlahnya banyak. Justru keuntungan ini akan memberikan dampak yang spesifik bagi Anda jika tidak mengerti bagaimana menyelesaikannya.

Dikarenakan bisnis ini termasuk kategori toko online maka secara otomatis pembayarannya via transfer. Saat ini terjadi bebarengan Anda akan cukup sulit melihat dan mengecek apakah jumlahnya sudah sesuai harga atau belum. Oleh karena itulah Moota hadir di tengah permasalahan ini guna menjadi penyelamat Anda. Cukup pantau lewat dashboard maka informasi keuangan yang Anda inginkan akan dimunculkan.

3. Persaingan sangat ketat

Menjadi seorang enterprenur bisa gampang-gampang susah. Pasalnya meskipun banyak omzet yang masuk namun jangan lupakan kendala persaingan ketat yang berusaha memenangkan kompetisi. Lantas Anda harus mempersiapkan strategi jitu supaya produk tidak kalah dengan yang lain.

4. Kepercayaan diri kurang

Meskipun ukm yang Anda miliki belum mencapai skala besar namun jangan pernah menyerah dengan keadaan. Sebab tidak ada usaha yang menghianati hasil dan dengan kegigihan itu pasti suatu saat nanti kesuksesan itu akan Anda rasakan. Tetap konsisten dengan kualitas produk dan kepuasan pelanggan. Karena itu menjadi kunci utama Anda untuk mempertahankan pembeli.

5. Koneksi internet lamban

Koneksi internet menjadi komponen yang cukup penting saat Anda memilih bisnis yang dijalankan secara online. Tanpa pendukung ini usaha Anda tidak akan berjalan dengan lancar dan maksimal. Jadi kestabilan koneksi juga wajib untuk Anda jaga sebagai prioritas dalam menjalankan bisnis

6. Rawan penipuan

Dunia maya memang keras, karena banyak orang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan keadaan untuk melakukan penipuan. Saat berjualan online Anda harus waspada terkait ini, karena bisa saja oknum-oknum itu memanfaatkan citra baik brand. Jangan sampai itu terjadi karena hal ini dapat membuat pembeli hilang rasa percaya pada produk Anda.

7. Tidak terlalu memiliki pengetahuan yang luas

Pengetahuan tidak hanya berlaku bagi pegawai kantoran namun juga pembisnis. Ilmu ini berupa strategi marketing, branding, mengelola keuangan bahkan pengambilan keputusan yang paling bijak. Dalam hal ini Anda jangan sampai lalai dan ketinggalan jaman, karena potensi keunggulan bisnis bisa didapatkan dengan adanya pembekalan yang matang.

Itulah penjelasan tentang 7 kendala yang sering terjadi dalam bisnis daring atau online. Dari informasi di atas Anda bisa mengetahui bahwa yang menjadi permasalahan bukan hanya modal, ataupun kemampuan saja melainkan masih ada internal dan eksternal. Namun semua ini dapat Anda siasati dengan bergabung di Moota, aplikasi yang sudah membantu ribuan pembisnis Indonesia.

Baca Selengkpanya

Pengumuman: Kendala Mandiri MCM

Tim kami beberapa kali mendapatkan masukan dari pengguna Mandiri MCM di Moota bahwa mutasi mereka tidak update dalam beberapa waktu terakhir setelah kita cek lebih lanjut berikut info lengkap mengenai kendala yang terjadi pada beberapa pengguna Mandiri MCM di Moota:

Indikasi :

Bot Moota saat ini tidak dapat melakukan pengecekan mutasi karena akun Bank Mandiri Anda mengalami masalah dengan sesi login. Hal ini diduga disebabkan oleh pemeliharaan dari pihak Bank Mandiri.

Solusi

Berikut adalah langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini:

  1. Matikan akun Mandiri MCM di Moota.
  2. Hubungi Mandiri Call di 14000 untuk melogout sesi login yang bermasalah.
  3. Setelah sesi login tidak lagi bermasalah, nyalakan kembali akun Mandiri MCM di Moota.
  4. Coba login ke iBanking secara manual untuk memastikan apakah masalah sudah teratasi. Jika mendapatkan pesan error ‘user still login’, berarti masalah masih berlanjut.

Mohon untuk segera melakukan langkah-langkah di atas untuk mengatasi masalah ini. Terima kasih.

Baca Selengkpanya

kebutuhan Pelanggan Yang Pebisnis Harus Tahu!

Penting untuk mengetahui Kebutuhan Pelanggan karena Pelanggan adalah raja. Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah tersebut. Konsumen memang turut andil dalam kesuksesan sebuah bisnis. Bayangkan apa jadinya usaha Anda jika tanpa kehadiran mereka? Bisa dipastikan sepi atau bahkan gulung tikar begitu saja.

Nah, berangkat dari hal itulah Anda, sebagai pebisnis, mesti memenuhi kebutuhan pelanggan agar mereka puas dan setia kepada produk Anda. Penasaran hal apa saja yang diinginkan pelanggan?

List Penting dari Kebutuhan Pelanggan

1. Produk Berkualitas

Bisa dipastikan bahwa tidak ada satu pun konsumen di dunia yang menginginkan produk berkualitas rendah—terlepas dari berapa harga yang harus dibayar. Maka pastikan barang atau jasa yang Anda tawarkan memenuhi unsur ini.

Menjual produk yang bagus dan berkualitas tidak hanya akan menarik pelanggan, tapi juga membuat bisnis Anda selangkah lebih maju dibandingkan pesaing.

2. Harga Bersaing

Harga yang murah memang selalu menjadi incaran banyak pembeli, tapi tentu selalu konsekuensi yang menyertai, misalnya kualitas produk yang harus dikorbankan. Ingat, buat apa harga murah kalau kualitasnya murahan?

Sebelum menentukan harga, pastikan Anda sudah melakukan riset pasar dan perhitungan yang matang. Kenali dengan baik berapa rupiah yang bersedia konsumen bayar untuk produk Anda dan berapa rata-rata harga produk yang sama di pasaran.

3. Pelayanan Prima

Kualitas barang dan harga bersaing mestinya juga disertai dengan pelayanan prima kepada pelanggan. Sudah banyak contoh kasus di dunia bisnis, usaha gulung tikar karena perusahaan terlalu sombong dan mengabaikan konsumennya.

Apa yang diinginkan pelanggan bukan sebatas kualitas produk dan harga yang terjangkau. Lebih jauh, mereka juga menginginkan servis yang memuaskan dari penjual. Pelayanan prima meliputi: kecepatan dalam membalas pesan, bahasa CS yang ramah, pengiriman yang cepat, serta servis after-sales yang bagus.

Kualitas pelayanan akan sangat memengaruhi psikologis konsumen. Idealnya, mereka pasti akan kembali berbelanja di tempat Anda jika sebelumnya dilayani dengan sangat baik dan ramah. Begitu pun sebaliknya.

4. Didengarkan

Untuk menarik perhatian orang lain, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mendengarkannya. Ini juga berlaku dalam dunia bisnis. Untuk memikat konsumen, Anda perlu lebih dulu mendengar “masalah” mereka dengan penuh empati.

Sebaiknya, biarkan pelanggan menguraikan apa saja yang menjadi concern dan kebutuhannya, baru kemudian Anda menawarkan “solusi” berupa produk yang Anda jual. Tips ini secara tak langsung akan membangun kedekatan emosional dan trust yang berdampak positif pada konversi penjualan.

5. Kemudahan Bertransaksi

Kemudahan bertransaksi adalah kebutuhan yang mesti dipenuhi setiap penjual. Hal ini meliputi cara pemesanan, proses pembayaran, dan sistem pengiriman barangnya—berlaku untuk toko online maupun offline. Transaksi yang praktis akan menjadi nilai plus di mata konsumen. Dengan begitu, potensi mereka untuk menjadi pelanggan tetap akan makin besar.

6. Komunikasi yang Simpel

Komunikasi yang panjang dan berbelit-belit adalah nilai minus perusahaan di mata konsumen. Sayangnya masih banyak penjual yang bertindak demikian. Alih-alih menarik perhatian, calon pembeli justru menjauh karena sudah terlalu malas dengan basa-basi si penjual.

Ingat, selalu gunakan komunikasi yang simpel. Jangan sampai bertele-tele dalam menjelaskan produk, harga, promo, dan sebagainya. Sampaikan dengan bahasa yang praktis, singkat, dan mudah dipahami.

Nah, selain dengan mengetahui apa saja yang diinginkan pelanggan, bisnis Anda juga harus bagus dalam kelola keuangan yang bisa dipercayakan ke moota.co . Jangan lupa dipraktikkan, ya!

Baca Selengkpanya

Manfaat Marketing Storytelling

Pernah mendengar storytelling, apa itu? Storytelling artinya bercerita. Inilah yang banyak digunakan untuk covert selling atau jualan secara tidak langsung, karena lebih natural dibanding berjualan secara langsung.

Dengan bercerita orang merasa lebih percaya, biasanya marketing storytelling disampaikan oleh customer, influencer, atau owner-nya. Tujuannya untuk mendapatkan perhatian audience. biasanya dalam marketing dapat dibuat dengan video, tulisan, atau gambar.

1. Meningkatkan Brand Awareness

Jika produk kamu masih baru di pasaran, ada baiknya menggunakan marketing storytelling. Dengan banyak bercerita tentang produk akan semakin meningkatkan akan produk. Minta juga testimoni dari customer untuk menambah kepercayaan terhadap produk.

2. Menambah Engagement dan Keterikatan dengan Audiens

Marketing storytelling adalah cara menyentuh sisi emosional, salah satu manfaatnya adalah meningkatkan engagement terhadap produk. Karena, audiens akan tertarik terhadap produk kamu. Mulai membeli produk dan akhirnya bisa merekomendasikan produk ke orang-orang terdekatnya.

Sebagai contoh kamu mempromosikan produk handphone. Kamu bisa membuat cerita mengenai seorang anak yang ingin mewujudkan mimpi ibunya untuk mempunyai handphone agar bisa berjualan secara online. Sang anak pun bekerja keras dan rela menabung demi membelikan handphone. Di dalam contoh tersebut ada cinta dan kasih sayang kepada orang tua yang tertanam dan bisa menjadi strategi marketing yang mampu melekat dengan audiens. Di dalam contoh tersebut ada cinta dan kasih sayang kepada orang tua yang tertanam dan bisa menjadi strategi marketing yang mampu melekat dengan audiens.

sumber: gosocial

Baca Juga : pentingnya-marketing-bisnis

3. Membuat Ciri Khas

Kita dapat menciptakan ciri khas dari brand kita. Misal dengan membuat cerita yang menghibur dengan covert selling ke produk kita melalui video drama yang mencantumkan produk kita di dalamnya.

Nah itulah 3 manfaat utama marketing storytelling, yang sangat berguna untuk covert selling. Untuk meningkatkan kepuasan kepada customer, kamu bisa menggunakan Moota untuk mengelola transaksi dan pembayaran.

(artikel ini dikutip dari gosocial)
Baca Selengkpanya
1 2 3 125
Moota merupakan aplikasi untuk pengecekkan mutasi dan saldo rekening Anda, dimana mutasi rekening Anda kami dapatkan dari akun iBanking Anda.
Office
Jl. Sunda, No 85, Kel. Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
Workshop
Jl Terusan Cikutra Baru No. 3B Kel. Neglasari Kec. Cibeunying Kaler Bandung
Download Moota di
2023 © All rights reserved
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram