Pada era sekarang banyak bermunculan UKM baru di dunia bisnis dan industri Indonesia. Terlebih setelah banyak yang mengalami pemecatan dan kehilangan pekerjaan karena dampak pandemik Covid-19. Penghasilan yang semakin berkurang, sedangkan kebutuhan tetap sama dan bertambah, membuat banyak orang memutar otaknya. Selain itu banyak pula pengembang aplikasi yang berlomba menawarkan lapak on-line untuk berjualan. Namun, transaksi tidak langsung tentunya bukan tanpa resiko, untuk itu Moota hadir untuk memberikan kenyaman dan kemudahan bagi pelaku bisnis baru.

7 Hal yang Harus Dihindari oleh Pembisnis Pemula

1. Terlambat

Ketepatan adalah kesan pertama yang akan membangun kepercayaan pelanggan dan investor terhadap usaha nada. Jangan menyepelekan terkait hal waktu, karena dapat berakibat fatal. Gunakan momen yang tepat untuk mengembangkan bisnis. Seperti saat pandemik ini merupakan peluang untuk mengembangkan usaha anda dalam sebuah bisnis on-line.

2. Ekspektasi Tinggi pada Laba

Ketika memulai usaha hindari ekspektasi tinggi akan untung yang banyak. Karena bisnis adalah sesuatu dengan risiko yang tinggi. Tidak pernah terdengar jika bisnis terhindar dari kemungkinan rugi, sepanjang usaha anda tetap berjalan. Omzet maksimal adalah ukuran dari risiko besar dari bisnis. Jadi, jangan patahkan semangat anda dengan berekspektasi pada kemungkinan yang riskan.

3. Pengelolaan Keuangan

Aspek lain yang harus dihindari oleh pembisnis pemula adalah kebocoran dana utama. Hal ini bisa dihindari dengan memisahkan pendapatan dengan pengeluaran pribadi. Untuk mendapatkan siklus transaksi yang rapih dan akurat gunakan sistem yang efisien dan tanpa resiko seperti Moota.

Mengelola keuangan membutuhkan ketelitian dan keakuratan. Sekali anda salah dalam melakukan pencatatan, maka akan berpengaruh pada performa pelayanan dan produksi

4. Bekerja Sendiri

Sebuah bisnis tidak bias dijalankan sendiri, diperlukan tangan professional untuk membantu. Kebanyakan pemula, merasa ragu untuk merekrut orang karena harus mengeluarkan biaya tambahan. Namun, hal ini seharusnya dihindari, karena anda membutuhkan sentuhan pemikiran dari orang lain untuk scale up produk.

5. Tidak Melakukan Ekspansi Jaringan

Kesalahan selanjutnya yang harus dihindari adalah berpuas diri, dengan tidak berusaha untuk melakukan ekspansi jaringan.  Padahal sebuah bisnis akan dikatakan berhasil jika kemampuan ekspansinya bagus. Semakin banyak kita dikenal semakin banyak yang akan melirik usaha kita. Sehingga dimungkinkan akan banyak investor, yang membantu masalah keuangan anda.

Selain melakukan perluasan, lakukan kerjasama yang baik dengan pihak penyedia jasa keuangan seperti Bank. Karena ini dapat membantu mengefisienkan sistem.

6. Tidak menguji Ide Bisnis

Kebanyakan pemilik usaha baru datang dengan ide bisnis yang belum dilakukan uji pasar. Akibatnya, produk susah mendapatkan persona dari konsumen. Hal ini harus dihindari karena berkaitan dengan usia bisnis anda. Usahakan melakukan evaluasi dan pengembangan setiap bulannya. Agar kualitas tetap terjaga dengan pengembangan produk yang semakin inovatif.

7. Perencanaan Tidak Matang

Hal ini berhubungan dengan ide bisnis, produk, sistem transaksi pembayaran, dan sistem pelayanan pelanggan. Jika tidak dilakukan perencanaan yang matang seperti menggunakan alat-alat bantu transaksi M-banking. Maka dimungkinkan akan mengalami kesulitan dalam sistem pengecekan mutasi pembayaran.

Moota bagian dari solusi sistem yang mudah, efisien, dan aman tanpa resiko. Dengan aplikasi ini, anda tidak perlu melakukan pengecekan manual pada rekening bank anda. Sehingga, pesanan secara otomatis bias divalidasi.

Selain itu, anda juga tidak perlu melakukan login berulang pada aplikasi I-Banking untuk pengecekan mutasi rekening. Karena semua telah tersedia dalam dashboard dengan satu klik yang mudah dan efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published.