
Kartu kredit adalah salah satu produk perbankan yang paling banyak digunakan. Dengan kartu tersebut Anda dapat membeli beraneka macam barang tanpa perlu membayar secara langsung.
Penggunaan kartu kredit sebagai alat pembayaran bak dua sisi mata koin. Di satu sisi, kartu ini akan sangat berguna untuk membeli berbagai kebutuhan primer yang membutuhkan dana besar seperti rumah atau kendaraan. Tapi di sisi lain kartu ini juga bisa menjebloskan penggunanya ke dalam lubang utang.
Untuk mencegah pemborosan, berikut ini adalah 5 tips cerdas menggunakan kartu kredit yang bisa Anda praktikkan:

kurangi pembayaran dengan kartu kredit (source: elements.envato.com)
Supaya tidak boros, jangan gunakan kartu kredit untuk membayar kebutuhan sehari-hari Anda seperti belanjaan, makanan, atau pakaian. Meski nampak murah pada awalnya, dalam jangka waktu lama biaya-biaya tersebut akan menumpuk dan menyebabkan pembengkakan tagihan di kredit di akhir bulan.
Gunakanlah uang tunai atau kartu debit untuk membayar biaya kebutuhan Anda sehari-hari. Dengan demikian Anda akan memiliki kesadaran yang lebih tinggi perihal pengeluaran harian sehingga Anda secara otomatis akan berpikir dua kali sebelum menghamburkan uang.

batasi penggunaan kartu kredit (source: elements.envato.com)
Saat ini kartu kredit dapat dengan mudah Anda dapatkan di hampir seluruh bank baik negeri maupun swasta. Persyaratan pembuatan kartu kredit yang kian ringan membuat sebagian besar orang memiliki lebih dari satu kartu kredit.
Hal ini menciptakan ilusi bahwa Anda akan semakin aman dari berbagai biaya darurat yang mungkin muncul. Padahal, kartu-kartu tersebut sejatinya hanyalah alat pembayaran yang ujung-ujungnya harus Anda lunasi juga.
Supaya tidak boros, batasilah jumlah kartu kredit yang Anda punya. Sebaiknya, jangan miliki lebih dari 3 kartu kredit dalam satu waktu. Apabila Anda ingin membuat kartu kredit baru, tutuplah salah satu kartu kredit yang Anda miliki.

gunakan kartu kredit sewajarnya (source: elements.envato.com)
Untuk mencegah pemborosan kartu kredit, sangat penting untuk mengetahui batas kemampuan finansial Anda. Jangan memaksakan diri untuk membeli sesuatu yang ada di luar kemampuan finansial dengan anggapan bahwa semuanya akan lunas pada waktunya.
Ingatlah bahwa penggunaan kartu kredit pada dasarnya adalah pinjaman utang yang harus Anda bayar. Menggunakan alat pembayaran tersebut secara berlebihan hanya akan menyusahkan Anda di masa depan.

jangan pinjamkan kartu kredit (source: elements.envato.com)
Kartu kredit sebaiknya tidak dipindahtangankan atau dipinjamkan untuk membayar tagihan orang lain. Anda perlu berhati-hati apabila ada kerabat jauh atau teman yang meminta Anda melakukan pembayaran melalui kartu kredit.
Apabila orang tersebut kabur atau tidak bertanggung jawab atas pembayaran yang telah dilakukan, Andalah yang akan menuai masalah di kemudian hari.

atur limit kartu kredit (source: elements.envato.com)
Bank biasanya memberikan opsi untuk menetukan limit pembayaran yang bisa dilakukan melalui kartu kredit Anda. Untuk mencegah terjadinya pemborosan, pastikan Anda telah mengatur limit kredit yang wajar. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
Pengaturan limit yang terlalu besar akan membuat Anda cenderung lebih boros, sementara limit yang terlalu kecil akan menyulitkan Anda saat membutuhkan dana darurat. Kuncinya adalah mengetahui batasan finansial Anda. Hitunglah penghasilan Anda secara seksama, kemudian cari angka yang paling aman sebagai limit kartu kredit.
Demikianlah sejumlah tips cerdas menggunakan kartu kredit antiboros yang bisa Anda praktikkan. Pada akhirnya, menyiapkan dana cadangan di rekening Anda merupakan cara terbaik untuk mengantisipasi segala kebutuhan mendadak yang mungkin muncul.
Menjadikan kartu kredit sebagai andalan di saat-saat darurat memang bisa dilakukan, tetapi hal tersebut tentu akan memberatkan kondisi keuangan Anda di masa depan. Selalu kontrol penggunaan kartu kredit Anda dengan Moota yang bisa Anda cek dimanapun dan kapanpun.

Menentukan Fee Admin sering jadi dilema pelaku jualan online. Kita ingin menutup biaya operasional tanpa membuat pelanggan kabur. Anda mungkin bertanya, berapa persen yang wajar? Apakah perlu dipajang di halaman produk atau disamarkan ke harga akhir? Di artikel ini kita akan ngobrol santai tapi praktis soal bagaimana cara menetapkan fee admin yang adil, transparan, dan mendukung kelangsungan usaha kecil Anda.

Ketika kita bicara tentang Menentukan Fee Admin, yang dimaksud adalah proses menghitung dan menetapkan biaya tambahan yang ditanggung pembeli atau penjual untuk menutup biaya transaksi, layanan platform, atau administrasi operasional. Fee ini bisa berbentuk biaya transfer bank, potongan marketplace, biaya payment gateway, atau biaya internal untuk manajemen pesanan. Tujuannya bukan untuk “menambah beban” pelanggan, melainkan agar bisnis tetap sehat secara finansial tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Alasan utama mengapa Menentukan Fee Admin penting adalah karena biaya-biaya kecil sehari-hari bisa menumpuk dan menggerus margin keuntungan. Kita sering fokus pada harga pokok dan margin, tapi lupa memasukkan biaya administrasi yang realistis. Tanpa memperhitungkannya, Anda mungkin merasa penjualan meningkat tetapi kas perusahaan tidak bertambah secara signifikan. Fee yang terhitung membantu Anda menjaga arus kas, menutup biaya operasional, dan tetap menyediakan layanan yang baik kepada pelanggan.
Semua pelaku usaha online, mulai dari pemilik toko kecil hingga penjual di marketplace, perlu paham soal Menentukan Fee Admin. Bukan hanya pemilik, tetapi juga tim keuangan, customer service, dan orang yang menangani checkout harus mengerti bagaimana struktur biaya ini bekerja. Dengan begitu, komunikasi ke pelanggan jadi konsisten dan perhitungan internal tidak meleset.
Waktu yang tepat untuk mulai Menentukan Fee Admin adalah sejak Anda mulai memiliki transaksi berulang dan pengeluaran operasional yang stabil. Di tahap awal, mungkin Anda bisa menahan fee demi penetrasi pasar—tapi itu harus keputusan yang sadar dan terbatas waktu. Saat omzet mulai konsisten dan biaya administrasi terasa nyata, saat itulah kita perlu menghitung dan menetapkan fee yang realistis agar bisnis tidak kehilangan modal.
Praktik Menentukan Fee Admin diterapkan di berbagai titik: pada halaman checkout, di nota pembayaran, dalam syarat & ketentuan, atau bahkan disematkan ke harga produk (bundling). Pilihan di mana menampilkannya bergantung pada strategi bisnis Anda dan preferensi pelanggan. Menyatakan fee secara transparan di checkout biasanya meningkatkan kepercayaan, sementara menggabungkan biaya ke harga bisa menyederhanakan pengalaman belanja — tapi perlu hati-hati agar harga tetap kompetitif.
Pertama, hitung semua biaya langsung yang terkait transaksi: biaya transfer bank, potongan marketplace, biaya payment gateway, dan biaya admin internal seperti packing atau verifikasi. Jangan lupa memperhitungkan biaya tidak langsung seperti waktu pegawai yang memproses pesanan. Setelah itu, tetapkan margin aman agar bisnis tetap ada ruang untuk keuntungan setelah menutup semua biaya.
Kedua, tentukan model penempatan fee. Kita punya dua pilihan utama: menampilkan fee sebagai biaya tambahan saat checkout, atau menyisipkannya ke dalam harga barang. Menampilkan fee transparan bagus untuk pelanggan yang menghargai keterbukaan. Menyisipkannya ke harga lebih rapi tampak di storefront, tapi Anda harus memperhitungkan psikologi harga agar produk tetap kompetitif.
Ketiga, uji respons pelanggan. Cobalah skenario A/B kecil: beberapa minggu tampilkan fee terpisah, beberapa minggu gabungkan ke harga. Amati tingkat konversi dan komplain pelanggan. Data ini akan membantu Anda memutuskan mana yang paling sesuai untuk segmen pasar Anda.
Keempat, komunikasikan alasan biaya tersebut. Ketika kita transparan dan menjelaskan bahwa fee dipakai untuk mempercepat pengiriman atau menjaga kualitas layanan, pelanggan cenderung mengerti. Komunikasi yang jujur membantu menjaga loyalitas dan mengurangi resistensi terhadap biaya tambahan.
Kelima, siapkan kebijakan pengecualian. Untuk order besar, pelanggan VIP, atau campaign khusus, Anda bisa menawarkan bebas fee atau diskon admin. Ini fleksibilitas yang menunjukkan bahwa fee bukan semata-mata cara “mengambil untung tambahan”, melainkan bagian dari manajemen bisnis yang adil.
Bayangkan produk Anda dijual Rp100.000. Marketplace memotong 5% dan payment gateway 2%, serta biaya packing Rp5.000. Total biaya non-pokok adalah Rp5.000 (packing) + Rp7.000 (7% dari Rp100.000) = Rp12.000. Jika Anda ingin margin bersih minimal 10% dari Rp100.000 (Rp10.000), maka harga jual efektif harus menutup Rp100.000 + Rp12.000 + Rp10.000 = Rp122.000. Dari situ Anda bisa memilih apakah menampilkan Rp122.000 di etalase atau tetap tampilkan Rp100.000 dan tambahkan fee Rp22.000 di checkout. Pilihan ini akan berdampak pada persepsi pelanggan dan tingkat konversi.
Banyak pelaku usaha membuat kesalahan saat Menentukan Fee Admin. Pertama, menyepelekan biaya kecil seperti biaya admin bank atau biaya penanganan yang ternyata sering muncul. Kedua, tidak mengevaluasi fee secara berkala—padahal struktur biaya bisa berubah sesuai kebijakan marketplace atau provider. Ketiga, komunikasi yang buruk ke pelanggan; fee yang tiba-tiba muncul tanpa penjelasan sering memicu komplain dan pembatalan.
Mulailah dengan pencatatan yang rapi, catat semua komponen biaya per transaksi, dan hitung frekuensi biaya terjadi. Gunakan data itu untuk menentukan angka yang realistis. Selanjutnya, putuskan strategi tampilan fee yang paling sesuai dengan profil pelanggan Anda. Terakhir, lakukan evaluasi rutin setiap kuartal agar fee tetap relevan terhadap kondisi biaya riil.
Menentukan Fee Admin bukan sekadar masalah menghitung biaya tambahan, melainkan bagian dari strategi menjaga kesehatan bisnis. Dengan perhitungan yang teliti, komunikasi yang jujur, dan evaluasi berkala, Anda bisa menutup biaya operasional tanpa kehilangan kepercayaan pelanggan. Ingat, kita ingin bisnis tetap menguntungkan dan pelanggan tetap merasa mendapat nilai bagus dari setiap transaksi.
Kalau Anda mau, saya bisa bantu bikin template perhitungan fee admin di Excel atau contoh teks komunikasi fee untuk halaman checkout toko Anda.

Bismillah.
Moota menyampaikan pembaruan terkait layanan integrasi IBBIZ BRI. Saat ini layanan IBBIZ BRI telah kembali beroperasi normal. Seiring dengan normalisasi tersebut, pihak bank memberlakukan pembaruan pada metode login iBanking yang memerlukan penyesuaian pada sistem Moota untuk menjaga kualitas layanan.

Berdasarkan kebijakan terbaru dari pihak bank, proses login iBanking IBBIZ BRI kini menggunakan verifikasi One-Time Password (OTP) yang dikirimkan ke nomor telepon terdaftar. Perubahan ini memengaruhi alur autentikasi otomatis dan memerlukan adaptasi teknis agar proses sinkronisasi berjalan andal dan aman.
Tim engineering Moota telah melakukan pembaruan teknis, antara lain penyesuaian alur autentikasi berbasis OTP, peningkatan sistem monitoring, serta penambahan kapasitas resource operasional. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas, keamanan, dan keberlanjutan proses sinkronisasi data IBBIZ BRI sesuai pembaruan dari pihak bank.
Sejalan dengan penyesuaian teknis dan kebutuhan resource tambahan, Moota menyesuaikan biaya layanan IBBIZ BRI dari sebelumnya Rp1.500 per hari menjadi Rp150.000 per bulan. Penyesuaian ini dirancang agar operasional layanan tetap optimal dan layanan menjadi lebih sederhana serta prediktabel bagi pengguna.
Agar transisi berjalan lancar, berikut ketentuan yang berlaku terkait perpindahan ke model harga baru:
Pemberitahuan ini disampaikan terlebih dahulu sebagai informasi. Penerapan harga baru akan mulai berlaku pada Tanggal 5 Februari 2026 pukul 00:00 WIB. Mohon lakukan pengecekan akun atau hubungi tim kami apabila ada kebutuhan khusus sebelum tanggal tersebut.
Untuk memudahkan aktivasi dan penggunaan layanan IBBIZ BRI, berikut panduan ringkas:
Moota berkomitmen menjaga kualitas dan keandalan layanan agar data mutasi bank pengguna tersinkronisasi secara akurat. Tim support dan account manager kami siap membantu apabila Anda membutuhkan panduan aktivasi, penjelasan detil, atau opsi penyesuaian langganan.
Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada Moota. Untuk informasi lebih lanjut atau bantuan, silakan menghubungi melalui fitur chat di aplikasi atau tim account manager Anda.

Strategi Penetapan Harga menjadi kunci penting ketika Anda menjual produk musiman. Produk jenis ini punya pola permintaan yang naik turun. Jika harga tidak diatur dengan tepat, keuntungan bisa bocor tanpa disadari. Karena itu, Kita perlu pendekatan yang sangat berbeda dibandingkan dengan produk yang reguler.

Produk musiman tidak hanya soal momen ramai. Ada fase sepi yang juga harus dipikirkan. Artikel ini akan membantu Anda memahami cara mengatur harga agar bisnis tetap sehat sepanjang musim.
Produk musiman adalah produk yang permintaannya bergantung pada waktu tertentu. Contohnya produk Ramadan, perlengkapan sekolah, atau barang liburan. Permintaan bisa melonjak tajam lalu turun drastis.
Karena sifatnya seperti ini, perlakuan harga tidak bisa disamakan dengan produk harian. Kita perlu menyesuaikan harga dengan siklus permintaan. Tujuannya agar stok habis tepat waktu dan margin tetap aman.
Harga menentukan kecepatan penjualan dan besar keuntungan. Jika harga terlalu rendah di awal, potensi laba hilang. Jika terlalu tinggi di akhir musim, stok bisa menumpuk.
Strategi yang tepat membantu Kita memaksimalkan momen puncak. Di saat yang sama, strategi ini juga melindungi bisnis saat permintaan menurun. Keseimbangan inilah yang dicari.
Pemilik usaha, pengelola toko, dan tim pemasaran perlu memahaminya. UMKM hingga bisnis menengah sering bergantung pada momen musiman. Kesalahan kecil bisa berdampak besar.
Bahkan penjual online skala kecil tetap perlu strategi ini. Dengan pemahaman dasar, keputusan harga jadi lebih terarah. Usaha pun lebih siap menghadapi perubahan pasar.
Waktu terbaik adalah sebelum musim dimulai. Jangan menunggu permintaan melonjak baru menentukan harga. Persiapan awal memberi ruang untuk simulasi dan evaluasi.
Dengan persiapan matang, Kita tidak reaktif. Harga sudah dirancang sesuai target dan kondisi pasar. Ini membuat keputusan lebih tenang saat musim berjalan.
Strategi ini sangat berpengaruh di pasar dengan persaingan tinggi. Marketplace dan toko online adalah contoh yang jelas. Perubahan harga kecil bisa langsung memengaruhi penjualan.
Di toko fisik, pengaruhnya juga terasa. Harga yang tepat menarik pembeli tanpa mengorbankan margin. Karena itu, strategi perlu disesuaikan dengan kanal penjualan.
Langkah awal adalah menentukan tujuan. Apakah Anda ingin margin tinggi di awal musim atau perputaran cepat di akhir. Tujuan ini menjadi arah semua keputusan harga.
Tanpa tujuan, harga mudah berubah karena emosi. Dengan tujuan jelas, Kita lebih konsisten. Keputusan pun terasa lebih logis.
Setiap produk punya pola sendiri. Ada yang ramai di awal, ada yang di tengah musim. Data penjualan tahun lalu sangat membantu.
Dengan memahami pola, Kita bisa mengatur kenaikan dan penurunan harga. Harga tidak lagi ditebak, tetapi direncanakan. Ini membuat bisnis lebih siap.
Musim biasanya terbagi dalam fase awal, puncak, dan akhir. Di fase awal, harga bisa lebih tinggi karena antusiasme. Ketika di puncak, fokus pada volume dan stabilitas.
Di akhir musim, penyesuaian harga sering dibutuhkan. Tujuannya menghabiskan stok tanpa merusak margin keseluruhan. Setiap fase butuh pendekatan berbeda.
Produk musiman punya risiko stok tidak terjual. Biaya penyimpanan dan modal harus diperhitungkan. Harga harus menutup risiko ini.
Jika stok berisiko tinggi, margin awal perlu lebih kuat. Ini memberi bantalan saat diskon akhir musim. Dengan begitu, bisnis tetap aman.
Harga pesaing tidak bisa diabaikan. Namun, mengikuti harga pasar secara buta juga berbahaya. Kita perlu tahu posisi produk sendiri.
Jika nilai produk lebih tinggi, harga bisa sedikit di atas pasar. Jika bersaing di volume, harga perlu lebih kompetitif. Penyesuaian ini harus sadar dan terukur.
Diskon sering dipakai di produk musiman. Namun, diskon tanpa perhitungan bisa merusak margin. Diskon harus punya tujuan jelas.
Diskon bisa dipakai untuk mempercepat perputaran stok. Bisa juga untuk menarik pelanggan baru. Yang penting, dampaknya sudah dihitung sejak awal.
Psikologi harga berperan besar di musim tertentu. Harga bundling atau paket sering lebih menarik. Pembeli merasa mendapat nilai lebih.
Pendekatan ini membantu meningkatkan nilai transaksi. Kita tidak hanya menjual murah, tetapi menjual lebih cerdas. Hasilnya, omzet dan margin bisa seimbang.
Kesalahan paling umum adalah menunda keputusan. Banyak bisnis menunggu melihat pasar baru bertindak. Akibatnya, momentum terlewat.
Kesalahan lain adalah terlalu sering mengubah harga. Perubahan tanpa arah membuat pelanggan bingung. Kepercayaan pun bisa menurun.
Data penjualan adalah dasar keputusan. Data menunjukkan pola, bukan asumsi. Dengan data, Kita tahu kapan harga bekerja dan kapan tidak.
Tanpa data, strategi hanya tebakan. Dengan data, strategi menjadi rencana. Inilah pembeda antara bisnis reaktif dan bisnis siap.
Evaluasi perlu dilakukan selama musim berjalan. Jangan menunggu musim berakhir. Perubahan pasar bisa terjadi cepat.
Evaluasi rutin membantu penyesuaian kecil. Penyesuaian kecil lebih aman daripada perubahan besar. Ini menjaga stabilitas penjualan.
Harga memengaruhi arus kas secara langsung. Kalau Harga terlalu tinggi bisa memperlambat penjualan. Dan apabila Harga terlalu rendah bisa menguras modal.
Strategi harga harus sejalan dengan kondisi kas. Kita perlu memastikan arus kas tetap sehat. Dengan begitu, operasional tidak terganggu.
Margin dijaga dengan perencanaan sejak awal. Hitung semua biaya dan risiko. Tentukan margin minimum yang tidak boleh dilanggar.
Saat diskon, pastikan masih di atas batas aman. Disiplin ini melindungi bisnis dari kerugian. Margin yang terjaga memberi ruang bernapas.
Strategi Penetapan Harga untuk produk musiman membantu bisnis memaksimalkan peluang dan meminimalkan risiko. Harga tidak ditentukan secara spontan, tetapi direncanakan. Dengan pendekatan yang tepat, musim ramai bisa memberi hasil maksimal.
Mulailah dari tujuan yang jelas dan data yang ada. Sesuaikan harga dengan fase musim dan kondisi pasar. Dengan strategi yang rapi, produk musiman bisa menjadi sumber keuntungan yang sehat dan berkelanjutan.
