Pertama-tama, Sobat, mari kita bahas apa itu kampanye 'social listening'. Jadi, ini adalah serangkaian langkah untuk mengidentifikasi, mengkategorikan, dan mengoperasionalisasi cara kita berinteraksi dengan sebutan sosial secara efektif. Penting banget nih dalam strategi pemasaran digital, karena bisa bantu kita memahami dan merespons tren serta percakapan yang lagi rame di media sosial.
## Definisi ‘Social Listening‘
Tujuan:
Jadi, apa tujuan utamanya? Tentu, kita mau menyiapkan kampanye 'social listening' yang bisa mengidentifikasi, mengkategorikan, dan mengoperasikan cara kita menangani sebutan sosial secara paling efektif. Kenapa? Supaya kita bisa tahu apa yang lagi dibicarakan orang tentang merek kita di media sosial dan bisa bertindak sesuai dengan itu.
Hasil Ideal:
Jelasnya, dengan kampanye ini, kita bisa lebih baik dalam memberikan dukungan pelanggan dan membuat keputusan bisnis yang lebih terinformasi. Mantap kan?
Mengapa Ini Penting:
Menyiapkan kampanye social listening akan membantu Anda menawarkan dukungan pelanggan yang lebih baik, serta membuat keputusan bisnis yang lebih terinformasi, berdasarkan apa yang dikatakan klien, calon klien, dan orang-orang di industri Anda tentang perusahaan Anda.
Dimana Dilakukan:
Di Google Alerts atau Hootsuite, tergantung pada sumber daya keuangan yang Anda siapkan untuk ini.
Kapan Ini Dilakukan:
Semakin cepat, semakin baik.
Siapa yang Melakukannya:
Anda, Manajer Media Sosial Anda, atau Asisten Virtual Anda.
Pengaturan Awal
Oke, sekarang kita masuk ke pengaturan awal. Pertama-tama, pastikan kamu punya akses ke akun media sosial perusahaanmu. Nanti bakal kita gunain buat menghubungkan alat pemantauan kita dan juga buat menjawab sebutan sosial. Nah, selanjutnya, kita harus tentuin alat mana yang mau kita pake. Misalnya, buat contoh, kita bakal bahas pengaturan kampanye social listening pake dua alat: yang gratis, Google Alerts, dan yang berbayar, Hootsuite. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, jadi kita harus pilih yang paling cocok dengan kebutuhan kita.
Untuk di arikel ini, kami akan memberikan contoh pengaturan kampanye social listening menggunakan dua alat: yang gratis (Google Alerts), dan yang berbayar (Hootsuite). Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan untuk masing-masing alat ini:
Google Alerts:
Kelebihan:
- Gratis;
- Mudah untuk diatur;
- Bagus untuk bisnis kecil yang baru memulai dalam pemasaran digital.
Kekurangan:
- Tidak akan mengirimkan pemberitahuan untuk semua saluran sosial, hanya yang pesan-pesannya diindeks di Google (misalnya Twitter.)
### Hootsuite:
Kelebihan:
- Mudah untuk diatur;
- Dapat membantu Anda mengakses penyebutan sosial di berbagai jaringan media sosial;
- Memungkinkan Anda untuk menjawab penyebutan ini langsung dari aplikasi (tidak perlu masuk secara terpisah ke setiap jaringan sosial tempat merek Anda hadir);
- Memungkinkan Anda untuk menugaskan masalah-masalah tertentu kepada anggota tim Anda (misalnya menugaskan keluhan kepada Spesialis Layanan Pelanggan Anda);
- Memungkinkan Anda untuk menjadwalkan posting media sosial dan mendapatkan metrik.
Kekurangan:
- Ini adalah alat berbayar (meskipun menawarkan rencana gratis dengan fungsionalitas terbatas)
- Mungkin membatasi untuk bisnis besar dan perusahaan.
Dengan persiapan yang matang untuk kampanye 'social listening', Anda telah mengambil langkah awal yang penting dalam memahami dan merespons tren serta percakapan yang terjadi di media sosial. Melalui identifikasi, pengkategorian, dan operasionalisasi cara perusahaan Anda berinteraksi dengan penyebutan sosial secara efektif, Anda telah membuka pintu bagi pemahaman yang lebih dalam tentang apa yang dikatakan orang tentang merek Anda di media sosial.
teruslah mengikuti seri artikel dari Moota ini untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang bagaimana Anda dapat mengoptimalkan kampanye 'social listening' Anda. Nantikan bagian selanjutnya!